08/02/2023
Di lingkungan Kemenag, kerja-kerja diplomasi sebagaimana yang diteladankan Kiai Wahab dan Komite Hijaz banyak dilakukan bagian kehumasan. Kerja-kerja humas akan sangat menentukan wajah organisasi keseluruhan. Integritas lembaga dalam pandangan dunia luar bergantung pada baik buruknya tenaga kehumasan.
Lebih spesifik dari itu, nilai integritas kian wajib dimiliki oleh tenaga kehumasan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Hal ini penting karena PTKIN merupakan wajah dari pendidikan dan syiar moral Kemenag di tengah khalayak ramai.
Staf Khusus Menteri Agama bidang Media, Komunikasi Publik dan Teknologi Informasi Wibowo Prasetyo pada Kamis,(2/2/2023) di di UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UIN SI) Samarinda, Kalimantan Timur menyebut bahwa humas adalah garda terdepan di dalam institusi PTKIN. Humas berperan membentuk wajah kampus, baik atau buruk. Termasuk memenangkan pertarungan wacana, isu-isu strategis, di media konvensional dan media sosial.
Tenaga kehumasan diharap memiliki kapasitas, kreatif, dan inovatif dalam membuat strategi komunikasi agar semua program, informasi, dan seluruh capaian prestasi bisa terinformasikan kepada publik secara luas.
Alhasil, bertahannya NU sebagai ormas Islam terbesar hingga 100 tahun dimulai dari kerja Komite Hijaz yang penuh integritas. Segenap nilai yang dicontohkan Kiai Wahab dan Komite Hijaz perlu dijadikan inspirasi dan teladan bagi tenaga kehumasan demi bisa mewujudkan kerja-kerja maksimal, namun tetap selaras dengan jargon utama Kemenag, “Iklhas Beramal”.