13/04/2024
Part 2:
Begin at the end,
Bermula dari akhir, antara puncak gunung dan kuburan
Setelah lebaran, saya sempat ziarah ke makam kerabat keluarga, setelah berdoa sempat termenung sejenak. Saat ini saya sedang ziarah kubur, tapi suatu saat kelak saya akan sampai ke sana juga, dimakamkan. Itulah tujuan akhir kita semua, pemakaman, ajal, akhir kehidupan ini, begitulah jalan hidup semua manusia. Namun tak semua orang mau menyadarinya, menganggapnya sebagai hal yang sangat jauh, takut membicarakan nya.
Kalau kembali ke istilah “Begin with the end”, mulai dari titik akhir, dalam perencanaan hidup ini dimulai dari titik akhir kita semua. Ternyata titik akhir perjuangan hidup itu, bukanlah di puncak gunung, symbol saat diraih keberhasilan, kebahagiaan hidup, tapi saat ajal kehidupan ini, kuburan lah symbol dari “ending” tersebut.
Bagaimana caranya kita bisa sampai pada saat ajal tersebut dengan keadaan terbaik, selamat Kembali kepada Sang Maha Pencipta. Atau dalam istilah agama “Husnul Khotimah”, akhir hidup yang baik. Kalau kita simak kisah2 perjalanan hidup manusia, ternyata tak mudah untuk bisa mendapatkan akhir yang baik, sebagian berakhir dengan nestapa, mengalami kegagalan hidup. Karena itu kita perlu buat perencanaan dengan baik dari sekarang agar mendapatkan husnul khotimah, sebab kalau dibiarkan hidup mengalir apa ada nya, tak ada jaminan kita akan berhasil.
Analogi nya kalau kuburan sebagai tujuan akhir, kita masih bisa sampai ke puncak gunung dan Kembali dengan selamat. Tapi kalau tujuan nya hanya mencapai puncak gunung, kita belum tentu bisa selamat saat Kembali pulang.
Kalau husnul khotimah jadi tujuan hidup, maka perjalanan mencari kesenangan hidup tetap bisa di raih, namun sebaliknya, bila tujuan hanya kesenangan duniawi belaka, belum tentu husnul khotimah bisa diraih.
Sebenarnya itulah tanda hidup yang cerdas, sebagaimana dinyatakan dalam hadits Nabi.
“Orang yang paling banyak dalam mengingat mati dan dan paling siap menghadapinya. Merekalah yang paling cerdas. Mereka pergi dengan membawa kemuliaan di dunia dan kehormatan di akherat (HR at-Tirmidzi)