Adonai Ministry

Adonai Ministry ADONAI MINISTRY > dipanggil untuk melayani dan memberkati setiap jiwa. . seturut kehendak Tuhan.

MEREMEHKAN FIRMANBacaan: YESAYA 28:7-13------------------------------------------------------------------Bacaan setahun:...
03/09/2026

MEREMEHKAN FIRMAN
Bacaan: YESAYA 28:7-13
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Yehezkiel 18-20
------------------------------------------------------------------
Para nabi serta imam di Efraim dan Yerusalem mabuk karena terlalu banyak minum anggur dan arak. Akibatnya, bukan hanya jalan mereka yang terhuyung-huyung dan tersandung-sandung. Lebih dari itu, pikiran mereka menjadi kacau, tak dapat lagi memahami penglihatan-penglihatan yang diberikan Allah. Imam-imam tak dapat lagi memutuskan perkara yang dihadapkan kepada mereka.

Parahnya, dalam kemabukannya, mereka meremehkan pesan Tuhan yang disampaikan Yesaya. Seolah-olah hal itu hanyalah omong kosong yang membosankan dan kekanak-kanakan. Pada akhirnya, oleh karena mereka menolak firman, Tuhan akan berbicara melalui bahasa asing (bangsa penyerbu-Asyur). Firman yang semestinya memberi kelegaan dan istirahat, akan diubah menjadi hukuman dan penghakiman. Mereka akan dipaksa belajar melalui hukuman dari bangsa asing.

Inilah pentingnya sikap rendah hati dalam menerima pemberitaan firman Tuhan. Sekalipun firman Tuhan terasa terlalu sederhana dan berulang-ulang kita terima, bukan berarti kita dapat meremehkannya. Selangkah demi selangkah, pedoman demi pedoman dilanjutkan dengan pedoman lain untuk lebih menguatkan. Aturan kesalehan ditambah dengan aturan keadilan, aturan keadilan ditambah aturan kasih. Dengan demikian, kita tidak terbebani terlalu berat dalam mempelajari firman. Tahapan yang sederhana dan teknik pengulangan juga memudahkan kita untuk memahami dengan sungguh sesuai maksud dan kehendak Allah. Pemahaman yang benar inilah bekal kita menyatakan setiap firman Tuhan dalam laku hidup sehari-hari. --EBL/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
FIRMAN TUHAN DISAMPAIKAN SECARA SEDERHANA DAN BERULANG SUPAYA
KITA SUNGGUH MENGERTI DAN SENANTIASA MELAKUKANNYA SETIAP HARI.
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

Renungan Harian -- mengenal, mengasihi, dan memuliakan Tuhan setiap hari

HATI ADALAH KUNCIBacaan: FILIPI 4:2-9------------------------------------------------------------------Bacaan setahun: Y...
01/09/2026

HATI ADALAH KUNCI
Bacaan: FILIPI 4:2-9
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Yehezkiel 13-15
------------------------------------------------------------------
Dari dalam penjara Paulus mengirim surat kepada jemaat Filipi yang sedang menghadapi tekanan dari luar (penganiayaan) dan potensi konflik internal (perselisihan Euodia dan Sintikhe). Paulus menyerukan kesatuan dalam Kristus. Ia mendorong mereka tetap bersukacita dalam tantangan, menekankan sikap lemah lembut, tidak khawatir, dan terus berdoa. Ia menasihati mereka untuk mengisi pikiran dengan kebenaran karena pikiran sangat memengaruhi kehidupan rohani.

Sering kali tidak mudah meyakinkan diri sendiri untuk tetap beriman di tengah tekanan. Bahkan muncul keraguan dan pertanyaan, "Sungguhkah ajaran Kristen itu benar?" Sekalipun, ada dasar historis dan rasional yang kuat seperti catatan sejarah kematian dan kebangkitan Yesus yang ditulis oleh sejarawan Yosefus dan Tacitus (di luar Alkitab). Isi Alkitab pun konsisten meski ditulis oleh lebih dari 40 penulis dalam rentang waktu 1.500 tahun.

Karena itu, Paulus juga mengingatkan bahwa damai sejahtera dan sukacita bukan bergantung pada situasi, melainkan sikap hati yang bersandar penuh pada Tuhan. Bersandar bukan berarti pasif, hanya berdoa, melainkan aktif dalam ketaatan hidup, melakukan firman yang telah kita pelajari. Karena kekristenan bukan hanya untuk dipahami melainkan juga dialami. Dengan demikian, kita akan mengalami kasih, pengampunan, dan damai sejahtera Tuhan. Pengalaman dan perjumpaan pribadi dengan Tuhan itulah yang akan memberikan keyakinan batin mengenai kebenaran iman Kristen, sekaligus menjadi kesaksian yang tidak terbantahkan. --EBL/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
HATI YANG BERSANDAR PENUH KEPADA TUHAN ADALAH KUNCI KEKUATAN,
KETENANGAN, DAN PENGHARAPAN.
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

Renungan Harian -- mengenal, mengasihi, dan memuliakan Tuhan setiap hari

KOYAKKAN HATI, BUKAN PAKAIANBacaan: YOEL 2:12-17------------------------------------------------------------------Bacaan...
31/08/2026

KOYAKKAN HATI, BUKAN PAKAIAN
Bacaan: YOEL 2:12-17
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Yehezkiel 9-12
------------------------------------------------------------------
Seorang ibu menyuruh anaknya membersihkan kamarnya yang berantakan. Anak itu dengan cepat memasukkan semua mainan dan pakaian kotor ke dalam lemari, lalu menutup pintunya rapat-rapat. Saat ibu datang, kamar tampak rapi-lantai bersih, tempat tidur tertata. Namun, lemari itu menyimpan semua kekacauan yang belum dibereskan. Bukankah hidup kita sering seperti itu? Kita pandai membuat "lemari" untuk menyembunyikan dosa: tampak saleh di gereja, tetapi hati masih dipenuhi iri, amarah, dan kesombongan. Di zaman Nabi Yoel pun demikian, umat rajin mengoyakkan pakaian sebagai tanda duka, tetapi hati mereka tetap membatu dan menutupi dosa.

Nabi Yoel membongkar kepalsuan itu dengan tegas, "Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu!" (ay. 13). Tuhan tidak tertarik ritual lahiriah yang dilakukan untuk menutupi dosa. Yang Allah rindukan adalah hati yang sungguh dibereskan-bukan sekadar dirapikan di permukaan. Pertobatan sejati adalah berbalik dari dosa dengan segenap hati. Mengapa kita berani membuka "lemari" dan membiarkan Tuhan melihat kekotoran kita? Karena Allah sendiri menyatakan identitas-Nya, "penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih dan kesetiaan" (Kel. 34:6). Bukan karena kita layak, tetapi karena Ia rindu mengampuni.

Kini, dalam Yesus Kristus, dosa kita sudah diselesaikan. Di kayu salib, Kristus memikul sendiri segala kekotoran kita. Ia tidak menyembunyikan dosa kita, tetapi Ia menghapuskannya. Pertobatan sejati bukan sekadar merapikan hidup dari luar, tetapi membiarkan Kristus membersihkan hati kita. Inilah saatnya-sekarang juga-hentikan kebiasaan menyembunyikan dosa. Bukalah hati, berbaliklah kepada-Nya. Jangan tunda lagi! --DSK/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
KOYAKKAN HATIMU, KEMBALILAH KEPADA ALLAH YANG PENGASIH,
SAAT INI JUGA!
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

Renungan Harian -- mengenal, mengasihi, dan memuliakan Tuhan setiap hari

DIINGAT DAN TIDAK DILUPAKANBacaan: YESAYA 44:21-28------------------------------------------------------------------Baca...
30/08/2026

DIINGAT DAN TIDAK DILUPAKAN
Bacaan: YESAYA 44:21-28
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Yehezkiel 5-8
------------------------------------------------------------------
Ketika membuka album foto kenangan, kita mencoba mengingat kembali peristiwa, tempat, dan orang-orang di balik foto tersebut. Kadang kita bisa mengingat kembali dengan jelas, tapi tidak jarang kita kesulitan mengingat tempat, waktu, bahkan orang-orang di dalamnya. Ingatan kita sangat terbatas dan bisa lupa. Seperti foto lama yang mulai pudar, kita takut dilupakan. Bagaimana dengan Allah? Apakah Allah bisa melupakan kita?

Di tengah-tengah masa gelap yang dihadapi umat Israel, Tuhan berkata dalam Yesaya 44:21, "Engkau tidak akan Kulupakan." Allah bukan sekadar memotret kita dari jauh, tetapi Dialah yang membentuk kita. Kata "membentuk" dalam bahasa Ibrani (yatsar) berarti Ia membentuk kita dengan sengaja, seperti tukang periuk membentuk tanah liat-teliti, penuh kasih, satu per satu. Meskipun kita berdosa, Ia menghapus semuanya "seperti kabut" (ay. 22). Kabut lenyap tanpa bekas dan sebagai bukti, Ia menyebut nama Kores 150 tahun sebelum ia lahir (ay. 28). Kores, raja asing itu menjadi alat keselamatan di tangan Tuhan. Allah adalah Pribadi yang mengingat umat-Nya dan memegang kendali atas sejarah.

Mungkin hari ini kita merasa seperti foto usang yang mulai dilupakan-oleh teman, oleh dunia, bahkan oleh diri sendiri. Namun, Allah berkata, "Engkau tidak akan Kulupakan." Keberadaan Koresh yang disebut sebagai "Hamba-Ku" adalah gambaran dari kehadiran Kristus sebagai Juru Selamat manusia. Dosa dan masa lalu kita yang kelam dihapus melalui darah Kristus, Sang Anak Domba Allah. Di dalam Kristus, Allah mengenal dan mengingat keberadaan kita sebagai milik-Nya. Nama kita terukir, bukan di album yang berdebu, tapi di telapak tangan Sang Pencipta. Album kehidupan kita ada di tangan-Nya karena kita tidak dilupakan-Nya. --DSK/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
NAMA KITA TERUKIR DI TELAPAK TANGAN TUHAN,
KITA TIDAK AKAN PERNAH DILUPAKAN-NYA.
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

Renungan Harian -- mengenal, mengasihi, dan memuliakan Tuhan setiap hari

30/08/2026

DIINGAT DAN TIDAK DILUPAKAN
Bacaan: YESAYA 44:21-28
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Yehezkiel 5-8
------------------------------------------------------------------
Ketika membuka album foto kenangan, kita mencoba mengingat kembali peristiwa, tempat, dan orang-orang di balik foto tersebut. Kadang kita bisa mengingat kembali dengan jelas, tapi tidak jarang kita kesulitan mengingat tempat, waktu, bahkan orang-orang di dalamnya. Ingatan kita sangat terbatas dan bisa lupa. Seperti foto lama yang mulai pudar, kita takut dilupakan. Bagaimana dengan Allah? Apakah Allah bisa melupakan kita?

Di tengah-tengah masa gelap yang dihadapi umat Israel, Tuhan berkata dalam Yesaya 44:21, "Engkau tidak akan Kulupakan." Allah bukan sekadar memotret kita dari jauh, tetapi Dialah yang membentuk kita. Kata "membentuk" dalam bahasa Ibrani (yatsar) berarti Ia membentuk kita dengan sengaja, seperti tukang periuk membentuk tanah liat-teliti, penuh kasih, satu per satu. Meskipun kita berdosa, Ia menghapus semuanya "seperti kabut" (ay. 22). Kabut lenyap tanpa bekas dan sebagai bukti, Ia menyebut nama Kores 150 tahun sebelum ia lahir (ay. 28). Kores, raja asing itu menjadi alat keselamatan di tangan Tuhan. Allah adalah Pribadi yang mengingat umat-Nya dan memegang kendali atas sejarah.

Mungkin hari ini kita merasa seperti foto usang yang mulai dilupakan-oleh teman, oleh dunia, bahkan oleh diri sendiri. Namun, Allah berkata, "Engkau tidak akan Kulupakan." Keberadaan Koresh yang disebut sebagai "Hamba-Ku" adalah gambaran dari kehadiran Kristus sebagai Juru Selamat manusia. Dosa dan masa lalu kita yang kelam dihapus melalui darah Kristus, Sang Anak Domba Allah. Di dalam Kristus, Allah mengenal dan mengingat keberadaan kita sebagai milik-Nya. Nama kita terukir, bukan di album yang berdebu, tapi di telapak tangan Sang Pencipta. Album kehidupan kita ada di tangan-Nya karena kita tidak dilupakan-Nya. --DSK/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
NAMA KITA TERUKIR DI TELAPAK TANGAN TUHAN,
KITA TIDAK AKAN PERNAH DILUPAKAN-NYA.
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

KESENANGAN YANG MENJERATBacaan: HAKIM-HAKIM 16:4-22------------------------------------------------------------------Bac...
28/08/2026

KESENANGAN YANG MENJERAT
Bacaan: HAKIM-HAKIM 16:4-22
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Ratapan 3-5
------------------------------------------------------------------
Simson yang jatuh cinta setengah mati kepada Delila, tidak menyadari bahwa orang Filistin hendak menggunakan kekasihnya untuk mencari tahu rahasia kekuatannya. Orang Filistin sedang menjalankan siasat untuk menundukkan Simson yang selama ini telah menyebabkan kekacauan terhadap mereka. Setelah beberapa kali dia membohongi pujaan hatinya itu, rengekan dan desakan perempuan itu akhirnya meluluhkan hatinya untuk menceritakan dari mana kekuatannya berasal hingga akhirnya orang Filistin dapat melumpuhkannya.

Barangkali pada hari ini kita juga mempunyai suatu kesenangan yang sulit sekali untuk kita lepaskan, meskipun sedikit banyak kita menyadari bahwa kesenangan tersebut dapat menjatuhkan kita. Hendaknya kita membuangnya tanpa ragu jika memang benar hal tersebut dapat meruntuhkan iman kita kepada Tuhan, bahkan menjadikan kegelapan mengikat kita dengan kuatnya. Daripada kita membiarkan hal yang dapat menjerat kita tersebut kerap menggoda kita, lebih baik sepenuhnya kita lepaskan karena kalau sampai Tuhan meninggalkan kita, hidup kita akan merana dan penuh dengan kepahitan.

Mempunyai suatu kesenangan adalah wajar, tetapi kalau sudah sampai menggoncangkan iman kita kepada Tuhan (kehilangan kontrol diri), hendaknya kita segera memeriksa diri. Kalau kesenangan itu menyebabkan kita kehilangan kontrol diri, kesusahan besar dapat menimpa kita yang tidak tahan godaan. Hendaknya kita rela melepaskan kesenangan tersebut. Tuhan akan mengganti dengan hal-hal baik yang membawa kita lebih dekat kepada-Nya. --KSD/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
KETIKA KESENANGAN KITA MULAI MENJAUHKAN KITA DARI TUHAN, HENDAKNYA
KITA MELEPASKANNYA AGAR KITA TIDAK KEHILANGAN PERKENANAN-NYA.
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

Renungan Harian -- mengenal, mengasihi, dan memuliakan Tuhan setiap hari

MANUSIA CELAKABacaan: ROMA 7:13-26------------------------------------------------------------------Bacaan setahun: Yere...
26/08/2026

MANUSIA CELAKA
Bacaan: ROMA 7:13-26
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Yeremia 51-52
------------------------------------------------------------------
Suatu kali ketika kami melayani di lembaga pemasyarakatan, seorang warga binaan berkata, "Sebenarnya kami semua pasti tidak ingin berada di sini. Kami pun pastinya tidak ingin menjadi orang jahat. Namun, situasinya sudah begitu, ya di sinilah kami sekarang." Pernyataan itu menyiratkan ketidakberdayaan. Merasa tidak mampu melepaskan diri dari dosa, sekalipun mereka tahu bahwa apa yang mereka perbuat adalah kejahatan.

Namun, itu bukan hanya pergumulan orang-orang yang dipenjara setelah melakukan tindakan kriminal tertentu. Itu juga menjadi pergumulan semua orang, di mana pun ia berada. Inilah yang digambarkan Rasul Paulus sebagai pergumulan batin yang juga ia alami sendiri. Di satu sisi, ia ingin melakukan yang baik, yakni menjalankan perintah-perintah Allah. Namun, di sisi lain, ada dorongan kuat yang terus-menerus berjuang di dalam tubuhnya untuk berbuat dosa. Kita tahu yang baik, tetapi justru yang jahatlah yang kita perbuat. Dalam keputusasaan yang demikian, Rasul Paulus bahkan menyebut dirinya sebagai manusia celaka, yakni seseorang yang malang, menyedihkan, serta sengsara karena tidak mampu melepaskan diri dari dosa.

Ya, tak seorang pun berkuasa melepaskan diri dari cengkeraman dosa. Hanya Allah yang sanggup mengerjakannya untuk kita. Dan dalam kemurahan-Nya, Dia telah melakukannya melalui karya dan pengurbanan Yesus Kristus. Dia menjadi manusia sama seperti kita, melalui segala kesulitan dan cobaan hidup, tetapi tidak berdosa (Ibr. 4:15). Hanya di dalam Dialah kita dapat mengalami kemenangan atas dosa, serta menjalani hidup yang berkenan kepada Allah. --HT/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
HANYA KRISTUS YANG BERKUASA MENGUBAH KITA DARI MANUSIA CELAKA
MENJADI ORANG-ORANG YANG BERKENAN KEPADA ALLAH.
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

Renungan Harian -- mengenal, mengasihi, dan memuliakan Tuhan setiap hari

KEPAHITAN NAOMIBacaan: RUT 1------------------------------------------------------------------Bacaan setahun: Yeremia 49...
26/08/2026

KEPAHITAN NAOMI
Bacaan: RUT 1
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Yeremia 49-50
------------------------------------------------------------------
Kisah Naomi terjadi pada zaman para hakim. Kala itu, situasinya tidak hanya sedang terjadi krisis rohani dan moral, melainkan juga krisis sosial dan ekonomi, termasuk kelaparan. Ya, kelaparan melanda Betlehem (rumah roti) yang notabene merupakan tanah janji.

Di tengah kondisi yang demikian, secara natural keputusan Elimelekh dan Naomi untuk meninggalkan tanah perjanjian menuju Moab mungkin bisa dianggap normal. Namun, dari sisi iman, Moab merupakan negeri asing yang dikenal penuh penyembahan berhala sekaligus merupakan musuh Israel (bdk. Ul. 23:3). Dengan demikian, keputusan ke Moab mungkin lahir dari kurangnya iman mereka. Hingga akhirnya, alih-alih beroleh pemulihan hidup, Naomi justru harus kehilangan suami dan kedua anaknya.

Namun demikian, Tuhan memakai kepahitan Naomi untuk memimpinnya kembali ke Betlehem dan mempertemukannya kembali dengan rancangan-Nya. Hal ini didukung oleh keterbukaan hati Naomi yang mau bersikap jujur dalam kesedihan dan kembali kepada Allah (bdk. ay. 20). Karena itu, kepahitan Naomi bukan sebuah kutuk, melainkan ujian dan sarana penebusan Allah. Dari penderitaan Naomi muncul garis keturunan Juru Selamat dunia.

Bila kelemahan iman melanda, baiklah Tuhan tetap menjadi pilihan. Akui keadaan kita di hadapan Tuhan dengan jujur, baik rasa kecewa, marah, bingung, ataupun gagal. Sambil tetap berdoa sekalipun terasa berat, tetap bersandar pada Firman, tetap bersekutu dan tetap memilih untuk taat kepada Tuhan. Yakinlah bahwa Tuhan senantiasa menuntun dan menolong! --EBL/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
KETIKA PILIHAN KITA SALAH,
BELAS KASIH TUHAN TETAP BENAR DAN TIDAK BERUBAH.
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

Renungan Harian -- mengenal, mengasihi, dan memuliakan Tuhan setiap hari

24/08/2026

OBSESI SANG PENYIHIR
Bacaan: KISAH PARA RASUL 8:4-25
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Yeremia 46-48
------------------------------------------------------------------
Simon dari Samaria sudah lama menjadi pusat perhatian dan ia menikmatinya. Ia telah mempraktikkan sihir sejak lama, dan seluruh penduduk Samaria takjub melihatnya. Mereka mengikuti serta memuji-mujinya. Hingga suatu hari Filipus, salah satu pengikut Yesus, datang ke Samaria lalu memberitakan Injil. Banyak penduduk Samaria menjadi percaya dan dibaptis, termasuk Simon sang penyihir. Bahkan Simon selalu bersama Filipus serta menyaksikan berbagai mukjizat yang diperbuatnya.

Kemudian Rasul Petrus dan Yohanes datang ke Samaria serta melengkapi apa yang masih kurang dari pengajaran Filipus. Saat kedua rasul itu menumpangkan tangan ke atas orang-orang Samaria, Roh Kudus pun tercurah ke atas mereka. Simon terpesona melihatnya. Ia pun menginginkan kuasa yang demikian. Mungkin ia berpikir bahwa para rasul itu memiliki ilmu sihir tingkat tinggi, dan ia terobsesi untuk memperolehnya. Ia menawarkan sejumlah uang agar ia memiliki kuasa itu. Lalu Rasul Petrus menegurnya dengan sangat keras serta memintanya bertobat. Syukurnya, Simon mendengarkan teguran itu.

Ketika seseorang melihat suatu pengalaman iman, ia bisa saja memahaminya secara berbeda serta mengaitkannya dengan pengalamannya di masa lalu. Itulah sebabnya diperlukan pengajaran yang benar sesuai firman Tuhan agar mereka tidak menafsirkannya secara sembarangan. Perlu diberikan penjelasan yang membuat mereka mengerti apa yang sedang terjadi. Tanpa memahami ajaran yang benar, seseorang dapat melenceng dari firman Tuhan serta tersesat. Karenanya, kita sungguh-sungguh perlu belajar, juga mengerti serta mengajarkan pemahaman yang benar seturut firman-Nya. --HT/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
TANPA BERSUNGGUH-SUNGGUH MEMAHAMI FIRMAN TUHAN,
KITA AKAN MELANGKAH SEMBARANGAN MENUJU PADA KESESATAN.
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

23/08/2026

SENTUHAN LUMPUR YANG MENCELIKKAN
Bacaan: YOHANES 9
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Yeremia 42-45
------------------------------------------------------------------
Saat menghadapi penderitaan, kita cenderung sering sibuk bertanya, "Siapa yang salah?" Padahal tidak semua kejadian buruk yang menimpa dikarenakan ada dosa yang dilakukan. Oleh sebab itu, Yesus menunjukkan bahwa kegelapan hidup bukanlah tempat kutukan, melainkan panggung bagi pekerjaan Allah. Masalah kita bukanlah karena kurangnya informasi tentang Tuhan, melainkan "kebutaan hati"-keengganan kita mengenali kehadiran-Nya di tengah pergumulan. Di mana dunia melihat kegagalan, di situ Yesus datang membawa kemenangan sebagai Terang yang memulihkan.

Pemulihan yang Yesus lakukan kepada orang buta itu tidak terjadi seketika melalui sabda-Nya. Yesus memakai sarana untuk menyembuhkan. Lewat lumpur dan ludah, Yesus bertindak sebagai Sang Pencipta yang membentuk kembali bagian hidup kita yang rusak, persis seperti saat Allah menciptakan Adam dari debu tanah. Dia tidak sekadar memberi pelajaran, tapi memberikan sentuhan langsung pada bagian yang paling hina dalam diri kita untuk memulihkan gambar Allah yang retak. Meski cara Tuhan sering terasa tidak masuk akal, percayalah bahwa tangan-Nya sedang merajut identitas baru bagi Anda dari dalam ke luar.

Puncak keajaiban ini menuntut ketaatan tanpa melihat. Seperti si buta yang harus meraba-raba menuju kolam Siloam dengan lumpur di matanya, kita pun dipanggil untuk melangkah sebelum melihat bukti. Ketaatan sepenuh hati kepada Allah adalah kunci yang membuka mata rohani. Saat kita bersedia mematuhi perintah-Nya, pemulihan total pun terjadi. Yakinlah, Yesus sanggup mengubah kegelapan hidup kita menjadi terang pujian bagi-Nya. --DSK/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
KEGELAPAN BUKAN LAGI KUTUKAN,
TAPI JALAN-NYA UNTUK MEMULIHKANMU.
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

Address

Banjarnegara

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Adonai Ministry posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Adonai Ministry:

Shortcuts

Share