Adonai Ministry

Adonai Ministry ADONAI MINISTRY > dipanggil untuk melayani dan memberkati setiap jiwa. . seturut kehendak Tuhan.

BATASBacaan: 2 TAWARIKH 26------------------------------------------------------------------Bacaan setahun: Ester 6-10--...
30/05/2026

BATAS
Bacaan: 2 TAWARIKH 26
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Ester 6-10
------------------------------------------------------------------
Mengetahui batas sesuatu amatlah penting. Baik itu secara harfiah maupun secara kiasan. Ini bisa meliputi pemahaman terhadap batas kemampuan kita dalam melakukan sesuatu, baik dalam berkata-kata maupun dalam bertindak, juga dalam mempergunakan wewenang atau otoritas kita. Sebab jika kita melampaui batas, pasti akan menimbulkan permasalahan, serta menjadikan diri kita berada dalam bahaya.

Raja Uzia memulai pemerintahannya dengan menaati Tuhan. Pertolongan-Nya yang ajaib (ay. 15) menjadikannya raja yang hebat dengan pasukan dan perlengkapan militer yang sangat kuat. Ia bukan hanya dihormati di dalam negeri, melainkan juga masyhur hingga ke negeri-negeri lain, serta berhasil mengalahkan musuh-musuhnya. Namun sayang, setelah semua pencapaian itu, ia merasa diri begitu hebat. Ia mulai melampaui batasnya. Ia mengira dirinya begitu berkuasa, lalu menyombongkan diri di hadapan Tuhan. Tugas para imam yang menjadi wewenang suku Lewi pun ia serobot, padahal ia berasal dari suku Yehuda, keturunan Raja Daud. Akibatnya, ia kena tulah, ditimpa penyakit kulit yang menajiskan sehingga ia harus tinggal di rumah isolasi hingga hari kematiannya.

Dalam relasi kita dengan sesama, terdapat batas-batas yang harus kita jaga agar hidup tetap damai dan harmonis. Ada hak, serta ada kewajiban setiap orang. Tidak boleh hanya memperhatikan kepentingan sendiri. Demikian juga dalam relasi kita dengan Tuhan. Kita harus selalu menempatkan diri sebagai makhluk yang serba terbatas di hadapan Sang Pencipta Yang Maha Segalanya. Ya, segala tindakan kita sepatutnya berada dalam batas yang menunjukkan rasa hormat dan ketaatan kita kepada-Nya. --HT/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
SENANTIASA MENYADARI SIAPA DIRI KITA DI HADAPAN ALLAH
MEMBUAT KITA BERADA DALAM BATAS YANG BENAR PADA SETIAP LANGKAH.
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

Renungan Harian -- mengenal, mengasihi, dan memuliakan Tuhan setiap hari

BAIK-BAIK SAJABacaan: KEJADIAN 22:1-19------------------------------------------------------------------Bacaan setahun: ...
29/05/2026

BAIK-BAIK SAJA
Bacaan: KEJADIAN 22:1-19
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Ester 1-5
------------------------------------------------------------------
Saat menanyakan kabar kepada seseorang, biasanya kita mendengar jawaban, "Aku baik-baik saja." Namun, adakalanya mereka mengatakan, "Aku tidak baik." Saat itu di benak kita dapat terlintas berbagai kemungkinan yang terjadi dalam kehidupan orang itu. Satu persamaannya, semuanya bersifat tidak menyenangkan. Mungkin orang itu menderita sakit, mengalami musibah, atau menghadapi masalah.

Tuhan menyuruh Abraham pergi ke tanah Moria, lalu mempersembahkan di situ Ishak sebagai kurban bakaran. Keesokan harinya, pagi-pagi Abraham bangun untuk melaksanakan perintah Tuhan. Tiada terucap perbantahan, padahal sebentar lagi ia kehilangan anaksatu-satunya. Alasannya ialah iman. Sesudah tiga hari berjalan, Abraham menyuruh kedua hamba yang menyertainya tinggal di tempat, sementara ia dan Ishak meneruskan perjalanan. Ia memberi pesan kepada mereka, yang mana di situ tergurat dua hal yang diyakininya. Pertama, Ishak tidak mati, sebab itu ia berkata, "Kami akan kembali kepadamu." Hal kedua yang ia yakini termuat dalam kitab Ibrani, yakni sekalipun Ishak mati, Tuhan sanggup membangkitkannya kembali (lih. Ibr. 11:19). Singkatnya, Abraham beranggapan bahwa segalanya akan baik-baik saja.

Keadaan tidak selalu baik adanya. Kesukaran dapat tiba-tiba muncul. Namun, iman selalu menyatakan bahwa segalanya akan baik-baik saja. Sebab iman senantiasa memandang kepada Tuhan yang penuh kuasa, yang sanggup melakukan apa pun. Jika kita mengharap hari-hari kehidupan yang penuh damai sejahtera dan sukacita maka imanlah yang terutama harus kita miliki. --LIN/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
TUHAN EMPUNYA KUASA UNTUK MELAKUKAN SEGALANYA
MAKA ITU BERARTI SEGALANYA AKAN BAIK-BAIK SAJA.
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

Renungan Harian -- mengenal, mengasihi, dan memuliakan Tuhan setiap hari

PERTUMBUHAN MENUNTUT PERUBAHANBacaan: YOHANES 15:1-8------------------------------------------------------------------Ba...
27/05/2026

PERTUMBUHAN MENUNTUT PERUBAHAN
Bacaan: YOHANES 15:1-8
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Nehemia 10-11
------------------------------------------------------------------
Sebagian besar orang rela berjuang keras demi mengejar kenyamanan. Namun sayangnya, kenyamanan cenderung membuat orang berhenti bertumbuh. Ketika orang sudah merasa nyaman, mereka menjadi enggan jika harus berjuang lagi, harus berubah lagi. Padahal pola yang demikian tidak baik bagi kehidupan rohani yang sehat. Sebab Alkitab secara konsisten menunjukkan bahwa hidup orang percaya merupakan proses pertumbuhan dan perubahan secara terus-menerus menuju kedewasaan rohani dan keserupaan dengan Kristus.

Kadang orang berpikir bahwa tinggal di dalam Kristus sama dengan tinggal dalam zona nyaman. Namun, Yohanes 15 justru menunjukkan bahwa tinggal dalam Kristus menuntut pertumbuhan dan buah, yang prosesnya harus melalui "pemangkasan". Pemangkasan ini dapat dimaknai sebagai proses penyucian dan pendisiplinan Tuhan. Pembersihan dari hal-hal yang tidak perlu (kebiasaan buruk, keinginan badani, relasi yang toksik, atau prioritas yang salah dalam hidup). Proses inilah yang menjadikan kita bertumbuh, ditandai dengan adanya perubahan menuju keserupaan dengan Kristus.

Dengan demikian, keengganan untuk keluar dari zona nyaman sesungguhnya tanda bahwa kita sedang membawa diri sendiri menuju kematian rohani. Sebab segala yang hidup akan selalu ditandai dengan pertumbuhan dan perubahan. Sebagaimana benih bertumbuh menjadi pohon, bayi bertumbuh menjadi dewasa, demikian p**a rohani kita semestinya. Menolak perubahan berarti menolak karya Roh Kudus dan membuat kita terpisah dari kuasa, kasih, dan maksud Allah. --EBL/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
IMAN YANG HIDUP AKAN TERUS BERTUMBUH.
SENANTIASA BERUBAH DAN BERBUAH.
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

Renungan Harian -- mengenal, mengasihi, dan memuliakan Tuhan setiap hari

LUPUTBacaan: KISAH PARA RASUL 23:12-22------------------------------------------------------------------Bacaan setahun: ...
26/05/2026

LUPUT
Bacaan: KISAH PARA RASUL 23:12-22
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Nehemia 8-9
------------------------------------------------------------------
"Luput" berarti terlepas, tidak kena atau meleset. Sebagian diucapkan dengan kekecewaan karena sudah berusaha sedemikian rupa, tetapi tidak berhasil. Namun, sebagian lagi merasakan kelegaan hati karena terhindar dari sesuatu yang tidak mengenakkan, seperti pada hari itu dialami oleh Paulus.

Sejumlah orang Yahudi berkomplot dengan niatan untuk membunuh Paulus. Niatan sudah teguh, karena disertai sumpah untuk tidak makan atau minum, sebelum terlenyap nyawa Paulus. Selanjutnya, komplotan itu, yang jumlahnya lebih dari empat puluh orang, pergi kepada imam-imam kepala dan tua-tua. Mereka menjelaskan perihal niatan tersebut, serta skenario untuk melaksanakannya. Keseluruhannya tampak sudah rapi, rasanya Paulus pasti akan terbunuh. Namun, keponakan Paulus, anak saudaranya perempuan, mendengarnya dan memberitahukannya kepadanya. Segera, Paulus meminta salah seorang perwira membawa anak muda itu kepada kepala batalion untuk melaporkan duduk perkaranya. Berdasar laporan tersebut, dirinya dapat terlebih dahulu diungsikan (ay. 23-24). Paulus luput dari maut!

Tidak satu pun peristiwa di kehidupan ini yang sifatnya kebetulan. Jika sampai Paulus terluput, jelas itu karena tangan Tuhan meluputkannya. Situasi kita saat ini tidak kurang menakutkan dari Paulus. Bahaya maut mengancam di mana-mana. Saat berkendara atau berjalan di luar, ada kemungkinan terjadi kecelakaan atau diri kita menjadi sasaran niatan jahat orang lain (penyerangan, penembakan, dsb.). Berlindung dalam rumah pun tidak menjamin keamanan karena mungkin perampok menyatroni atau tiba-tiba terjadi gempa. Namun, tidak perlu kita berkubang dalam kegelisahan. Alasannya, tangan Tuhan masih senantiasa bekerja. Mari berlindung kepada-Nya, sebab Dia sanggup meluputkan kita dari segala mara bahaya. --LIN/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
MALAIKAT TUHAN BERKEMAH DI SEKELILING ORANG-ORANG YANG TAKUT
AKAN DIA, LALU MELUPUTKAN MEREKA.-MAZMUR 34:8
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

Renungan Harian -- mengenal, mengasihi, dan memuliakan Tuhan setiap hari

MENGUATKAN YANG LEMAHBacaan: KISAH PARA RASUL 11:19-30------------------------------------------------------------------...
25/05/2026

MENGUATKAN YANG LEMAH
Bacaan: KISAH PARA RASUL 11:19-30
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Nehemia 4-6
------------------------------------------------------------------
Dalam sejarah gereja mula-mula, Barnabas dikenal bukan karena melakukan mukjizat besar, tetapi karena hatinya yang baik, penuh dengan Roh Kudus, dan iman. Saat banyak orang Yahudi di Yerusalem ragu terhadap pertobatan Saulus, Barnabaslah yang pasang badan dan berupaya meyakinkannya di hadapan para rasul. Ketika kabar Injil menyebar ke Antiokhia, Barnabas diutus untuk meneguhkan iman orang-orang yang baru percaya. Ia tidak mencari perhatian, melainkan membangun orang lain agar kuat di dalam Tuhan.

Firman Tuhan hari ini berbicara kepada kita bahwa iman sejati tidak berfokus pada diri sendiri. Iman yang sejati selalu menular, membawa semangat, dan membangun orang lain dalam kasih Tuhan. Ketika Barnabas melihat karya Tuhan di antara orang-orang bukan Yahudi, alih-alih curiga, ia malah bersukacita dan mendorong supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan (ay. 23). Ia juga melibatkan Saulus untuk melayani bersama, tindakan yang kelak menghasilkan dampak besar bagi penyebaran Injil ke seluruh bangsa.

Barnabas, dengan segala tindakannya yang baik, mengingatkan kita bahwa Tuhan memanggil kita untuk menjadi penguat, bukan pengkritik; menjadi pendorong, bukan penghalang. Tak dipungkiri, kita hidup dalam dunia penuh dengan suara yang melemahkan, tetapi orang yang penuh Roh Kudus akan selalu mengobarkan semangat iman di mana pun ia berada. Ketika kita mendorong dan menolong seseorang untuk tetap teguh dalam Tuhan, kita sedang mengerjakan kehendak-Nya. --SYS/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
IMAN YANG SEJATI TIDAK HANYA MENEGAKKAN DIRI, TETAPI JUGA
MENEGUHKAN SESAMA UNTUK TETAP BERDIRI DI DALAM TUHAN.
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

Renungan Harian -- mengenal, mengasihi, dan memuliakan Tuhan setiap hari

BERSAKSI TENTANG KRISTUSBacaan: 2 KORINTUS 4:1-15------------------------------------------------------------------Bacaa...
23/05/2026

BERSAKSI TENTANG KRISTUS
Bacaan: 2 KORINTUS 4:1-15
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Nehemia 1-3
------------------------------------------------------------------
Paulus sering menceritakan kisah hidupnya saat mengajar. Bukan untuk membesarkan upah secara duniawi yang diterimanya! Paulus bermaksud menyaksikan karya Kristus yang nyata di tengah penderitaan yang harus ditanggungnya demi Injil. Paulus memiliki tujuan untuk membuktikan kuasa Kristus yang ia alami.

Di era makin modern yang cenderung menjunjung tinggi kesuksesan duniawi, ada bahaya bagi orang Kristen jika turut terbawa arus. Yakni menjadikan kekayaan, jabatan, kesuksesan, kenyamanan, pop**aritas, dan mukjizat instan sebagai tolok ukur berkat Tuhan, sekaligus dasar kesaksian. Hal ini dapat terjadi ketika ada dua pihak yang saling memberi ruang. Pertama, pemberi kesaksian yang tanpa sadar cenderung ingin dikagumi, mencari validasi iman, dan godaan untuk memberi kesaksian yang "dapat dijual". Sementara dari sisi pendengar, ada sebagian umat yang hanya tertarik pada kesaksian yang menguntungkan. Kurang tertarik pada kesaksian tentang pertobatan, kesetiaan dalam penderitaan, atau ketaatan tanpa hasil instan.

Akibatnya, Injil sejati menjadi kabur. Kesaksian yang semestinya memuliakan Kristus berubah menjadi ajang pamer spiritual dan kehilangan kuasa Roh Kudus. Fokus bergeser dari salib dan kasih karunia menjadi hasil duniawi. Alih-alih membangun jemaat secara rohani, malah membentuk pengikut yang dangkal, tak berakar di dalam iman. Menyuburkan teologi kemakmuran yang tak sejalan dengan ajaran Yesus karena kesaksian berubah menjadi ajang berbagi formula cepat mendapat mukjizat atau berkat. --EBL/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
KESAKSIAN BUKAN BERBICARA TENTANG SEBERAPA BESAR BERKAT DUNIAWI
YANG KITA TERIMA, MELAINKAN SEBERAPA NYATA KRISTUS HIDUP DALAM KITA.
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

Renungan Harian -- mengenal, mengasihi, dan memuliakan Tuhan setiap hari

TETAP DIBUATKAN TEHBacaan: MATIUS 21:28-32------------------------------------------------------------------Bacaan setah...
22/05/2026

TETAP DIBUATKAN TEH
Bacaan: MATIUS 21:28-32
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Ezra 8-10
------------------------------------------------------------------
Salah satu kebiasaan istri saya adalah dia tetap melakukan apa pun yang saya minta dalam kondisi selelah apa pun. Pernah saya lelah saat p**ang malam karena perjalanan dari luar kota, istri juga lelah karena mengurusi anak, saya minta dibuatkan teh panas. Meski capai, saya tetap dibuatkan teh. Di malam berbeda, hujan deras turun. Istri saya minta tolong dibelikan wedang ronde di warung langganan. Karena warung itu tidak terdaftar di aplikasi daring, saya keluar naik sepeda motor menerjang hujan untuk membelikan. Kenapa kami berdua tetap mau melakukan hal-hal yang diminta pasangan? Karena mengasihi.

Dalam perumpamaan dua orang anak, salah satu pesan yang Yesus sampaikan adalah orang yang percaya melakukan kehendak Tuhan (ay. 31). Tidak semua perintah Tuhan secara daging mau kita kerjakan, karena itu tidak kita sukai atau membuat kita harus berkorban, atau hasilnya dinikmati orang lain. Kita tetap mau melakukannya karena percaya kepada Tuhan, kita mau menyenangkan hati Tuhan. Meski fisik lelah, banyak masalah, harus menunda kesenangan atau hobi tertentu, kita tetap mau mengasihi Tuhan melalui orang-orang sekitar yang butuh dikasihi, baik mereka minta secara langsung atau tidak meminta.

Saat kita mengasihi Tuhan, kita memikirkan dan melakukan apa yang menyenangkan Tuhan, sekalipun itu mungkin tidak menyenangkan kita. Kita mau mengasihi seseorang, selelah apa pun jasmani dan rohani kita. Kita tetap setia melakukan perintah-Nya, sekalipun kondisi sedang sulit dan penuh tekanan. --RTG/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
KITA MELAKUKAN HAL-HAL YANG MEMBERKATI SESAMA DALAM KONDISI
SELELAH APA PUN KARENA MAU MENGASIHI TUHAN DAN SESAMA.
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

Renungan Harian -- mengenal, mengasihi, dan memuliakan Tuhan setiap hari

INGAT UNTUK PULANGBacaan: LUKAS 15:11-24------------------------------------------------------------------Bacaan setahun...
21/05/2026

INGAT UNTUK PULANG
Bacaan: LUKAS 15:11-24
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Ezra 4-7
------------------------------------------------------------------
Ada saat-saat dalam hidup ketika kita lupa diri. Bukan karena kehilangan ingatan, melainkan karena kehilangan arah batin. Seperti si bungsu, kita pergi jauh dari rumah Bapa, mengira bahwa kebebasan adalah melepaskan diri dari Bapa, dan yang kemudian kita temukan adalah kehampaan, kelaparan (ay. 14-16). Lupa diri-yakni memisahkan diri dari Bapa, Sang Sumber Hidup-selalu berujung pada kehampaan batin dan kelaparan jiwa.

Lupa diri mengintai kita melalui banyak kesempatan: ketika kita menilai diri dari keberhasilan semata, kala suara sekitar lebih kita dengarkan daripada suara kebenaran, saat kita begitu sibuk hingga tak punya waktu untuk Tuhan. Kita bekerja keras, berlari mengejar pengakuan, lalu diam-diam kehilangan damai.

Kehampaan batin dan kelaparan jiwa membuat si bungsu teringat rumah Bapanya, menyadari dirinya, dan memutuskan untuk p**ang. "Aku akan bangkit dan pergi kepada Bapaku" (ay. 18). Ia tahu Bapanya akan selalu menerimanya.

Sesungguhnyalah, tiap kali kita lupa diri, Tuhan berharap kita ingat untuk p**ang. Pulang bukan berarti mundur, tetapi menemukan kembali arah sejati perjalanan hidup, mengenali siapa sebenarnya diri kita: bukan budak kesibukan, bukan bayangan ambisi, melainkan anak terkasih yang dirindukan oleh Bapa.

Maka, mari kita menengadah kepada Bapa, dan berkata seperti si bungsu, "Aku akan bangkit dan pergi kepada Bapaku." Pulang, untuk menemukan kembali diri kita yang hilang, untuk menemukan kembali arah sejati perjalanan hidup yang sempat kita lupakan. --EE/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
LUPA DIRI ADALAH KEHILANGAN ARAH BATIN. DAN PULANG ADALAH
MENEMUKAN KEMBALI ARAH SEJATI PERJALANAN HIDUP.
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

Renungan Harian -- mengenal, mengasihi, dan memuliakan Tuhan setiap hari

ANUGERAH YANG MEMBERKATIBacaan: KISAH PARA RASUL 16:13-15---------------------------------------------------------------...
20/05/2026

ANUGERAH YANG MEMBERKATI
Bacaan: KISAH PARA RASUL 16:13-15
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: 2 Tawarikh 35-36
------------------------------------------------------------------
Paulus dan Silas, atas tuntunan Allah melalui penglihatan, menuju daerah Makedonia. Maka sampailah mereka di Filipi, kota pertama di daerah Makedonia. Filipi adalah kota perantauan orang Roma. Pada hari Sabat, mereka mencari dan menemukan tempat ibadah orang Yahudi di luar kota. Mereka duduk dan berbicara dengan perempuan-perempuan yang beribadah di situ, salah satunya Lidia, perempuan penjual kain ungu, kain yang cukup mahal pada waktu itu.

Tuhan memberi anugerah kepada Lidia sehingga ia percaya. Namun, ia tidak sendiri, ia membawa seisi rumahnya untuk dibaptis. Anugerah keselamatan yang telah diterimanya sungguh membawa sukacita. Sebagai ucapan syukur atas keselamatan itu maka Lidia mengajak Paulus dan Silas agar bersedia menumpang di rumahnya. Ia tidak berbasa-basi saja, bahkan ia sampai memohon dan membujuk mereka. Menerima Paulus dan Silas di rumahnya tentunya menunjukkan keramahtamahan, kemurahan hati, perhatian, dan pengorbanan Lidia di tengah kesibukannya sebagai pengusaha. Kebaikannya sangat berarti bagi pelayanan Paulus dan Silas dalam memberitakan Injil dengan segala keterbatasan mereka di daerah yang asing.

Tindakan apa yang kita lakukan sebagai dampak keselamatan yang telah kita terima? Tindakan Lidia hanya salah satu contoh. Bagaimana sikap kita terhadap orang-orang di sekitar kita yang belum mengenal Kristus? Bagaimana sikap kita terhadap orang-orang yang telah membawa kita mengenal Kristus? Biarlah anugerah keselamatan yang kita terima membawa berkat bagi sesama, bukan hanya untuk diri sendiri. --ANT/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
KASIH-NYA MEMAMPUKAN KITA MEMBAGIKAN KASIH-NYA BAGI SESAMA.
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

Renungan Harian -- mengenal, mengasihi, dan memuliakan Tuhan setiap hari

TOLONGLAH KAMI!Bacaan: KISAH PARA RASUL 16:1-12------------------------------------------------------------------Bacaan ...
18/05/2026

TOLONGLAH KAMI!
Bacaan: KISAH PARA RASUL 16:1-12
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: 2 Tawarikh 32-34
------------------------------------------------------------------
Suatu malam, seorang pria sedang berjalan p**ang ketika mendengar suara lirih dari gang sempit. Ia ragu, tapi suara itu makin jelas didengarnya, "Tolong ...." Pria itu berjalan ke arah datangnya suara dan menemukan seorang kakek yang tergeletak tak berdaya. Ia pun langsung menolongnya. Kakek itu menangis sambil berkata, "Banyak orang lewat, tapi hanya kamu yang mendengar dan menolongku."

Bacaan hari ini menceritakan perjalanan misi Paulus yang kedua. Ia bertemu Timotius dan mengajaknya ikut dalam pelayanan. Dalam perjalanan, Paulus beberapa kali dicegah oleh Roh Kudus untuk pergi ke wilayah tertentu. Hingga ia mendapat penglihatan tentang seorang pria Makedonia yang berseru, "Tolonglah kami!" Seruan itu bukan hanya sekadar permintaan, tapi jeritan jiwa yang haus akan Injil, seruan pertolongan. Dan Paulus tidak mengabaikannya. Ia segera mengubah rencana perjalanannya dan pergi ke Makedonia karena tahu bahwa seruan itu datang dari Tuhan (ay. 10). Mereka menyadari bahwa jika Tuhan sudah berbicara maka mereka harus taat.

Di sekitar kita hari ini banyak suara serupa yang mungkin kita dengar dengan jelas. Kita mendengar tentang tetangga yang kesepian, rekan kerja yang kesulitan, atau teman yang kehilangan harapan. Mereka tidak selalu berkata langsung, tapi sikap dan ekspresi mereka mungkin sedang berseru, "Tolong saya!" Apakah kita peka? Tuhan sering kali menyampaikan kehendak-Nya melalui kebutuhan orang lain. Ketika kita bersedia membuka mata dan hati, kita sedang menyatakan kehadiran Tuhan yang menjawab doa mereka. --SYS/www.renunganharian.net
------------------------------------------------------------------
KADANG, PANGGILAN TUHAN KEPADA KITA TIDAK TERDENGAR SEBAGAI SUARA
DARI LANGIT, TAPI DALAM BENTUK KEBUTUHAN ORANG-ORANG DI SEKITAR KITA.
------------------------------------------------------------------

Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

Renungan Harian -- mengenal, mengasihi, dan memuliakan Tuhan setiap hari

Address

Banjarnegara

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Adonai Ministry posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Adonai Ministry:

Share