19/09/2026
PEMKAB SUMBA BARAT GELAR PENYULUHAN DAN SKRINING JANTUNG ANAK, TARGET 300 ANAK
===============================================================
SUMBA BARAT β Bertempat di Aula Kantor Dinas Kesehatan, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat menggelar kegiatan Penyuluhan dan Pemeriksaan Skrining Penyakit Jantung Anak di RSUD Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Sabtu, 19/9/2026
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WITA tersebut menargetkan pemeriksaan terhadap 300 anak. Pelaksanaan skrining menjadi bagian dari upaya meningkatkan deteksi dini gangguan kesehatan jantung pada anak sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak usia dini.
Dalam kegiatan tersebut, sambutan Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, SH, dibacakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat, Drg. Bonar B. Sinaga. M. Kes. Dalam sambutan Bupati menegaskan bahwa anak merupakan generasi penerus bangsa sekaligus aset penting bagi masa depan Kabupaten Sumba Barat.
Karena itu, memastikan anak-anak tumbuh sehat, aktif, dan memiliki kualitas hidup yang baik merupakan tanggung jawab bersama. Hal tersebut sejalan dengan salah satu program prioritas daerah dalam pembangunan sumber daya manusia untuk mewujudkan βSumba Barat Sehatβ.
Bupati menyampaikan bahwa penyakit jantung pada anak, termasuk kelainan jantung bawaan, membutuhkan perhatian serius karena tidak selalu mudah dikenali sejak awal. Sebagian kondisi dapat menunjukkan gejala yang jelas, sementara kondisi lainnya dapat luput dari perhatian apabila tidak dilakukan pemeriksaan secara tepat dan sedini mungkin.
Melalui kegiatan penyuluhan, pemeriksaan skrining, pemeriksaan status antropometri, serta deteksi dini, masyarakat dan tenaga kesehatan diharapkan semakin memahami tanda serta faktor risiko gangguan kesehatan jantung pada anak.
Libatkan Tim Medis UKK Kardiologi IDAI
Skrining jantung anak ini melibatkan Tim Medis UKK Kardiologi IDAI yang terdiri dari sejumlah dokter spesialis anak dan subspesialis kardiologi anak dari berbagai daerah di Indonesia.
Tim medis yang terlibat antara lain:
1. Dr. dr. Piprim B. Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K) β Ketua PP IDAI, Jakarta.
2. dr. Rizky Adriansyah, Sp.A, Subsp.Kardio(K) β Ketua UKK Kardiologi IDAI, Medan.
3. dr. Dyahris Koentartiwi, Sp.A, Subsp.Kardio(K) β Sekretaris UKK Kardiologi IDAI, Jawa Timur.
4. Prof. dr. Indah Kartika Murni, Ph.D, Sp.A, Subsp.Kardio(K) β Guru Besar FK UGM, Yogyakarta.
5. dr. Reby Kusumajaya, M.Kes, Sp.A, Subsp.Kardio(K) β Pengurus UKK, Bandung.
6. Dr. dr. Ni Putu Veny Kartika Yantie, Sp.A, Subsp.Kardio(K) β Pengurus UKK, Bali.
7. Dr. dr. Tri Yanti Rahayuningsih, Sp.A, Subsp.Kardio(K) β Pengurus UKK, Bekasi.
8. dr. Ardhanis, Sp.A, Subsp.Kardio(K) β Jawa Timur.
Kehadiran tim medis dari UKK Kardiologi IDAI menjadi bagian penting dalam pelaksanaan skrining, khususnya untuk mendukung upaya deteksi dini serta pemeriksaan terhadap anak-anak yang memiliki tanda atau faktor risiko gangguan jantung.
Bupati Sumba Barat juga mengapresiasi kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sumba Barat, yayasan-yayasan filantropi di wilayah Sumba, UKK Kardiologi IDAI, serta IDAI Cabang Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, pembangunan kesehatan membutuhkan kerja sama dan komitmen berbagai pihak agar manfaat pelayanan dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.
Pemerintah Kabupaten Sumba Barat berharap kerja sama tersebut dapat terus dikembangkan secara harmonis dan berkesinambungan. Salah satu upaya yang didorong adalah peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan skrining menggunakan pulse oximeter, sehingga anak yang memiliki tanda atau risiko kelainan jantung dapat dikenali lebih cepat dan memperoleh pemeriksaan serta penanganan sesuai kebutuhan.
Selain skrining, kegiatan ini juga memberikan edukasi kepada orang tua dan masyarakat mengenai pentingnya kesehatan jantung anak. Pemantauan berat badan, tinggi badan, serta pertumbuhan anak turut menjadi bagian penting untuk mengetahui kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Melalui kegiatan yang menargetkan 300 anak ini, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat berharap upaya deteksi dini dapat semakin diperkuat sehingga anak-anak yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan dapat memperoleh rujukan dan pelayanan kesehatan secara tepat waktu.
Kegiatan Penyuluhan dan Pemeriksaan Skrining Penyakit Jantung Anak tersebut secara resmi dibuka setelah sambutan Bupati Sumba Barat yang dibacakan oleh Kepala Dinas Kesehatan, Drg. Bonar Sinaga. Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun sumber daya manusia yang sehat menuju Sumba Barat yang maju, berdaya saing, dan berkeadilan. *NG
https://accounts.shopee.co.id