15/03/2021
🌵🌵
Kaktus Vs Ketus
Bagaimana ibuku? Hanya dapat aku dengar melalui cerita dari Pakde. Nama panggilan kesayangannya adalah Kantil.
Menurut Pakde, wajahku benar-benar mirip dengan Ibu. Namun, sikapku sangat bertolak belakang dengannya.
Ibu itu sosok yang lugu, kalem, tak banyak bicara, dan sopan. Perasaan, semua kebaikan melekat di dirinya. Kalau aku? Berbeda seratus delapan puluh derajat. Aku galak, petakilan, apalagi, ya? Ah, sampai lupa sendiri.
Ibuku anak bungsu di keluarganya dan satu-satunya perempuan. Kakek tentu punya alasan kenapa mama ibuku Michelia Alba berasal dari bahasa latin—Atas mas**an dari Pakde.
Saat Pakde menjelaskan tentang alasan ibu diberi nama Michelia Alba—Kantil, membuatku menjadi berpikir keras dan mencoba mencerna dengan sekuat pikiran. Selama ini yang aku tahu kembang kantil biasanya s**a diambil para jomlowan dan jomlowati bahkan jones pada roncean pengantin akan mempermudah mendapat jodoh. Entah sejak kapan kepercayaan itu ada. Jodoh ada di tangan Allah, 'kan? Bukan di tangan mbah dukun atau kembang kantil.
"Miha, bunga kantil mempunyai nilai tradisi yang erat bagi masyarakat Jawa, terutama di Jawa Tengah. Banyak digunakan pada upacara perkawinan terutama sebagai hiasan sanggul dan keris. Selain itu bunga kantil juga digunakan pada upacara kematian dan tabur bunga—nyekar. Dalam bahasa Jawa, kantil berarti menggantung seperti halnya bunga ini. Bunga Kantil mempunyai makna ritual ‘kemantilkantil’ yang berarti selalu ingat di manapun berada dan selalu mempunyai hubungan yang erat sekalipun sudah berbeda alam. Kembang kantil itu bisa jadi alat untuk menunjukan keperawanan, Miha. Jika, masih perawan, kembang kantil yang ada pada hiasan rambut akan tetap menguncup dan menebarkan wangi, dan sebaliknya. Kalau sudah tidak perawan, kembang itu sudah mekar dan tidak wangi lagi. Jadi, Miha, harapan kakekmu itu, ibumu bisa menjaga kesuciannya, tapi ...."
"Kenapa, Pakde?" tanyaku penasaran kala itu. Pakde menekuk wajah, aku melihat ada air mata yang menggenang di sana.
Emm ... kira-kira kenapa, ya dengan Michelia Alba—ibunya Miha? Apakah saat menikah kembang kantilnya menguncup atau mekar?
Nah, ada yang masih percaya atau bahkan s**a mengambil roncean pengantin?
Belum open PO, sih, tetapi sudah bisa waiting list, ya. Terima kasih yang sudah waiting list. Semoga diberikan kelancaran rejeki dan berkah.
Yang mau ikutan, boleh juga tinggal klik ini saja, Miha siap menjawab.❤
https://wa.me/6281389335733
Tugu di kota Surabaya
Ditunggu colekannya