10/02/2019
Inilah hakikat cinta. Menyerahkannya kepada yang MahaMencintai. Adakah yang lebih mencintai dari yang MahaMencintai?
Jika saja urusan ummat diserahkan kepada Rasulullah, tidak lain mereka (musuh-musuh Allah) akan mengatakan agama ini ciptaan manusia, syariat ini ciptaan manusia. Tetapi karena kecerdasan beliau, bahwa beliau hanya manusia (seperti halnya manusia) yang dimuliakan dengan wahyu, maka beliau menyerahkan urusan ummat ini kepada yang MahaMengetahui tentang ummatnya, yakni Allah Subhanahu Wa Ta'ala..
قُلۡ إِنَّمَآ أَنَا۠ بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ يُوحَىٰٓ إِلَيَّ أَنَّمَآ إِلَٰهُكُمۡ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞ فَٱسۡتَقِيمُوٓاْ إِلَيۡهِ وَٱسۡتَغۡفِرُوهُۗ وَوَيۡلٞ لِّلۡمُشۡرِكِينَ
"Katakanlah (Muhammad), “Aku ini hanyalah seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu tetaplah kamu (beribadah) kepada-Nya dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Dan celakalah bagi orang-orang yang mempersekutukan-(Nya)," (QS. Fushilat [41]: 6)
Maka cintailah Allah, sebagaimana Allah mencintaimu. Jika engkau mencintai Allah, maka ikutilah Rasulullah Shallallahu'Alaihi Wasallam..
قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِي يُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ
Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. Ali Imran [3]: 31)