26/11/2025
Sumatera Utara mengalami banjir dan longsor akibat curah hujan yang terjadi sejak, Sabtu pekan lalu hingga Selasa malam, pada 25 November 2025, dan terjadi pada tujuh daerah . Tingginya curah hujan membuat sejumlah sungai meluap. Badan Penanggulangan Bencana Deerah (BPBD) Sumut mencatat jumlah korban bertambah di tengah upaya evakusi dan pencarian warga yang hilang akibat bencana ini.
Berdasarkan data BPBD Sumatra Utara, wilayah yang mengalami banjir dan longsor yang terparah yakni di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan. Dari dua kabupaten ini, ditemukan empat korban jiwa. Yakni empat warga Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapteng, ditemukan meninggal akibat tertimbun material longsor di dalam rumahnya. Korban meninggal yakni Dewi Hutabarat seorang IRT berserta tiga anaknya yaitu Tio Arta Rouli Lumbantobing, Vania Aurora Lumbantobing, dan Ilona Lumbantobing.
Adapun korban banjir bandang di Tapsel yang mengalami luka berat dan ringan sejumlah 34 orang. Mereka adalah warga Desa Garoga; Desa Aek Ngadol; Desa Hutagodang; Desa Batuhoring; Desa Hapesong Baru, Kampung S**a Maju Benteng, Kecamatan Batangtoru mendapat perawatan seadanya.
Saat ini sedang dilakukan pendirian posko dapur umum korban bencana alam di Desa Batu Hula yang dianggap aman dari banjir.