08/05/2026
Mahkota Binokasih
Sebuah mahkota yang "dibina" oleh Prabu Bunisora Suradipati_Wawakil Raja Sunda pasca wafatnya Prabu Linggabuana di Bubat, karena saat itu putra mahkota penerus tahta yatim piatu dan baru berusia sekitar 9 tahun.
Mahkota Binokasih adalah bentuk kasih sayang sang "Wali Raja" terhadap putra mahkota_ yang ia rawat, ia didik, ia bina sejak usia 9 tahun hingga usia 23 tahun saat dinobatkan sebagai maharaja Sunda dengan gelar Prabu Niskala Wastukancana.
Jadi, mahkota itu tidak dipakai sendiri oleh Sang Bunisora, namun dipersiapkan untuk keponakan kesayangannya saat dilantik menjadi maharaja Sunda yang saat itu berpusat di Galuh.
Bunisora berharap dengan memakai mahkota itu sang Prabu akan bertitah dengan adil dan bijaksana sebagaimana Dewa Indera. Mahkota Binokasih secara artistik dibuat dan terinspirasi dari mahkota yang dipakai Dewa Indera.
Dan ajaib... Apa yang diimpikan Sang Bunisora terwujud. Sejarah mencatat Prabu Niskala adalah raja Sunda yang sukses memakmurkan negeri dan mensejahterakan rakyatnya, bertindak adil dan bijaksana, bertahta lama; lebih dari 100 tahun. Saking dihormatinya, rakyat Sunda memberi gelar Prabu Wangi Sutah kepadanya.
Setelah Prabu Niskala wafat, kerajaan Sunda terpecah menjadi dua wilayah kerajaan; Kerajaan Sunda di Pakuan Bogor dan Galuh di Kawali Ciamis. Mahkota di pakai oleh Prabu Dewaniskala atau Sang Anggalarang, raja Galuh.
Situasi politik sunda mulai berubah saat Prabu Anggalarang dianggap melakukan sebuah skandal; melanggar purbatisti dan purbajati yg dibuat oleh leluhur Sunda: Prabu Darmasiksa. Ahirnya Pangeran Jayadewata didapuk menggantikan ayahnya. Tahta dan mahkota turun kepada Jayadewata.
Untuk meredakan situasi politik, Raja Sunda di Pakuan pun menyerahkan tahta kepada Jayadewata dengan syarat harus menikahi putri sang Raja, Kentring Manik Mayangsunda. Secara resmi, Galuh dan Sunda kembali dipersatukan. Penobatan dilakukan, Jayadewata diberi gelar Sri Baduga Maharaja Prabu Aji Jayadewata. Kemudian ia dikenal sebagai Prabu Siliwangi. Ibukota yang semula di Galuh dipindahkan ke Pakuan Pajajaran.
Pasca Prabu Siliwangi, secara berturut-turut mahkota dipakai oleh penerusnya yaitu Prabu Surawisesa, Ratu Dewata, Ratu Sakti, Nilakendra dan Raja terakhir Pajajaran Prabu Ragamulya Suryakancana.
Tak lama... setahun sebelum Pajajaran runtuh total, mahkota diberikan kepada Prabu Geusan Ulun di Sumedang Larang, diantar oleh empat senopati Pajajaran yang dikenal dalam Carita Parahyang sebagai Opat Kandaga Lante. Ini adalah langkah politis dan simbolis.
Saksikan sejarah dan asal usul Mahkota Binokasih di channel resmi kami:
Mahkota Binokasih Sanghyang Pake merupakan salah satu pusaka paling sakral dalam sejarah Kerajaan Sunda. Mahkota ini bukan sekadar perhiasan, tetapi simbol l...