Kabupaten sukabumi memiliki segudang pesona pariwisata gunung dan rimba, dengan ragam paket wisata yang ditawarkan seperti :
Wisata kebun, trekking, hiking, camping, mountain cycling, paint ball, recreational hunting dan lain-lain. Bagi anda yang menyukai dunia petalangan, anda harus segera mencoba beberapa paket wisata yang penuh tantangan dan memacu andrenalin ini. Mountain cycling, paint ball
, recreational hunting Adalah paket-paket wisata yang sangat pas bagi anda yang ingin menguji kemampuan, mengasah insting dan memacu adrenalin. Wisata Kebun di kampung wisata sangat cocok bagi anda yang suntuk dengan hangar binger kota besar, karena paket wisata ini menawarkan keteangan suasana alam pedesaan yang sejuk di tengah perkebunan teh dan jauh dari kebisingan. Satu lagi obat yang pas untuk mengobati kejenuhan anda adalah wisata trekking, hiking dan camping. Dan tempat yang pas untuk melakukan itu semua antara lain adalah Gunung Halimun, Gunung Gede, dan Gunung Walat. Serta di sekitar area objek wisata arung jeram Citarik, Kecamatan Cikandang. Alam sukabumi yang sangat kaya memungkinkan anda melakkan berbagai kegiatan outdoor seperti team building, moto cross dan off road dengan menggunakan kendaraan 4 WD (four wheel drive). Untuk kegiatan team building, anda emiliki banyak pilihan tempat, dari mulai ujung utara sampai dengan ujun selatan Kabupaten Sukabumi. Sedangkan untuk kegiatan motor cros dan off road, anda harus mencoba alam sukabumi yang menantang dan sulit untuk ditaklukan, salah satunya ialah kemuning offroad di Cijangkar, 10 KM dari kota Sukabumi memiliki trek sepanjang 3 KM dengan nuansa perkebunan dan arus liar. Historiografi Singkat Soekaboemi
Nama Soekaboemi sebenarnya telah ada sebelum hari jadi Kota Sukabumi yaitu 13 Januari 1815. Kota yang saat ini berluas 48,15 km2 ini asalnya terdiri dari beberapa kampung bernama Cikole dan Paroeng Seah, hingga seorang ahli bedah bernama Dr. Andries de Wilde menamakan Soekaboemi. Perlu diketahu Andris de Wilde ini juga adalah seorang Preanger Planter (kopi dan teh) yg bermukim di Bandoeng, dimana eks rumah tinggal dan gudang kopinya sekarang dijadikan Kantor Pemkot Bandung. Awalnya ia mengirim surat kepada kawannnya Pieter Englhard mengajukan permohonan kepada pemerintah untuk mengganti nama Cikole (berdasar nama sungai yg membelah kota Sukabumi) dengan nama Soekaboemi 13 Januari 1815. Dan sejak itulah Cikole resmi menjadi Soekaboemi. Kata Soekaboemi berasal dari bahasa Sunda soeka-boemen yang bermakna udara sejuk dan nyaman, dan mereka yang datang tidak ingin pindah lagi karena suka dengan kondisi alamnya. Namun, bukan berarti hari jadi Kota Sukabumi jatuh pada tanggal tersebut. Ceritanya memang tidak singkat, bermula dari komoditas kopi yang banyak dibutuhkan VOC, Van Rie Beek dan Zwadecroon berusaha mengembangkan lebih luas tanaman kopi disekitar Bogor, Cianjur, dan Sukabumi. Tahun 1709 Gubernur Van Riebek mengadakan inspeksi ke kebun kopi di Cibalagung (Bogor), Cianjur, Jogjogan, Pondok Kopo, dan Gunung Guruh Sukabumi. Dan inilah salah satu alasan dibangunnya jalur lintasan kereta-api yg menghubungkan Soekaboemi dengan Buitenzorg dan Batavia di bagian barat dan Tjiandjoer (ibukota Priangan) dan Bandoeng di timur. Saat itu, de Wilde adalah pembantu pribadi Gubernur Jenderal Daendels dan dikenal sebagai tuan tanah di Jasinga Bogor. Pada 25 Januari 1813, ia membeli tanah di Sukabumi yang luasnya lima per duabelas bagian di seluruh tanah yang ada di Sukabumi seharga 58 ribu ringgit Spanyol. Tanah tersebut berbatasan dengan Lereng Gunung Gede Pangrango di sebelah utara, Sungai Cimandiri dibbagian selatan, lalu di arah barat berbatasan langsung dengan Keresidenan Jakarta dan Banten dan di sebelah Timur dengan Sungai Cikupa. Pada 1 April 1914, Sukabumi diangkat statusnya menjadi Gemeente. Alasannya, di kota ini banyak berdiam orang Belanda dan Eropa pemilik perkebunan (Preanger Planters) di daerah Selatan dan harus mendapatkan kepengurusan dan pelayanan yang istimewa. Pada tanggal yang sama 354 tahun yang lalu, Belanda bangga memenangkan perang melawan Spanyol. Itulah mengapa tanggal 1 April dijadikan ulang tahun Kota Sukabumi. Kemudian 1 Mei 1926 pemerintahan kota dibentuk dan diangkat Mr. Rambonet sebagai burgemeester (wali kota) pertama di Sukabumi. sumber tulisan dan gambar diambil dari gruop soekaboemi heritages facebook