11/05/2026
"Gimana tadi kak?, pecah doong..." Ucapnya memulai percakapan sambil tersenyum waktu itu. Kalimat pembuka seolah sudah berteman lama, padahal sejujurnya beliau salah satu idolaku di sosial media. Hari itu, aku baru pertama kalinya ketemu langsung. Dan alhamdulillah MasyaAllah-nya, Allah kasih kesempatan ketemu dalam satu waktu di acara Kajian Keluarga (aku fokus di anak², kak Dimas di remaja-nya, sedangkan para orangtua sama Ustadz Fatih & Ummu Sajjad).
Dari sapaan sederhana itulah, aku seolah diingatkan untuk terus berproses, bertumbuh dan terus memberikan performa terbaik saat mengisi acara. "Eh masyaAllaah. Kak... alhamdulillah luar biasa.." jawabku sambil menjabat tangan beliau untuk pertama kalinya. Alhamdulillah akhirnya bisa ketemu (sahutku dalam hati). Pertemuan waktu itu emang singkat banget, tapi bahagia banget bisa ada diantara orang-orang hebat dalam satu acara. Jadi bisa banyak belajar dari semuanya.
Ada hal sederhana yang diam-diam menarik perhatian aku waktu itu: tulisan “sabar” pada pakaian yang beliau kenakan. Seolah juga jadi pengingat kalau semua proses baik memang gak dibangun dalam satu malam. Menemani anak-anak belajar, mendengar, tumbuh, bahkan menjaga hati agar tetap tulus di dunia dengan segala macam tantangannya, semuanya butuh kesabaran yang panjang. Dan aku percaya, Allah menghadirkan pertemuan-pertemuan seperti ini untuk “saling” menguatkan langkah kita, bahwa masih ada banyak orang yang berjalan di jalan yang sama, sama-sama belajar dan terus bertumbuh.
Di akhir obrolan hangat itu, kami saling bertukar nomor telepon, lalu ditutup dengan doa-doa baik sebelum pulang dan kembali ke tugasnya masing-masing. Lagi-lagi, pertemuan waktu itu ngingetin aku; kalau untuk “saling” menguatkan langkah, gak selalu datang dari hubungan yang panjang, kadang cukup dari pertemuan singkat yang membuat hati pulang jadi lebih tenang. Makasi buat doa juga supportnya ya kak dimas. Sehat dan berkah terus pokoknya.
Salam baik,
Kak Syaf & Ciko