04/10/2024
Pemerintah Kabupaten Nias Luncurkan Inovasi MELAJU BESTIE untuk Atasi Stunting
Nias, [4-10-2024] – Pemerintah Kabupaten Nias terus berupaya serius dalam mengatasi permasalahan stunting yang menjadi perhatian nasional. Salah satu langkah inovatif yang diambil adalah dengan meluncurkan inovasi “Memperkuat Sinergi Lintas Sektor Menuju Nias Bebas Stunting Dalam Mewujudkan Generasi Emas” (MELAJU BESTIE). Inovasi ini bertujuan untuk memperkuat kerjasama lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Nias.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Nias melalui Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia menjelaskan bahwa Inovasi “MELAJU BESTIE” merupakan sebuah terobosan baru dalam penanganan stunting. Melalui inovasi ini, diharapkan dapat tercipta sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait dalam mengatasi masalah gizi kronis pada anak.
“Stunting merupakan masalah serius yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Berdasarkan data terbaru, angka stunting berhasil ditekan dari 25,3% tahun 2022 menjadi 20,3% pada tahun 2023. Penurunan sebesar 5% poin ini merupakan hasil dari berbagai program dan intervensi yang telah dilakukan secara intensif, seperti pemberian makanan tambahan, penyuluhan gizi, serta peningkatan akses terhadap layanan kesehatan.
Angka diatas masih tinggi bila dibandingkan dengan target nasional sebesar 14%. Dengan inovasi MELAJU BESTIE, kami berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi generasi muda Nias,” ujar Oliziduhu Halawa, S.E.
Beberapa kegiatan yang telah dan akan dilakukan dalam inovasi MELAJU BESTIE antara lain:
1. Penguatan Perencanaan dan Penganggaran. Mengkoordinasikan antara pemerintah daerah dan kementerian/lembaga untuk memastikan anggaran dialokasikan dengan tepat guna mendukung program terkait stunting.
2. Pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). Membentuk TPPS di tingkat Kabupaten yang diketuai oleh Wakil Kepala Daerah, untuk memastikan koordinasi lintas sektor yang lebih baik.
3.Peningkatan Kapasitas di Tingkat Desa. Membentuk Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk mendukung program-program yang fokus pada penurunan stunting, seperti pendampingan kepada keluarga yang berisiko stunting.
4. Penyediaan Dana Alokasi Khusus (DAK). Pemerintah pusat memberikan dukungan finansial melalui DAK baik fisik maupun non fisik kepada Kabupaten/Kota yang menjadi lokasi priorotas.
5.Sosialisasi dan Pendidikan Masyarakat. Mengedukasi tentang pentingnya gizi yang baik bagi anak, serta pemahaman yang benar mengenai stunting agar mereka lebih sadar dan dapat memberikan perawatan yang tepat.
6. Intervensi Gizi. Melaksanakan program intervensi gizi khusus, seperti suplementasi untuk anak-anak berusia 24-59 bulan dan ibu hamil agar gizi mereka terpenuhi dengan baik.
7. Akses Air Bersih dan Sanitasi. Meningkatkan akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak, mengingat dua faktor ini berkontribusi besar terhadap kesehatan anak.
8. Peningkatan akses terhadap makanan bergizi. Pemerintah Kabupaten Nias akan berupaya meningkatkan produksi pangan lokal yang bergizi, serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang.
9. Peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Fasilitas kesehatan akan ditingkatkan kualitasnya, serta tenaga kesehatan akan diberikan pelatihan khusus dalam penanganan stunting.
10. Sosialisasi dan kampanye. Masyarakat akan diberikan pemahaman yang lebih baik tentang stunting, penyebab, dan dampaknya. Kampanye-kampanye akan dilakukan secara intensif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
11. Pemantauan dan evaluasi. Inovasi MELAJU BESTIE akan terus dievaluasi secara berkala untuk melihat sejauh mana keberhasilannya. Data yang diperoleh akan digunakan untuk memperbaiki program yang ada.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Nias menyambut baik inisiatif Rancangan Aksi Perubahan peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator angkatan II Tahun 2024 dalam mengatasi stunting. Inovasi MELAJU BESTIE merupakan langkah yang tepat. Dengan melibatkan seluruh pihak, saya yakin kita dapat menurunkan angka stunting di Kabupaten Nias,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Nias berharap dengan adanya inovasi MELAJU BESTIE, angka stunting di Kabupaten Nias dapat terus menurun secara signifikan. Hal ini sejalan dengan target pemerintah pusat untuk menurunkan prevalensi stunting menjadi 14% pada tahun 2024.
Dengan semangat gotong royong, kita yakin Kabupaten Nias dapat mewujudkan generasi emas yang sehat, cerdas, dan berprestasi.
MELAJU BESTIE adalah bukti nyata komitmen kita untuk memberikan masa depan yang cerah bagi anak-anak di Kabupaten Nias.