02/02/2024
AMIN Menang FPI Bangkit, Demokrasi dan Toleransi di Bumi Pertiwi Terancam !! Waspada
Front Pembela Islam (FPI) dahulu cukup populer karena sepak terjangnya. Melakukan razia pedagang miras, razia warung yang buka di siang hari pada bulan Ramadhan dan lain-lain. Tindakan FPI ini dianggap meresahkan masyarakat, karena tindakan mereka seharusnya dilakukan oleh pihak berwenang (kepolisian). Pro kontra tidak bisa jauh dari FPI, beberapa pihak merasa keberatan dengan tindakan FPI karena membuat resah. Selain itu sering terdengar berita bila anggota FPI diduga melakukan tindak kekerasan. Kemudian pemerintah memutuskan membubarkan organisasi massa Front Pembela Islam (FPI) dan melarang segala aktivitas yang dilakukannya. Pembubaran itu dituangkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Komunikasi dan Informatika, Jaksa Agung, Kapolri, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Berdasarkan SKB tersebut, penggunaan simbol dan atribut FPI resmi dilarang di Tanah Air. Dalam SKB itu juga disebutkan, aparat hukum berwenang mengambil tindakan jika terdapat kegiatan yang menggunakan simbol atau atribut FPI. Dari sekian banyak yang mendukung pasangan AMIN, yang paling mencolok adalah dukungan Ijtima Ulama. Bahkan pasangan AMIN pun telah menandatangani pakta integritas Ijtima Ulama. Terkait penanda tanganan fakta integritas ini sepertinya ada kesepakatan tertentu, ada memberi dan menerima dibalik dukungan ijtima ulama kepada AMIN alias tidak gratis. Bukan tidak mungkin di balik dukungan ini nantinya ormas-ormas yang dulunya dibekukan, seperti Front Pembela Islam (FPI), bisa dipulihkan kembali jika Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar menjadi presiden dan wakil presiden.