05/09/2023
Yang omongin hilirisasi berdarah biru, di breafing media dari asal yang sama. Alasannya sederhana, bahwa nikel menjadi primadona pasar global, semestinya dengan pengaruhnya itu punya Player Effects bagi pertumbuhan ekonomi Negara.
Menurut (MB) mendorong hilirisasi dalam negeri agar Indonesia tidak sekedar berperan sebagai eksportir barang setengah jadi, tapi punya kesempatan kelola sendiri dari beberapa turunan nikel yang selama ini menguntungkan china. Penjelasan tersebut dibuktikan dengan posisi China saat ini sebagai Negara penyumbang baterai daya sebesar 60% di seluruh Dunia.
Dua minggu terakhir polusi udara Jakarta semakin mencekam, dua minggu setelahnya hokage Marves dan KLH instruksi sejumlah anakbuahnya menginvestigasi sumber penghasil emisi carbon dilingkup industri. Pada akhirnya dua PT di indikasikan suntik mati karena tidak sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku, serta mewajibkan perusahan menggunaan scrubber sebagai langkah pengurangan emisi.
Artinya secara tidak langsung langkah tersebut sebagai respon negara terhadap tuntutan MB, seolah-olah saat ini negara disibukan dengan agenda pengurangan emisi dan pembatasan pembangunan smelter. ditambah lagi dengan pernyataan hokage, untuk apa menmbah hilirisasi sedangkan cadangan nikel kita 15 tahun lagi bakal habis.
Apakah ini yang dinamakan konspirasi kekuasaan untuk mengamankan kepentingan politik? Atau peran Indonesia sebagai Negara semi periferi untuk menjaga keseimbangan antara kedua negara super power sebagaimana tuntutan World Trade Organization (WTO) baru-baru ini.🤧🤧
Tapi saya pikir lebih Fairplay bila suara itu tidak sekedar menekan hilirisasi tapi juga soal ekplorasi migas di kawasan Natuna Utara.. sebelum berkonflik dengan negara tirai bambu.🤭🤭 bukannya selama ini kilang minyak domestik kita selalu bermasalah.🤧