Ditjen PKH Kementan RI

Ditjen PKH Kementan RI Akun Facebook resmi dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI
(386)

Media Informasi Kegiatan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian RI

🚨 Waspada Penipuan & Hoaks Mengatasnamakan Kementerian Pertanian atau Ditjen PKH! , jangan mudah percaya pada informasi ...
06/08/2026

🚨 Waspada Penipuan & Hoaks Mengatasnamakan Kementerian Pertanian atau Ditjen PKH!

, jangan mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial, WhatsApp, SMS, maupun telepon yang menawarkan bantuan, hibah, rekrutmen, atau program tertentu dengan mengatasnamakan Kementerian Pertanian maupun Ditjen PKH.

âś… Pastikan setiap informasi yang diterima berasal dari akun resmi dan terverifikasi atau kanal komunikasi resmi pemerintah. Kementerian Pertanian dan Ditjen PKH telah berulang kali mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mencatut nama instansi.
Sebelum percaya, lakukan 3 langkah sederhana:
✔️ Cek sumber informasinya.
✔️ Konfirmasi melalui kanal resmi.
✔️ Jangan memberikan data pribadi atau mentransfer uang kepada pihak yang tidak jelas.

Ingat! Cek sebelum kegocek.
Mari bersama wujudkan ruang digital yang aman dan bebas dari hoaks.

06/08/2026

, Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat langkah menuju swasembada susu nasional dengan menyatukan seluruh mata rantai industri persusuan dalam satu gerak bersama. Di tengah meningkatnya kebutuhan susu nasional, termasuk untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah mendorong peningkatan populasi sapi perah melalui penguatan investasi, perluasan akses pembiayaan bagi peternak, kemitraan dengan industri pengolah susu, serta kepastian pasar bagi susu segar dalam negeri.

Melalui kolaborasi yang semakin kuat, Indonesia optimistis mampu meningkatkan produksi susu segar, memperkuat kesejahteraan peternak, mengurangi ketergantungan impor secara bertahap, serta mendukung ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045.

Kementan Bekali Peternak Kediri Keterampilan Formulasi Pakan, Dukung Hilirisasi Ayam TerintegrasiKediri - Peningkatan ku...
05/08/2026

Kementan Bekali Peternak Kediri Keterampilan Formulasi Pakan, Dukung Hilirisasi Ayam Terintegrasi

Kediri - Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci dalam memperkuat daya saing subsektor peternakan nasional. Di tengah tantangan tingginya biaya produksi, terutama pada komponen pakan yang menyerap porsi terbesar dalam usaha budidaya ayam petelur, peternak dituntut memiliki kemampuan mengelola usaha secara lebih efisien dan berkelanjutan. Penguasaan teknologi, pemanfaatan bahan baku lokal, serta kemampuan menyusun formulasi pakan yang tepat menjadi bekal penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keuntungan usaha.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Formulasi Pakan bagi peternak ayam petelur di Kabupaten Kediri, Kamis(30/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) yang terus didorong pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing usaha peternakan rakyat.

Bimtek tersebut diikuti peternak ayam petelur skala mikro dan kecil. Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai penyusunan formulasi pakan yang efisien, memiliki kandungan nutrisi seimbang, serta disesuaikan dengan kebutuhan ayam pada setiap fase pemeliharaan. Melalui pengetahuan tersebut, peternak diharapkan mampu meningkatkan produktivitas ternak sekaligus menekan biaya produksi.

Ketua Tim Kerja Pendaftaran dan Peredaran Pakan Ditjen PKH, Eny Hastuti, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi melalui kolaborasi Direktorat Pakan, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri.

"Pakan merupakan faktor utama yang menentukan produktivitas dan kesehatan ternak sekaligus menjadi komponen biaya terbesar dalam usaha peternakan. Karena itu, kemampuan menyusun formulasi pakan yang tepat menjadi kunci untuk menghasilkan pakan berkualitas, bernutrisi seimbang, mudah dicerna, dan sesuai dengan kebutuhan ternak di setiap fase produksinya," ujar Eny.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri, Istar Abadi, menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, bimtek ini menjadi kesempatan bagi peternak untuk memperluas wawasan dalam memanfaatkan bahan pakan lokal yang tersedia di daerah, sehingga dapat menghasilkan pakan yang bermutu, aman, bebas cemaran, sekaligus mendukung peningkatan kualitas telur dan efisiensi biaya produksi.

Istar juga berharap pembinaan terhadap peternak tidak berhenti pada pemberian materi di kelas. Ke depan, ia mengusulkan adanya pelatihan praktik pencampuran bahan pakan secara langsung bagi Anak Buah Kandang (ABK) sebagai operator yang setiap hari menangani pemeliharaan ayam di kandang, sehingga kemampuan teknis di lapangan semakin meningkat.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Salah seorang peternak ayam petelur asal Kabupaten Kediri mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru, mulai dari cara menghitung kebutuhan nutrisi ayam, menyusun formulasi pakan, hingga memperkirakan biaya pakan secara lebih efisien.

"Selama ini pemberian pakan sering kali belum disesuaikan dengan kebutuhan ayam sehingga biaya pakan menjadi tinggi. Melalui bimtek ini kami belajar memberikan pakan sesuai kebutuhan ternak agar biaya produksi dapat ditekan tanpa mengurangi produktivitas," ungkapnya.

Sebagai narasumber, Akademisi sekaligus Dosen Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang, Akhis Soleh Ismail, menekankan bahwa kemampuan menyusun formulasi pakan secara mandiri merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki peternak agar mampu menghadapi dinamika harga bahan baku dan menjaga keberlanjutan usahanya.

"Saya berharap Bapak/Ibu pulang membawa satu bekal penting, yaitu kemampuan menyusun formulasi pakan yang tepat sehingga biaya produksi lebih efisien, produktivitas tetap terjaga, dan keuntungan usaha semakin meningkat," jelasnya.

Melalui sinergi antara Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Kediri, kalangan akademisi, dan pelaku usaha peternakan, Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi diharapkan semakin memperkuat kemandirian peternak dalam memanfaatkan bahan pakan lokal dan menyusun formulasi pakan yang efisien. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas dan daya saing usaha peternakan, tetapi juga mendukung keberlanjutan pengembangan sektor perunggasan nasional.

Kementan Dorong Perluasan Akses Pasar ke Filipina, Buka Peluang Ekspor Produk PeternakanJakarta – Kementerian Pertanian ...
05/08/2026

Kementan Dorong Perluasan Akses Pasar ke Filipina, Buka Peluang Ekspor Produk Peternakan

Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat diplomasi ekonomi di subsektor peternakan sebagai strategi membuka akses pasar internasional bagi produk peternakan Indonesia.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Makmun, menyampaikan apresiasi atas hubungan baik yang selama ini terjalin antara Indonesia dan Filipina, khususnya atas respons positif Pemerintah Filipina terhadap upaya pembukaan akses pasar produk peternakan Indonesia. Menurutnya, kunjungan ini menjadi kesempatan penting bagi delegasi Filipina untuk melihat secara langsung kesiapan industri peternakan nasional dalam memenuhi standar kesehatan hewan dan keamanan pangan yang diakui secara internasional.

"Indonesia memiliki komitmen kuat untuk menghadirkan produk peternakan yang aman, sehat, dan berkualitas sesuai standar internasional. Melalui kunjungan ini kami berharap kepercayaan Filipina terhadap sistem kesehatan hewan dan industri peternakan Indonesia semakin meningkat, sehingga peluang kerja sama perdagangan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kedua negara," ujar Makmun saat menerima kunjungan delegasi Department of Agriculture (DA) Filipina di Kantor Kementan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kepercayaan kedua negara terhadap sistem kesehatan hewan dan keamanan pangan masing-masing. Di sisi lain, kunjungan ini juga diharapkan membuka peluang yang lebih besar bagi ekspor produk unggas, vaksin, dan obat hewan Indonesia ke pasar Filipina.

Chief Veterinary Officer of the Philippines, Constante J. Palabrica, menegaskan bahwa hubungan kerja sama Indonesia dan Filipina di subsektor peternakan telah terjalin dengan baik selama bertahun-tahun. Menurutnya, potensi perdagangan kedua negara masih sangat besar dan perlu terus diperkuat melalui penerapan standar biosekuriti dan kesehatan hewan yang tinggi.

"Kami berharap kunjungan ini semakin memperkuat hubungan perdagangan antara kedua negara. Biosecurity dan animal health merupakan faktor penting dalam setiap kerja sama perdagangan produk peternakan, sehingga kami ingin melihat langsung bagaimana sistem tersebut diterapkan di Indonesia," ungkap Constante.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Kesehatan Hewan Kementan, Hendra Wibawa, menjelaskan bahwa Indonesia secara konsisten memperkuat sistem pengendalian Avian Influenza melalui pelaksanaan Influenza Virus Monitoring (IVM) yang dilakukan dua kali setiap tahun. Selain itu, Indonesia juga telah menerapkan sistem kompartementalisasi sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 28 Tahun 2008 dan standar World Organisation for Animal Health (WOAH) sebagai upaya memperkuat jaminan kesehatan hewan sekaligus meningkatkan kepercayaan negara tujuan ekspor.

"Penerapan kompartementalisasi menjadi salah satu instrumen penting dalam pengendalian HPAI. Dengan penerapan standar nasional dan internasional tersebut, Indonesia terus meningkatkan jaminan kesehatan hewan, memperkuat pengendalian penyakit, serta memperluas akses pasar internasional bagi komoditas unggas dan produk turunannya," jelas Hendra.

Tidak hanya kesehatan hewan, aspek keamanan pangan asal hewan juga menjadi perhatian utama dalam pertemuan tersebut. Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementan, I Ketut Wirata, memaparkan penerapan konsep ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) sebagai fondasi penyelenggaraan keamanan pangan asal hewan di Indonesia. Pendekatan tersebut dijalankan melalui sistem Safe From Farm to Fork, yakni pengawasan terpadu mulai dari peternakan, proses transportasi, rumah potong dan pengolahan, hingga produk diterima oleh konsumen.

Ketut menjelaskan bahwa sistem tersebut diperkuat melalui sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV), penerapan kesejahteraan hewan, registrasi produk hewan, serta pengawasan dan analisis risiko pada seluruh rantai produksi pangan asal hewan.

"Keamanan pangan tidak hanya ditentukan pada produk akhir, tetapi dibangun sejak proses budidaya di peternakan hingga produk diterima konsumen. Karena itu, penerapan prinsip ASUH melalui pendekatan Safe From Farm to Fork menjadi komitmen Indonesia untuk memastikan setiap produk pangan asal hewan memenuhi standar keamanan, mutu, dan kesehatan yang diakui secara internasional," tegas Ketut.

Dukungan terhadap peningkatan ekspor juga disampaikan Badan Karantina Indonesia yang menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat pelayanan sertifikasi ekspor produk peternakan di pelabuhan maupun bandara. Langkah tersebut diharapkan mampu memperlancar arus perdagangan sekaligus meningkatkan daya saing produk peternakan Indonesia di pasar global.

Melalui pertemuan bilateral ini, Kementerian Pertanian optimistis hubungan Indonesia dan Filipina di bidang peternakan akan semakin erat. Kolaborasi yang dibangun tidak hanya membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk peternakan Indonesia, tetapi juga memperkuat kerja sama dalam pengendalian penyakit hewan, peningkatan keamanan pangan asal hewan, serta mendorong perdagangan yang berkelanjutan dan saling menguntungkan bagi kedua negara. (*)

Kementan Tingkatkan Kompetensi PPID, Bangun Komunikasi Publik yang Cepat, Tepat, dan KredibelJakarta – Di tengah derasny...
05/08/2026

Kementan Tingkatkan Kompetensi PPID, Bangun Komunikasi Publik yang Cepat, Tepat, dan Kredibel

Jakarta – Di tengah derasnya arus informasi digital dan semakin cepatnya penyebaran isu di media sosial, kemampuan pemerintah dalam membangun komunikasi publik yang cepat, akurat, dan terpercaya menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Komunikasi publik tidak lagi sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk menjelaskan kebijakan, meredam disinformasi, serta memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dari sumber resmi.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat kapasitas Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) melalui rapat koordinasi teknis yang dilaksanakan di Kantor Kementan Jakarta, Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini menjadi wadah untuk meningkatkan kompetensi dalam mengelola informasi publik, membangun strategi komunikasi yang efektif, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai isu strategis.

Deputi I Bidang Strategi dan Sistem Komunikasi Badan Komunikasi Pemerintah RI, Fahd Pahdepie, menegaskan bahwa aparatur sipil negara (ASN) memiliki peran yang sangat penting sebagai garda terdepan dalam menghadirkan informasi pemerintah yang utuh, akurat, dan mampu menenangkan masyarakat ketika muncul berbagai isu di ruang publik.

Menurut Fahd, komunikasi pemerintah tidak boleh hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, setiap pesan yang disampaikan harus didukung data yang kuat, mudah dipahami, serta menunjukkan manfaat nyata dari setiap kebijakan pemerintah.

"Tugas komunikasi negara itu hanya tiga: menjelaskan kebijakan dan arah pemerintahan, menegaskan komitmen negara, terutama saat muncul keraguan di media sosial, serta menenangkan situasi di masyarakat agar tidak terjadi gejolak informasi," ujar Fahd.

Ia menambahkan bahwa setiap ASN merupakan bagian dari sistem pemerintahan yang memiliki tanggung jawab menjaga kredibilitas negara melalui komunikasi yang profesional. Di era digital saat ini, narasi positif yang dibangun berdasarkan fakta menjadi salah satu kunci untuk menghadapi derasnya arus informasi sekaligus menangkal berbagai bentuk disinformasi yang berpotensi memengaruhi persepsi masyarakat.

Fahd juga mendorong seluruh insan humas pemerintah agar lebih proaktif mengelola isu-isu yang berkembang, tidak hanya dengan memberikan klarifikasi, tetapi juga membangun narasi yang relevan, mudah dipahami, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, komunikasi yang baik harus dimulai dari perspektif audiens, bukan semata-mata dari sudut pandang institusi.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nuryani Zainuddin, menekankan bahwa penguatan komunikasi publik harus dibarengi dengan tata kelola dokumentasi yang baik sebagai bentuk akuntabilitas pemerintah. Seluruh proses koordinasi, pembahasan, maupun keputusan yang dihasilkan dalam setiap kegiatan perlu terdokumentasi secara sistematis agar dapat menjadi sumber informasi yang kredibel.

Ia menginstruksikan kepada jajaran Ditjen PKH agar setiap kegiatan menghasilkan rilis berita dan notulensi yang informatif sehingga seluruh substansi pembahasan dapat terdokumentasi dengan baik serta menjadi referensi bagi para pemangku kepentingan.

"Rilis berita dan notulensi harus disusun secara sistematis dan informatif agar seluruh pesan yang disampaikan dalam kegiatan dapat terdokumentasi dan tersampaikan dengan baik," tegas Nuryani.

Selain itu, Nuryani juga mengingatkan pentingnya melakukan validasi setiap data dan informasi melalui dokumentasi fisik maupun digital. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga akurasi informasi sekaligus memperkuat kualitas komunikasi publik yang dibangun.

Melalui penguatan kapasitas PPID ini, Kementan berharap seluruh jajaran humas dan pengelola informasi publik semakin siap menghadapi tantangan komunikasi di era digital. Dengan kolaborasi yang semakin solid antarsatuan kerja, informasi mengenai program dan kebijakan Kementan di bidang peternakan dan kesehatan hewan diharapkan dapat tersampaikan secara lebih cepat, akurat, transparan, dan terpercaya sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap berbagai program pembangunan yang dijalankan Kementan. (*)

05/08/2026

, Pemerintah memastikan pabrik pakan menunda kenaikan harga pakan dan konsentrat untuk menjaga biaya produksi peternak tetap terkendali. Distribusi jagung SPHP yang telah mencapai lebih dari 9.000 ton juga terus dipercepat agar kebutuhan pakan peternak rakyat terpenuhi. Langkah ini menjadi wujud nyata keberpihakan pemerintah dalam menjaga keberlanjutan usaha peternakan dan stabilitas pasokan pangan nasional.

Kementan Bekali Peternak Probolinggo Formulasi Pakan Sendiri, Biaya Produksi Turun, Untung NaikProbolinggo – Bagi petern...
05/08/2026

Kementan Bekali Peternak Probolinggo Formulasi Pakan Sendiri, Biaya Produksi Turun, Untung Naik

Probolinggo – Bagi peternak ayam petelur, biaya pakan bisa mencapai lebih dari 70 persen dari total biaya produksi. Ketika harga bahan baku berfluktuasi, keuntungan peternak ikut tertekan. Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) memilih memperkuat kemampuan peternak untuk meracik pakan sendiri agar biaya produksi lebih efisien tanpa mengurangi produktivitas ternak.

Langkah tersebut dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Formulasi Pakan bagi peternak ayam petelur mandiri di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini diikuti peternak dengan populasi sekitar 3.500 hingga 5.000 ekor dan menjadi bagian dari dukungan Kementan terhadap Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT).

Selama pelatihan, peternak dibekali kemampuan menyusun formulasi pakan sesuai kebutuhan nutrisi ayam, menghitung komposisi bahan baku secara efisien, mengelola stok pakan, hingga mengambil keputusan yang tepat ketika harga telur maupun bahan baku mengalami perubahan. Dengan kemampuan tersebut, peternak diharapkan tidak hanya mampu menekan biaya produksi, tetapi juga menjaga produktivitas dan keberlanjutan usahanya.

Koordinator Pakan Hijauan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Sapta Priyana Amin, mengatakan kemampuan menyusun formulasi pakan menjadi salah satu kunci meningkatkan efisiensi usaha peternakan, terutama ketika harga bahan baku mengalami perubahan.

"Formulasi pakan harus disesuaikan dengan konsumsi harian ayam agar kebutuhan nutrisi tetap tercapai. Prinsip ini penting untuk menjaga performa produksi dan efisiensi pakan," ujar Sapta.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun peternakan yang semakin mandiri melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia. Peternak yang mampu menyusun formulasi pakan secara mandiri akan lebih siap menghadapi dinamika harga bahan baku sekaligus meningkatkan daya saing usahanya.

Apresiasi terhadap pelaksanaan pelatihan juga disampaikan Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Bina Usaha Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, Fajar Rahadiyanto. Menurutnya, pelatihan tersebut membantu peternak memanfaatkan bahan baku lokal yang tersedia untuk menghasilkan pakan yang berkualitas sekaligus lebih ekonomis.

Fajar berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut dengan materi yang semakin aplikatif, termasuk pelatihan praktik pencampuran bahan pakan bagi operator kandang sehingga ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan di lapangan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para peternak memperoleh pengetahuan baru mulai dari menghitung kebutuhan nutrisi ayam, menyusun formulasi pakan sesuai fase produksi, hingga menghitung biaya pakan secara lebih efisien yang dapat diterapkan dalam kegiatan budidaya sehari-hari.

Akademisi sekaligus Dosen Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang, Ali Mahmud, yang menjadi narasumber, menilai kemampuan menyusun formulasi pakan merupakan investasi penting bagi keberlanjutan usaha peternakan.

"Saya berharap peternak pulang membawa satu bekal ilmu menghitung dan menyusun formulasi pakan yang tepat sehingga biaya produksi lebih efisien, produktivitas tetap terjaga, dan keuntungan usaha semakin meningkat," kata Ali.

Bagi Kementerian Pertanian, peningkatan produktivitas peternak tidak hanya ditentukan oleh penambahan populasi ternak, tetapi juga oleh kemampuan mengelola biaya produksi secara efisien. Karena itu, penguatan kompetensi peternak terus menjadi bagian penting dalam pembangunan subsektor peternakan.

Melalui sinergi antara Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Probolinggo, akademisi, dan pelaku usaha, Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi diharapkan semakin memperkuat kemandirian peternak dalam memanfaatkan bahan baku lokal, menekan biaya produksi, meningkatkan keuntungan usaha, sekaligus memperkuat daya saing industri perunggasan nasional. (*)

 , Selamat Hari Dharma Wanita Nasional. Perempuan adalah penggerak keluarga, penjaga ketahanan pangan, sekaligus inspira...
05/08/2026

, Selamat Hari Dharma Wanita Nasional. Perempuan adalah penggerak keluarga, penjaga ketahanan pangan, sekaligus inspirasi dalam membangun negeri. Dengan dedikasi, kepedulian, dan semangat kolaborasi, mari terus mendukung terwujudnya swasembada protein hewani untuk generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan kuat.

Terima kasih kepada seluruh perempuan Indonesia yang terus berkarya dan menginspirasi.

Peternak Angkat Jempol! Mentan Amran Tahan Kenaikan Harga Pakan, Genjot Penyerapan TelurJakarta – Koperasi Peternak Raky...
05/08/2026

Peternak Angkat Jempol! Mentan Amran Tahan Kenaikan Harga Pakan, Genjot Penyerapan Telur

Jakarta – Koperasi Peternak Rakyat Kendal apresiasi gerak cepat Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyelamatkan peternak ayam petelur. Anggota koperasi menyambut baik kebijakan Mentan Amran yang menahan kenaikan harga pakan, mendorong penyerapan telur melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga mempercepat distribusi jagung dinilai menjadi angin segar bagi peternak yang selama beberapa waktu terakhir tertekan akibat harga telur berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram.

Kebijakan tersebut disampaikan sesuai Rapat Koordinasi yang digelar Kementerian Pertanian bersama Badan Pangan Nasional, Satgas Pangan Polri, Bulog, koperasi peternak, industri pakan, dan pelaku usaha di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Senin (3/8). Langkah ini diharapkan menjadi awal terciptanya stabilitas harga yang berpihak pada peternak sekaligus menjaga pasokan pangan nasional.

Sebelumnya, Koperasi Peternak Rakyat Kendal pun membatalkan rencana aksi demo yang akan dilakukan pada 10 Agustus 2026. Sebagai bentuk rasa syukur, mereka bahkan berkomitmen menggelar kegiatan berbagi ayam apabila harga telur kembali normal.

Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal, Suwardi, menyambut baik keputusan yang dihasilkan dalam rapat tersebut. Menurutnya, langkah cepat pemerintah menjadi bukti nyata keberpihakan kepada peternak rakyat.

“Mulai hari ini disepakati tidak ada kenaikan harga pakan maupun konsentrat. Kami juga mendapat kepastian pemerintah akan memperkuat penyerapan telur dan mempercepat distribusi jagung SPHP. Ini menjadi angin segar bagi peternak," ujar Suwardi.

Ia mengungkapkan, program jagung SPHP telah memberikan manfaat nyata bagi peternak. Hingga saat ini, penyaluran jagung SPHP kepada peternak telah mencapai lebih dari 9.000 ton. Namun, kebutuhan di lapangan masih cukup besar, terutama bagi anggota KPUS yang menaungi peternak dari delapan kabupaten/kota di Jawa Tengah.

“Kebutuhan anggota kami saja mencapai sekitar 2.000 ton. KPUS menjadi wadah bagi peternak dari delapan kabupaten/kota di Jawa Tengah. Kami tidak saling berebut anggota dengan koperasi lain, tetapi bersama-sama memperkuat peternak di daerah. Karena itu, kami berharap penyaluran jagung SPHP terus diperkuat agar kebutuhan peternak rakyat dapat terpenuhi," kata Suwardi.

Ia mengatakan, langkah Mentan Amran yang langsung mempertemukan peternak, industri pakan, Bulog, Satgas Pangan, dan seluruh pemangku kepentingan berhasil menghasilkan solusi konkret yang selama ini dinantikan peternak.

“Kami merasakan pemerintah benar-benar hadir. Langkah cepat Pak Menteri memberikan harapan agar harga telur segera membaik dan usaha peternak rakyat bisa terus berjalan. Bapaknya peternak memang Pak Menteri Pertanian," ujar Suwardi.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan peternak rakyat terus menanggung kerugian. Selain menunda kenaikan harga pakan, pemerintah juga memperkuat pengawasan perdagangan telur agar tidak ada praktik pembelian yang merugikan peternak.

“Selama di tangan saya, persoalan peternak harus selesai. Pemerintah berpihak kepada peternak kecil," tegas Mentan Amran melalui sambungan telepon dalam rapat tersebut.

Sebagai tindak lanjut, Mentan Amran akan menyurati Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) agar seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyerap telur dari peternak di wilayah masing-masing sesuai Harga Acuan Pembelian. Pemerintah juga akan mengusulkan penyerapan telur melalui skema Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sebagai instrumen stabilisasi harga.

Tak hanya itu, Mentan Amran memerintahkan Satgas Pangan memperketat pengawasan terhadap pelaku usaha yang membeli maupun menjual telur jauh di bawah harga acuan.

“CPP akan kami dorong melalui Kemenko Pangan. Siapa pun yang membeli atau menjual telur jauh di bawah harga acuan akan kami periksa. Satgas Pangan sudah saya perintahkan untuk bertindak," tegasnya.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengatakan pemerintah bergerak dari dua sisi sekaligus, yakni menjaga keseimbangan produksi dan memperbesar permintaan agar harga telur segera kembali normal.

Menurut Agung, industri pakan juga menunjukkan komitmennya dengan menunda kenaikan harga pakan meski menghadapi tekanan kenaikan harga bahan baku impor dan pelemahan nilai tukar rupiah. Sementara itu, distribusi jagung melalui program SPHP dipercepat untuk membantu menekan biaya produksi peternak.

Perwakilan Satgas Pangan Polri, Kombes Pol. Lambe Patabang Birana, memastikan pihaknya akan mengawal pelaksanaan hasil rapat melalui pengawasan harga, distribusi, hingga penegakan hukum terhadap praktik perdagangan yang merugikan peternak.

Melalui langkah terpadu tersebut, pemerintah menargetkan harga telur segera kembali ke tingkat yang sehat, biaya produksi tetap terkendali, serta keberlanjutan usaha peternak rakyat semakin kuat. Kebijakan ini sekaligus diharapkan menjaga pasokan telur sebagai sumber protein hewani yang terjangkau bagi masyarakat.

05/08/2026

, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, resmi menyurati Kepala Badan Gizi Nasional agar Program Makan Bergizi Gratis semakin berpihak kepada peternak rakyat.

Melalui surat tertanggal 4 Agustus 2026, Kementerian Pertanian mengusulkan agar pengadaan telur oleh SPPG mengutamakan peternak lokal dengan mengacu pada Harga Acuan Pembelian (HAP) serta didukung petunjuk teknis yang berlaku secara nasional.

Address

Jalan Harsono RM No. 3, Ragunan/Pasar Minggu
Jakarta
12550

Opening Hours

Monday 07:30 - 16:00
Tuesday 07:30 - 16:00
Wednesday 07:30 - 16:00
Thursday 07:30 - 16:00
Friday 07:30 - 16:30

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ditjen PKH Kementan RI posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share