01/11/2018
Revolusi Metal !
Jika melihat program dan jargon pemerintah hari ini, miris dengan realitas yang ada di masyarakat.
Kementerian yang membangun MANUSI dan BUDAYA masih memiliki pekerjaan panjang dan berbagai periode untuk membentuk kesadaran dan terlebih MEMBANGUN.
Jika diibaratkan Membangun, terbesir sudah berapa besar bangunan dan dampak pelaksanaan pembangunan Manusia dan Budaya di masa pemerintahan ini.
Keberanian untuk Merevolusi Mental dan Mengunakan pembangunan Manusia dan Budaya sangatlah kontradiktif di satu sisi merevolusi di sisi lain membangu. Pemakaian kata dan kerja (implementasi) sepatutnya dapat sinkron dan ajeg sehingga parameter kelangsungan bangunan bisa terlihat dan berdasar.
Ketika membangun manusia dengan konsep revolusi metal tentu hal yang menaril untuk dikaji dan dianalisis, bangunan manusia dengan pondasi "nyentrik" tentu harus nyata dan konkrit, dan sudah sejauhmana kerja-kerja pembangunan membentuk manusia dan budaya bagi masyarakat hari ini.
Arus besar dan hegemoni budaya impor tentu harus menjadi tantangan dan sekaligus "lompatan pencapaian". Pijakan yang baik tentu akan menghasilkan bangunan yang kokoh dan kuat. Konsepsi manusia dan budaya haruslah disepakati untuk diimplentasikan dengan segala kondisi dan situasi hari ini.
Sejarah bangsa dan negara telah mencatat bagaimana pemerintahan ini memulai hal besar, namun Implementasinya, manusia dan budaya masih jauh dari harapan. "Dadu sudah dilempar dan ditelan oleh masyarakat. Akan tetapi apa hal itu hal penting dan terutama bagi negara dan bangsa.
Berbeda dengan Pancasila yang masih jauh untuk diterapkan, hal itu dikarenakan aturan UUD sebagai pondasi hukum masih -jauh api dari panggang. Oleh karenanya harus ada katalisator yang berbobot, produktif, bermartabat, dan konkrit agar pembiayaan nyata tertunda dan tidak memiliki hasil nyata di masyarakat
"jangan seeolah-olah telah membangun tetapi pondasipun TIDAK dan realisasi bersifat sementara. Sikap pemerintah yang mendua melalui kinerja Menteri dan Presiden tentu Tindakan yang datar dan fasif. Tapuk kepemimpinan hanya alat, tapi jika memulai itu akan menjadi dasar bangunan ke depannya. Jika kita sdh berani merevolusi mental kita, maka juga harus berani membuat pondasi. Kerapuhan ekonomi, intimidasi sistem, arogansi-kerja serta pematangan kader.
Selamat Menyambut Jumat
Malam Jimat-Jumat