anak tanah

anak tanah kebangkitan masyarakat Adat

Indonesia makin hancur
31/01/2026

Indonesia makin hancur

Ribuan hektare hutan di Wanam hingga Nakias, Papua Selatan, digunduli untuk proyek food estate. Sawah percontohan gagal ...
27/01/2026

Ribuan hektare hutan di Wanam hingga Nakias, Papua Selatan,
digunduli untuk proyek food estate. Sawah percontohan gagal ditanami.



🔥 Baca selengkapnya: https://s.id/kkH5f

25/01/2026

mohon klarifikasi kejadian ini

Lembaga tak jelas identitas, tanpa rekam jejak dan metodologi, menjual “penghargaan” sebagai jalan pintas menuju pengaku...
25/01/2026

Lembaga tak jelas identitas, tanpa rekam jejak dan metodologi, menjual “penghargaan” sebagai jalan pintas menuju pengakuan. Jejak digital nyaris nol, tapi mampu mengundang pejabat dan memberi legitimasi palsu atas nama prestasi.

Sayang dengan kitong puny pejabat Papua tertipu mereka-mereka iniđź‘€

Modus “penghargaan” abal-abal kini makin terbuka.Lembaga tak jelas identitas, tanpa rekam jejak, tanpa metodologi penila...
25/01/2026

Modus “penghargaan” abal-abal kini makin terbuka.

Lembaga tak jelas identitas, tanpa rekam jejak, tanpa metodologi penilaian, bahkan jejak digitalnya nyaris nol namun bisa mengundang pejabat daerah dan memberi legitimasi palsu atas nama prestasi. Ini bukan sekadar soal tertipu, tapi soal ekosistem pencitraan: media butuh uang, pejabat butuh validasi, dan publik jarang diberi ruang untuk menguji kebenaran.

Di tengah narasi efisiensi anggaran, ironi justru terjadi. Pejabat masih berangkat berombongan, menghabiskan uang negara untuk kegiatan yang tak bisa diverifikasi kredibilitasnya akun media sosial sepi, alamat tak jelas, legalitas abu-abu. Ketika biaya perjalanan, akomodasi, dan publikasi dibebankan ke APBD, “penghargaan” itu berubah dari simbol apresiasi menjadi bentuk pemborosan yang dilegalkan oleh jabatan.

Masalah utamanya bukan besar-kecilnya acara, tapi soal prioritas dan etika publik. Saat pelayanan dasar tersendat, lingkungan rusak, dan kebutuhan rakyat mendesak, publik berhak bertanya: untuk siapa anggaran itu dipakai? Transparansi adalah kewajiban, bukan formalitas. Kritik ini bukan kebencian ini bentuk kepedulian pada uang rakyat dan masa depan tata kelola pemerintahan.

Puluhan pasien kanker Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura, Papua merana. Penyebabnya, stok obat kemoterapi di rumah ...
19/01/2026

Puluhan pasien kanker Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura, Papua merana. Penyebabnya, stok obat kemoterapi di rumah sakit terbesar di Jayapura itu habis. Akibatnya, mereka harus menunda pengobatan entah sampai kapan. Persoalan habisnya stok obat itu sudah beberapa kali terjadi di RSUD Jayapura. Mengapa hal itu bisa terjadi?

Baca selengkapnya di https://s.id/Ga0Gt

Menanggapi pemberitaan viral yang sering terjadi belakangan ini di media sosial (medsos) terkait pelayanan publik sepert...
11/01/2026

Menanggapi pemberitaan viral yang sering terjadi belakangan ini di media sosial (medsos) terkait pelayanan publik seperti di beberapa Rumah Sakit di Jayapura, Gubernur Papua, Matius Fakhiri meminta kepada masyarakat untuk jangan terlalu sering buat aduan di medsos.

“Ada Direktur Rumah Sakit, ada Kepala Dinas Kesehatan baik di Provinsi maupun semua rumah sakit swasta,” ujar Gubernur Fakhiri, Kamis 8 Januari 2026.

Selain kepada Rumah Sakit Umum Daerah, menurut Fakhiri, Rumah Sakit yang berada di bawah naungan TNI - POLRI pun ada struktur organisasi yang bisa menampung aspirasi masyarakat jika menemukan kendala dalam pelayanan kesehatan.

“Nanti dilaporkan ke situ, jangan di medsos. Biar kita melihat persoalan itu secara komprehensif,” pesan Fakhiri.

Lebih jauh, terkait kasus ibu hamil yang viral belakangan ini di Kota Jayapura, Gubernur meminta agar setiap ibu hamil harus selalu menaati anjuran dari dokter entah itu dalam hal persalinan normal, atau saran untuk melakukan operasi.

“Apa apa yang disarankan dokter atau bidan untuk operasi, (harus) operasi. Jangan pikir biaya, nanti yang tanggung pemerintah. Supaya keselamatan ibu dan bayi itu bisa dirawat dengan baik,” terang Fakhiri.

[disadur dari Cenderawasih Pos]

Bukan saja hutan yang hancur, moral di Papua juga sedang hancur,
10/01/2026

Bukan saja hutan yang hancur, moral di Papua juga sedang hancur,

Hutan adalah Ibu. ♻️Dan tidak ada anak yang rela Ibunya disakiti demi uang. Namun, itulah realita pahit yang terjadi di ...
07/01/2026

Hutan adalah Ibu. ♻️
Dan tidak ada anak yang rela Ibunya disakiti demi uang. Namun, itulah realita pahit yang terjadi di pedalaman Papua hari ini. Konflik agraria dan perampasan tanah adat demi ambisi pertambangan (emas, nikel, sawit) adalah cerita kelam yang terus berulang. Masyarakat adat yang selama ratusan tahun menjaga alam, dipaksa mundur oleh kekuatan alat berat dan perizinan sepihak. Hutan sagu tempat mereka makan, dibabat habis. Situs keramat leluhur, diratakan dengan tanah. Sumber air kehidupan, tercemar limbah tak bertanggung jawab. Mereka tidak anti pembangunan. Mereka hanya menolak pemusnahan ruang hidup.

Apa gunanya gedung tinggi di kota dan devisa triliunan, jika pemilik asli tanah ini harus mati perlahan dalam kemiskinan karena kehilangan sumber makanannya? Mereka berteriak, tapi seringkali sunyi. Mari kita pinjamkan suara kita untuk mereka.

MIRAS/NARKOBA MERUSAK MASA DEPAN ANAK MUDA PAPUANasehat Orang Tua Hanya Jadi DongengDi banyak sudut tanah Papua, kisah i...
05/01/2026

MIRAS/NARKOBA MERUSAK MASA DEPAN ANAK MUDA PAPUA
Nasehat Orang Tua Hanya Jadi Dongeng

Di banyak sudut tanah Papua, kisah ini terus terulang. Orang tua menasehati dengan suara bergetar, bahkan dengan air mata yang jatuh diam-diam. Mereka berbicara tentang harapan, tentang masa depan, tentang hidup yang masih panjang dan penuh peluang. Namun sering kali, semua itu hanya terdengar seperti dongeng di telinga anak muda. Bukan karena orang tua tidak peduli, tetapi karena pikiran anak lebih tertarik pada kebahagiaan sementara yang ditawarkan miras dan narkoba.

Miras dan narkoba menjanjikan rasa senang sesaat, tawa singkat, dan pelarian dari masalah hidup. Tapi di balik itu, perlahan ia merampas mimpi, kesehatan, dan masa depan. Banyak anak muda Papua yang seharusnya berdiri gagah mengejar cita-cita, justru terjatuh dalam lingkaran gelap ketergantungan. Ada yang kehilangan arah, ada yang kehilangan kesempatan, bahkan ada yang kehilangan nyawa.

Lanjut di kolom komentar >

Pernyataan Pandji soal Keadilan Kembali Menggema, Publik TerbelahNama komika sekaligus pengamat sosial Pandji Pragiwakso...
05/01/2026

Pernyataan Pandji soal Keadilan Kembali Menggema, Publik Terbelah

Nama komika sekaligus pengamat sosial Pandji Pragiwaksono kembali menjadi perbincangan publik setelah potongan pernyataannya tentang keadilan dan kekuasaan kembali viral di media sosial. Dalam pernyataan tersebut, Pandji menyampaikan kritik keras terhadap kondisi penegakan hukum dan etika bernegara di Indonesia.

“Soal keadilan, hari ini kita cuma bisa berharap pada diri kita sendiri. Mau berharap sama siapa? Polisi membvnvh, tentara berpolitik, presiden memaafkan koruptor, wapres kita… Gibran,” ujar Pandji dalam potongan video yang ramai dibagikan ulang.

Ucapan tersebut disampaikan dengan gaya khas Pandji: satir, lugas, dan frontal. Namun di balik gaya itu, tersimpan kegelisahan yang dirasakan sebagian masyarakat terkait arah keadilan dan kepercayaan terhadap institusi negara.

lanjut di kolom komentar📝

01/01/2026

Address

Jayapura

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when anak tanah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share