07/09/2026
MINUM KOPI JAM 7, JAM 10 MALAH LEMES & NGANTUK?
Pernah mengalami caffeine crash setelah ngopi pagi?
Ternyata, persoalannya tidak sesederhana “salah waktu minum kopi”.
Kafein bekerja dengan menghambat kerja adenosin, senyawa yang berkaitan dengan munculnya rasa kantuk. Saat efek kafein berkurang, rasa kantuk yang sebelumnya tertahan dapat kembali terasa. Namun, rasa lelah setelah minum kopi juga dapat dipengaruhi berbagai faktor lain, seperti kurang tidur, aktivitas, stres, dan kondisi tubuh.
Lalu, bagaimana dengan anggapan bahwa kopi sebaiknya diminum 30–90 menit setelah bangun?
☕ MITOS: Ada satu waktu ideal minum kopi yang wajib diikuti semua orang.
✅ FAKTA: Belum ada bukti kuat bahwa menunda kopi setelah bangun pasti membuat seseorang lebih berenergi dibanding minum kopi segera setelah bangun.
Memang, kortisol memiliki pola harian dan umumnya lebih tinggi di sekitar waktu bangun. Kafein juga dapat memengaruhi respons kortisol. Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu dasar munculnya teori “tunggu dulu sebelum ngopi”. Namun, teori tersebut tidak berarti menunda kopi otomatis mencegah afternoon crash.
Jadi, kalau kamu cocok minum kopi setelah bangun, tidak perlu merasa harus menunggu jam tertentu. Yang lebih penting adalah memperhatikan respons tubuh, jumlah kafein yang dikonsumsi, dan kualitas tidur.
Untuk kebanyakan orang dewasa, FDA menyebut sekitar 400 mg kafein per hari sebagai jumlah yang umumnya tidak dikaitkan dengan efek negatif, meskipun sensitivitas setiap orang berbeda.
✨ Yuk, bijak konsumsi kafein!
Bukan hanya soal “jam berapa ngopi?”, tetapi juga “berapa banyak?” dan “bagaimana respons tubuh kita?”
💬 Kamu tim mana?
☕ Tim langsung ngopi setelah bangun
⏰ Tim tunggu beberapa saat dulu
Tulis pilihanmu di kolom komentar! 👇
Repost dari Info Seputar Keamanan Pangan