PC LDII Kepung

PC LDII Kepung Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia Kecamatan Kepung

*Kepala Kemenag Kab. Kediri Hadiri Pengajian LDII*
15/05/2023

*Kepala Kemenag Kab. Kediri Hadiri Pengajian LDII*

Kepala Kemenag Kabupaten Kediri, Achmad Faiz, hadiri pengajian LDII di Ponpes Babussalam - Siman, pada Minggu, 14 Mei 2023.

14/07/2019
30/08/2018
07/03/2017

BERSIHKAN HATI DARI DENGKI
Salah satu sifat yg mengotori hati adalah dengki. Rasulullah saw: tidaklah berkumpul di dalam hati seorang hamba itu iman dan dengki. Ktk hati dipenuhi rasa iman, mk dengki tdk akan menghinggapi. Ktk hati dipenuhi dengki, mk iman tdk akan ada di dlm hati.
Rasulullah saw: Jauhilah diri kalian dr sifat dengki, krn sesungguhnya dengki itu memakan (pahala) kebajikan sebagaimana api membakar kayu (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)
Artinya: pahala amal kebajikannya akan habis krn dimakan dengki. Na'udzubillahi min dzalik.
Begitu besarnya akibat dengki maka kita berdoa pada Allah agar terhindar dari dengki.
Dengki adalah sifat yg tdk bisa melihat keberhasilan atau kebahagiaan orang lain yg menjadikan jiwanya tidak tenang, mengharapkan hilangnya nikmat dr orang lain, selalu ingin menang, curiga dan berburuk sangka kpd orang lain, tidak bersyukur dg karunia yg didapatnya.
Lukman Al-Hakim berpesan pada anaknya: wahai anakku, waspadalah dari sifat dengki, krn ia merusak agama dan melemahkan jiwa serta menimbulkan penyesalan.
Bagaimana menghilangkan rasa dengki?
Lawan rasa dengki dengan banyak bersyukur, memuji, memuliakan dan membantu orang tsb. Allah perintahkan untuk saling mendukung, membantu, mendoakan, dan turut merasa gembira atas kegembiraan yg dirasakan sesama muslim.
Semoga kita semua terhindar dari rasa dengki yg dpt membinasakan amal2 kebajikan. aamiin

24/10/2016

MEMBERI ITU INDAH

Seorang guru yg bijak tengah berjalan santai bersama salah seorang muridnya di sebuah taman.
Sedang asyik berjalan sambil bercerita, keduanya melihat sepasang sepatu yg sdh usang lagi lusuh. Mereka berdua yakin kalau itu adalah sepatu milik pekerja kebun yg bekerja di sana, yg sebentar lagi akan menyelesaikan pekerjaannya.

Sang murid melihat kepada gurunya sambil berujar :
“Bagaimana kalau kita candai tukang kebun ini dengan menyembunyikan sepatunya, kemudian kita bersembunyi di belakang pepohonan? Nanti ketika dia datang untuk memakai sepatunya kembali, ia akan kehilangan. Kita lihat bagaimana dia kaget dan cemas!”

Guru yg alim dan bijak itu menjawab :

“Muridku, tdk pantas kita menghibur diri dgn mengorbankan orang miskin. Kamu kan seorang yg kaya, dan kamu bisa saja menambah kebahagiaan unt dirinya. Skrang coba kamu memasukkan bberapa lembar uang kertas ke dlm sepatunya, kemudian saksikan bagaimana respon dr tukang kebun miskin itu”.

Sang murid sangat takjub dg usulan gurunya. Dia langsung berjalan dan memasukkan bberapa lembar uang ke dlm sepatu tukang kebun itu. Setelah itu ia bersembunyi di balik semak2 bersama gurunya sambil mengintip apa yg akan terjadi dg tukang kebun.
Tak berapa lama datanglah pekerja miskin itu sambil mengibas2 kan kotoran dari pakaiannya. Dia menuju tempat sepatunya yg ia tinggalkan sebelum bekerja.

Ketika ia memasukkan kakinya ke dlm sepatu, ia menjadi terperanjat, karena ada sesuatu yg mengganjal di dlmnya.
Saat ia keluarkan ternyata......uang..!
Dia memeriksa sepatu yg satunya lagi, ternyata juga berisi uang..!

Dia memandangi uang itu berulang2, seolah ia tdk percaya dg penglihatannya. Setelah ia memutar pandangannya ke segala penjuru ia tdk melihat seorangpun.

Selanjutnya ia memasukkan uang itu ke dlm sakunya, lalu ia berlutut sambil menengadah ke ke langit dan menangis. Dia berbicara dg suara tinggi. Ia bicara kpd Allah :

“Aku bersyukur kpd-Mu, ya Allah, Tuhanku yg maha pengasih dan penyayang. Wahai Yg Maha Tahu bhw istriku lagi sakit dan anak2 ku lagi kelaparan. Mereka belum mendapatkan makanan hari ini. Engkau telah menyelamatkanku, anak2 ku dan istriku dr penderitaan ...”

Dia terus menangis dlm waktu cukup lama sambil memandangi langit sbg ungkapan rasa syukurnya atas karunia dr Allah Yg Maha Pemurah.
Sang murid sangat terharu dg pemandangan yg ia lihat di balik persembunyiannya. Air matanya meleleh tanpa dpt ia bendung.

Ketika guru bijak itu memasukkan pelajaran kpd muridnya :

“Bukankah sekarang kamu merasakan kebahagiaan yg lebih drpd kamu melakukan usulan pertama dg menyembunyikan sepatu tukang kebun miskin itu?”

Sang murid menjawab :
“Aku telah mendapatkan pelajaran yg tdk mungkin akan aku lupakan seumur hidupku.

Sekarang aku baru paham makna kalimat yg dulu belum aku pahami sepanjang hidupku :

*"Ketika kamu memberi, kamu akan memperoleh kebahagiaan yg lebih banyak drpd ketika kamu diberi”*

Sang guru melanjutkan pelajarannya.
Dan ketahuilah bhw pemberian itu bermacam2 :

• Memaafkan kesalahan orang di saat mampu melakukan balas dendam, adalah suatu pemberian.

• Mendo’akan temanmu di belakangnya (tanpa sepengatahuannya) itu adalah suatu pemberian.

• Berusaha berbaik sangka dan menghilangkan prasangka buruk darinya, juga suatu pemberian.

• Menahan diri dari membicarakan aib sesama kita di belakangnya adalah pemberian juga.

Ini semua adalah pemberian dan kesempatan memberi tdk hanya dimonopoli oleh orang kaya saja.

Marilah kita saling memberi seberapa yang kita mampu, niscaya hidup ini menjadi indah...

23/09/2016

Address

Kepung
Kediri

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PC LDII Kepung posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share