24/10/2016
MEMBERI ITU INDAH
Seorang guru yg bijak tengah berjalan santai bersama salah seorang muridnya di sebuah taman.
Sedang asyik berjalan sambil bercerita, keduanya melihat sepasang sepatu yg sdh usang lagi lusuh. Mereka berdua yakin kalau itu adalah sepatu milik pekerja kebun yg bekerja di sana, yg sebentar lagi akan menyelesaikan pekerjaannya.
Sang murid melihat kepada gurunya sambil berujar :
“Bagaimana kalau kita candai tukang kebun ini dengan menyembunyikan sepatunya, kemudian kita bersembunyi di belakang pepohonan? Nanti ketika dia datang untuk memakai sepatunya kembali, ia akan kehilangan. Kita lihat bagaimana dia kaget dan cemas!”
Guru yg alim dan bijak itu menjawab :
“Muridku, tdk pantas kita menghibur diri dgn mengorbankan orang miskin. Kamu kan seorang yg kaya, dan kamu bisa saja menambah kebahagiaan unt dirinya. Skrang coba kamu memasukkan bberapa lembar uang kertas ke dlm sepatunya, kemudian saksikan bagaimana respon dr tukang kebun miskin itu”.
Sang murid sangat takjub dg usulan gurunya. Dia langsung berjalan dan memasukkan bberapa lembar uang ke dlm sepatu tukang kebun itu. Setelah itu ia bersembunyi di balik semak2 bersama gurunya sambil mengintip apa yg akan terjadi dg tukang kebun.
Tak berapa lama datanglah pekerja miskin itu sambil mengibas2 kan kotoran dari pakaiannya. Dia menuju tempat sepatunya yg ia tinggalkan sebelum bekerja.
Ketika ia memasukkan kakinya ke dlm sepatu, ia menjadi terperanjat, karena ada sesuatu yg mengganjal di dlmnya.
Saat ia keluarkan ternyata......uang..!
Dia memeriksa sepatu yg satunya lagi, ternyata juga berisi uang..!
Dia memandangi uang itu berulang2, seolah ia tdk percaya dg penglihatannya. Setelah ia memutar pandangannya ke segala penjuru ia tdk melihat seorangpun.
Selanjutnya ia memasukkan uang itu ke dlm sakunya, lalu ia berlutut sambil menengadah ke ke langit dan menangis. Dia berbicara dg suara tinggi. Ia bicara kpd Allah :
“Aku bersyukur kpd-Mu, ya Allah, Tuhanku yg maha pengasih dan penyayang. Wahai Yg Maha Tahu bhw istriku lagi sakit dan anak2 ku lagi kelaparan. Mereka belum mendapatkan makanan hari ini. Engkau telah menyelamatkanku, anak2 ku dan istriku dr penderitaan ...”
Dia terus menangis dlm waktu cukup lama sambil memandangi langit sbg ungkapan rasa syukurnya atas karunia dr Allah Yg Maha Pemurah.
Sang murid sangat terharu dg pemandangan yg ia lihat di balik persembunyiannya. Air matanya meleleh tanpa dpt ia bendung.
Ketika guru bijak itu memasukkan pelajaran kpd muridnya :
“Bukankah sekarang kamu merasakan kebahagiaan yg lebih drpd kamu melakukan usulan pertama dg menyembunyikan sepatu tukang kebun miskin itu?”
Sang murid menjawab :
“Aku telah mendapatkan pelajaran yg tdk mungkin akan aku lupakan seumur hidupku.
Sekarang aku baru paham makna kalimat yg dulu belum aku pahami sepanjang hidupku :
*"Ketika kamu memberi, kamu akan memperoleh kebahagiaan yg lebih banyak drpd ketika kamu diberi”*
Sang guru melanjutkan pelajarannya.
Dan ketahuilah bhw pemberian itu bermacam2 :
• Memaafkan kesalahan orang di saat mampu melakukan balas dendam, adalah suatu pemberian.
• Mendo’akan temanmu di belakangnya (tanpa sepengatahuannya) itu adalah suatu pemberian.
• Berusaha berbaik sangka dan menghilangkan prasangka buruk darinya, juga suatu pemberian.
• Menahan diri dari membicarakan aib sesama kita di belakangnya adalah pemberian juga.
Ini semua adalah pemberian dan kesempatan memberi tdk hanya dimonopoli oleh orang kaya saja.
Marilah kita saling memberi seberapa yang kita mampu, niscaya hidup ini menjadi indah...