Gemumas Punya Berita

Gemumas Punya Berita Organisasi Pemuda Pemudi Dukuh Susuhan

06/03/2017
Tempo dulu
01/03/2017

Tempo dulu

20/06/2016

SALAM GEMUMAS
SALAM SUSUHAN

09/12/2015

Turut berduka atas meninggalnya Bpk Sriyono, ayahanda Sdr Tri Wahyono / kuncung, alamat: Susuhan, Gedaren, Jatinom, Klaten, semoga diterima semua amal kebaikannya, diampuni segala dosanya, dilapangkan kuburnya serta semoga ditempatkan disisi-Nya dan semoga keluarga yg ditinggalkan diberi ketabahan. Amin

ANEKA PRODUK RAJUTANYuni Sutedjo Crafts
27/08/2014

ANEKA PRODUK RAJUTAN

Yuni Sutedjo Crafts

http://www.solopos.com/Pembangunan Pasar Burung di Jolotunda Dinilai bakal Bikin Semrawut Solopos.com, KLATEN – Pengelol...
27/08/2014

http://www.solopos.com/

Pembangunan Pasar Burung di Jolotunda Dinilai bakal Bikin Semrawut



Solopos.com, KLATEN – Pengelola Umbul Jolotundo di Karanganom, Klaten, kurang sepakat dengan rencana pembangunan pasar burung di halaman depan objek wisata.

Informasi yang dihimpun solopos.com, Kamis (21/8/2014), Pemerintah Desa (Pemdes) Jambeyan, Kecamatan Karanganom, berencana membuat pasar burung di Jolotundo dengan biaya mencapai Rp300-an juta.


Menurut seorang pengelola umbul, Doni, ide pembangunan pasar burung tidak relevan dengan fungsi wisata Jolotundo berupa pemandian. “Kalau benar jadi pasar burung, kami khawatir halaman jadi kotor dan ruwet. Padahal objek wisata seperti pemandian butuh udara bersih dan kenyamanan,” ujarnya di Jolotundo.

Doni mengatakan keberadaan pasar burung juga akan berdampak pada menciutnya lahan parkir. Sebagian lahan yang disasar pembangunan merupakan kantong parkir umbul dan los pasar tiban.

Menurut Doni, pemdes setempat mestinya memikirkan penataan parkir alih-alih mendirikan bangunan baru di sekitar objek wisata.



Kades Jambeyan, Munawar, mengakui belum berdiskusi intens dengan pengelola mengenai wacana pasar burung. “Kami tidak hanya membuat pasar, tapi sekaligus menata parkir yang ada di sana,” ujarnya.

Kades menerangkan lahan yang dijadikan pasar burung hanya terbatas di kawasan barat dan utara halaman umbul. Dengan demikian, fungsi parkir tetap optimal.

News Portal berita Surakarta atau Soloraya meliputi kategori Ekonomi Bisnis, Seni Budaya, Pendidikan, Olahraga, Sosial, Wisata, Kesehatan, Hukum Kriminal, Patroli, Nasional, Internasional, sepakbola, Lifestyle, travel

http://www.solopos.com/BANJIR KLATENTergerus Banjir, Dapur dan Kamar Mandi Ini Menggantung di Atas KaliIlustrasi (Dok/JI...
25/02/2014

http://www.solopos.com/
BANJIR KLATEN

Tergerus Banjir, Dapur dan Kamar Mandi Ini Menggantung di Atas Kali
Ilustrasi (Dok/JIBI/Solopos/Antara)Ilustrasi (Dok/JIBI/Solopos/Antara)
Selasa, 25 Februari 2014 15:09 WIB | Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos |
|

Solopos.com, KLATEN — Tanggul Kali Kuning di RT 020/010, Dusun/Desa Wanglo, Kecamatan Trucuk, Klaten, longsor akibat derasnya aliran kali tersebut pada Sabtu-Minggu (22-23/2/2014). Akibatnya, dapur dan kamar mandi di sebuah rumah warga di kawasan itu, Parjo Suwito, nyaris hanyut terbawa derasnya aliran sungai.

Data yang dihimpun Solopos.com, Selasa (25/2/2014), debit air Kali Kuning meningkat drastis pada Sabtu petang. Peningkatan debit air kali tersebut diperparah dengan derasnya aliran yang mengalir waktu itu. Sedikit demi sedikit, tanggul yang masih terbuat dari tanah tersebut akhirnya terkikis dan hanyut terbawa aliran air yang deras.

Sementara itu, bangunan dapur milik Parjo yang berada tepat di atas tanggul yang longsor kondisinya nyaris hanyut. Pasalnya, bangunan yang digunakan untuk dapur dan kamar mandi tersebut menggantung dan bisa hanyut kapan saja.

Badan Penangggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten yang datang ke lokasi pada Senin, menyarankan agar pemilik rumah untuk sementara mengungsi ke tempat yang aman. Sebab, kondisi rumah sudah mengkhawatirkan dan rawan roboh jika air sungai kembali meningkat.

“Kondisi rumah sudah tidak aman, sehingga lebih baik mengungsi terlebih dahulu,” jelasnya kepada wartawan di Klaten, Selasa. Lebih lanjut, pihaknya mengatakan telah mengirimkan sak karung untuk menutup tanah yang longsor.

50.000 Karung
Akibat hujan deras pada Sabtu (22/2/2014) lalu, sedikitnya 11 titik tanggul yang ada di sepuluh sungai di Klaten, rusak. Ke-11 titik tanggul yang rusak itu ada di Kali Slegrengan, Kali Mlese, Kali Sat, Kali Birin, Kali Dengkeng, Kali Lunyu, Kali Ujung, Kali Lunyu, Kali Bajing, dan Kali Gamping. Titik-titik tersebut tersebar di Gantiwarno, Prambanan, Wedi, Bayat, Klaten Tengah, Wedi, Kalikotes, dan Cawas.

Kondisi itu menyebabkan sekitar 6.800 warga di lima kecamatan di Klaten terkena dampak banjir. Banjir itu tersebar di Kecamatan Gantiwarno, Wedi, Bayat, Cawas dan Trucuk. Dari jumlah tersebut warga yang mengungsi mencapai ratusan orang, yakni 260 orang di Wedi dan 85 orang di Gantiwarno.

Untuk mengatasi tanggul yang jebol tersebut, BPBD telah menyiapkan 50.000 karung. “Hingga Senin siang, sudah ada sekitar 30.000 karung yang sudah kami kirimkan ke sejumlah titik tanggul yang jebol,” imbuhnya.

Sri Winoto mengimbau agar warga terus meningkatkan kewaspadaan. Meski dua hari terakhir intensitas sudah berkurang, namun diperkirakan hujan masih terus turun hingga Maret mendatang.

"FPGN"

http://www.solopos.com/MISTERI GUNUNG MERBABUPasar Bubrah, Pasar Gaib dan Pertapaan Bujangga ManikGunung Merbabu (Dok/JI...
25/02/2014

http://www.solopos.com/
MISTERI GUNUNG MERBABU

Pasar Bubrah, Pasar Gaib dan Pertapaan Bujangga Manik
Gunung Merbabu (Dok/JIBI/SOLOPOS)Gunung Merbabu (Dok/JIBI/SOLOPOS)
Jumat, 21 Februari 2014 19:38 WIB | Jafar Sodiq/JIBI/Solopos |
|

Solopos.com, SOLO -- Masyarakat lereng Gunung Merbabu punya cerita. Penuturan yang populer di kalangan warga dan pendaki adalah soal pasar gaib yang bernama Pasar Setan. Pasar ini dijadikan ajang transaksi gaib diantara makhluk halus. Benarkah?

Kisah Pasar Setan di Gunung Merbabu sudah jadi cerita umum yang dikenal p**a di kalangan pendaki dan pecintan alam. Tempat ini bahkan dijadikan tempat pos pendakian. Pendaki akan mendirikan tenda dan beristirahat di sini.

Lokasi ini begitu dikenal. Jalan yang terjal dan medan yang cukup rumit tak jadi penghalang sejumlah pendaki untuk mengunjungi lokasi ini. Biasanya sebelum mencapai tempat ini pendaki akan singgah ke Kenthen Songo.

Pasar Setan dituturkan di sejumlah blog pecinta alam. Kisah mistisnya jarang dituturkan. Pendaki lebih tertarik dengan kondisi alamnya yang menawan.

Tidak ada catatan resmi tentang pasar setan. Sebagian kisah sulit dikonfirmasi. Katanya setiap malam pasar ini akan berubah ramai. Sayangnya hanya beberapa orang dengan kemampuan khusus saja yang bisa merasakan hal ini.

Dalam situs Merbabu.com ada nama lain selain Pasar Setan yang dipercaya sebagai pasar makhluk halus. Namanya Pasar Bubrah.

“Pasar bubrah adalah pasarnya bangsa mahkluk halus. Watu gubug di Gn.Merbabu adalah pintu gerbang menuju kerajaan Gaib,” tulis laman itu.

Salah satu postingan cerita di situs tumblr.com ini menyinggung tentang pasar setan. Kisah dengan narasumber anonim ini menyebutkan pihaknya telah melakukan pendakian ke Gunung Merbabu beberapa tahun lalu.

Cerita yang diposting 2 tahun lalu itu menuturkan sejumlah kejanggalan yang terjadi saat pendakian. Katanya sebelum sampai di puncak gunung mereka bertemu dengan jasad pria tak dikenal yang tiba-tiba lenyap.

Saat mencapai lokasi mereka juga menyaksikan keramaian pasar setan yang hanya terjadi di malam hari. Kondisi alam berubah saat itu. Diklaim hal ini sudah biasa bagi warga sekitar. Sang penulis menutupnya dengan cerita soal bungkamnya masyarakat Merbabu yang akan kena kutukan jika menuturkan kisah ini.

Jika dilihat urutan ceritanya, tentu sulit dipercaya. Banyak mitos mistis yang berkembang sulit dikonfirmasi. Sebagian terdengar aneh. Laman belantaraindonesia.org mencoba meredam kisah ini dengan menyebut penamaan Pasar Setan hanya untuk penanda saja.

Entah mana yang benar, sebuah kisah penuh misteri nyatanya selalu menyelimuti Gunung Merbabu. Sama seperti “saudara kembarnya” Gunung Merapi yang dituturkan sebagai basis kekuatan ghaib.

Menurut catatan Wikipedia.org, Merbabu adalah gunung berapi tipe B yang pernah meletus ratusan tahun yang lalu. Gunung Merbabu adalah gunung api yang bertipe Strato atau gunung berapi yang berada di wilayah Magelang dan Boyolali.

Gunung Merbabu dikenal melalui naskah-naskah masa pra-Islam sebagai Gunung Damalung atau Gunung Pamrihan. Di lerengnya pernah terdapat pertapaan terkenal dan pernah disinggahi oleh Bujangga Manik pada abad ke-15. Menurut etimologi, “merbabu” berasal dari gabungan kata “meru” (gunung) dan “abu” (abu).

Nama ini baru muncul pada catatan-catatanBelanda. Gunung ini pernah meletus pada tahun 1560 dan 1797. Dilaporkan juga pada tahun1570 pernah meletus, akan tetapi belum dilakukan konfirmasi dan penelitian lebih lanjut. Puncak gunung Merbabu berada pada ketinggian 3.145 meter di atas permukaan air laut.

http://www.solopos.com/Longsor, Jalan Gunungkidul-Wedi Klaten LumpuhKendaraan Buldozer yang didatangkan BPBD Gunungkidul...
25/02/2014

http://www.solopos.com/
Longsor, Jalan Gunungkidul-Wedi Klaten Lumpuh

Kendaraan Buldozer yang didatangkan BPBD Gunungkidul sedang mengevakuasi material longsor di Dusun Jelek, Desa Watugajah, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul Senin (24/2/2014). (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)Kendaraan Buldozer yang didatangkan BPBD Gunungkidul sedang mengevakuasi material longsor di Dusun Jelek, Desa Watugajah, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul Senin (24/2/2014). (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 25 Februari 2014 02:16 WIB | Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja |
|

Solopos.com, GUNUNGKIDUL–Jalan penghubung Kecamatan Gedangsari Gunungkidul menuju Kecamatan Wedi Klaten, Jawa Tengah, yang putus terkena longsor, Sabtu, pekan lalu, sampai hari ini belum bisa dilalui.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, yang melakukan evakuasi material longsor dari tebing setinggi sekitar 30 meter itu belum bisa maksimal karena terkendala medan jalan.

“Kita evakuai material longsor dengan buldozer tapi belum maksimal, besok [hari ini] akan dilanjutkan kembali. Mudah-mudahan dua hari selesai” kata Budi, Senin (24/2)

Evakuasi material longsor tersebut juga terpaksa dari arah Desa Karanggayam, Kecamatan Wedi, Klaten. Sebab diakui Budi, evakuasi dari arah Gedangsari terlalu membahayakan dengan kecuraman tebing dan tanah yang masih labil.

Camat Gedangsari Muh Setiyawan menyatakan, jalan yang tertutup material longsor merupakan akses jalan utama warga Desa Watuhajah menuju Klaten Jawa Tengah dan sebaliknya. Dia berharap material longsor segera selesai dievakuasi.

Pascalongsor tebing setinggi 30 meter di Dusun Jelok, Desa Watugajah itu kondisi tanah, kata Setiyawan, masih sangat labil. “Kita minta semua warga untuk tetap waspada,” kata Setiyawan

http://www.solopos.com/ORANG HILANG KLATENKeluarga Winda dan Larasati Terus Berburu, Hasilnya Masih NihilDua gadis Ganti...
08/02/2014

http://www.solopos.com/
ORANG HILANG KLATEN

Keluarga Winda dan Larasati Terus Berburu, Hasilnya Masih Nihil
Dua gadis Gantiwarno, Klaten, Winda (kiri) dan Larasati (kanan) yang hilang selama sepekan terakhir. (Istimewa)Dua gadis Gantiwarno, Klaten, Winda (kiri) dan Larasati (kanan) yang hilang selama sepekan terakhir. (Istimewa)
Sabtu, 8 Februari 2014 00:15 WIB | Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos |
|

Solopos.com, KLATEN — Keluarga Larasati, gadis 17 tahun asal Dusun Tambongan RT 005/RW 002, Desa Muruh, Kecamatan Gantiwarno, yang hilang sejak pekan lalu, masih belum menemukan petunjuk.

Saat Solopos.com menyambangi rumah Larasati, Jumat (7/2/2014) siang, hanya ada ibu tiri Larasati, Waginah, 52. Sedangkan ayah Larasati, Antoni, 52, sedang mencari anaknya ke suatu tempat.

Waginah menceritakan kronologi saat anak tirinya tersebut mulai menghilang dari rumah pada Selasa (28/1/2014) pukul 17.00 WIB. Dia mengaku sempat tidak mengizinkan anaknya untuk keluar rumah. Pasalnya, saat itu tengah hujan deras. Namun, Larasati tetap memaksa pergi ke warnet di kawasan Banggang.

Larsati akhirnya pergi sambil mengajak tetangganya, Winda Aprilia, sambil membawa satu unit laptop dan dua buah ponsel. Sejak saat itu, dua anak perempuan tersebut belum kembali ke rumah hingga sekarang.

Sementara itu, suasana duka juga masih terlihat menyelimuti keluarga Winda. Rumah sederhana yang ada di Dusun Tambongan itu dipenuhi oleh beberapa warga yang menemani keluarga korban. Kakek Winda, Hardi Wiyono Slamet, mengaku sudah melacak keberadaan korban. Namun, usahanya belum membuahkan hasil.

“Sampai hari ini warga yang mayoritas pemuda disini juga masih mencari Winda, tapi belum ketemu. Kami berharap agar Winda bisa segera ketemu. Kasian dia makan apa, tinggal dimana, apalagi pakaiannya cuma satu,” katanya kepada Espos di lokasi, Jumat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Larasati pamit menuju warnet sambil memboncengkan Winda dengan menggunakan sepeda onthel. Hal tersebut diperoleh dari penelusuran keluarga korban di lokasi. Sepedanya ditinggal di warung mi Pak Yanto, dekat Pom Bensin Pandansimping. Setelah itu, mereka meminta di antar tukang parkir menuju Jogja untuk menjual satu HP dan laptop. Setelah itu, mereka pergi dengan naik bus jurusan Kediri.

http://www.solopos.com/PUTING BELIUNG BOYOLALIDiterjang Puting Beliung, Tujuh Rumah RusakFoto ilustrasi. (JIBI/dok)Foto ...
03/02/2014

http://www.solopos.com/
PUTING BELIUNG BOYOLALI

Diterjang Puting Beliung, Tujuh Rumah Rusak
Foto ilustrasi. (JIBI/dok)Foto ilustrasi. (JIBI/dok)
Minggu, 2 Februari 2014 11:47 WIB | Septhia Ryanthie/JIBI/Solopos |
|

Solopos.com, BOYOLALI–Sedikitnya tujuh rumah warga Dukuh/Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, rusak akibat diterjang puting beliung yang melanda wilayah itu, Sabtu (1/2/2014) sore. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sedangkan kerugian materiil akibat kejdaian itu diperkirakan senilai Rp8 juta.

Camat Ampel, Suharto, saat dimintai konfirmasi, Minggu (2/2/2014), membenarkan kejadian tersebut. Dijelaskan dia, peristiwa itu terjadi Sabtu, sekitar pukul 16.15 WIB. Meskipun hujan Sabtu sore itu tidak terlalu deras, tiba-tiba muncul puting beliung yang merusakkan hingga tujuh rumah warga setempat. Pihaknya mencatat enam rumah warga rusak ringan karena terjangan puting beliung merontokkan genteng-genteng rumah tersebut. Sementara satu rumah, milik Ny. Senen, 80, warga RT 001/RW 001, Dukuh Banyuanyar, rusak sedang.

“Rusak pada bagian usuk rumah. Tapi tidak ada korban jiwa maupun luka,” terang Camat melalui sambungan telepon selulernya.

Camat menambahkan menyusul kejadian tersebut, Minggu pagi, masyarakat dukuh setempat telah melakukan kerja bakti untuk membantu para korban yang rumahnya terkena puting beliung tersebut.
“Warga dibantu anggota TNI dari Koramil setempat dan juga Kodim, termasuk Pak Dandim juga turun membantu warga,” kata Camat.

Mengingat Kecamatan Ampel merupakan salah satu wilayah rawan bencana alam, Camat meminta agar warga senantiasa waspada.

Sebagaimana diketahui, menyusul cuaca ekstrem dalam beberapa bulan terakhir ini, masyarakat di Kabupaten Boyolali diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap terjadinya bencana alam.

Selain waspada terhadap banjir, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Boyolali, Purwanto mengakui masyarakat juga harus waspada terhadap bencana lain seperti puting beliung, tanah longsor hingga gunung meletus. Pihaknya telah melayangkan surat edaran (SE) dari Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali agar seluruh kecamatan memberlakukan piket 24 jam untuk penanganan terhadap bencana yang terjadi.

“Khususnya untuk pantauan dan antisipasi terhadap terjadinya bencana,” pungkasnya

Address

Susuhan , Gedaren , Jatinom
Klaten
57481

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gemumas Punya Berita posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share