31/03/2023
"Ibadah tanpa ilmu dan tanpa ma'rifat, itu tidak ada artinya," tulis Imam Ghazali dalam kitabnya Minhajul 'Abidin.
Hujjatul Islam asal Thus itu melanjutkan tulisannya, "dalam urusan ibadah ini, kita harus tahu betul apa yang kita lakukan."
Pernyataan Imam Ghazali tersebut, tentu saja selain berdasarkan dalil dari Quran dan Hadits, juga berangkat dari pengalaman beliau.
* * *
Dalam mengarungi lautan ilmu, Imam Ghazali memiliki 3 fase.
Fase pertama, tatkala beliau belajar kepada banyak guru dan menghimpun hasil belajarnya dalam sebuah kitab fenomenal yaitu Kitab Ihya 'Ulumiddin.
Pada tahap ini, beliau lebih cenderung pada ilmu fiqih, sehingga beliau dikenal sebagai ahli usul fiqih, ahli fiqih dan mewariskan kitab ushul fiqih berjudul Al-Mustashfa.
Berikutnya fase kedua, sewaktu falsafah Yunani dan Romawi a la Platonisme, Hellenisme, Emanasi, Scholastik, Dialektik dan Rasionalisme sedang viral.
Dalam waktu yang sama, di kalangan umat Islam sedang berkembang ilmu kalam dan para mutakallimin melahirkan firqah-firqah, diantaranya Mu'tazilah, Asy'ariyah, dan sebagainya.
Imam Ghazali pun merespon perkembangan filsafat atau pemikiran tersebut dengan menulis buku sangat terkenal Tahafutul Falasifah dan al-Munqidz minadh Dholal. Dalam bidang teologi, beliau menulis kitab Al-Iqtishad fil I'tiqad dan Qowa'idul 'Aqaid.
Imam Ghazali terus berselancar di lautan ilmu, sehingga sempat mengalami "keguncangan pemikiran", sehingga beliau bermuara ke fase ketiga.
Pada fase ini, Imam Ghazali menceburkan diri di telaga ilmu tasawuf, walaupun beliau tidak melibatkan diri dalam thariqah hulul, ittihad, wahdatul wujud dan thariqah tasawuf lainnya.
Perjalan ruhani beliau pada fase ini melahirkan kitab Anwar, ad-Durratul Fikriyah dan Mizanul 'Amal. Terakhir beliau menulis kitab Minhajul 'Abidin.
* * *
Kembali kepada kutipan dalam kitab Minhajul 'Abidin itu, bahwa ibadah harus berdasarkan ilmu, maka Maqwa Islamic Boarding School (IBS) atau Pesantren Maqwa Krui menggelar acara PESANTREN RAMADHAN MAQWA dalam rangka membekali generasi muda dengan ilmu dan membiasakan beribadah.
PESANTREN RAMADHAN MAQWA bertemakan "Mencetak Generasi Cinta Ilmu dan Gemar Ibadah" ini akan dilaksanakan pada tanggal 8-14 April 2023 di Gedung Al-Anbiya Maqwa IBS.
Oleh sebab itu, siapa saja yang memiliki putra/putri, adik-kakak, keponakan, keluarga, dan tetangga ingin menjadi ahli ilmu dan ahli ibadah, maka PESANTREN RAMADHAN MAQWA adalah solusinya.
Yuk, segera daftar! Peserta terbatas!
Alamat Panitia:
Jl. Fatmawati Soekarno Putri No.526 Pemangku Lioh Buntor Pekon Seray Kec. Pesisir Tengah Kab. Pesisir Barat - Lampung.
Nomor kontak pendaftaran:
+62 822-6946-4150
+62 822-8276-7979