Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Publikasi Kegiatan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi NTT

16/08/2026

Gubernur NTT Melki Laka Lena terus bergerak memastikan penanganan dampak gempa bumi di Flores berjalan cepat dan maksimal.

Hari ini, Minggu (16/8/2026), Gubernur Melki bertolak ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, untuk mengikuti Rapat Kerja Koordinasi Penanganan Dampak Gempa Bumi Wilayah Flores bersama Menko PMK, Menteri Dalam Negeri, Wakil Menteri Sosial, Menteri Pekerjaan Umum, dan Kepala BNPB.

Koordinasi erat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi langkah penting untuk mempercepat evakuasi, penyediaan hunian sementara, pemulihan fasilitas publik, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Di tengah duka dan cobaan, negara hadir. Pemerintah hadir. TNI-Polri, relawan, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat bergerak bersama.
Flores tidak sendiri. Kita bangkit bersama.

Pameran Pembangunan NTT 2026 Jadi Ruang Solidaritas, Masyarakat Diajak Peduli Gempa FloresKupang, 15 Agustus 2026Pemerin...
15/08/2026

Pameran Pembangunan NTT 2026 Jadi Ruang Solidaritas, Masyarakat Diajak Peduli Gempa Flores

Kupang, 15 Agustus 2026

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadikan Pameran Pembangunan Tahun 2026 sebagai ruang solidaritas dan gotong royong untuk membantu masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Pulau Flores.

Hal tersebut disampaikan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena saat membuka Pameran Pembangunan NTT Tahun 2026 dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Area Pameran Harper Kupang, Sabtu (15/8/2026) malam.

Gubernur mengatakan, tema “Peduli Bencana Gempa Flores” diangkat secara khusus sebagai bentuk kepedulian seluruh masyarakat NTT terhadap saudara-saudara di Flores yang sedang menghadapi musibah.

“Tema ini kami ambil untuk jadi tema pameran pembangunan ini, untuk menunjukkan kepedulian kita atas bencana gempa di Flores. Tadi bersama jajaran Forkopimda, kami ke Maumere, melihat langsung dan besok rencananya kami akan ke Ruteng, Ende dan Soa, untuk pastikan penanganan gempa Flores kita lakukan bersama-sama,” ujar Gubernur Melki.

Melalui gerakan “Peduli Bencana Gempa Flores”, berbagai bentuk dukungan akan dihimpun selama pelaksanaan Pameran Pembangunan, mulai 15 hingga 24 Agustus 2026, untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana gempa di wilayah Flores.

Terkait dengan penanganan gempa Flores ini, Pemerintah Provinsi NTT menurut Gubernur Melki Laka Lena, terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, BPBD, TNI-Polri, Basarnas, BMKG, BNPB, serta berbagai unsur terkait untuk memastikan penanganan tanggap darurat berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Gubernur bersama Pimpinan DPRD Provinsi NTT dan jajaran Forkopimda Provinsi NTT juga telah turun langsung ke sejumlah lokasi terdampak untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan penanganan di lapangan.

_*Masyarakat Terdampak Dipastikan Mendapat Kebutuhan Dasar*_

Dalam situasi tanggap darurat, Pemerintah Provinsi NTT juga mengambil langkah untuk memastikan masyarakat terdampak tetap memperoleh kebutuhan dasar.

Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan bahwa masyarakat terdampak yang membutuhkan makanan, minuman, pakaian, selimut, dan kebutuhan mendesak lainnya dapat berkoordinasi dengan toko atau kios terdekat untuk memperoleh bantuan terlebih dahulu.

“Sejak pagi tadi kami sudah putuskan, untuk seluruh masyarakat terdampak bencana di Pulau Flores yang butuh makanan, pakaian, selimut, silakan koordinasi dengan toko atau kios terdekat untuk dibantu. Pembayarannya nanti dari pemerintah," ujarnya.

Kebijakan tersebut merupakan bentuk respons cepat pemerintah agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi tanpa harus menunggu seluruh bantuan tiba dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

_*Dari Arena Pameran Pembangunan, Masyarakat Berbagi untuk Flores*_

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan, Pameran Pembangunan yang diikuti lebih dari 613 UMKM dan 115 stand instansi pemerintah, BUMN dan BUMD ini bukan hanya menjadi ruang untuk menampilkan capaian pembangunan daerah, tetapi juga momentum untuk memperlihatkan kepedulian dan solidaritas masyarakat NTT.

“Khusus malam hari ini, dalam Pameran Pembangunan ini, kita ingin buktikan dari area pameran ini tetap lahir semangat gotong royong untuk bantu saudara kita di Flores. Kita tunjukkan bahwa Flores adalah bagian dari kita yang ada di Timor, Sumba dan semua daerah di NTT ini," tegasnya.

Menurutnya, pameran pembangunan merupakan gambaran perjalanan pembangunan NTT. Di dalamnya masyarakat dapat melihat kontribusi pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, UMKM, generasi muda, serta berbagai elemen masyarakat dalam membangun daerah.

Namun, tahun ini ruang tersebut sekaligus dimaknai sebagai ruang solidaritas bagi masyarakat Flores.

Melki Laka Lena juga mengajak seluruh perangkat daerah, dunia usaha, pelaku UMKM, komunitas, organisasi kemasyarakatan, lembaga keagamaan, dunia pendidikan, serta seluruh masyarakat NTT untuk mengambil bagian dalam gerakan kemanusiaan tersebut sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Selama pelaksanaan pameran, bantuan dan donasi yang terkumpul akan dihimpun dan diumumkan secara berkala setiap hari, sebelum selanjutnya disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui mekanisme penanganan yang terkoordinasi.

Gubernur Melki berharap semangat solidaritas tersebut dapat menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga tentang kepedulian terhadap sesama.

Dengan demikian, Pameran Pembangunan Tahun 2026 tidak hanya menjadi etalase pembangunan, tetapi juga menjadi etalase kepedulian, solidaritas, dan semangat gotong royong masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Ketua DPRD Provinsi NTT Emelia J. Nomleni, jajaran Forkopimda Provinsi NTT, Pimpinan Perangkat Daerah, Pimpinan Instansi Vertikal, jajaran ASN lingkup Pemprov NTT, BUMN, BUMD, pelaku UMKM, serta insan pers.




Penulis: Baldus Sae
Foto: Dio Ceunfin
Video: Ricky Nengga

Wagub Johni Asadoma: Persiapan Sejak Dini, Bekal Generasi Muda NTT Meraih Masa DepanKupang, 15 Agustus 2026"Ketekunan da...
15/08/2026

Wagub Johni Asadoma: Persiapan Sejak Dini, Bekal Generasi Muda NTT Meraih Masa Depan

Kupang, 15 Agustus 2026

"Ketekunan dan persiapan yang matang sejak dini menjadi kunci utama bagi generasi muda NTT untuk meraih impiannya."

Hal tersebut ditegaskannya dalam acara pembukaan pendaftaran baru GoNusa Institute Batch 1–5 bertema "Gonustart: Lebih Siap, Lebih Yakin" yang berlangsung di Kawasan Ruko Transmart Kupang, Sabtu (15/8/2026) sore.

Acara yang diikuti oleh para siswa-siswi Batch 1–5 GoNusa Insititute tersebut turut dihadiri oleh para Kepala Sekolah dan Guru BK SMA/SMK se-Kota Kupang, Ketua Yayasan GoNusa, Dean Asadoma, para tutor, serta jajaran pengurus GoNusa Institute.

Dalam sharing session, Wakil Gubernur Johni menggarisbawahi pentingnya proses belajar yang tekun dan pantang menyerah bagi anak-anak NTT.

"Keberhasilan tidak pernah datang secara instan. Semua membutuhkan proses, ketekunan, dan persiapan yang matang jauh-jauh hari. Anak-anak NTT harus membuktikan bahwa dengan ketekunan, kita mampu bersaing dan sukses,"tegasnya.

Selain mengaskan kunci sukses melalui tekad dan motivasi diri yang kuat. Menurutnya, Kedisiplinan belajar, menjaga pola hidup sehat, kerendahan hati, serta senantiasa berdoa. Serta menghormati orang tua dan menjauhi hal-hal yang dapat mengganggu konsentrasi meraih cita-cita.

"Waktu belajar di GoNusa ini manfaatkan dengan baik dan maksimal, konsentrasi dan fokus, buanglah hal yang menggangu, arahkan pandangan pada cita-cita kita, jika sudah sukses semua akan kita nikmati. Semoga yang ada disini bisa mencapai cita-cita yang diimpikan," tutup Wagub Johni.

Sementara pendiri GoNusa Institute, El Asamau, menyampaikan bahwa pembentukan lembaga bimbingan belajar ini bertujuan untuk meningkatkan potensi putera-puteri asal NTT khususnya dalam mempersiapkan diri mengikuti lembaga bimbingan belajar dan pelatihan persiapan seleksi CPNS, Sekolah Kedinasan, serta TNI/Polri.

"Ke depan, tim GoNusa Institute akan melakukan sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah di wilayah Kupang dan sekitarnya guna menjaring anak-anak berpotensi serta membuka peluang lebih besar bagi pelajar daerah untuk bersaing secara nasional," ungkapnya.

Salah seorang Siswa GoNusa Insitute membagikan pengalamannya mengenai pentingnya pendampingan belajar yang terstruktur. Ia mengatakan, setelah sebelumnya gagal dalam tes kedinasan akibat hanya mengandalkan belajar mandiri, ia menyadari perlunya bimbingan yang tepat yang dipilihnya melalui GoNusa Intitute.

"Do your best and God do the rest," ujarnya.




Penulis: Fara Therik
Foto: Nuel Here Wele
Video: Dian Lesik

Gubernur Melki Perkuat Koordinasi Pemerintah Pusat untuk Percepatan Penanganan Gempa FloresMaumere, 15 Agustus 2026Guber...
15/08/2026

Gubernur Melki Perkuat Koordinasi Pemerintah Pusat untuk Percepatan Penanganan Gempa Flores

Maumere, 15 Agustus 2026

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Pusat dalam rangka mempercepat penanganan darurat bencana gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Flores.

Koordinasi tersebut dilakukan melalui Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi Provinsi NTT yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno via Zoom, Sabtu (15/8/2026) sore.

Rapat koordinasi melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Sosial, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, BNPB, Basarnas, BMKG, TNI-Polri, Pangdam Udayana, Polda NTT, Korem 161/Wira Sakti, serta para kepala daerah kabupaten/kota di NTT.

Dalam rapat tersebut, Gubernur Melki Laka Lena melaporkan perkembangan terkini kondisi di wilayah terdampak, termasuk jumlah korban, kerusakan infrastruktur, serta langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi NTT bersama pemerintah kabupaten dan unsur TNI-Polri.

Berdasarkan data sementara hingga saat peninjauan, jumlah korban meninggal dunia mencapai 33 orang, masing-masing 3 orang di Kabupaten Sikka, 1 orang di Nagekeo, 14 orang di Manggarai, 14 orang di Manggarai Timur, dan 1 orang di Manggarai Barat. Sementara itu, sebanyak 23 orang dilaporkan mengalami luka-luka, terdiri atas 6 orang di Sikka, 13 orang di Ende, dan 4 orang di Manggarai.

Gubernur Melki Lala Lena menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui seiring dengan berlangsungnya proses pencarian, evakuasi, serta pendataan oleh tim di lapangan. Selain korban jiwa dan luka-luka, gempa juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas dan infrastruktur di beberapa wilayah Flores.

_*Koordinasi Lintas Daerah Terus Diperkuat*_

Gubernur Melki mengatakan, sejak gempa terjadi, Pemerintah Provinsi NTT terus membangun komunikasi dengan para bupati, wakil bupati, dan jajaran pemerintah daerah di seluruh daratan Flores.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan perkembangan situasi di masing-masing daerah, mempercepat pendataan dampak bencana, serta memastikan penanganan awal terhadap masyarakat terdampak dapat dilakukan dengan cepat.

“Sejak pagi tadi, kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, para bupati, wakil bupati dan berbagai jajaran yang ada di Flores. Kami cek berbagai kondisi yang terjadi dan juga para bupati dan wakil bupati se-daratan Flores juga terus memimpin penanganan kejadian gempa Flores ini yang kerusakannya kita lihat cukup serius,” kata Gubernur Melki.

Dalam penanganan masa darurat ini, Gubernur Melki menegaskan bahwa selain proses pencarian dan evakuasi korban, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang mengungsi harus menjadi prioritas.

Pemerintah juga memastikan kebutuhan tempat tinggal sementara, seperti tenda dan selimut, menjadi bagian dari penanganan darurat bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan atau tidak dapat ditempati.

Untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat terdampak, Pemerintah Provinsi NTT juga mengambil langkah sementara dengan mengajak toko-toko makanan dan minuman di seluruh daratan Flores untuk turut membantu menyediakan kebutuhan pangan bagi para korban.

Gubernur meminta para pelaku usaha tidak perlu ragu memberikan bantuan terlebih dahulu dalam situasi darurat, terutama untuk memastikan tidak ada masyarakat terdampak yang kekurangan makanan dan minuman.

Kebutuhan tersebut nantinya akan dilakukan perhitungan dan pembiayaan bersama oleh pemerintah kabupaten, Pemerintah Provinsi NTT, serta melalui dukungan Pemerintah Pusat.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya gotong royong seluruh unsur di daerah untuk memastikan kebutuhan mendesak masyarakat dapat terpenuhi tanpa harus menunggu seluruh bantuan dari pemerintah pusat tiba.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Provinsi NTT menyampaikan kondisi terkini di lapangan sekaligus kebutuhan dukungan untuk mempercepat penanganan bencana.

Gubernur Melki menegaskan bahwa seluruh langkah penanganan diarahkan untuk memastikan keselamatan masyarakat, mempercepat evakuasi dan pencarian korban, memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, serta memulihkan akses dan layanan dasar yang terdampak.




Penulis: Baldus Sae

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma, menerima audiensi Anggota DPD RI sekaligus legenda tinju profesi...
15/08/2026

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma, menerima audiensi Anggota DPD RI sekaligus legenda tinju profesional Indonesia, Daud Yordan, bertempat di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Sabtu (15/8/2026) siang.

Pertemuan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus bertukar gagasan mengenai berbagai potensi dan peluang pengembangan olahraga di NTT, khususnya dalam melahirkan dan membina talenta-talenta muda berprestasi.

Sebagai daerah yang memiliki banyak potensi atlet, NTT membutuhkan kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem olahraga yang semakin maju, profesional, dan berkelanjutan.

Wakil Gubernur Johni Asadoma menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen Daud Yordan dalam mendukung kemajuan olahraga Indonesia, termasuk bagi generasi muda NTT.

Dari NTT untuk Indonesia. Dari talenta muda, lahir prestasi dan kebanggaan bangsa




Penulis : Charles Gunawan
Foto : Windy Lena - Ben Jusuf

Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma Kukuhkan 43 Anggota Paskibraka Tingkat Provinsi NTT dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan ...
15/08/2026

Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma Kukuhkan 43 Anggota Paskibraka Tingkat Provinsi NTT dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia

Kupang, 15 Agustus 2026

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma mengukuhkan 43 orang Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Provinsi NTT dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Upacara pengukuhan yang dilaksanakan di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT pada Sabtu (15/8/2026) sore tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTT, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov NTT, para pembina dan pelatih Paskibraka, serta para anggota Paskibraka.

Acara diawali dengan persiapan pasukan dan memasuki tempat upacara, dilanjutkan dengan penghormatan pasukan kepada Pembina Upacara.

Selanjutnya, Pemimpin Upacara menyampaikan laporan kepada Wakil Gubernur NTT selaku Pembina Upacara bahwa upacara pengukuhan anggota Paskibraka Provinsi NTT siap dilaksanakan.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’ dan ‘Mengheningkan Cipta’.

Selanjutnya pembacaan ikrar Putra Indonesia yang diikuti oleh seluruh anggota Paskibraka. Dalam prosesi tersebut, para anggota Paskibraka menyatakan kesiapan untuk mengemban tugas sebagai pasukan pengibar Bendera Merah Putih pada rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi NTT.

Setelah pembacaan ikrar, dilakukan prosesi inti berupa pengukuhan anggota Paskibraka Provinsi NTT Tahun 2026 oleh Wakil Gubernur NTT. Setelah itu penyematan lencana dan pemasangan Kendit kepada perwakilan Paskibraka oleh Pembina Upacara.

Mengawali sambutannya, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma terlebih dahulu mengajak seluruh anggota Paskibraka serta hadirin yang hadir untuk sejenak menundukkan kepala dan berdoa bagi masyarakat yang menjadi korban bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Pulau Flores, NTT. Hal tersebut sebagai bentuk kepedulian dan rasa duka atas musibah yang terjadi di tengah rangkaian persiapan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

“Sebelum saya menyampaikan sambutan, marilah kita sejenak menundukkan kepala untuk mendoakan saudara-saudara kita di Pulau Flores yang sedang mengalami musibah akibat gempa bumi. Semoga mereka yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, sementara keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Musibah ini adalah musibah kita bersama sesama saudara. Rasa sakit yang dialami saudara-saudari kita di Flores adalah luka kita bersama. Karena itu, dalam situasi seperti ini, sudah sepatutnya kita rapatkan barisan, mengulurkan tangan, memberikan bantuan, dan bersama-sama mendoakan keselamatan serta kekuatan bagi seluruh masyarakat yang terdampak,” ucap Wagub Johni Asadoma.

Selanjutnya Wakil Gubernur Johni Asadoma menyampaikan apresiasi dan kebanggaan kepada para putra-putri terbaik NTT yang mendapat kepercayaan untuk menjalankan tugas sebagai anggota Paskibraka pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ia berpesan agar para anggota Paskibraka senantiasa menjaga kedisiplinan, kekompakan, integritas, serta semangat nasionalisme dalam menjalankan tugas.

“Menjadi Paskibraka adalah sebuah kebanggaan. Namun lebih dari itu, menjadi Paskibraka adalah tanggung jawab, keteladanan, kedisiplinan dan pengabdian. Kalian adalah putra-putri terbaik yang dipilih untuk membawa Merah Putih. Karena itu, mulai hari ini, saya ingin saudara-saudari menyadari bahwa setiap langkah, sikap, perkataan dan tindakan kalian akan menjadi cerminan generasi muda Nusa Tenggara Timur,” ujar Wakil Gubernur NTT.

Menurutnya, nilai-nilai yang diperoleh selama menjalani proses pembinaan dan pelatihan hendaknya tidak berhenti pada pelaksanaan upacara, tetapi menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari dan dalam membangun masa depan NTT.

“Sang Merah Putih yang akan kalian kibarkan bukan sekadar selembar kain, Merah Putih adalah simbol perjuangan, pengorbanan dan persatuan bangsa Indonesia. Di balik warna merah dan putih terdapat sejarah panjang perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Karena itu, tugas kalian bukan hanya mengibarkan bendera secara sempurna, tugas kalian adalah menghidupkan nilai-nilai kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari. Kemerdekaan harus kita isi dengan kerja keras, disiplin, integritas, persatuan, toleransi dan kepedulian terhadap sesama,” pesannya.

Wakil Gubernur berharap seluruh anggota Paskibraka dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan memberikan penampilan terbaik pada pelaksanaan upacara.

“Laksanakan tugas dengan penuh semangat, percaya diri, dan penuh tanggung jawab. Jaga nama baik diri sendiri, jaga nama baik keluarga, jaga nama baik sekolah dan daerah, dan yang paling penting, jaga kehormatan Merah Putih. Tunjukkan bahwa generasi muda NTT mampu memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” pesan Wagub Johni.

Mengakhiri sambutannya, tidak lupa Wagub Johni Asadoma juga menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para orang tua, pembina, pelatih, pendamping dan seluruh pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan Paskibraka Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2026.

“Karena dibalik keberhasilan setiap anggota Paskibraka, ada doa, dukungan, pengorbanan dan kasih sayang dari orang tua juga para pembina, pelatih, pendamping. Terima kasih telah mendidik dan membentuk anak-anak menjadi generasi yang disiplin, tangguh dan memiliki rasa cinta tanah air.” Pungkasnya.

Usai dikukuhkan secara resmi oleh Wakil Gubernur NTT sebagai anggota Paskibraka tingkat Provinsi NTT, para anggota Paskibraka menyatakan siap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Salah seorang anggota Paskibraka, Putri Wulan, mengaku merasa bangga sekaligus terharu setelah mengikuti prosesi pengukuhan.

“Ini kebanggaan bagi kami. Dan secara pribadi saya merasa sangat bersyukur bisa sampai di tahap ini. Pengukuhan ini menjadi motivasi bagi saya untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab,” ujar Putri.

Sementara itu Benediktus Ronaldo yang juga anggota paskibraka mengatakan, proses menjadi anggota Paskibraka bukanlah hal yang mudah. Berbagai latihan dan pembinaan telah dijalani, mulai dari kedisiplinan, ketahanan fisik, wawasan nusantara, hingga kekompakan bersama anggota lainnya.

“Selama proses latihan banyak pengalaman dan tantangan yang kami hadapi. Tetapi dari situ kami belajar tentang disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan bagaimana memberikan yang terbaik untuk daerah dan bangsa. Dan kami siap melaksanakan tugas. Kami juga mohon doa dan dukungan dari masyarakat agar kami dapat menjalankan amanah ini dengan baik dan lancar,” tuturnya.

Dengan dikukuhkannya Paskibraka Tingkat Provinsi NTT tahun 2026, seluruh rangkaian persiapan menuju peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di tingkat Provinsi NTT memasuki tahap akhir. Para anggota Paskibraka selanjutnya siap menjalankan tugas pada upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia serta upacara penurunan Sang Merah Putih pada 17 Agustus 2026 tingkat Provinsi NTT.




Penulis: Alexander L. Raditia
Foto: Dio - Grace
Video: Ady Hau – Tiwi

Tiba di Maumere, Gubernur Melki Laka Lena Pastikan Penanganan Gempa Flores Berjalan MaksimalMaumere, 15 Agustus 2026Gube...
15/08/2026

Tiba di Maumere, Gubernur Melki Laka Lena Pastikan Penanganan Gempa Flores Berjalan Maksimal

Maumere, 15 Agustus 2026

Gubernur Melki Laka Lena bersama jajaran Forkopimda Provinsi NTT tiba di Maumere, Kabupaten Sikka, Sabtu (15/8/2026) siang, untuk memastikan secara langsung penanganan pascagempa bumi yang melanda wilayah Flores.

Setibanya di Maumere, Gubernur bersama Kapolda NTT, Danrem 161/Wira Sakti, Dankodaeral VII kupang, Pimpinan DPRD NTT, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Sikka langsung melakukan pemantauan di sejumlah lokasi terdampak gempa.

“Hari ini kami dari Forkopimda Provinsi NTT, saat ini memantau penanganan bencana gempa Flores,” ujar Gubernur Melki.

Gubernur mengatakan, koordinasi penanganan dilakukan secara intensif melalui seluruh jajaran pemerintahan, TNI dan Polri hingga ke tingkat kabupaten.

“Kami terus memantau bagaimana laporan terkait dengan korban, baik itu korban jiwa, korban luka-luka, dan juga kerusakan yang terjadi. Dan kami terus meng-update perkembangan,” katanya.

_*Update sementara, 33 Orang Meninggal Dunia, 23 Orang Luka-Luka*_

Berdasarkan data sementara hingga saat peninjauan, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa mencapai 33 orang, masing-masing 3 orang di Kabupaten Sikka, 1 orang di Nagekeo, 14 orang di Manggarai, 14 orang di Manggarai Timur, dan 1 orang di Manggarai Barat.

Sementara itu, sebanyak 23 orang dilaporkan mengalami luka-luka, terdiri dari 6 orang di Sikka, 13 orang di Ende, dan 4 orang di Manggarai.

Ia menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui seiring dengan proses pencarian, evakuasi, serta pendataan yang dilakukan tim di lapangan.

Selain korban jiwa dan luka-luka, gempa juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas dan infrastruktur di beberapa wilayah Flores.

Di Kabupaten Sikka, salah satu lokasi yang mengalami kerusakan adalah Terminal Pelabuhan Lorens Say Maumere. Kerusakan juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Ende.

Sejumlah ruas jalan yang terdampak longsoran akibat gempa juga mulai ditangani oleh pemerintah melalui Kementerian PUPR, Dinas PUPR Provinsi NTT, serta Dinas PUPR kabupaten di wilayah Flores.

Pemulihan jaringan listrik dan telekomunikasi juga terus dilakukan. Sejumlah wilayah yang sebelumnya mengalami gangguan listrik mulai kembali mendapatkan pasokan listrik, sementara jaringan telekomunikasi juga secara bertahap dipulihkan.

Gubernur memastikan seluruh sumber daya pemerintah dan unsur Forkopimda akan dikerahkan untuk mempercepat pemulihan layanan dasar masyarakat.

_*Kebutuhan Pengungsi Menjadi Prioritas*_

Gubernur menegaskan, selain melakukan pencarian dan evakuasi korban, kebutuhan dasar masyarakat yang mengungsi menjadi perhatian utama pemerintah.

“Sekarang ini adalah bagaimana tim SAR itu mereka bisa membantu penanganan korban yang masih terjebak di bangunan. Kemudian memastikan bahwa makan minum dari seluruh korban yang hari ini mereka mengungsi karena memang rumahnya tidak bisa dipakai, itu harus bisa makan minum dengan baik," ujarnya.

Kebutuhan tempat tinggal sementara, terutama tenda dan selimut, juga akan dipastikan tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan. Melki Laka Lena bahkan meminta seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana untuk tidak menunggu bantuan datang apabila kebutuhan mendesak sudah tersedia di daerah.

_*Status Bencana Terus Dikoordinasikan dengan Pemerintah Pusat*_

Terkait kemungkinan penetapan status bencana nasional, Gubernur mengatakan Pemerintah Provinsi NTT akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

“Sekali lagi kami tentu akan membahas itu dengan pemerintah pusat. Karena penentuan bencana nasional itu ada di pemerintah pusat. Tapi sekali lagi data ini akan kami gambarkan apa adanya, nanti biarkan status itu biarkan pemerintah pusat yang memutuskan," tambahnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi NTT telah memproses penetapan status bencana provinsi. Sedangkan untuk status bencana nasional, keputusan sepenuhnya berada pada kewenangan pemerintah pusat.

“Kalau usulkan pasti kami bisa usulkan. Tapi sekali lagi kewenangan kami untuk ini menjadi bencana provinsi sudah kami proses, jadi ini sekarang diproses untuk menjadi bencana provinsi," ujarnya.

Gubernur Melki Laka Lena juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat dijadwalkan mengirimkan jajaran terkait untuk melihat langsung kondisi di NTT dan mendukung penanganan bencana.

Kehadiran langsung Gubernur bersama Forkopimda di wilayah terdampak merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh proses penanganan berjalan cepat, terpadu, dan tepat sasaran, sekaligus memastikan masyarakat di Flores mendapatkan dukungan penuh selama masa tanggap darurat.


15/08/2026

Pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2026

Di balik kehormatan untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kita diajak untuk sejenak menundukkan kepala dan berdoa bersama bagi saudara-saudari kita di NTT yang saat ini sedang mengalami kesulitan/duka. Semoga situasi dapat segera pulih, kembali normal, dan semua dapat beraktivitas seperti biasa.

Menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab, keteladanan, kedisiplinan, dan bentuk pengabdian. Setiap langkah, sikap, perkataan, dan tindakan kalian adalah cerminan dari generasi muda Nusa Tenggara Timur.

Selamat bertugas kepada seluruh anggota Paskibraka Provinsi NTT 2026! Pegang teguh kehormatan dan jalankan tugas negara ini dengan penuh dedikasi.

15/08/2026

Pemerintah Provinsi NTT bergerak cepat merespons bencana gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur. Arahan langsung dari Bapak Menko PMK dan instruksi Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penanganan darurat yang konkret dan tepat sasaran.

Poin-poin Penanganan Utama:
1. Respon Cepat: Apresiasi untuk Pemda, TNI, dan Polri yang bergerak cepat di lapangan.
2. Pemenuhan Kebutuhan Dasar: Mendorong pembukaan akses toko/kios bahan makanan & minuman serta penyiapan selimut/tenda untuk warga dan pasien rumah sakit yang mengungsi di luar area bangsal.
3. Dermaga Lorens Say: Menjadi fokus perhatian dan komitmen Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk penanganan serta pemulihan.
4. Dukungan Pusat: Bantuan darurat hingga tahap rehabilitasi & rekonstruksi dipastikan berjalan secara bersinergi dengan Pemprov & Pemkab.
Mari kita bersama mendoakan keselamatan serta kesembuhan bagi saudara-saudara kita di Flores, NTT.

15/08/2026

Gubernur bersama Kapolda NTT, Danrem 161/Wira Sakti, Dankodaeral VII Kupang, pimpinan DPRD NTT dan jajaran Pemerintah Kabupaten Sikka langsung turun memantau sejumlah lokasi terdampak.
“Kami terus memantau bagaimana laporan terkait dengan korban, baik itu korban jiwa, korban luka-luka, dan juga kerusakan yang terjadi. Dan kami terus meng-update perkembangan.”

UPDATE SEMENTARA
Hingga saat peninjauan:
1. 33 orang meninggal dunia
2. 23 orang mengalami luka-luka

Korban meninggal dunia:
• Sikka: 3 orang
• Nagekeo: 1 orang
• Manggarai: 14 orang
• Manggarai Timur: 14 orang
• Manggarai Barat: 1 orang
Korban luka-luka:
• Sikka: 6 orang
• Ende: 13 orang
• Manggarai: 4 orang

Data masih terus diperbarui seiring proses pencarian, evakuasi dan pendataan tim di lapangan.
Gempa juga berdampak pada sejumlah fasilitas dan infrastruktur. Kerusakan dilaporkan terjadi di Terminal Pelabuhan Lorens Say Maumere, sejumlah wilayah di Ende, serta beberapa ruas jalan yang terdampak longsor.

Pemerintah bersama Kementerian PUPR, Dinas PUPR Provinsi NTT dan pemerintah kabupaten terus melakukan penanganan. Pemulihan listrik dan jaringan telekomunikasi juga dilakukan secara bertahap.
KEBUTUHAN PENGUNGSI MENJADI PRIORITAS.

Gubernur Melki menegaskan bahwa selain pencarian dan evakuasi korban, pemerintah memastikan masyarakat yang mengungsi mendapatkan kebutuhan dasar berupa ,Makanan, Minuman, Tenda, Selimut, dan Tempat tinggal sementara. Gubernur juga meminta seluruh unsur penanganan tidak menunggu bantuan datang apabila kebutuhan mendesak sudah tersedia di daerah.

“Yang penting sekarang adalah bagaimana masyarakat yang mengungsi karena rumahnya tidak bisa digunakan tetap bisa makan dan minum dengan baik.”

Address

Jalan El Tari No. 52, Oebobo, Kec. Kota Raja
Kupang
85111

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share