18/08/2021
TUHAN MEMBENCI
KEJAHATAN KEMANUSIAAN
=========================
Tinjauan Historis dan Tekstual
untuk Amos 1:3-15 dan pasal 2
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Kejahatan pada kemanusiaan merupakan topik yang sangat mencolok dan disoroti dalam kitab Amos.
Amos adalah nabi untuk bangsa Israel, tetapi ia mulai pemberitaannya dengan sebuah pengumuman bahwa penghakiman akan jatuh atas bangsa-bangsa sekitar. Dengan cara ini ia dapat menunjukkan bahwa karena bangsa-bangsa lain akan dihukum, maka Israel tidak dapat berharap untuk lolos. Sebab Israel memiliki kebenaran sebagaimana dikhotbahkan oleh nabi-nabi Tuhan, maka Israel lebih dipersalahkan daripada bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki kebenaran ini.
Catatan kitab Amos mengungkapkan bahwa ada kuasa dan pemerintahan yang lebih tinggi, yang kekuatan dan kekuasaannya tidak dapat dilampaui oleh pemerintahan negara super power sekalipun. Bahkan, bangsa-bangsa di seluruh dunia harus mempertanggungjawabkan segala perbuatan mereka, dan tunduk pada kuasa dan pemerintahan Allah. Hal itu telah Allah tetapkan (Amos 1:3,6,9,11,13; Amos 2:1).
"Karena tiga perbuatan jahat Damsyik, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah mengirik Gilead dengan eretan pengirik dari besi" (Amos 1:3).
"Karena tiga perbuatan jahat Gaza, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah mengangkut ke dalam pembuangan suatu bangsa seluruhnya, untuk diserahkan kepada Edom," (Amos 1:6)
Orang-orang Damsyik merobek-robek tubuh-tubuh para korban dengan gigi alat-alat pengirik, yaitu eretan pengirik dari besi, alat yang dipakai untuk mengirik gandum di tempat pengirikan. Sedangkan Gaza, kota yang terletak di persimpangan rute-rute perdagangan, bersalah dalam hal perdagangan budak. Seluruh komunitas Israel yang mampu digapai oleh orang Filistin ini dijual ke Edom. Musuh-musuh bebuyutan Israel ini mendapat dikutuk, dan sejarah membenarkan nubuatan ini. Aram dan Damsyik dihanguskan oleh Asyur, raja mereka, Rezin, dibunuh dan dinasti Hazael dibinasakan. Demikian juga dengan kota-kota Filistin yang dibinasakan oleh kemaharajaan Assiria itu. Penghakiman bagi Filistin adalah terhadap orang-orang Filistin secara umum, tetapi kota Gaza ditonjolkan karena itu kota terpenting di antara lima kota Filistin (1 Samuel 6:17) dan kota yang paling bengis memperlakukan orang Israel.
Tuhan menggunakan kata-kata "tiga bahkan empat perbuatan jahat" untuk menunjukan bahwa Allah tidak bertindak semena-mena tetapi adil karena alasan yang benar.
Perhatikan ayat-ayat lainnya.
"Karena tiga perbuatan jahat Edom, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena ia mengejar saudaranya dengan pedang dan mengekang belas kasihannya, memendamkan amarahnya untuk selamanya dan menyimpan gemasnya untuk seterusnya," (Amos 1:11).
"Karena tiga perbuatan jahat bani Amon, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka membelah perut perempuan-perempuan hamil di Gilead dengan maksud meluaskan daerah mereka sendiri," (Amos 1:13)
Miris.
Mereka adalah bangsa-bangsa saudara Israel. Bahkan, ketika Israel menuju tanah Kanaan mereka dilarang untuk melintas dan berperang melawan bangsa-bangsa saudaranya ini. Tetapi, saudara-saudaranya ini justru bertindak keji pada Israel. Peristiwa ketika Bani Amon "membelah perut perempuan-perempuan hamil di Gilead" terjadi ketika mereka bersama-sama dengan Hazael, raja Damsyik (Amos 1:3, 4) menyerang Gilead (2 Raja-raja 8:12; 10:32, 33) sebagai negara sekutu Aram. Kejahatan bangsa-bangsa yang dibongkar Amos ini adalah kejahatan kategori dosa keganasan dan kekejaman seperti dehumanisasi (menghilangkan harkat manusia), serta membantai dan meniadakan keberadaan (genosida) suatu bangsa, suku, atau penganut kepercayaan lain dengan kekerasan (Amos 1:4,5,7,8,10,12,14,15; dan Amos 2:2,3), artinya, sebagian besar dosa yang terdaftar adalah pelanggaran HAM berat (Amos 1:6,9,11,13).
Tuhan melawan penggunaan kekerasan seperti itu. Bukan hanya kekerasan terhadap Israel saja, Tuhan juga mengutuk kekerasan antar bangsa non-Israel.
Perhatikan:
"Karena tiga perbuatan jahat Moab, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena ia telah membakar tulang-tulang raja Edom menjadi kapur," (Amos 2:1).
Jadi, bukan hanya kejahatan Moab pada Israel dan Yehuda tetapi kejahatan Moab kepada bangsa lain, Edom. Tidak cukup membunuh, raja Moab bahkan membakar tulang-tulang raja Edom. Peristiwa ini berhubungan dengan kejadian-kejadian yang dicatat dalam 2 Raja-Raja 3, ketika Mesa, raja Moab, untuk sementara waktu berhasil memberontak. Kejayaan Mesa ini juga diuraikan pada batu prasasti Moab yang ditulisi oleh Mesa. Berbagai sumber, baik terjemahan Alkitab dan sumber diluar Alkitab menyorot perlakuan Mesa pada raja Edom ini. Tulang-tulang raja Edom dibakar "menjadi kapur", dengan kata lain 'menjadi bubuk'. Untuk keterangan ini, Septuaginta memakai kata 'menjadi konia', konia adalah debu halus yang dipakai untuk menaburi tubuh seorang pegulat setelah ia diminyaki. Sedangkan, Vulgata menggunakan kata 'menjadi abu'. Adapun keterangan dari Targum menunjukkan bahwa raja Moab memakai bubuk itu untuk melepa rumahnya. Memperlakukan jenasah manusia lain tidak dengan hormat seperti itu sangat dibenci Tuhan.
Artinya, hukuman atas kejahatan kemanusiaan bersifat universal.
Firman Tuhan pada kedua pasal ini bukan hanya mengecam bangsa-bangsa seteru Israel tetapi pada seluruh bangsa dunia, termasuk Yehuda dan Israel, yang juga melakukan kejahatan pada kemanusiaan (pasal 2).
"Aku akan melepas api ke dalam Yehuda, sehingga puri Yerusalem dimakan habis." (Amos 2:5)
"Karena tiga perbuatan jahat Israel, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka menjual orang benar karena uang dan orang miskin karena sepasang kasut" (Amos 2:6)
Lihatlah, umat pilihan Tuhan-pun tidak akan luput dari hukuman, dan sejarah mencatat penggenapan nubuat ini.
Mengingat kebencian Allah pada kekejaman, maka penting sekali bagi umat Allah untuk selalu berusaha memperlakukan sesama dengan kebaikan, keadilan dan kasih. Beberapa hal penting dapat kita wujudkan apabila kita ingin bangkit dari keterpurukkan individu, keluarga, kelompok, atau dilingkup yang lebih besar, bangsa kita, yaitu:
1. Kembalikan semangat kasih persaudaraan;
2. Hapuslah segala bentuk dan sikap mengotak-kotakkan bangsa hanya karena doktrin atau SARA;
3. Seluruh komponen bangsa harus secara bersama memperjuangkan dan menghargai kehidupan (Santapan Harian, Kejahatan politik menghancurkan bangsa, 16 Juli 2003)
Firman Tuhan menjunjung tinggi sikap kasih persaudaraan dan rekonsiliasi secara universal, dan Dia akan menghukum dengan keras tindakan-tindakan bengis dan tidak berperikemanusiaan dan tanpa belas kasihan sama sekali (Roma 1:18-32). Allah khususnya membenci dosa penganiayaan terhadap sesama manusia. Bila kedapatan ada bangsa yang melakukan perbuatan jahat, Allah tidak akan kompromi. Siapa pun tidak akan mampu menghalangi kehendak- Nya (Santapan Harian, Kejahatan politik menghancurkan bangsa, 16 Juli 2003). Bahkan, Yehuda dan Israel pun tidak luput dari hukuman Tuhan yang dinubuatkan oleh Amos. Jangan kira asalkan itu bukan terhadap Israel, atau bahkan oleh Israel, maka hukuman Tuhan tidak akan menimpa sekalipun yang dilakukan adalah kejahatan kemanusiaan. Itu adalah persepsi yang sangat keliru dan tidak Alkitabiah.
Kitab Amos mencatatkan dengan baik sekali tentang penghakiman dan penghukuman yang bersifat universal. Artinya, Israel fisik maupun rohani, apakah umat pilihan Tuhan ataupun umat percaya, apakah pengikut Kristus atau pembenci Kristus, semuanya tidak akan luput dari hukuman Tuhan jika melakukan kejahatan kepada kemanusiaan.
__________________________________________
Disusun oleh Devy Ransun
Beberapa paragraf diadaptasi dari:
1. Full Life: Petunjuk Hidup Baru Berkelimpahan, untuk Amos 1 dan 2;
2. Santapan Harian, Kejahatan politik menghancurkan bangsa, 16 Juli 2003;
3. Wycliff (tafsiran Alkitab) untuk Amos 1:3, sub-perikop: Tuduhan atas Bangsa-bangsa Tetangga.
Referensi:
°°°°°°°°°°°°°
1. Alkipedia (Alkitab Elektronik dan Ensiklopedia) untuk Pendahuluan Kitab Amos, Amos 1, dan Amos 2;
2. Alkitab Yerusalem (catatan kaki) untuk Amos 1 dan 2;
3. Browning (kamus Alkitab), perikop: Kitab Amos, G*t, Gaza, Edom, Moab, Hazael, Damsyik, Aram, Amon;
4. Ensiklopedia Alkitab, perikop: Kitab Amos, G*t, Gaza, Edom, Moab, Hazael, Damsyik, Aram, Amon;
5. Haag (kamus Alkitab), perikop: Kitab Amos, G*t, Gaza, Edom, Moab, Hazael, Damsyik, Aram, Amon;
6. Wycliff (tafsiran Alkitab) untuk Amos 1 dan 2.
Saduran:
°°°°°°°°°°°
Santapan Harian, Kejahatan politik menghancurkan bangsa, 16 Juli 2003, untuk paragraf ketiga terakhir dan dua kalimat pertama pada paragraf terakhir.
Kutipan:
°°°°°°°°°°°
1. Amos 1:3;
2. Amos 1:6;
3. Amos 1:11;
4. Amos 1:13;
5. Amos 2:1;
6. Amos 2:5;
7. Amos 2:6.
Keterangan Gambar ada pada foto:
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Ini adalah artikel netral yang membahas kekerasan kemanusiaan berdasarkan catatan dan perspektif Alkitab khususnya pada kitab Amos. Konten artikel tidak mengarah pada topik politik manapun, jadi ilustrasi gambar yang digunakan adalah gambar-gambar kekerasan kemanusiaan yang general sebagai pengingat bahwa nubuat penghukuman atas kejahatan dan kekerasan kemanusiaan tetap relevan dimasa sekarang. Foto-foto ini adalah kumpulan foto yang menunjukan akibat dari kekerasaan pada kemanusiaan dari berbagai pelosok dunia dengan tujuan mengingatkan kita untuk menjujung tinggi kemanusiaan sesuai dengan perintah Tuhan.
Sumber Gambar:
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
1. Kompas.com, artikel: Human Rights Watch: Israel Lakukan Kejahatan Apartheid terhadap Warga Palestina;
2. BBC, artikel: Amnesty: Militer Myanmar lakukan 'kejahatan kemanusiaan' terhadap Rohingya;
3. Info Papua, artikel: More than 700 West Papuan People persecuted;
4. ABC News, artikel: Indonesian police apologise after video shows Papuan suspect terrorised with a live snake
https://www.google.com/amp/s/amp.abc.net.au/article/10798212
5. Akurat News, artikel: Inikah Awal ‘Ethnic Cleansing’ di Papua?
6. Human Rights Watch
https://www.hrw.org/report/2013/02/28/religions-name/abuses-against-religious-minorities-indonesia
7. Vatican News
https://www.vaticannews.va/en/world/news/2018-04/pakistan-attacks-christians-islamic-state-kill-catholics-.html
8. Smithsonian Magazine
https://www.smithsonianmag.com/travel/a-new-crisis-for-egypts-copts-102273675/
9. Each Other https://eachother.org.uk/why-the-holocaust-shows-us-we-need-to-fight-hate-with-human-rights/
10. New York Times, artikel: the Zionist Founders of the Human Rights Movement;
11. Time, artikel: The Human Rights Abuses in Yemen's "Forgotten War" https://time.com/4528393/yemen-saudi-arabia-strike-wedding/
12. Reliefweb.com, artikel: Yazidis Still Suffering Years After IS Genocide
13. New York Times, artikel: For a Yazidi Woman, Justice for ISIS Crimes Is Still Elusive.
Kompas.com - Berita Indonesia dan Dunia Terkini Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif, Bola