Forum Literasi Masyarakat Sulawesi Utara - Forlitmas Sulut

Forum Literasi Masyarakat Sulawesi Utara - Forlitmas Sulut FORLITMAS adalah pusat literasi masyarakat

12/04/2025
Menuju Sulawesi Utara yang unggul, mandiri, sejahtera dan di berkati Tuhan
20/02/2025

Menuju Sulawesi Utara yang unggul, mandiri, sejahtera dan di berkati Tuhan

URGENSI PERSATUAN NASIONAL MENYONGSONG INDONESIA EMAS 2045(Catatan Reflektif Perayaan Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia 20...
16/08/2023

URGENSI PERSATUAN NASIONAL MENYONGSONG INDONESIA EMAS 2045
(Catatan Reflektif Perayaan Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia 2023)

Oleh:
FORUM LITERASI MASYARAKAT INDONESIA - FORLITMAS INDONESIA
STUDI KAWASAN NUSA UTARA

Tahun ini, usia kemerdekaan bangsa ini menginjak 78 tahun. 22 tahun ke depan dari sekarang, Indonesia akan berusia 1 abad pasca proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Dalam proyeksi 22 tahun ke depan, kita kerap mendengar slogan dan jargon populer yang di sebut dengan "INDONESIA EMAS". Jargon dan slogan yang memompa optimisme bangsa ini akan harapan terjadinya sebuah "quantum leap", di mana Indonesia akan bangkit menjadi salah satu negara paling berpengaruh di kawasan Pasifik sekaligus secara global. Harapan futuristik ini meyakini bahwa Indonesia akan menjelma sebagai salah satu "raksasa ekonomi" di kawasan Pasifik dan secara global.

Secara sederhana, quantum leap adalah sebuah loncatan yang membuat manusia mencapai potensi optimalnya, bahkan loncatan tersebut sanggup melampaui batasan kelaziman (beyond the limit). Makna analogis inilah yang sering populer melalui slogan dan jargon optimistik yang beredar di berbagai narasi publik. Tentunya, harapan optimistik ini bukan tanpa dasar. Saat ini, tak bisa di pungkiri bahwa Indonesia memiliki modal strategis yang sangat potensial menciptakan "quantum leap". Modal strategis ini memiliki dua sisi mata uang yang saling antagonis. Sisi peluang, jika berhasil mengoptimalisasi modal strategis ini, maka masa depan bangsa menjelma menjadi "raksasa ekonomi". Sebaliknya, jika gagal mengolah modal strategis ini, maka masa depan indonesia terancam nyungsep karena menjadi "kurcaci ekonomi".

Melimpahnya potensi pangan dan energi Indonesia akan menjadi lumbung paling di cari oleh dunia global. Belum lagi, geoposisi Indonesia secara maritim adalah jalur perdagangan dunia yang strategis. Jalur dagang global yang strategis adalah terusan Suez, terusan Panama, Selat Gibraltar dan ALKI (Alur laut Kepulauan Indonesia). Dari empat jalur dagang dunia, salah satunya berada di Indonesia yang di sebut dengan ALKI. Di mana ALKI terdiri dari empat jalur yang di bagi dalam ALKI I, ALKI II, ALKI III dan ALKI IV. Posisi sentral ini di sebabkan karena Indonesia berada pada posisi silang yang di apit oleh benua Asia dan Benua Australia, dan di apit oleh samudera Pasifik dan Samudera Hindia.

Di perhadapkan dengan realitas konflik geopolitik global, dunia di paksa bergeser dari sistem uni-polar menjadi multi-polar. Sebelum kebangkitan ekonomi Tiongkok secara global, dominasi hegemoni Amerika memainkan peran sebagai negara adidaya bersama sekutu Barat dan Eropa lainnya. Kebangkitan Tiongkok yang mulai menggerus hegemoni Amerika, resistensi Rusia terhadap "proxy war" yang di lancarkan Amerika yang menunggangi Ukraina sebagai "proxy agent", di tambah lagi resesi ekonomi global pasca pandemi Covid 19 benar-benar memicu "disrupsi global". Dunia di paksa pada tatanan uni-polar menjadi multi-polar.

Dan, dalam kondisi konflik global di atas, Indonesia benar-benar menempati peran sentral yang sangat strategis di kawasan Pasifik. Dengan demikian, persatuan nasional dari setiap elemen elit dan akar rumput mutlak di bangun. Semua elemen pluralitas wajib di rekatkan melalui solidaritas nasional yang di hembusi spirit "Bhineka Tunggal Ika". Polarisasi identitas antara "kadrun" dan "cebong" harus di hentikan. Segregasi ini harus di rekonsiliasi sehingga melebur dalam satu entitas nasional yang di sebut, INDONESIA BERDAULAT dari Miangas sampai Rote dan dari Merauke sampai Sabang.

Indonesia tak bisa hanya sebatas nama sebuah bangsa dalam peta dunia. Tak bisa hanya di kenal sebatas salah satu negara yang menempati kawasan Pasifik. Indonesia harus menjelma sebagai "ekosistem kehidupan" yang membuat setiap warga negara bisa menghirup udara kemerdekaan penuh kelegaan. Slogan sakral "NKRI HARGA MATI" harus di resapi dan di bangun di atas prinsip konsensus kebangsaan yang egaliteristik. Artinya, setiap identitas suku, agama, ras dan antar golongan bisa duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi. Dengan demkian, perilaku diskriminatif karena perbedaan identitas adalah khianat paling biadab terhadap konsensus kebangsaan.

Kita berhadapan dengan arena tarung globalisasi yang tak beda dengan "Colloseum Romawi". Ganasnya persaingan globalisasi akan memicu evolusi dalam alam modernisasi. Mereka yang gagal memiliki "survival instict" siap tergilas oleh roda perubahan. Konstruksi kompetensi menjadi faktor mutlak dengan tetap memiliki identitas kearifan lokal yang original. Navigasi spiritual yang membuat kita mudah membaur dalam ruang sosial tak kalah penting di miliki.

Dan, cetak biru insan Indonesia di atas akan tercipta saat setiap anak bangsa di bakar oleh "nation dignity" yang penuh kehormatan. Kita menjadi bangsa yang "tumbuh" dan bukan menjadi bangsa yang "lumpuh". Karena "sense of belonging" terhadap bangsa ini mengakar kuat dalam pikiran, rasa dan karsa dari setiap anak bangsa. Rasa memiliki (sense of belonging) ini lahir karena Indonesia menjadi rumah sejuk bagi setiap warganya. Prinsip keunggulan, keadilan, kesetaraan dan kesejahteraan benar-benar membumi secara konsekuen di setiap jengkal Nusantara.

Mengucapkan,
DIRGAHAYU PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA - 78
17 Agustus 1945 - 17 Agustus 2023

Salam "Nayaka Bhadrika Dharma Nagara!"

Mereka yang terlalu banyak mempersalahkan diri, orang lain dan keadaan akan tetap terpenjara dalam gelapnya kebuntuan. S...
02/10/2021

Mereka yang terlalu banyak mempersalahkan diri, orang lain dan keadaan akan tetap terpenjara dalam gelapnya kebuntuan. Sebaliknya, mereka yang mau belajar mawas diri dengan legowo, menerima kritikan dengan pikiran positif dan tetap konsisten dengan visi meski di hantam keterpurukan akan menngubah gelapnya kebuntuan menjadi gemilangnya terobosan!




REFLEKSI TENTANG VISIKetika patok visi di tancapkan, tapi pada saat yang sama anda masih terjerat dengan pertempuran hal...
21/08/2021

REFLEKSI TENTANG VISI

Ketika patok visi di tancapkan, tapi pada saat yang sama anda masih terjerat dengan pertempuran hal sekunder yang sifatnya jangka pendek, sedangkan untuk membumikan visi pastinya berhadapan dengan konsekuensi pengorbanan dan inkubasi proses waktu, maka jika anda gagal menarik diri keluar dari pola pikir, mental dan karakter prematur akan berujung pada teraborsinya visi yang sudah di tancapkan tadi.

Tidak ada jalan pintas untuk beralih dari tahapan "inspirasi visi" menuju "realisasi visi", di tengah dua tahap tersebut ada "interval proses" penuh dinamika dan gejolak. Dari tahap inspirasi visi menuju realisasi visi, ada tahapan di tengah yaitu obsesi dan transisi visi. Pada tahap obsesi visi, seseorang bagai di setrum listrik voltase tinggi. Sehingga daya imajinasi visi akan sangat terang benderang, tapi baru dalam bentuk "roadmap".

Obsesi visi akan penuh gelora sehingga akan selalu bergairah membahas dan mengkaji visi tertentu. Obsesi visi kerap kali memompa optimisme membabi buta yang kadang menutup mata dengan situasi realitas. Akibatnya, optimisme membabi buta tersebut hanya berujung menjadi "produk utopis". Indah di bayangkan dan di bahas, tapi sayangnya masih belum menemukan jalan lahirnya untuk membumi di alam nyata.

Obsesi visi harus memasuki tahap "transisi visi" yang kerap kali menarik kita dalam situasi paradoks, antara apa yang kita harapkan dan yang kita alami malah menjadi antagonis. Hantaman kebuntuan berjilid-jilid rasa-rasanya membuat tangan dan kaki jadi lesu, awalnya bergelora penuh gairah tapi akhirnya menjadi lunglai tak berdaya. Sebenarnya, di tahap ini, benih visi yang mengendap dalam batin kita lagi di murnikan. Segala residu prematur yang masih mengendap dalam pola pikir, mental dan karakter akan di kikis habis.

Berbagai masa sulit dan kebuntuan dalam masa "transisi visi" ibarat sebuah "ruang evolusi", mereka yang legowo untuk mawas diri dan mau belajar dari pengalaman pahit akan menjelma menjadi sosok arif nan bijaksana. Sebaliknya, mereka yang hanya bisa menggerutu dan mempersalahkan diri, keadaan dan orang lain hanya menjadi "komentator ulung" tapi sayangnya malah gagal total menjadi "pelopor".

Salam inovasi dan solidaritas,

FORUM LITERASI MASYARAKAT INDONESIA - FORLITMAS INDONESIA
Forum Literasi Masyarakat Sulawesi Utara - Forlitmas Sulut

SEBUAH REFLEKSI...Ambisi yang di provokasi oleh libido pembuktian superioritas diri tanpa sadar bisa memperalat situasi ...
16/08/2021

SEBUAH REFLEKSI...

Ambisi yang di provokasi oleh libido pembuktian superioritas diri tanpa sadar bisa memperalat situasi dan orang sekitar menjadi tumbal untuk membangun imperium pribadi. Dalam realitas kehidupan sekuler, fenomena ini menjadi lazim seiring hati nurani menjadi buta meski logika kian cemerlang. Etika spiritual dan sosial akan dengan sengaja di tabrak demi sebuah tujuan ambisius penuh ego. Ketika jiwa manusia sudah di rasuk oleh syahwat penuh ego ini maka keserakahan tanpa rasa puas akan menjerat diri.

Menguras keringat, air mata dan darah sekalipun untuk bekerja keras menimbun aset kekayaan tidak akan pernah membawa kelegaan dan kepuasaan hidup hakiki. Popularitas diri dan pengakuan publik hanya seperti lilin, menyala cemerlang sesaat tapi akhirnya padam seiring lilin habis terbakar. Gelora pencapaian mengumpulkan kekayaan segunung sekalipun tidak akan pernah bisa mengecap kepuasaan hidup sejati.

Secara umum, kekuatan manusia paling kuat hanya bisa bertahan pada usia senja 70 tahun. Itu artinya, kita membanting tulang menguras tenaga pada akhirnya hidup ini ada batasnya, dan ujungnya hanya berakhir pada empat ketukan paku keranda mayat. Selezat atau semahal apapun makanan paling mewah di bawah kolong langit ini tetap akan berakhir esoknya di toilet. Senikmat apapun anggur hedonisme yang memabukan, pada akhirnya kenikmatan tersebut hanya berujung dengan rasa muak.

Se-bombastis apapun aplaus popularitas diri dan pengakuan publik, pada akhirnya akan pudar tak berbekas seiring kita kehilangan segalanya. Se-menterang apapun imperium yang kita bangun, di mana di dalamnya tersimpan singgasana pribadi nan megah, pada akhirnya tetap kita tinggalkan saat ajal menjemput dan manusia kembali menjadi debu. Ternyata, manusia yang hanya hidup untuk kesenangan dirinya tidak pernah menjanjikan kelegaan hidup sejati. Lantas, di manakah kelegaan hidup sejati itu?

Kelegaan hidup sejati bermula ketika kita berjumpa dengan "Hidayah Ilahi secara vertikal", kita di buat sadar bahwa kita perlu manunggal dengan Sang Khalik Yang Maha Agung. Di hadapan sang Khalik, kita menjadi "penerima hidayah", tapi di hadapan sesama kita menjadi "penyalur hidayah". Kita tidak akan pernah bisa menjadi "penyalur hidayah" sebelum kita menjadi "penerima hidayah". Hidup menjadi penuh makna bukan karena apa yang kita dapatkan tapi dari apa yang kita bagikan kepada sesama.

Mari selalu belajar mawas diri dan legowo
16/08/2021

Mari selalu belajar mawas diri dan legowo

OVER OPTIMISMEEgo dan libido pembuktian diri manusia kerap kali bisa memicu over optimisme, akibatnya sikap enteng terha...
13/08/2021

OVER OPTIMISME

Ego dan libido pembuktian diri manusia kerap kali bisa memicu over optimisme, akibatnya sikap enteng terhadap realitas resiko membuat kita menciptakan jebakan yang kita akan injak sendiri. Menanggapi kritik konstruktif yang obyektif sebagai provokasi subyektif beraroma sentimen hanya akan membuat logika kian tumpul. Jika sebuah target peluang di buru sedemikian rupa tanpa adanya rasionalisasi terhadap potensi resiko, maka konsekuensi fatal di tengah jalan akan jadi cambuk yang cukup keras memaksa kita lebih mawas diri dan legowo.

Jika sikap over optimisme ini adalah kemasan, maka bagian dalam produknya tidak lain adalah arogansi diri yang penuh ego. Gelora pembuktian superioritas diri akan jadi p***a membuat "estimasi rasional" menjadi "spekulasi sembrono" yang fatal. Konsekuensi fatal akan menghantam diri sendiri dan setiap orang sekitar dan menjadi pengalaman pahit menyakitkan. Meski menyakitkan, pengalaman pahit ini bisa menyehatkan jiwa kita. Belajar lebih legowo dan mawas diri dengan bijak, bahwa di atas langit masih ada langit. Bahkan, jika Sang Khalik tidak memberi ridhoNya, maka apapun upaya kita sia-sia belaka.

Monumen YESUS RAJA MEMBERKATI Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud
20/07/2021

Monumen YESUS RAJA MEMBERKATI Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud

Address

Langowan

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00

Telephone

081211891558

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Forum Literasi Masyarakat Sulawesi Utara - Forlitmas Sulut posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Forum Literasi Masyarakat Sulawesi Utara - Forlitmas Sulut:

Share