ayahnya Abid

ayahnya Abid kajian kitab klasik
berbagi ilmu

**Dilipat Lalu Disegel Hingga Hari Kiamat**Dari Thalhah bin Amr, dari Mujahid, dia berkata:“Tidak ada hari yang berlalu ...
10/06/2026

**Dilipat Lalu Disegel Hingga Hari Kiamat**

Dari Thalhah bin Amr, dari Mujahid, dia berkata:
“Tidak ada hari yang berlalu di dunia ini kecuali ia akan berkata, “segala puji bagi Allah yang telah membebaskan aku dari dunia dan penghuninya.' Kemudian ia dilipat, lalu disegel hingga Hari Kiamat sampai Allahlah yang memecahkan segelnya.”

Makna dan Pelajaran Filosofis di Baliknya Pelepasan dari Beban Dunia:
Kalimat "Segala puji bagi Allah yang telah membebaskan aku dari dunia dan penghuninya"
menggambarkan bahwa dunia adalah tempat yang penuh dengan ujian, kelalaian, dan dosa. Ketika suatu hari berakhir, hari tersebut "bersyukur" karena tugasnya menyaksikan dan memikul beban dinamika manusia telah selesai.

Waktu Tidak Akan Pernah Kembali:
Hari yang telah berlalu diibaratkan seperti lembaran lembar catatan yang dilipat dan disegel. Ini menegaskan konsep bahwa waktu bersifat irreversible (tidak dapat diputar kembali). Segala amal baik maupun buruk yang kita lakukan di hari itu sudah terkunci rapat.

Disimpan untuk Pengadilan Akhirat:
Segel lembaran hari tersebut tidak akan bisa dibuka oleh siapapun, termasuk oleh diri kita sendiri untuk memperbaiki isinya. Segel itu baru akan dibuka langsung oleh Allah SWT pada Hari Kiamat sebagai bukti nyata atau rapor amal ibadah yang akan dihisab.

Kutipan ini menjadi sebuah self-reminder (pengingat diri) yang sangat kuat agar manusia tidak menyia-nyiakan waktu yang mereka miliki setiap harinya.


10/06/2026

"Utusan Demi Utusan"

*"Anak ini Tidak Akan Meninggal Sampai dia Berzina Dengan 💯 orang**(Rahasia Kematian)(Muammal bin Ismail menceritakan ke...
09/06/2026

*"Anak ini Tidak Akan Meninggal Sampai dia Berzina Dengan 💯 orang**
(Rahasia Kematian)

(Muammal bin Ismail menceritakan kepada kami, Abu Hazim menceritakan kepada kami, Katsir Abu Fadhl menceritakan kepada kami, dari Mujahid tentang firman Allah Swt,
“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh. ”
(Qs. An-Nisaa" (4): 78). Sampai akhir ayat.
Dia berkata:
Di masa sebelum kalian ada seorang wanita yang memiliki seorang pelayan. Wanita ini melahirkan seorang anak perempuan. Lalu dia berkata kepada pelayannya itu, “Carikanlah kami api.” Diapun keluar dan ternyata di pintu ada seorang lelaki, lalu dia bertanya, “Apa yang dilahirkan oleh majikanmu?” pelayan itu menjawab, “Seorang anak perempuan.” Lelaki itu berkata, “Anak ini tidak akan meninggal sampai dia berzina dengan seratus orang, lalu dia akan dinikahi oleh pelayannya sendiri dan penyebab kematiannya adalah seekor laba laba.”
Lantas pelayan itu bergumam, “Aku akan menikahinya setelah dia berzina dengan seratus orang laki-laki? Sungguh aku akan membunuhnya.” Diapun mengambil parang dan membelah perut bayi perempuan itu, kemudian dia langsung kabur dan menaiki kapal laut.
Namun perut anak perempuan ini dijahit, diobati dan dia berhasil sembuh, bahkan sampai dia menjadi seorang gadis. Diapun akhirnya menjadi seorang pelacur. Kemudian dia datang ke salah satu pantai dan tinggal di sana dengan profesi sebagai pelacur.
Sementara si pelayan tadi itu tidak tahu kemana rimbanya sampai waktu yang dikehendaki Allah, kemudian diapun datang ke daerah pantai itu membawa uang yang banyak. Dia berkata kepada salah seorang wanita warga pantai itu, “Carikanlah untukku seorang wanita tercantik yang ada di sini, aku ingin menikahinya.” Wanita itu menjawab, “Di sini memang ada wanita tercantik tapi sayang dia seorang pelacur.” Dia berkata, “Bawalah dia padaku.”
Kemudian wanita inipun mendatangi si pelacur dan berkata, “Ada seorang lelaki mempunyai banyak harta yang berpesan begini dan begini, lalu aku sampaikan demikian.” Si pelacur ini menjawab, “Aku sudah berhenti melacur, dan aku ingin menikahinya.”

Mujahid melanjutkan kisahnya:
Merekapun menikah sampai akhirnya lelaki itu menceritakan perihalnya kepada istrinya ini. Lalu si istri menjawab, “Akulah bayi wanita itu.” Lalu dia memperlihatkan bekas bacokan di perutnya. Dia melanjutkan, “Aku sudah melacur dan entah sudah berapa banyak aku berzina dengan laki-laki, mungkin lebih dari seratus.” Suaminya berkata, “Orang itu mengatakan kepadaku bahwa bayi wanita tersebut (istrinya) akan mati disebabkan oleh laba-laba.”
Akhirnya dia membangun sebuah benteng di tengah padang pasir dan mengokohkannya. Suatu hari ketika mereka berdua berada di dalam benteng itu, tiba-tiba ada laba-laba di atas atap. Suaminya berkata, “Itu ada laba-laba.” Maka istrinya ini berkata, “Inikah yang akan membunuhku? Tidak boleh ada yang membunuhnya selain aku.” Diapun menggoyangnya sehingga laba-laba itu jatuh lalu dia menginjakkan jempolnya ke laba-laba itu, tapi laba-laba itu malah menyengatnya sehingga racunnya masuk diantara kukunya dan dagingnya menghitam, itulah yang menyebabkan kematiannya.

Maka turunlah ayat, “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh...” (Qs. An-Nisaa" [4]: 78).


09/06/2026

Penjamin Masa Depan Generasi Terbaik

**Ketika Di Perlihatkan Kepadaku Harut dan Marut**Muhammad bin Humaid menyebutkan, Abdullah bin Abdul Quddus menceritaka...
08/06/2026

**Ketika Di Perlihatkan Kepadaku Harut dan Marut**

Muhammad bin Humaid menyebutkan, Abdullah bin Abdul Quddus menceritakan kepada kami, dari Al A'masy, dia berkata: Mujahid tidak pernah mendengar sesuatu yang aneh kecuali dia akan mendatanginya.
Dia pernah datang ke Hadhramaut untuk melihat sumur Barhut. Dia juga mengunjungi Babil. Kebetulan yang menjadi pemimpin di sana adalah teman Mujahid. Mujahid berkata, “Perlihatkanlah kepadaku Harut dan Marut. Lalu dia (wali Babil) memanggil seorang tukang sihir dan berkata (kepada tukang sihir itu), “Pergilah engkau bersama orang ini dan perlihatkanlah kepadanya Harut dan Marut.”

Mujahid berkata, “Si tukang sihir yang kebetulan Yahudi ini berkata, “Dengan syarat engkau jangan berdoa kepada Allah ketika melihat mereka berdua.”
Lalu diapun membawaku ke sebuah benteng, lantas dia memindahkan sebongkah batu darinya.” Mujahid melanjutkan:
Dia berkata, “Peganglah kakiku.' Lalu dia membawaku terbang hingga aku sampai kepada keduanya dan ternyata Harut dan Marut itu tergantung dalam keadaan sungsang seperti dua gunung yang besar. Ketika aku melihatnya akupun reflek mengucapkan,:
“Maha suci Allah yang telah menciptakan kalian berdua!'
Maka keduanya bergetar. Seakan gunung dunia yang terguncang.” Mujahid meneruskan. “Sehingga aku dan teman Yahudi ku ini pingsan.”
Mujahid berkata:
Kemudian si Yahudi ini bangun terlebih dahulu sebelum aku, lalu dia mengatakan kepadaku, “Bangunlah! Kau hampir saja mencelakakan dirimu sendiri dan membuatku celaka'.”

**ILMU TIDAK DAPAT DIPELAJARI OLEH 2 SIFAT**Ismail bin Sa'id Al Kisa'i menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kep...
08/06/2026

**ILMU TIDAK DAPAT DIPELAJARI OLEH 2 SIFAT**

Ismail bin Sa'id Al Kisa'i menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, dari Ibnu Abi Najih, dari Mujahid, dia berkata, “Sesungguhnya ilmu ini tidak akan bisa dipelajari oleh orang yang malu dan orang yang sombong.”
KETERANGAN:
1.Mengapa Orang Pemalu Tidak Bisa Belajar?Takut Bertanya:
Malu bertanya membuat seseorang tetap berada dalam ketidaktahuan.
Takut Salah:
Rasa malu yang berlebihan menghalangi seseorang untuk mencoba dan mempraktikkan ilmu.
Malu Mengakui:
Enggan mengakui bahwa dirinya belum tahu atau belum paham.

2.Mengapa Orang Sombong Tidak Bisa Belajar?
Merasa Cukup:
Kesombongan membuat seseorang merasa sudah tahu segalanya.
Menolak Guru:
Sifat enggan merendahkan hati untuk mendengarkan penjelasan orang lain.
Menolak Kebenaran:
Sulit menerima koreksi atau kritik saat melakukan kesalahan.

3.Solusi untuk Penuntut Ilmu ganti Malu dengan Percaya Diri:
Bertanyalah saat tidak tahu karena bertanya adalah kunci ilmu.
Miliki Sifat Tawadhu (Rendah Hati):
Turunkan ego agar ilmu baru bisa mengalir masuk ke dalam pikiran.


08/06/2026

Keistimewaan Hidup dan Bekerja Tanpa Gengsi


07/06/2026

Kondisi akhir Hayat Seseorang


**Dikalahkan Iblis Dalam Ujian Kekayaan*"Tiga celah utama yang paling sering dimanfaatkan Iblis untuk menjerumuskan manu...
07/06/2026

**Dikalahkan Iblis Dalam Ujian Kekayaan*"

Tiga celah utama yang paling sering dimanfaatkan Iblis untuk menjerumuskan manusia melalui godaan harta.
Jika manusia terjebak pada salah satunya, mereka telah dikalahkan dalam ujian kekayaan.
Berikut adalah penjabaran dari tiga fitnah harta tersebut:
1.Mengambil harta tanpa hak (Mendapatkannya dengan cara batil):
Meliputi segala bentuk perolehan harta yang diharamkan, seperti korupsi, riba, mencuri, menipu, atau memakan harta anak yatim. Iblis membisikkan syahwat untuk menghalalkan segala cara agar keinginan duniawi terpenuhi.

2.Menghambur-hamburkannya (Boros untuk hal yang bukan haknya):
Iblis mendorong manusia terjebak dalam sifat konsumtif berlebihan, bermegah-megahan (tabdzir), dan membelanjakan uang untuk kemaksiatan. Al-Qur'an secara tegas melarang perilaku ini karena pemboros adalah saudara setan.

3.Menghalanginya dari apa yang menjadi haknya (Enggan berinfak):
Ini adalah godaan kekikiran dan sifat bakhil. Manusia dihalangi oleh rasa takut miskin sehingga lalai menunaikan kewajiban hartanya, seperti membayar zakat dan menyedekahkan sebagian rezeki untuk mereka yang berhak.

Sebagai penyeimbang, Islam memberikan tuntunan tentang hakikat harta yang sebenarnya. Harta sejati yang dimiliki manusia hanyalah tiga perkara:
1.apa yang dimakan dan dihabiskan,
2.apa yang dipakai hingga usang,
3.dan apa yang disedekahkan dan diwakafkan di jalan Allah untuk bekal abadi kelak.


06/06/2026

Proses Rusaknya Hati Manusia

Address

Liwa

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when ayahnya Abid posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category