15/04/2026
Desa Segala Anyar dikenal sebagai salah satu wilayah dengan potensi pertanian yang cukup menjanjikan. Berbagai komoditas tumbuh subur di desa ini, mulai dari hortikultura hingga tanaman perkebunan. Salah satu yang kini mulai menunjukkan hasil menggembirakan adalah komoditas kopi yang dikembangkan oleh warga setempat.
Di Dusun Kadik I, tepatnya di Kebon Kupi Langan Dadih, hamparan kebun kopi seluas sekitar 12 are tampak hijau dan produktif. Kebun tersebut ditanami sekitar 300 pohon kopi jenis arabika dan robusta yang kini telah memasuki masa panen setelah empat tahun perawatan.
Pemilik kebun, Amaq Rasip, mengaku panen tahun ini menjadi yang terbaik sejak pertama kali menanam kopi.
“Panen tahun ini adalah yang terbanyak sejak awal ditanam. Sebelum-sebelumnya hanya cukup untuk konsumsi sendiri saja,” ujarnya.
Ia menuturkan, keputusan menanam kopi berangkat dari upayanya mencari komoditas yang lebih menjanjikan. Sebelumnya, lahan tersebut pernah ditanami pisang dan pepaya, namun belum memberikan hasil yang signifikan.
“Awalnya saya coba-coba tanam kopi ini, karena tanaman sebelumnya seperti pisang dan pepaya belum memberi hasil maksimal. Saya belajar pelan-pelan, tidak ada kata terlambat untuk mencoba hal baru,” katanya.
Di usia yang telah menginjak 60 tahun, Amaq Rasip membuktikan bahwa semangat belajar dan bekerja tidak mengenal batas usia. Dengan ketekunan dan kerja keras, ia berhasil mengembangkan tanaman kopi di lahan tadah hujan yang memiliki keterbatasan air.
Selengkapnya di:
https://segalaanyar.desa.id/berita/read/belajar-dari-kegigihan-amaq-rasip-sukses-tanam-panen-kopi-di-lahan-kering-segala-anyar-5202042002