05/10/2011
Paparan ICOR INVESTASI
Incremental Capital Output Ratio Kabupaten Musi Rawas
(Ruang Rapat BPMPTP Kab. Musi Rawas 5/10/2011)
Pembentukan modal tetap domestik bruto (PMTDB) atau Investasi yang tercipta dalam sistem perekonomian di Kabupaten Musi Rawas pada tahun 2010 mencapai Rp. 2,02 Trilyun (26,23 persen dari PDRB migas) dan Rp. 1,55 Trilyun (27,60 persen dari PDRB non migas).
Investasi di Kabupaten Musi Rawas didominasi oleh sektor pertanian (37,64%), sektor pertambangan dan penggalian (25,79%) serta sektor bangunan/konstruksi (10,42%).
ICOR di Kabupaten Musi Rawas tahun 2010 adalah 5,23 (dengan migas) dan 4,25 (non migas), dimana ICOR tertinggi adalah sektor pertambangan dan penggalian (10,36) serta sektor bangunan/konstruksi (9,20), sementara ICOR terendah adalah sektor pertanian (3,59).
Kebutuhan investasi di Kabupaten Musi Rawas selama kurun waktu 2011-2015 dengan asumsi pertumbuhan ekonomi yang optimis mencapai Rp. 19,03 Trilyun, sedangkan dengan asumsi pertumbuhan ekonomi yang moderat hanya membutuhkan investasi sebesar Rp. 16,57 Trilyun selama kurun waktu 2011-2015.
Peran pemerintah tidak hanya sebatas penyediaan social overhead capital atau infrastruktur untuk memfasilitasi pembangunan ekonomi, tetapi juga untuk menyelesaikan masalah-masalah tertentu, diantaranya mengurangi tingkat kemiskinan dan meningkatkan distribusi pendapatan masyarakat.
pemerintah dapat mengalihkan sumber daya masyarakat (public resources) guna menambah tingkat kapital. Kebijakan ini dilaksanakan dengan cara mengalokasikan dana investasi ke sektor-sektor tertentu yang ditujukan untuk meningkatkan tingkat kapital masyarakat, sehingga diharapkan mampu meningkatkan distribusi pendapatan masyarakat. Untuk dapat mencapai maksud tersebut maka investasi pemerintah haruslah berjalan secara efektif dan efisien.
Sektor prioritas yang yang dapat dijadikan acuan untuk tujuan investasi adalah sektor ekonomi yang memiliki ciri :
Memiliki kontribusi paling dominan dalam perekonomian di Kabupaten Musi Rawa.
Memiliki pertumbuhan output yang relatif tinggi Dapat menyerap tenaga kerja besar.
Dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, seperti sektor-sektor infrastruktur