10/09/2021
“Rumiyin niku kalih konco kulo pun mboten kangge lho mas, niku motor lungsuran guwakane konco senasib ngeten niki mas. Nggih kajenge pados ekonomi ne lancar. Mengkih kan ider - ider saget tenang,’’ ungkap Pak Samsudin yang sedang membuat adonan kerupuk.
Memiliki tubuh tak sempurna bukan halangan bagi Pak Samsudin (44) dalam mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Bersama istrinya, yaitu Bu Siti (49) yang juga memiliki tubuh yang tidak sempurna, Pak Samudin dan Bu Siti tidak pernah menyerah dengan keadaan. Keduanya memiliki usaha berjualan kerupuk. Dengan berjualan kerupuk keliling kampung meggunakan motor tua roda tiga, Pak Samsudin mencoba memenuhi kebutuhan keluarganya.
Diketahui, Pak Samsudin mengalami penyakit folio ketika masih umur 3 bulan. Sedangkan Bu Siti menurut penuturannya, beliau mengalami kelumpuhan saat berumur 8 bulan. Kemanapun Bu Siti pergi, ia menyeret tubuh dikarenakan tidak bisa berjalan. Meski sejak belia Pak Samsudin dan Bu Siti mengalami tumbuh-kembang yang berbeda, tetapi mereka tetap tegar dan mengurai senyum di wajah.
Sudah 23 tahun Pak Samsudin dan Bu Siti berjualan kerupuk dengan sepeda motor tua roda tiga. Upah yang didapatkan perhari pun tak bisa dipastikan. Bahkan tak jarang ia tak memiliki penghasilan.
Motivasi Pak Samsudin masih tetap bekerja walaupun dengan kondisi tubuh yang tak sempurna adalah memenuhi kebutuhan keluarga nya. Apalagi beliau masih memiliki kewajiban membiayai anak nya untuk sekolah yang saat ini duduk di bangku SMP.
Tidak hanya sampai di situ, saat berjualan kerupuk keliling, Pak Samsudin sering jatuh, ‘’ Halah nggih sering mawon, tesih belajar, ngoteno nggih ditulungi tiyang mas, marai terus mogokan niku lho mas ‘’, cerita Pak Samsudin.
Pak Samsudin mulai keliling berjualan kerupuk sejak jam 7 pagi. Jangkauan Pak Samsudin saat berjualan hanya di sekitar rumah nya saja, tidak berani jauh, mengingat kondisi beliau yang tak sempurna. Beliau mengatakan pernah mendapatkan penghasilan lima ribu rupiah dalam sehari dan terkadang beliau setor kerupuk di toko-toko, akan tetapi kerupuk beliau belum terjual sama sekali.
‘’Lha kulo pun medal namung angsal gangsal ewu. Lha pripun mas warung kulo setori, tigang dinten dereng telas,‘’ ungkap Pak Samsudin.
Miris sekali rasanya mendengar cerita Pak Samsudin dan Bu Siti. Mereka masih harus berjuang memenuhi kebutuhan keluarga meskipun memiliki fisik yang tak sempurna.
, mari kita bantu Pak Samsudin yuk agar bisa memiliki motor baru untuk mencari nafkah. Kamu bisa bantu ringankan beban Pak Samsudin melalui rekening kemanusiaan a.n Yayasan Baitul Mal FKAM :
⠀
• BSM/BSI 7002074286
• BRI 033401001535304
⠀
Informasi & Konfirmasi :
http://wa.me/6289667774635
Titip doa tertulusmu juga ya untuk beliau dan keluarga :)
www.baitulmalfkam.com