16/07/2013
MENCINTAI ALAM ADALAH TANGGUNG JAWAB IMAN KATOLIK
Lingkungan hidup yang terjadi di kota dan di daerah perindustrian sudah sangat berbedah jauh sekali dengan lingkunganku di desa yang jauh di Flores. Ketika usiaku berusia mau menggenapi satu semester di pulau jawa tepatnya di kota Malang, hati kecilku terasa gelisah dengan situasi kotanya yang cukup bagus, dikelilingi oleh berbagai pemandangan bangunan yang mewah serta kehidupannya nampak sekali dengan pengaruh teknologi yang tidak seimbang dengan keadaan iklim dan suasana udaranya yang agak berbeda dengan yang saya rasakan di halaman kampungku di flores. Ketika saya melewati jalan ke pasar besar malang udaranya sangat kotor dan berbauh tak sedap, saat itu saya berkata dalam hati, Tuhan aku tidak ingin lama-lama di sini, aku ingin pulang ke kampungku. Keadaan ini saya tergugah untuk mengajak teman-teman untuk bersama membangun rasa cinta terhadap ALAM SEMESTA ini dalam komunitas Pencinta Alam. Komunitas ini dibangun sebagai reaksi nyata kita sebagai generasi muda yang peduli akan keaslian dan keasrian alam serta sebagai ungkapan pertanggungjawaban iman kita sebagai mahluk beragama.
Masalah lingkungan Alam yang berkembang dalam dua dekade saat ini yaitu pemanasan global menjadi pusat sorotan dunia internasional terutama lapisan ozon yang mulai menipis yang diakibatkan oleh pembuangan gas elmulsi dan efek rumah kaca yang bersumber dari negara maju dan berkembang. Ketertarikan dunia internasional terhadap masalaha krisis ekologi muncul akibat kenyamanan manusia di muka bumi mulai terganggu akibat adanya kerusakan lingkungan, yang ditandai dengan adanya perubahan iklim dan penurunan kualitas lingkungan. Dari beberapa penelitian diperoleh bahwa permukaan bumi yang menjadi lebih hangat sekitar setengah derajat sejak tahun 1850. Jika kondisi ini terus berlanjut maka diperkirakan dalam 100 tahun mendatang akan terjadi kenaikan permukaan air laut 2-4 meter dari permukaan sekarang akibat dari mencairnya es di daerah kutup.
Menurut mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault (48) punya cara sendiri untuk melestarikan lingkungan alam. Selepas dari jabatan menteri, ia memfokuskan diri di dunia pendidikan dan kepencintaalaman. Tentang hal ini, ia berkata, ”Saya bangga menjadi Ketua Umum Vanaprastha dibandingkan dengan pemimpin sebuah partai. Lingkungan kita sekarang dalam kondisi memprihatinkan. Degradasi dan deforestasi hutan mencapai 2 juta hektar per tahun. Tutupan hutan terus berkurang.”. Ia melanjutkan, ”Saya ingin serius dalam masalah lingkungan, dengan menumbuhkan kesadaran cinta alam dan cinta Tanah Air di kalangan generasi muda.”
Faktanya kerusakan lingkungan hidup saat ini akibatdari manusia itu sendiri, membuang sampah sembarangan sehingga sapah menumpuk di pinggir selokan dan jalan, pohon ditebang seenaknya atau malah diracun untuk kepuasan hati, kemana-mana harus memakai motor yang mengeluarkan elmulsi carbon, sehingga bagaimanapun upaya konservasi yang dilakukan oleh pemerintah tidak akan sukses bila di hulu atau sebut saja di masyarakat belum menyadari dan justru melakukan perusakan alam akibat tidak mencintai alam, padahal mencintai alam merupakan tanggung jawab iman kita kepada Tuhan.
Sahabat, kesadaran untuk mencintai lingkungan hidup mesti menjadi opsi utama dari setiap orang. Mengapa? Karena ketika lingkungan hidup itu hilang, manusia akan mengalami kegundahan dalam hidupnya. Air tidak cukup lagi untuk kebutuhan hidup manusia, karena hutan yang menyediakan air itu telah hilang. Asap yang senantiasa menyelimuti daerah-daerah kita di musim kemarau akan membuat hidup kita tidak nyaman. Kita akan merasa hidup kita selalu terganggu oleh panas dan debu yang beterbangan. Sebagai orang beriman, kelestarian dan keselamatan lingkungan hidup merupakan tugas utama kita. Kita dipanggil untuk menemukan cara-cara yang terbaik untuk melestarikan lingkungan hidup kita. Untuk itu, kita mesti berusaha keras untuk mengubah cara hidup kita yang cuek terhadap kelestarian lingkungan. Kita mesti menjadi orang-orang yang peduli terhadap kelestarian dan keselamatan lingkungan hidup. Tuhan memberkati.