06/01/2012
SEJARAH PALANG MERAH INDONESIA
Organisasi kepalang merahan Indonesia pertama kali adalah NERKAI (NEDERLANDSCH ROODEE KRUIS AFDELING INDIE). Dibawah pimpinan pemerintah colonial belanda pada tanggal 21 oktober 1873, namun dibubarkan pada masa pendudukan jepang.
Perjuangan putra Indonesia untuk mendirikan PMI diawali sekitar tahun 1938. kegiatan ini diprakarsai oleh DR. RCL. SENDUK dan DR. BAHDER DJOHAN, dengan rancangan untuk mendirikan suatu banda palang merah indonesai / nasional. Tentu saja rancangan ini mendapat sambutan para cendekiawan Indonesia. Akan tetapi kalangan pemerintah hindia belanda menentang keras dan menolaknya sampai tahun 1940. hingga perang dunia kedua pecah, PMI belum terbentuk juga.
Indonesia merdeka pada tanggal 17 agustus 1945. 17 hari sesudah kemerdekaan yaitu tanggal 3 september 1945 IR. SOEKARNO memberi mandat DR. BOENTARAN MARTOATMODJO yang pada saat itu menjabat sebagai mentri kesehatan pada saat itu untuk memfasilitasi membentuk organisasi relawan. Kemudian pada tanggal 17 september 1945 mengadakan rapat pertama. Akhirnya didapatlah panitia 5 yaitu:
DR. R. MOECHTAR : ketua
DR. BAHDER DJOHAN : penulis
DR. DJOEHANA : anggota
DR. MARZUKI : anggota
DR. SINTANALA : anggota
Panitia berhasil menyusun pengurus PMI dan dilantik oleh wakil presiden DRS. MOH. HATTA di JL. SURYA NO. 1 JAKARTA. B**g Hatta di angkat menjadi Bapak PMI.
Untuk memperkuat kedudukan PMI maka pada kongres II tanggal 13-14 november 1948 di Yogyakarta menetapkan bahwa setiap tanggal 17 september diperingati sebagai hari berdirinya/lahirnya Palang Merah Indonesia.
Pada 16 juni 1950 Kepres No 25 tahun 1950 RIS mengakui PMI sebagai organisasi kepalangmerahan yang berkedudukan di Genewa.
Pada 29 november 1963 Kepres No 246 tahun 1963 mengesahkan tugas-tugas pokok PMI dan AD-ART.
Peraturan pemerintah no 18 tahun 1980 mendirikan UKTD (unit kesehatan transfusi darah) kemudian membentuk UKTDC (unit kesehatan transfusi darah cabang).
Peraturan menkes RI no. 023/Birhub/1972 pendidikan pertolongan pertama dan pos pp.
Visi PMI diakui secara luas sebagai organisasi kemanusian yang mampu memberi layanan efektif tepat waktu, khususnya bagi yang membutuhkan.