Kampung Literasi Pakem

Kampung Literasi Pakem Kampung Literasi Pakem. Sebuah tempat merayakan kesenian, kebudayaan, kreativitas dan persaudaraan bagi insan literasi di manapun berada.

Cicero dalam sebuah pidatonya berkata: "Ruangan tanpa buku seperti tubuh tanpa jiwa". Begitu juga dalam event ini, buku ...
20/03/2022

Cicero dalam sebuah pidatonya berkata: "Ruangan tanpa buku seperti tubuh tanpa jiwa". Begitu juga dalam event ini, buku akan menjadi tambahan jiwa untuk mengisi keindahan . MinKa dan teman-teman Kalipa akan menyediakan banyak buku untuk kalian bawa ke rumah kalian masing-masing dalam bentuk sebuah pameran buku. Ribuan buku dari berbagai penulis dan genre akan tersedia dalam sebuah ruangan yang disediakan khusus untuk kalian bercumbu dengan buku.

Sudah tidak sabar dengan event ini? Tungguin infonya di akun ini! Jangan lupa difollow ya!

Pagi hingga siang tadi telah berlangsung acara Peluncuran Kamus Bahasa Jawa-Indonesia terbitan Badan Bahasa DIY bekerjas...
22/01/2022

Pagi hingga siang tadi telah berlangsung acara Peluncuran Kamus Bahasa Jawa-Indonesia terbitan Badan Bahasa DIY bekerjasama dengan Kalipa. Peluncuran secara simbolis dilakukan oleh dengan meyerahkan kamus kepada penduduk setempat, guru, pengurus Kalipa dan lain sebagainya. Setiap pengunjung juga mendapatkan kamus untuk dibawa pulang, dibaca dan dikoleksi.

Sebelum acara peluncuran, diadakan juga diskusi tentang urgenti kamus dalam dunia literasi kita. Beraneka ragam hal dibahas oleh Prof. Faruk (Guru Besar FIB UGM), Budi Sardjono (Sastrawan dan Jurnalis), Syukron Arif Muttaqin, S.E (Anggota DPRD DIY), dan dipandu oleh Dr. Ratun Untoro M.Hum (Balai Bahasa DIY).

Hari Sabtu ini menandakan hari yang ceria, penduduk Pakem Binangun dan seputaran DIY membaur merayakan literasi bersama Kalipa. Ke depan, akan banyak lagi kegiatan yang bisa diinisiasi bersama.

Mari main ke Kalipa!

Beberapa dokumentasi Pesta Sastra Akhir Tahun 2021 di Kalipa. Dihadiri para penyair, penulis, pegiat seni  dari segenap ...
19/12/2021

Beberapa dokumentasi Pesta Sastra Akhir Tahun 2021 di Kalipa. Dihadiri para penyair, penulis, pegiat seni dari segenap penjuru Nusantara. Banyak yang datang dari Kalimatan, Sulawesi, Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur, Jakarta dan tentu saja Jogja. Selain membaca puisi, monolog dan dongeng, di Kalipa juga digelar peluncuran 4 buku, juga penganugerahan dan penyerahan hadiah bagi para pemenang Lomba Resensi untuk novel-novel yang ditulis oleh penduduk Kalipa.

Kalipa senang dan gembira bisa berkolaborasi dan berinteraksi dengan banyak sekali komunitas, lembaga, individu, selama setahun ini. Agenda-agenda literasi telah berjalan dengan lancar. Mulai dari pemutaran film, pembacaan karya, pentas wayang, lokakarya penulisan, pentas gamelan, pembacaan puisi, dongeng, musik dan kegiatan seni lainnya.

Kita akan segera berjumpa lagi pada agenda-agenda lain yang sudah disusun dan tentu saja menggembirakan bagi kita semua. Semoga kita sehat melepas tahun 2021 ini dan menyambut 2021 yang lebih gemilang ❤️❤️

PERTANGGUNGJAWABAN DEWAN JURI SAYEMBARA RESENSI NOVEL KALIPA 2021Sayembara resensi novel Kalipa tahun 2021 ini adalah ya...
19/12/2021

PERTANGGUNGJAWABAN DEWAN JURI SAYEMBARA RESENSI
NOVEL KALIPA 2021

Sayembara resensi novel Kalipa tahun 2021 ini adalah yang pertama dilakukan oleh Kampung Literasi Pakem (Kalipa). Sayembara ini akan menjadi kegiatan tahunan Kalipa sebagai bagian dari agenda rutin di bidang sastra. Adapun dalam kegiatan pertama ini, novel yang diresensi adalah karya-karya dari penulis Kalipa.

Ada puluhan naskah resensi yang masuk ke Dewan Juri. Naskah tersebut datang dari Sleman, Yogyakarta, Kulonprogo, Bantul, Salatiga, dan Lombok. Setelah melalui tahap-tahap penilaian, Dewan Juri menetapkan bahwa hanya dua naskah yang memenuhi kriteria juara di mana keduanya menempati juara 2 dan juara 3. Adapun juara 1 tidak ada. Hal ini didasarkan pada kurang mendalamnya pembahasan terhadap novel yang diresensi, terutama kurangnya penilaian terhadap novel tersebut.
Kompensasi atas tidak adanya juara 1 tersebut membuat Dewan Juri mengambil keputusan perlunya juara harapan yang berjumlah 3 naskah. Para juara harapan ini memiliki penjabaran bagus dan detail yang menunjukkan bahwa peresensi benar-benar mengetahui isi novel dan mampu menjabarkan isinya dengan ringkas dan mudah dipahami. Juga menunjukkan wawasan yang cukup bagus dari peresensi yang berkaitan dengan isi novel. Dewan Juri juga memilih 7 naskah yang dianggap layak untuk mendapatkan penghargaan tambahan meskipun belum masuk sebagai juara dan juara harapan.

Kriteria Penjurian
Penjurian sayembara resensi tahun ini berpatokan pada tiga kriteria. Ketiganya kait-mengait dengan batas yang lebur satu sama lain.

1. Kedalaman isi
Kedalaman isi yang dimaksud adalah pembahasan tentang isi novel yang diresensi, penohokannya, settingnya, pesan tersurat dan tersirat di dalamnya, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan novel tersebut. Juga kelebihan serta kekurangan novel sesuai penilaian peresensi dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Kedalaman isi memiliki porsi besar dalam penentuan pemenang dengan tidak mengesampingkan dua kriteria lainnya.

2. Kecakapan bertatabahasa Indonesia

Bertatabahasa Indonesia yang dimaksudkan adalah sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

3. Kecakapan pemilihan diksi berbahasa

Kecakapan yang dimaksud adalah pemilihan kata dan susunan kalimat yang mudah dimengerti sehingga pesan yang disampaikan menjadi jelas.

Para Pemenang

Juara pertama: tidak ada. Kami melihat tidak ada resensi yang benar-benar memberikan penilaian secara proporsional antara kelebihan dan kekurangan. Kebanyakan masih sekadar memuji dan memberikan rekomendasi kelebihannya.

Juara kedua: Flo K. Sapto W.
Novel: Ki Ageng Pengging karya Agus Wahyudi.

Secara umum peresensi mampu menampilkan kelebihan novel yang diresensi. Nilai lebih resensi ini adalah kemampuan mengurai beberapa kekurangan novel secara jeli dan proporsional. Teknis penulisan cukup bagus dengan diksi yang mudah dipahami. Ketatabahasaan ada beberapa yang minus dan kurang sesuai PUEBI.

Secara umum ini terbaik dari naskah lomba yang namun belum sampai kategori juara satu. Maka resensi ini menjadi JUARA 2.

Hadiah: uang tunai Rp. 750.000

Juara ketiga: Eny Murtiningsih
Novel: Selendang Kilisuci karya Budi Sardjono.

Peresensi mampu mencari beberapa kelebihan dan kekurangan novel dengan ketelitian membaca yang bagus. Pembahasannya runut namun kurang tajam dalam analisa. Teknis penulisan dan kebahasaan bagus, ini menjadi nilai lebih untuk mendukung pembahasan yang cenderung nglaras (santai). Naskah ini memenuhi standar panitia untuk menjadi pemenang dan masuk sebagai JUARA 3.

Hadiah: uang tunai Rp. 600.000

Juara harapan: Rarasati
Novel: Mentaok karta R. Toto Sugiharto

Resensi ini bagus mendeskripsikan isi naskah dengan beberapa ulasan. Namun masih minim penilaian, hanya sekedar penjelasan isi buku saja dari beberapa sudut pandang. Teknis penulisan dan ketatabahasaan bagus sesuai kriteria. Kekurangan dalam masalah penilaian isi novel membuat resensi ini kami tempatkan sebagai Juara Harapan.

Hadiah: uang tunai Rp. 250.000

Juara Harapan: Ilham Rabbani
Novel: Razonca: Rumah Merah Kita karya Irwan Bajang

Resensi ini bagus mendeskripsikan isi naskah dengan beberapa ulasan. Namun masih minim penilaian, hanya sekedar penjelasan isi buku saja dari beberapa sudut pandang. Teknis penulisan dan ketatabahasaan bagus sesuai kriteria. Kekurangan dalam masalah penilaian isi novel membuat resensi ini kami tempatkan sebagai Juara Harapan.

Hadiah: uang tunai Rp. 250.000

HARAPAN

Ma’mun Hidayat
Novel: 0 Kilometer karya R. Toto Sugiharto

Resensi ini bagus mendeskripsikan isi naskah dengan beberapa ulasan. Namun masih minim penilaian, hanya sekedar penjelasan isi buku saja dari beberapa sudut pandang. Teknis penulisan dan ketatabahasaan bagus sesuai kriteria. Kekurangan dalam masalah penilaian isi novel membuat resensi ini kami tempatkan sebagai Juara Harapan.

Hadiah: uang tunai Rp. 250.000

Ada tujuh resensi yang memenuhi kriteria sebagai resensi yang memenuhi standar bagus. Sebagai penghargaan, Dewan Juri memberikan voucher belanja buku di Toko Buku Biblio dan Planet Bookstore senilai Rp. 250.000. Adapun ketujuh resensi beserta penulisnya tersebut adalah:
1. Abu Wafa, Novel Isinga
2. Ahmad Idris, Novel Mentaok
3. Ostaf al-Mustafa, Novel Sang Nyai
4. Sri Purwantininghandayani, Novel Sang Nyai
5. Flo K. Sapto W., Novel Mentaok
6. Sabatina Rukmi W., Novel Selendang Kilisuci
7. Juwita Wardah Maulidah Baihaqi, Novel Isinga

Demikian Pertanggungjawaban kami selaku Dewan Juri Sayembara Resensi Novel Kalipa 2021. Selamat kepada para pemenang.

Pakem, 18 Desember 2021

Dewan Juri
Prof. Dr. Faruk
Dr. Aprinus Salam, M.Hum.

Address

Jalan Cilikan, Pakembinangun, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Pakem
55584

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kampung Literasi Pakem posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Kampung Literasi Pakem:

Share