19/12/2021
PERTANGGUNGJAWABAN DEWAN JURI SAYEMBARA RESENSI
NOVEL KALIPA 2021
Sayembara resensi novel Kalipa tahun 2021 ini adalah yang pertama dilakukan oleh Kampung Literasi Pakem (Kalipa). Sayembara ini akan menjadi kegiatan tahunan Kalipa sebagai bagian dari agenda rutin di bidang sastra. Adapun dalam kegiatan pertama ini, novel yang diresensi adalah karya-karya dari penulis Kalipa.
Ada puluhan naskah resensi yang masuk ke Dewan Juri. Naskah tersebut datang dari Sleman, Yogyakarta, Kulonprogo, Bantul, Salatiga, dan Lombok. Setelah melalui tahap-tahap penilaian, Dewan Juri menetapkan bahwa hanya dua naskah yang memenuhi kriteria juara di mana keduanya menempati juara 2 dan juara 3. Adapun juara 1 tidak ada. Hal ini didasarkan pada kurang mendalamnya pembahasan terhadap novel yang diresensi, terutama kurangnya penilaian terhadap novel tersebut.
Kompensasi atas tidak adanya juara 1 tersebut membuat Dewan Juri mengambil keputusan perlunya juara harapan yang berjumlah 3 naskah. Para juara harapan ini memiliki penjabaran bagus dan detail yang menunjukkan bahwa peresensi benar-benar mengetahui isi novel dan mampu menjabarkan isinya dengan ringkas dan mudah dipahami. Juga menunjukkan wawasan yang cukup bagus dari peresensi yang berkaitan dengan isi novel. Dewan Juri juga memilih 7 naskah yang dianggap layak untuk mendapatkan penghargaan tambahan meskipun belum masuk sebagai juara dan juara harapan.
Kriteria Penjurian
Penjurian sayembara resensi tahun ini berpatokan pada tiga kriteria. Ketiganya kait-mengait dengan batas yang lebur satu sama lain.
1. Kedalaman isi
Kedalaman isi yang dimaksud adalah pembahasan tentang isi novel yang diresensi, penohokannya, settingnya, pesan tersurat dan tersirat di dalamnya, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan novel tersebut. Juga kelebihan serta kekurangan novel sesuai penilaian peresensi dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Kedalaman isi memiliki porsi besar dalam penentuan pemenang dengan tidak mengesampingkan dua kriteria lainnya.
2. Kecakapan bertatabahasa Indonesia
Bertatabahasa Indonesia yang dimaksudkan adalah sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
3. Kecakapan pemilihan diksi berbahasa
Kecakapan yang dimaksud adalah pemilihan kata dan susunan kalimat yang mudah dimengerti sehingga pesan yang disampaikan menjadi jelas.
Para Pemenang
Juara pertama: tidak ada. Kami melihat tidak ada resensi yang benar-benar memberikan penilaian secara proporsional antara kelebihan dan kekurangan. Kebanyakan masih sekadar memuji dan memberikan rekomendasi kelebihannya.
Juara kedua: Flo K. Sapto W.
Novel: Ki Ageng Pengging karya Agus Wahyudi.
Secara umum peresensi mampu menampilkan kelebihan novel yang diresensi. Nilai lebih resensi ini adalah kemampuan mengurai beberapa kekurangan novel secara jeli dan proporsional. Teknis penulisan cukup bagus dengan diksi yang mudah dipahami. Ketatabahasaan ada beberapa yang minus dan kurang sesuai PUEBI.
Secara umum ini terbaik dari naskah lomba yang namun belum sampai kategori juara satu. Maka resensi ini menjadi JUARA 2.
Hadiah: uang tunai Rp. 750.000
Juara ketiga: Eny Murtiningsih
Novel: Selendang Kilisuci karya Budi Sardjono.
Peresensi mampu mencari beberapa kelebihan dan kekurangan novel dengan ketelitian membaca yang bagus. Pembahasannya runut namun kurang tajam dalam analisa. Teknis penulisan dan kebahasaan bagus, ini menjadi nilai lebih untuk mendukung pembahasan yang cenderung nglaras (santai). Naskah ini memenuhi standar panitia untuk menjadi pemenang dan masuk sebagai JUARA 3.
Hadiah: uang tunai Rp. 600.000
Juara harapan: Rarasati
Novel: Mentaok karta R. Toto Sugiharto
Resensi ini bagus mendeskripsikan isi naskah dengan beberapa ulasan. Namun masih minim penilaian, hanya sekedar penjelasan isi buku saja dari beberapa sudut pandang. Teknis penulisan dan ketatabahasaan bagus sesuai kriteria. Kekurangan dalam masalah penilaian isi novel membuat resensi ini kami tempatkan sebagai Juara Harapan.
Hadiah: uang tunai Rp. 250.000
Juara Harapan: Ilham Rabbani
Novel: Razonca: Rumah Merah Kita karya Irwan Bajang
Resensi ini bagus mendeskripsikan isi naskah dengan beberapa ulasan. Namun masih minim penilaian, hanya sekedar penjelasan isi buku saja dari beberapa sudut pandang. Teknis penulisan dan ketatabahasaan bagus sesuai kriteria. Kekurangan dalam masalah penilaian isi novel membuat resensi ini kami tempatkan sebagai Juara Harapan.
Hadiah: uang tunai Rp. 250.000
HARAPAN
Ma’mun Hidayat
Novel: 0 Kilometer karya R. Toto Sugiharto
Resensi ini bagus mendeskripsikan isi naskah dengan beberapa ulasan. Namun masih minim penilaian, hanya sekedar penjelasan isi buku saja dari beberapa sudut pandang. Teknis penulisan dan ketatabahasaan bagus sesuai kriteria. Kekurangan dalam masalah penilaian isi novel membuat resensi ini kami tempatkan sebagai Juara Harapan.
Hadiah: uang tunai Rp. 250.000
Ada tujuh resensi yang memenuhi kriteria sebagai resensi yang memenuhi standar bagus. Sebagai penghargaan, Dewan Juri memberikan voucher belanja buku di Toko Buku Biblio dan Planet Bookstore senilai Rp. 250.000. Adapun ketujuh resensi beserta penulisnya tersebut adalah:
1. Abu Wafa, Novel Isinga
2. Ahmad Idris, Novel Mentaok
3. Ostaf al-Mustafa, Novel Sang Nyai
4. Sri Purwantininghandayani, Novel Sang Nyai
5. Flo K. Sapto W., Novel Mentaok
6. Sabatina Rukmi W., Novel Selendang Kilisuci
7. Juwita Wardah Maulidah Baihaqi, Novel Isinga
Demikian Pertanggungjawaban kami selaku Dewan Juri Sayembara Resensi Novel Kalipa 2021. Selamat kepada para pemenang.
Pakem, 18 Desember 2021
Dewan Juri
Prof. Dr. Faruk
Dr. Aprinus Salam, M.Hum.