MUI Tangsel

MUI Tangsel Majelis Ulama Indonesia Kota Tangerang Selatan

27/03/2026

Ikrar Syahadat a.n. Putri Jesrimna Br Ginting, Jum'at (27/03/2026) di Sekretariat MUI Tangsel, dibimbing oleh pengurus MUI Tangsel dan Muallaf Center, ustadz H. Azharul Fuad Mahfudh.

Para Muallaf yang berikrar Syahadat di Muallaf Center MUI Tangsel.
27/03/2026

Para Muallaf yang berikrar Syahadat di Muallaf Center MUI Tangsel.

Milad MUI ke-50, Infokom MUI Kota Tangsel Dorong Dakwah Digital Kaula MudaINFOKOM – Ketua Infokom Majelis Ulama Indonesi...
30/07/2025

Milad MUI ke-50, Infokom MUI Kota Tangsel Dorong Dakwah Digital Kaula Muda

INFOKOM – Ketua Infokom Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan atau Tangsel Azharul Fuad Mahfudh mendorong transformasi dakwah di era digital.

Hal tersebut disampaikan pada kegiatan Pendidikan Kader Ulama (PKU) MUI Kota Tangsel yang diselenggarakan di Hotel Vega Gading Serpong Kecamatan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang pada Selasa 21 Juli 2025.

Dia menyoroti revolusi teknologi telah mengubah pola dakwah yang tadinya berada di podium dan majelis taklim bermigrasi ke kanal digital.

“Kini orang lebih banyak melekin Medsos dibandingkan hadiri majelis taklim,” kata dia seraya ungkap data melek medsos di tanah air 2023 sebesar 212 juta jiwa dengan 176 jiwa berusia 16-34 atau kalangan milenial.

Dia meminta para peserta PKU MUI Tangsel yang masuk dalam golongan milenial itu untuk mengambil peran dalam dakwah di media digital.

Caranya bagaimana? Fuay, biasa disapa, mengajarkan tips sederhana dalam membuat produk digital yang bisa dilakukan terus menyimpan di kanal Facebook, YouTube, TikTok, dan Instagram.

Bentuk Dakwah Digital

Bentuk dakwah digital berupa video pendek, Podcast, dan Infografis atau siaran langsung dalam bentuk pertanyaan.
“Video pendek seperti TikTok dan Reels memiliki tingkat keterlibatan dua kali lebih tinggi dan cocok untuk pesan dakwah yang ringkas,” jelas dia.

Adapun penggunaan Podcast dan Infografis, Fuay sebut untuk kajian mendalam dan penyampaian informasi singkat yang menarik secara visual.

“Nah, siaran langsung akan sangat menarik audiens jika melibatkan tema aktual dan mencapai audiens yang lebih luas dengan melakukan diversifikasi konten,” ucap dia.

Sedangkan produksi konten di berbagai platform media sosial tentu saja dengan gaya yang berbeda-beda. Karenanya, pinta dia, bagi pemula harus mampu beradaptasi bahasa dan gaya penyampaian sesuai platform dan target audiens.

“Untuk mendapatkan banyak audiens harus memperhatikan kualitas visual dan audio agar enak ditonton,” saran dia.

Selian itu diupayakan menggunakan storytelling untuk menyampaikan pesan dakwah secara relevan dan emosional yang menyentuh hati, itu yang pertama.

Kedua bisa berkolaborasi dengan konten kreator lain untuk memperluas jangkauan dan membawa perspektif baru.

Tantangan Dakwah Digital

Memasuki dunia baru dakwah ternyata bukan perkara mudah karena terdapat tantangan besar dan terkadang mengagetkan.

“Ini terjadi pada video kalau sudah viral akan mengorbankan kedalaman substansi ajaran agama. Menyederhanakan masalah karena mengurangi pesan agama dan lebih mementingkan kepentingan banyak ditonton,” beber dia.

Tantangan paling terasa secara moral adalah kekuatan diri dalam mempertahankan integritas moral di tengah sorotan publik dan godaan pop**aritas.

Bahkan, kata dia, ada peningkatan penyebaran hoax dan mis informasi agama mencapai 40 persen dari konten digital.

Lalu dia meminta pada pemula untuk memperhatikan tentang dilema menguangkan atau monetisasi konten dakwah dan bagaimana menghindari kesan eksploitasi.

Semisal mengelola endorsemen atau kemitraan tanpa mengganggu kesakralan pesan dakwah dan mempertahankan kepercayaan audiens.

Meski demikian, Fuay mengaku optimis pada prospek dakwah digital di tengah banyak kemungkinan terjadinya penurunan kepercayaan jika pesan dakwah kurang menarik atau berbalik arah pada konten kreator.

“Manfaatkan peluang digital dengan strategi matang dan kreatif. Hadapi tantangan dengan komitmen pada etika sebagai pilar membangun masyarakat digital yang berakhlak dan berwawasan luas,” demikian dia menutup. (/ms)

Kajian Kitab Kuning, Upaya Bangun Kota Tangsel Dengan Pondasi Moral dan Keimanan KuatCIPTIM (Infokom) - Majelis Ulama In...
30/07/2025

Kajian Kitab Kuning, Upaya Bangun Kota Tangsel Dengan Pondasi Moral dan Keimanan Kuat

CIPTIM (Infokom) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan terus menguatkan syiar ilmu melalui Kajian Kitab Kuning yang kini tidak hanya terselenggara di Islamic Center, melainkan mulai menjangkau kecamatan-kecamatan. Kecamatan Ciputat Timur menjadi lokasi perdana penyelenggaraan kajian ini, Rabu (30/7/2025).

Wakil Wali Kota Tangsel, H. Pilar Saga Ichsan, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada MUI dan jajaran Kecamatan Ciputat Timur atas sinergi dalam menghadirkan pembelajaran kitab kuning ke tengah masyarakat. Ia berharap kajian semacam ini dapat menjadi contoh baik yang menginspirasi kecamatan lainnya.

“Insya Allah, kami akan menerbitkan surat edaran kepada seluruh kecamatan agar kegiatan ini bisa dijangkau lebih luas oleh masyarakat. Harapannya, tidak hanya kalangan tua, tapi juga anak-anak muda ikut terlibat, termasuk para pemuda dari organisasi-organisasi Islam,” ujarnya di dampingi Sekretaris Kecamatan Ciputat Timur H Kamaludin.

Pilar menekankan pentingnya memperkenalkan khazanah karya ulama kepada generasi muda, termasuk tokoh besar asal Banten seperti Imam Nawawi. Ia juga menyinggung komitmen Pemerintah Kota Tangsel dalam mendukung para penghafal Al-Qur’an.

“Kami telah menyalurkan lebih dari satu miliar rupiah bagi para hafidz dan hafidzah, mulai dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi. Ini bagian dari ikhtiar kami dalam memberantas buta huruf Al-Qur’an,” tegasnya.

Lebih jauh, Pilar menegaskan bahwa pembangunan Kota Tangsel tidak hanya berfokus pada aspek fisik, namun juga spiritual. Landasan iman dan takwa menjadi arah pembangunan berperadaban.

“Kita ingin Tangsel dibangun di atas pondasi moral dan keimanan yang kuat. Maka selama para ulama dan kiyai masih sehat, mari kita manfaatkan untuk terus belajar. Regenerasi ulama harus terus didorong agar Tangsel senantiasa melahirkan ulama-ulama yang mumpuni,” tambahnya.

Dalam upaya mencetak generasi Qur’ani dan masyarakat yang berakhlak, Pemkot Tangsel menggandeng MUI untuk memperluas pengajaran kitab kuning hingga ke tingkat sekolah dasar. Namun demikian, kebijakan tersebut masih dalam tahap kajian agar tidak membebani para siswa.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Tangsel, KH Saidih, menyambut baik kehadiran Wakil Wali Kota dan seluruh alim ulama dalam majelis ilmu ini. Ia menilai pertemuan ini bukan sekadar forum ilmiah, namun juga bagian dari silaturahmi yang penuh berkah.

“Semoga pertemuan ini diridhai oleh Allah SWT. Silaturahmi dengan para guru dan ulama adalah nikmat yang tak ternilai,” ungkapnya diamini Ketua MUI Kecamatan Ciputat Timur KH Abdul Rozak Sastra.

KH Saidih juga mengajak untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin. “Waktu terbagi tiga: kemarin, hari ini, dan esok. Hari ini mari kita rancang masa depan Tangsel agar senantiasa tumbuh dengan keberkahan,” ucapnya.

Senada dengan itu, Wakil Ketua MUI Tangsel, KH Hasan Mustofi, menegaskan pentingnya kajian kitab kuning sebagai sumber ilmu autentik di tengah derasnya arus informasi global yang belum tentu terverifikasi.

“Kajian ini bukan semata-mata untuk bisa membaca, namun mengambil keberkahan dari kandungan adab dan akhlaknya. Kita harap ini membawa kemuliaan dan memperkuat peradaban Islam di tengah masyarakat modern,” tutur beliau.

Sebagai penutup, KH Hasan menyampaikan bahwa sudah saatnya kitab-kitab kuning yang menjadi pegangan utama di pesantren disebarluaskan kepada masyarakat luas, dalam rangka memperkokoh karakter Kota Tangsel yang cerdas, modern, dan religius.

Muqri /pembaca KH Bahrudin Pengasuh Pondok Pesantren Daar El Hikam, Pondok Ranji, Ciputat Timur, Kota Tangsel Kitab Syarah Hikam Athaiyyah karya syeikh Abdul Majid As Syamubi. Materi kedua kitab Isti’daad Li Yaumil Ma’ad yang diampu oleh KH Dr H Almahdi Akbar dari karangan Ibnu Hajar Al Asqolany. (/din)

08/03/2025

Jangan Meremehkan Perbuatan Baik Sekecil Apapun itu

MUI Tangsel Gelar Pelatihan Teknis Master of Ceremony PAMULANG (Kemenag Tangsel) - Latihan MC atau pembawa acara sangatl...
19/12/2024

MUI Tangsel Gelar Pelatihan Teknis Master of Ceremony

PAMULANG (Kemenag Tangsel) - Latihan MC atau pembawa acara sangatlah perlu dilakukan untuk pengkaderan, karena tenaga keprotokolan dan Pembawa Acara (MC) masih sangat sedikit, hal ini dapat dilihat bahwa dalam setiap kegiatan atau acara resmi yang tampil orang-orangnya itu-itu saja.

Demikian disampaikan Sekretaris Umum MUI Tangsel Abdul Rojak, saat menjadi Narasumber pada kegiatan Pelatihan Teknis Master of Ceremony, yang diadakan MUI Tangsel, Kamis (19/12/2024) di aula lantai 4 gedung kelembagaan Kota Tangsel, Pamulang. Acara dibuka oleh Sekdis Kominfo Pemkot Tangsel, Tati.

Lebih lanjut Abdul Rojak menyampaikan Berbicara di depan umum seringkali menjadi tantangan bagi banyak orang. Grogi adalah hal yang wajar, tetapi bukan berarti tidak bisa diatasi.

"Beberapa cara sederhana untuk mengurangi rasa grogi saat public speaking antara lain persiapan yang matang. Luangkan waktu untuk memahami materi yang akan disampaikan. Semakin menguasai topik, rasa percaya diri akan meningkat dan grogi pun berkurang," jelasnya.

Menurutnya sebelum tampil, seorang MC harus mengenali audiens, dengan mencari informasi siapa yang akan menjadi pendengar. Dengan memahami audiens, lebih mudah menyusun strategi penyampaian yang relevan dan menarik.

"Untuk mendapatkan perhatian dari audiens, mulailah dengan hal yang membuat nyaman. Sampaikan pembuka yang menarik, seperti cerita, humor ringan, atau fakta mengejutkan. Hal ini tidak hanya menarik perhatian audiens, tetapi juga membantu diri sendiri merasa lebih rileks," paparnya.

"Intinya, public speaking adalah keterampilan yang dapat dipelajari dan dilatih. Dengan persiapan dan praktik yang konsisten, rasa grogi akan berkurang, dan kemampuan berbicara di depan umum pun semakin meningkat," lanjutnya.

Sementara itu, Narasumber kedua, Chandra Saputra, memaparkan beberapa metode yang harus dikuasai, yaitu Impromtu, Manuscript, Memeriksa, dan Extempore.

"Yang perlu diperhatikan seorang MC antara lain Attitude, yaitu penampilan pakaian, datang 1 jam sebelum acara, briefing, dan persiapan materi pada malam hari," ujar Coach Public Speaking tersebut.

Dijelaskannya, intonasi suara seorang MC terdiri dalam beberapa varian, antara lain suara formal yaitu suara bulat, tidak boleh improve, posisi on point, tidak boleh smiling voice, dan memakai manuscript, karena tamu VIP banyak yang hadir.

"Ada lagi Semi Formal, yaitu suara lebih bervariasi dan boleh berimprovisasi. Di sini wajib tersenyum, karena tamu VIP tidak terlalu banyak," ujarnya.

Berbeda lagi jika pada acara non formal. Menurutnya MC boleh bersuara ceria dan ekspresif.

"Di sini MC wajib berimprovisasi, wajib posisi pindah, wajib smiling voice, karena tidak ada tamu VIP," tandasnya.

Di akhir materi diadakan praktek langsung dari peserta dibimbing oleh Narasumber. Peserta juga dibimbing dengan berbagai teknik dan tips untuk menghilangkan ketakutan berbicara di depan umum, mencairkan suasana dan memberikan warna pada acara yang berlangsung.

Dengan adanya pelatihan MC ini diharapkan para peserta memahami bagaimana menggunakan kekuatan suara dan intonasi saat membawakan acara, mendayagunakan gerak tubuh dan bahasa tubuh yang tepat, berbicara dengan penuh inspirasi dan memukau. ( )

Babak Final Lomba Karya Tulis Ilmiah MUI Tangsel PAMULANG (Infokom) - Lomba Karya Tulis Ilmiah yang diadakan oleh MUI Ta...
04/12/2024

Babak Final Lomba Karya Tulis Ilmiah MUI Tangsel

PAMULANG (Infokom) - Lomba Karya Tulis Ilmiah yang diadakan oleh MUI Tangsel telah memasuki Babak Final. Dari 81 peserta yang mengikuti lomba ini, dewan juri memilih 7 peserta dengan nilai tertinggi.

Babak Final dibuka oleh Wali Kota Tangsel, yang diwakili staf ahli, Heli Slamet, Selasa (04/12/2024) di aula lantai 2 gedung Kelembagaan Kota Tangsel, Pamulang. Turut hadir Sekum MUI Tangsel, Abdul Rojak, Dewan Juri, dan Panitia.

Sekum MUI Tangsel, Abdul Rojak, menyampaikan peserta yang masuk ke babak final adalah yang terpilih dengan nilai tertinggi berdasarkan karya tulis ilmiah yang dikirim ke panitia melalui email.

“Hari ini kita melaksanakan babak final, dimana sebelumnya karya tulis ilmiah peserta telah diseleksi dan dinilai oleh dewan juri. Sungguh menggembirakan bahwa lomba ini mendapat respon positif, terbukti ada 81 naskah yang dikirim dalam waktu kurang dari dua minggu. Dan ini baru pertama kali diadakan oleh MUI Kabupaten Kota se-provinsi Banten, bahkan mungkin se-Indonesia," ungkapnya.

Ditambahkannya, seluruh naskah yang masuk akan dicetak dalam sebuah buku dan dipublish di website MUI Tangsel.

"Panitia telah memberitahukan kepada para peserta bahwa naskah yang masuk akan dicetak dalam sebuah buku, juga dalam format e-book dan dipublish di website MUI Tangsel. Dan insya Allah komisi Infokom juga akan menayangkannya dalam bentuk Podcast," jelasnya.

Ia berharap para peserta terus menulis sambil mengutip ungkapan Imam Ghozali bahwa timbangan amal seorang penulis lebih berat dari seorang mujahid.

Sementara itu, staf ahli Wali Kota Tangsel, Heli Slamet, memberi apresiasi yang tinggi diadakannya lomba tersebut.

"Apalagi nanti akan dibukukan. Tentunya akan menambah khazanah perpustakaan kota Tangsel," imbuhnya.

Ia berpesan agar budaya menulis terus digalakkan di kota Tangsel untuk mempertajam tulisan.

"Tulisan itu harus tajam. Seperti pencil, agar tajam harus terus diraut. Nah, menajamkan tulisan, pertama harus diniatkan karena Allah sebagai ibadah, kemudian dengan banyak referensi, mentalitas dan daya juang harus kuat," ujarnya.

Para ulama terdahulu, sambungnya, adalah para penulis yang luar biasa. Karena niatnya karena Allah, maka buku-buku mereka masih dibaca hingga sekarang.

"Dan itu menjadi ladang amal jariyah," tandasnya.

Lomba Karya Tulis Ilmiah MUI Tangsel tahun 2024 ini mengambil tema “Peran MUI dalam Menjaga Ajaran Islam di Tengah Globalisasi dan Modernitas.”

Selepas acara pembukaan, para Finalis mempresentasikan hasil Karya Tulis Ilmiahnya di hadapan dewan juri.

Pemenang akan diumumkan pada tanggal 31 Desember 2024 pada acara Launching Buku Lomba Karya Tulis Ilmiah.

Panitia menyiapkan hadiah uang tunai untuk juara 1 sebesar Rp. 6.000.000.- Juara 2 sebesar Rp. 4.000.000.- Dan juara 3 sebesar Rp. 2.000.000.- ( )

MUI Tangsel Ingatkan Usaha Jangan Sampai Gunakan Pinjol  PAMULANG (Infokom) - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia  Kota T...
24/10/2024

MUI Tangsel Ingatkan Usaha Jangan Sampai Gunakan Pinjol

PAMULANG (Infokom) - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Kota Tangsel, KH. Saidih, menyatakan jika hendak memulai usaha, jangan sampai menggunakan pinjaman online.

"Saat ini pinjol (pinjaman online) banyak yang ilegal," katanya dalam sambutan pada acara Seminar Kewirausahaan yang diadakan oleh Komisi Pemberdayaan Umat MUI Tangsel, Rabu (23/10/2024), di Gedung Kelembagaan Kota Tangsel, Pamulang.

Seminar tersebut mengusung tema "Berani Berwirausaha Tanpa Modal Pinjaman Online (Pinjol)", diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari utusan Pengurus MUI tangsel, utusan Pengurus MUI Kecamatan se-kota Tangsel, Ormas Islam, dan lembaga-lembaga keagamaan Islam se-Kota tangsel.

Hadir Staf Ahli Wali Kota Tangsel Bidang Kemasyarakatan, Heli Slamet, Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Tangsel, Muhammad Salbini, dan mengundang dua Narasumber, Dosen UNIS Tangerang, Dr. Masruri, dan Affan Arisga, SE., selaku Pelaku Usaha/Owner Maomao Authenthic Thai Tea.

Ketua Yayasan Daarul Hikmah tersebut menyarankan jika memang mendesak agar hati-hati memilih jenis pinjol yang banyak ditawarkan di masyarakat.

"Kita perlu berhati-hati untuk memilih. Walaupun demikian ada pinjaman online juga legal. Dalam Islam, pinjaman online itu dibolehkan asal konteksnya tolong menolong dan bukan komersil," tuturnya.

Dirinya menyampaikan, pada masa mendatang MUI Kota Tangsel akan meningkatkan kerjasama dengan berbagai lembaga untuk memulai usaha.

"MUI tangsel harus mandiri dan punya usaha sendiri sehingga bisa membantu masyarakat miskin karena MUI adalah pelayan umat khususnya dalam pemberdayaan ekonomi umat," tegasnya.

Peserta yang berjumlah 50 orang, dikatakannya, berpotensi besar untuk memulai usaha di masa mendatang karena berasal dari berbagai unsur yang tersebar di Kota Tangsel.
"Ini sangat potensial, karena pesertanya merupakan utusan dari Pengurus MUI Tangsel, MUI Kecamatan se-Tangsel, ormas Islam dan lembaga-lembaga keagamaan islam se-Kota tangsel," tutupnya.

Di tempat yang sama, Staf Khusus Walikota Tangsel Heli Slamet menyampaikan harapan besar dari kegiatan seminar bisa memicu peserta untuk melakukan usaha di tempat masing-masing.

"Peserta dapat memahami dengan baik materi yang disampaikan terutama semangat berwirausaha," katanya.

Dirinya meminta juga untuk terus menerus mewaspadai bahaya pinjaman online yang sudah menjamur di masyarakat.

"Kita berharap agar peserta juga memahami tentang bahaya pinjaman online yang ilegal yang marak terjadi sekarang ini," pinta dia.

Mengenai status hukum pinjaman online dijelaskan secara lebih mendalam oleh dua pembicara yakni, Dosen UNIS Tangerang, Dr. Masruri, dan Pelaku Usaha, Affan Arisga.

Masruri lebih menyoroti prinsip pinjaman dalam Islam diperbolehkan dalam syariat Islam karena hal tersebut sebagai bentuk pertolongan antara sesama.

"Orang yang memberikan hutang atau pinjaman kepada orang lain yang sangat membutuhkan adalah hal yang disukai dan dianjurkan, karena di dalamnya terdapat pahala yang besar," ungkapnya.

Dia jelaskan, sisi pertama dari orang yang berhutang (muqtaridh) yaitu membantu mereka yang membutuhkan. Sedangkan dari sisi kedua adalah dari orang yang yang memberi hutang (muqridh) yaitu dapat menumbuhkan jiwa ingin menolong orang lain, menghaluskan perasaan sehingga ia peka terhadap kesulitan yang dialami oleh orang lain.

Namun, dia memberi syarat, bagi pihak yang berutang bila sudah mampu untuk mengembalikan, hendaknya mempercepat pembayarannya.

"Lalai dalam pembayaran hutang berarti berbuat zalim bahkan lebih tegasnya Rasulullah mengatakan orang mampu yang menangguhkan pembayaran hutang dihalalkan kehormatannya dan siksaannya," dia tambahkan.

Sementara itu pengusaha muda alumnus Mercu Buana ini telah memiliki 37 outlet band munim Indonesia yang digagas sejak 2019 silam. Dirinya berbagai resep soal tugas bisnis owner.

"Tugas business owner belajar dan melayani tim. Tim melayani customer dan customer membayar pelayanan tersebut dengan omset," tutupnya. ( /din)

22/10/2024
Pembinaan Bagi Konselor Pemeliharaan dan Pelestarian KeluargaPAMULANG (Infokom) - Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja,...
09/10/2024

Pembinaan Bagi Konselor Pemeliharaan dan Pelestarian Keluarga

PAMULANG (Infokom) - Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PPRK), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangsel, menggelar Pembinaan Bagi Konselor Pemeliharaan dan Pelestarian Keluarga, Rabu (09/10/2024) bertempat di aula gedung kelembagaan kota Tangsel, Pamulang.

Kegiatan dihadiri oleh Ketua Umum MUI Tangsel, KH. Muhammad Saidih, Wali Kota Tangsel yang diwakili staf ahli, Heli Slamet, dengan peserta utusan dari Bidang PPRK MUI se-kota Tangsel, Ormas Islam, Penyuluh Agama Islam, dan utusan Majlis Taklim.

Dalam sambutannya, KH. Saidih menuturkan semua orang ingin memiliki keluarga sakinah. Ciri-ciri keluarga sakinah adalah memiliki kecenderungan memahami agama.

“Agama membasuh kehidupan kita sehari-hari, dengan agama maka keluarga yang bahagia, aman, sejahtera lahir dan batin akan terwujud,” ucapnya.

Ia mengajak untuk terus menciptakan kebahagian-kebahagian di dalam keluarga, karena kebahagiaan bisa diciptakan dengan kebersamaan dan tidak harus dengan materi.

Sementara itu, staf ahli Wali Kota, Heli Slamet, dalam sambutannya menyambut baik diadakan kegiatan tersebut. Menurutnya sebaik apapun lembaga pendidikan formal, tetap pendidikan dasar ada di rumah.

“Jangan sampai orangtua menyekolahkan anaknya di sekolah mahal, lalu membiarkan saja tanpa memperhatikan peran sebagai orangtua dalam mendidik anak. Pendidikan mental, kedisiplinan, keteladanan, itu ada di rumah. Ini perlunya mendampingi anak, terutama di zaman sekarang yang serba teknologi,” ujarnya.

Ia berpesan agar para peserta nantinya dapat mensosialisasikan kepada para orangtua agar dapat mendampingi anak-anak mereka.

“Dampingilah anak-anak kita dalam rangka kita melindungi mereka. Melindungi anak-anak saat ini adalah melindungi bangsa dan negara,” tandasnya.

Ketua Komisi Pemberdayaan Perempuan MUI Kota Tangsel, Hj. Tati Astaryati, menyampaikan tujuan diselenggarakannya kegiatan tesebut untuk membuka wawasan lebih luas dan mendalam tentang makna keluarga sakinah dan kriteria menjadi keluarga sakinah.

“Tentunya menjadi keluarga sakinah adalah harapan bagi semua orang yang berubah tangga. Untuk itu kami menyelenggarakan kegiatan ini agar banyak orang bisa menjadi Konselor pemeliharaan dan pelestarian keluarga,” jelas Hj. Tati yang juga bertindak selaku Narasumber.

Dijelaskannya, berkeluarga adalah sarana untuk membangun umat, masyarakat, dan bangsa yang kuat. Dan keluarga yang bahagia akan melahirkan generasi yang sejahtera.

“Berkeluarga adalah sarana yang memungkinkan terjadinya proses regenerasi, lahirnya generasi yang melanjutkan perjuangan keluarga dan peradaban yang utama,” ucapnya.

Menurutnya, salah satu masalah yang dihadapi masyarakat modern adalah ketahanan dan keharmonisan keluarga.

“Solusi untuk permasalahan tersebut dapat diwujudkan dengan penguatan, dan pemahaman dari 8 fungsi keluarga, yang keseluruhan dapat tercakup ke dalam prinsip asah, asih, dan asuh,” paparnya.

Narasumber lain Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kota Tangsel, drg. Mercy Apriyanti. Dalam paparannya ia menjelaskan keluarga merupakan salah satu pilar peradaban bangsa.

“Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat. Kualitas keluarga menentukan kualitas masyarakat, dan kualitas bangsa dan negara. Karena keluarga adalah pilar peradaban bangsa, maka apabila pilar tersebut keropos, bangunan suatu bangsa tidak akan kokoh,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan keluarga sebagai institusi terkecil dari masyarakat menjadi cermin kemajuan suatu masyarakat.

“Apabila suatu ketahanan keluarga semakin baik, maka secara agregat ketahanan di masyarakat semakin baik p**a dan akhirnya ketahanan suatu negara menjadi semakin kuat,” pungkasnya. ( )

Address

Pamulang
Pamulang

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when MUI Tangsel posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to MUI Tangsel:

Share