08/08/2023
Permasalahan sampah menjadi suguhan tematik dan santer di DIY akhir -akhir ini. Ketika Yogyakarta darurat sampah maka banyak bermunculan protes tentang budaya membuang sampah yang tidak berbudaya. Sementara itu, dalam kerja senyap, cukup banyak aksi mengolah sampah dengan proses budaya menjadi produk budaya.
Problematika ekologi tersebut direspon Iwan Wijono, Franziska Fennert, Ignatia Nilu dan Dhoni Yudhanto dengan membangun instalasi raksasa berdinding batu bata plastik secara bertahap dari material sampah plastik sejak 2021. Proyek seni budaya ini dinamakan Monumen Antroposen yang berlokasi di Sentulrejo RT 03, Bawuran, Pleret, Bantul atau 200 meter dari Kompleks TPA Piyungan (area Dam Side Piyungan).
Kawasan yang menempati lahan seluas 6 hektar ini dirancang sebagai sentra kreatif ekonomi sirkular yang dilengkapi dengan infrastruktur untuk upcycling dan distribusi sampah serta pelatihan keterampilan daur ulang plastik untuk pelestarian lingkungan hidup. Kerja kolaborasi ini didukung Goethe Institut Jerman, Forum Upcycle Indonesia, Pemkab. Bantul, Masyarakat Kelurahan Bawuran, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY dan lainnya.
Selengkapnya di jogjaprov.go.id
Reposted from