- Menurut cerita dari mulut ke mulut secara turun temurun, diceritakan bahwa nama darangdanberasas dari kata dangdan yang artinya berdandan / berkemas untuk bepergian atau mempersiapkan segala sesuatu untuk melakukan perjalanan.
- Dikisahkan bahwa sekitar abad ke-16 pasukan kerajaan Mataram pernah singgah / beristirahat di sebuah tempat yang kini di berinama Darangdan. Setelah beristirahat pasukan
tersebut berdandan / berkemas kembali untuk melanjutka perjalanan guna mengusir kompeni Belanda di Sunda Kelapa yang kini bernama Jakarta. Dan tempat yang pernah di singgahi pasukan tersebut di beri nama “DARANGDAN”.
- Sampai dengan awal tahun 1968 Desa Darangdan masih merupakan bagian dari Kecamatan Plered, seiring dengan lahirnya UU nomor 4 tahun 1968 tentang pembentukan Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang, di iringi p**a dengan adanya pemekaran Kecamatan di wilayah Kabupaten Purwakarta maka terbentuklah Kecamatan Darangdan yang Desa-Desanya sebagian dari Kecamatan Plered dan sebagian lagi dari Kecamatan Wanayasa. Dan secara Resmi Kecamatan Darangdan memulai pelayanan umum kepada masyarakat sekitar bulan September 1969.
- Pada tahun 1978 Desa Darangdan di mekarkan menjadi dua desa yaitu Desa Darangdan sebagai desa induk dan desa pemekaran Sawit (yang wilayahnya mencakup Kampung Sawit kidul dan Kampung Sawit kaler).
- Pada tahun 1981 sebagian wilayah Desa Darangdan yaitu Kampung Cijurey. Ciwaru dan Gununghejo dan sebagian wilayah Desa Sempur dijadikan Desa Pemekaran Gununghejo.
- Pada tahun 1984 sebagian wilayah desa Darangdan (mencakup Kampung Cotak dan sebagian Kampung Babakan serta Kampung Sawit Kaler dijadikan Desa Pemekaran yang kini bernama Desa Sadarkarya.