23/06/2024
SEMOGA AKU...
Hari ini dg wajah cemberut, sesekali menyeka air mata, aku berkeluh kesah pada suamiku. Yakan kami berdua memang aleman satu sama lain. Aku bercerita ttg beban ini itu, ttg orang2 yg belum bisa aku maafkan, ttg bbrp hal yg masih mengganjal, sesekali anakku rungsing krn caper minta diajak main tapi krn lg bad mood aku jadi galak (eh kan emang galak, oia lupa)
Tetiba, dapat kabar bahwa salah1 teman baik jaman kuliah "berpulang" selamanya, meninggalkan suami dan anak2nya. Seketika hatiku berhamburan. Nangis, yaiyalah. Sedih, ya masa engga. Merenung..nahh ini..kabar berpulangnya temanku menjadi momentum untuk muhasabah diri. Untuk kembali "mempersiapkan kematian". Jangan sampai aku pergi dalam keadaan belum memaafkan, jangan sampai aku pergi dalam keadaan belum melayani suami secara paripurna-memenuhi anakku dg tangki cinta. Jangan sampai aku pergi dalam keadaan hanya fokus terhadap segelintir penjahat dunia hingga lupa berbahagia bersama orang2 yg benar2 tulus cintanya. Jangan sampai aku sibuk bersedih pada orang2 yg berbuat buruk sampe lupa bahwa ada orang tua, mertua, kakak, adik dan sahabat2 yg jumlahnya jauh lebih tak terhitung sayangnya padaku. Sungguh pelajaran untukku untuk benar2 menghindari iri, dengki, hasad, hasud dan fitnah..takut sekali jika sampai aku berpulang dalam keadaan belum meminta maaf pada yg pernah aku dzalimi dan dia minta perkaraku digelar diakhirat nanti. Karena kematian adalah misteri...maka kita hanya bisa berharap agar Allah SWT panjangkan umur kita, memberi kesempatan dan kemampuan untuk mempersiapkannya sebaik mungkin...π₯²
Manusia punya KENDALA, tapi Allah punya KENDALI..kembali pada NIAT YANG LURUS nanti biar Allah yang URUS β€οΈβπ©Ή