30/09/2025
Ada sebuah cerita dari kawan kita yang belum lama ini beliau bagikan.
Cerita sederhana yang insyaa Allah bisa diambil ibroh untuk kita semua.
Beliau adalah seorang guru. Suatu hari saat sedang mengajar, beliau marah lantaran ada beberapa siswanya yang berulah.
Kami tegaskan, disini kami tidak membahas "ulah" apa yang membuat kawan kita marah, tapi "efek yang beliau rasakan setelah marah".
Beliau menuturkan bahwa tubuh terasa lemah dan letih setelah marah, jauh berbeda dengan kondisi saat sebelum marah.
Merasa penasaran, kami mencoba membaca beberapa referensi dunia maya tentang hal tersebut, dan ternyata hasilnya memang benar demikian
Intinya, saat marah tubuh kita bekerja lebih keras. Detak jantung dan tekanan darah meningkat, pernapasan makin cepat. Ini seperti tubuh bekerja lembur, yang menguras banyak energi.
Selain itu, marah juga bisa membuat kita sulit berpikir jernih karena tumpukan pikiran negatif di otak sehingga bisa menyebabkan kelelahan emosional.
Subhanallah...
Betapa buruk "efek samping" dari marah sehingga Allah Ta'ala dan Rasul Nya menyuruh kita untuk bersabar dan menahan amarah.
Bahkan dalam FirmanNya, Allah Ta'ala menggolongkan orang-orang yang bisa menahan amarah sebagai "orang yang bertaqwa"
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan."
(Q.S. Ali Imron : 133-134)
Mengapa bisa demikian?
Karena memang begitu sulitnya menahan amarah, jadi tidak heran Allah Ta'ala menyematkan gelar "muttaqin" bagi siapapun yang mampu menahan amarah.
Melalui sabda nya, nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wasallam pernah menyampaikan ganjaran bagi mereka yang mampu menahan amarah
"Jangan marah, maka kamu akan masuk Surga."
(HR Ath-Thabrani).
"Barangsiapa menahan amarah padahal ia mampu melakukannya, pada hari Kiamat Allah akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk, kemudian Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia sukai."
(HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).
Maasyaa Allah, dari sedikit sharing pengalaman hidup dari kawan kita, ternyata ada hikmah yang bisa kita petik.
Semoga kita semua dimudahkan oleh Allah Ta'ala untuk bisa menundukkan nafsu amarah kita,
Aamiiin ya Robbal 'alamiin