Ate fulawan

Ate fulawan Kabupaten Simeulue adalah salah satu kabupaten di Aceh, Indonesia. Kabupaten Simeulue merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Barat.

Berada kurang lebih 150 km dari lepas pantai barat Aceh, Kabupaten Simeulue berdiri tegar di Samudera Indonesia. Kabupaten Simeulue merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Barat sejak tahun 1999, dengan harapan pembangunan semakin ditingkatkan di kawasan ini. Ibukota Kabupaten Simeulue adalah Sinabang, kalau diucapkan dengan logat daerah adalah Si navang yang berasal dari legenda Navang. Navang ad

alah si pembuat garam masa dulu di daerah Babang (pintu masuk teluk Sinabang. Dulunya Navang membuat garam dengan membendung air laut yang masuk ke pantai Babang, kemudian dikeringkan lalu menjadilah garam. Garam Navang lambat laun menjadi dikenal di sekitar Ujung Panarusan sampai ke Lugu. Jika penduduk membutuhkan garam, maka mereka akan menuju si Navang, yang lambat laun konsonan 'V' pada Navang berubah menjadi Nabang. Sementara Sibigo ibukota kecamatan Simeulue Barat berasal dari kata/kalimat CV dan Co karena masa-masa penjajahan dulu, Sibigo adalah lokasi perusahaan pengolahan kayu Rasak - sejenis kayu sangat keras setara dengan Jati - yang dikirim ke Belanda via laut.

Proses Penggilingan Padi tempoe Doloe,Karena tidak adanya alat untuk merontok padi, maka padi tersebut dipijak atau di u...
17/03/2025

Proses Penggilingan Padi tempoe Doloe,Karena tidak adanya alat untuk merontok padi, maka padi tersebut dipijak atau di ulek ulek dengan kaki untuk memisahkan buah padi dengan tangkainya

Sejarah Suku SimeulueSuku Simeuleu berdiam di lima kecamatan dalam Kabupaten Aceh Barat yaitu di Kecamatan Simeuleu Timu...
18/01/2022

Sejarah Suku Simeulue

Suku Simeuleu berdiam di lima kecamatan dalam Kabupaten Aceh Barat yaitu di Kecamatan Simeuleu Timur, Simeuleu Barat, Simeuleu Tengah, Salang dan Teupah Selatan. Secara geografis daerah tersebut mencakup Pulau Simeuleu yang terletak di sebelah barat pantai Pulau Sumatera. Jumlah pop**asinya sekarang diperkirakan sekitar 60.000 jiwa.

Pada abad ke delapan belas Pulau Simeuleu dikenal dengan nama Pulau Ue “p**au kelapa”, karena daerah ini banyak menghasilkan kelapa. Nama Simeuleu dalam bahasa Aceh berarti “cantik”. Asalnya ketika seorang ulama Aceh datang ke p**au itu atas perintah sultannya, dalam perjalanannya ulama itu mengawini seorang gadis cantik anak seorang pemimpin penduduk aslinyaa. Karen itu pengaruh kebudayaan Aceh amat dominan dalam masyarakat ini. Pulau Simeuleu dikenal p**a dengan nama Simalur atau Simalul.
Bahasa Suku Simeulue

Bahasa Simeuleu dianggap salah satu dialek dari bahasa Aceh. Bahasa asli atau bahasa yang dianggap paling tua dimasyarakat ini ialah bahasa yang disebut Sigulai. Sementara itu ada p**a ahli yang menemukan beberapa variasi dialek lain dalam bahasa Simeuleu.
Kekerabatan Suku Simeulue

Rumah tangga orang Simeuleu biasanya hanya terdiri dari satu keluarga inti, dimana ayah menjadi kepala keluarga, sekaligus sebagai orientasi prinsip patrilineal yang mereka anut. Pasangan yang baru menikah akan tinggal di rumah orang tua pihak perempuan paling tidak satu tahun atau setelah mereka memiliki anak pertama, sesudah itu baru membentuk rumah tangga sendiri. Adat uksorilokal ini oleh masyarakat disebut mengeneng adat

Kesatuan hidup komunal setempat disebut kampung yang dikepalai oleh seorang keucik. Pada masa dulu kepala kampung ini dipanggil dengan gelar Datuk. Pemimpin tradisional lain ialah imeum meunasah “ulama” dan tuha peut “cerdik pandai”. Beberapa kampung bergabung dalam satu kemukiman yang dikepalai oleh seorang kepala mukim. Setiap kemukiman juga mengenal pemimpin lain seperti imeum ciek atau imeum masihit “imam masjid”.

Walaupun pada masa sekarang pelapisan sosial yang tejam tidak ketara, akan tetapi sisa-sisa pengaruh lama masih kelihatan dalam pengelompokan sosial mereka. Masih ada golongan raja-raja atau bangsawan yang dihormati masyarakat. Selain itu peran golongan ulama dan cerdik pandai juga masih dominan. Pada masa sekarang ada p**a golongan ata kayo “orang kaya”.

Kesenian Simeuleu banyak dipengaruhi oleh kebudayaan masyarakat daratan Sumatera speerti pengaruh Aceh dan Minangkabau. Kesenian nandong dan kumendang misalnya ialah tarian bersyair yang dipengaruhi oleh kesenaiadoloen Minangkabau. Kesenian yang dipengaruhi Aceh misalnya seni nanga-nanga “tradisi lisan”, tari-tarian seperti rapai dabus, tonjou, angguk, mincar, saramo dan angkun.

Keindahan p**au simeulue
05/06/2021

Keindahan p**au simeulue

Busung island
05/06/2021

Busung island

Simeulue island
10/09/2020

Simeulue island

28/05/2020

Dikala suasana covid-19

25/11/2019

25/11/2019

Aceh lon sayang

Pasir putih
30/11/2015

Pasir putih

SIMEULUE ISLAND
30/11/2015

SIMEULUE ISLAND

25/02/2013

Sejarah Pembentukan Kabupaten Simeulue

Peningkatan status Simeulue menjadi Kabupaten telah dirintis sejak lama dan lahir dari keinginan luhur masyarakat Simeulue sendiri yaitu melalui prakarsa sejumlah tokoh dan segenap komponen masyarakat. Tonggak sejarah perjuangan ini dimulai sejak Kongres Rakjat Simeulue yang sedianya dilaksanakan pada tahun 1956, namun terkendala saat itu dan baru dilaksanakan pada tahun 1957. Salah satu bukti sejarah yang masih ada saat ini adalah dokumen Hasil Putusan Kongres Rakjat Kewedanaan Simeulue (Dok Rasmal Kahar) dan sebuah spanduk usang pelaksanaan kongres tersebut yang telah lusuh dimakan usia. Saat itu Gubernur Aceh, Prof. Ali Hasjmi melakukan kunjungan ke Simeulue pada tahun 1957 sebagai wujud dukungan beliau terhadap isi pernyataan Kongres Rakjat Simeulue dalam upaya peningkatan status Simeulue.
Kemudian pada tahun 1963 kembali diadakan musyawarah Luan Balu dan dilanjutkan Musyawarah Rakyat Simeulue dan tahun 1980, dimana hasil semua pertemuan tersebut hanya ada satu kata dan satu tekad bahwa Simeulue harus berubah status menjadi Kabupaten Otonom. Seiring dengan perjalanan waktu, perjuangan tetap diteruskan oleh tokoh-tokoh masyarakat Simeulue, sehingga atas perjuangan yang begitu gigih dan tak kenal lelah tersebut, kita memperoleh dukungan dari berbagai pihak yaitu dari DPRD Tingkat I Aceh dan DPRD Tingkat II Aceh Barat.
Perkembangan selanjutnya setelah Drs. H. Muhammad Amin dilantik menjadi Pembantu Bupati Simeulue, upaya ini terus digulirkan dengan sungguh-sungguh dan terbukti pada tahun 1995 Gubernur Aceh menurunkan tim pemutakhiran data ke Simeulue yang diikuti dengan kedatangan Dirjen Bangda ke Simeulue pada tanggal 12 Desember 1995.
Sebagai akhir dari perjalanan ini, yaitu dengan datangnya Dirjen PUOD, DPODS, dan Komisi II DPR-RI pada tanggal 30 Maret 1996 dan mengadakan rapat umum di depan pendopo Pembantu Bupati Simeulue. Dimana pada saat itu, J. Sondakh selaku Ketua Komisi II DPR-RI mengatakan rapat hari ini seakan-akan sidang DPR-RI di luar gedung karena lengkap dihadiri oleh empat fraksi yaitu: Fraksi Golkar, PPP, PDI dan Fraksi Utusan Daerah dan beliau berjanji dalam waktu tidak begitu lama Simeulue akan ditingkatkan statusnya. Alhamdulillah berkat Rahmat Allah SWT, akhirnya hasil dari semua kunjungan tersebut serta niat dan doa yang tulus dari seluruh masyarakat Simeulue, Presiden Republik Indonesia Bapak H. Mohammad Soeharto pada tanggal 13 Agustus 1996 menandatangani PP 53 tahun 1996 tentang peningkatan status wilayah Pembantu Bupati Simeulue menjadi Kabupaten Administratif Simeulue. Selanjutnya pada tanggal 27 September 1996 bertempat di DPRD Provinsi Daerah Istimewa Aceh, Kabupaten Administratif Simeulue diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Bapak Yogie S. Memet sekaligus melantik Drs. H. Muhammad Amin sebagai Bupati Kabupaten Administratif Simeulue.
Simeulue telah berubah status meskipun masih bersifat administratif, seluruh masyarakat menyambut gembira disertai rasa syukur menggema dari Ujung Batu Belayar hingga batu Si Ambung-Ambung. Kabupaten yang dianggap mimpi oleh sebagian masyarakat selama ini telah hadir nyata dalam kehidupan masyarakat Simeulue. Status baru ini telah menambah semangat yang tinggi untuk berjuang menggapai satu tahap lagi yaitu daerah otonom.
Untuk mencapai usaha itu segala potensi dikerahkan, pikiran dan tenaga dicurahkan, keringat bercucuran dimana semua anak p**au bahu membahu dan disertai dengan doa yang senantiasa dipanjatkan demi sebuah cita-cita. Akhirnya Allah SWT mengabulkan apa yang diinginkan, sehingga melalui UU No. 48 Tahun 1999 lahirlah Kabupaten Simeulue dan Kabupaten Bireun sebagai Kabupaten Otonom dalam khazanah Pemerintahan Indonesia.
Kemudian pada tanggal 12 Oktober 1999 Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Ad Interim Faisal Tanjung meresmikan lahirnya Kabupaten Simeulue dan tanggal inilah yang dijadikan sebagai hari jadi Kabupaten Simeulue yang setiap tahunnya diperingati.
[sunting]Pemimpin Kabupaten Simeulue

Address

Sinabang

Telephone

+82160008005

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ate fulawan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share