PENDAHULUAN
Cita-cita kemerdekaan Nasional Indonesia sangatlah luhur dan mulia, yaitu: " ......... membentuk suatu pemerintah Negara yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia........" (Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945). Filosofi cita-cita kemerdekaan te
rsebut memberikan inspirasi bahwa di bumi Indonesia termasuk di propinsi Jawa Timur tidak boleh ada kemiskinan, tidak boleh ada kelaparan , tidak boleh ada yang susah mendapatkan pelayanan kesehatan, tidak boleh ada anak/ orang yang tidak sekolah dan buta huruf, tidak boleh ada rumah kumuh, tidak boleh ada lagi kekhawatiran dalam menjalankan ibadah dan tidak boleh lagi ada yang namanya berbagai macam penderitaan rakyat. Jawa Timur harus menjadi propinsi yang rakyatnya memiliki kemandirian ekonomi; kualitas sumberdaya manusia yang sehat dan memiliki daya saing dan birokrasi pemerintahan yang melaksanakan semangat Good Governance secara profesional dan konsisten serta mampu memberikan andil bagi wilayah regional maupun nasional dan dunia internasional. Komitmen untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan sebagaimana disebutkan diatas merupakan semangat dan komitmen dasar BAMBANG-SAID dalam pencalonan sebagai Gubernur Jawa Timur periode 2013 - 2018. Era kepemimpinan yang tidak mampu mewujudkan cita-cita kemerdekaan tersebut di propinsi Jawa Timur merupakan era kepemimpinan yang gagal. Jawa Timur sebenarnya dapat dikatakan sebagai propinsi yang memiliki berbagai potensi sumberdaya alam yang melimpah dan alam yang ramah. Diatas permukaan tanah tumbuh subur berbagai tanaman. Dibawah tanah juga terkandung berbagai kekayaan tambang. Perairan dan lautnya memiliki berbagai ikan, sedang dibawah dasar laut juga masih tersimpan sumber energi minyak dan gas . Banyak potensi sumberdaya yang seharusnya dapat dikelola dan dimaksimalkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat . Jikalau segala potensi ini dapat dikelola dengan baik melalaui manajemen pemerintahan yang baik maka "Gemah Ripah Loh Jinawi Tata Tentrem Kerta Raharjo"
(yang dalam bahasa Gubernur Jawa Timur Bapak Muhammad Noer : "Rakyat Jawa Timur harus bisa Gumuyu) bukanlah hanya angan-angan dan dinikmati oleh hanya sebagian kecil rakyat Jawa Timur semata. Kemakmuran dan kesejahteraan rakyat haruslah meliputi segenap lapisan masyarakat dari wilayah perkotaan sampai dengan wilayah perdesaan di seluruh wilayah Jawa Timur tanpa kecuali. POTENSI DAN MASALAH
Data yang ada menggambarkan bahwa Jawa Timur memiliki keanekaragaman potensi sumberdaya, baik sumberdaya alam, sumberdaya manusia, sumberdaya pemerintahan, sumber daya keuangan maupun kondisi sosial kemasayarakatan yang sangat kondusif untuk pelaksanaan pembangunan . POTENSI :
Potensi Ekonomi :
Jawa Timur adalah salahsatu zona ekonomi terbesar di Indonesia dan menikmati pertumbuhan ekonomi yang positif dari tahun ke tahun, termasuk 5 tahun terakhir, selalu di atas rata-rata 6% per tahun. Krisis ekonomi global sejak pertengahan 2008 tidak membuat merosotnya perekonomian Jawa Timur merosot. Begitu p**a kerugian ekonomi yang besar akibat luapan lumpur Lapindo, tidak membuat Jawa Timur sisi timur, khususnya daerah tapal kuda, menjadi sempoyongan. Walau memang terjadi penurunan, namun tidak signifikan. Hal itu disebabkan seluruh krisis dan kerugian, dilawan oleh masyarakat dengan perjuangan yang gigih tetap bekerja dan dengan doa-doa. Potensi Bidang Pertanian :
Potensi dibidang Pertanian tercatat sebesar 1,171,810 Ha merupakan lahan persawahan dengan berbagai sistem pengairan yang mampu menghasilkan 10,576,543 ton padi Potensi dibidang pertanian temasuk juga didalamnya tanaman palawijo, sayur dan buah-buahan, komoditas tanaman perkebunan mencakup komoditas , Kopi, Teh, Cengkeh, Tembakau, Tebu, Kakao, serta berbagai produksi kayu dan hasil hutan lainnya . Komoditas peternakan yang menonjol meliputi Sapi potong, Sapi Perah, Kambing, Ayam Buras, Ayam Pedaging, Ayam Petelor, dan Itik Potensi dibidang perikanan mencakup komoditas
Potensi Bidang Perikanan :
Sedangkan untuk potensi Komoditas perikanan termasuk didalamnya hasil budidaya laut, budidaya tambak, budidaya kolam, budidaya keramba dan beberapa jenis lainnya Potensi kemaritiman Jawa Timur layak dijadikan barometer ekonomi baru, namanya blue oceannomic atau biasa disebut ekonomi biru, dan bakal menjadi catatan tersendiri. Potensi Industri dan perdagangan :
Sektor Perdagangan Jawa Timur sampai akhir 2012, tercermin dalam kegiatan ekpor dan perdagangan antar-p**au (arus keluar) mencapai Rp 523,66 trilyun. Sedangkan impor dan antar-p**au (arus masuk) mencapai Rp 473,2 trilyun. Seolah-olah neraca perdagangan menunjukkan surplus. Tetapi sesungguhnya, kegiatan ekspor-impor pada tahun 2012 menunjukkan defisit sangat besar. Nilai ekspor mencapai Rp 222,17 trilyun. Pada pepriode yang sama nilai impor mencapai Rp 234,58 trilyun. Berarti terdapat defisit (minus) sebesar Rp 12,41 trilyun. Defisit perdagangan, berarti memberi uang kepada pengusaha luar negeri. Lebih dari itu, juga berarti memberi lapangan pekerjaan lebih besar kepada negara tetangga. Padahal di dalam negeri masih sangat banyak tenaga kerja potensial dan terdidik yang masih menganggur. Potensi sektor industri dan perdagangan, sangat bergantung pada investasi oleh pemodal asing maupun dalam negeri. Pada tahun 2012 konon tercatat investasi baru sebesar Rp 22,96 trilyun, sehingga total mencapai Rp 133,43 trilyun. Investasi baru itu diantaranya sebesar Rp 8,4 trilyun tambahan investasi dalam negeri. Jika data resmi itu benar, pastilah sudah banyak menyerap tenaga kerja. Namun boleh jadi, catatan itu sekadar komitmen dari pengusaha, belum menjadi realisasi usaha. Banyak negara asing telah menginvestasikan modal dan teknologi mereka dan memetik sukses dari waktu ke waktu. Luar Negeri negara-negara yang berinvestasi di Inggris, China, Singapura, Australia, Jepang, Arab Saudi, Korea Selatan, Amerika Serikat, Taiwan, Belanda, dan lain-lain. Sementara bisnis yang banyak diminati adalah perdagangan, industri kimia, industri barang dan logam, industri makanan, industri kayu, dll. Potensi Keagamaan :
Masyarakat Jawa Timur merupakan masyarakat majemuk yang terdiri dari beberapa agama, keanekaragaman agama tersebut merupakan potensi yang besar untuk menunjukkan kepada masyarakat luar jawa timur bahwa dengan keragaman itu kondisi Jawa Timur tetap kondusif sehingga siapapun bias untuk mengunjungi dan berinvestasi di Jawa Timur. Dengan demikian istilah " Perbedaan itu Indah terwujud di Jawa Timur "
Potensi Bidang Wisata :
Wilayah jawa timur yang luas dan terdiri dari 38 Kabupaten/Kota menyimpan potensi wisata yang beragaman, berbagai jenis wisata di Jawa Timur dapat berbentuk :
Wisata Bahari : Seperti laut di Kabupaten Situbondo maupun di pantai Utara Kabupaten Sumenep yang kaya dengan biota laut
Wisata Alam : Gunung dan perbukitan
Wisata Religius : Kabupaten Tuban, Lamongan, Kota Surabaya dengan makam para wali
Potensi Keuangan :
Kekuatan APBD propinsi Jawa Timur dapat dijelaskan untuk dua (2) tahun terakhir kekuatan APBD propinsi Jawa Timur berkisar antara Rp 15 - Rp 16 trilyunan. Pada tahun 2012 APBD (murni dan perubahan) sebesar Rp 16.007.745.522.749,- (16 trilyun 7 milyar 745 juta 522 ribu 749 rupiah). Namun sayangnya, APBD dari tahun ketahun lebih besar digunakan untuk belanja tidak langsung (biasanya disebut belanja rutin, untuk belanja pegawai). Tahun 2012, belanja tidak langsung tercatat Rp 10.088.960.098.034,- atau sebesar 63,026% dari total APBD. Tren peningkatan belanja tidak langsung semakin besar (pada tahun 2011 masih sebesar 54,81%). Seharusnya, yang lebih ditingkatkan adalah belanja langsung, khususnya belanja modal. Potensi Wilayah :
Jawa Timur memiliki potensi wilayah seluas 47.922 Km2 yang terbagi kedalam 38 Kota /Kabupaten yang terdiri dari 29 Kabupaten dan 9 Kota dan terbagi kedalam 657 Kecamatan dan 8,484 Desa/Kelurahan sebagai kekuatan pemerintahan. Garis pantainya sepanjang 1.900 km, dengan areal pantai seluas 208.138 Km2. Di sepanjang pantainya dapat dijumpai beragam sumberdaya alam mulai dari hutan bakau, padang lamun, terumbu karang, hutan, migas, sumberdaya mineral. Memang terdapat perairan dengan gelombang besar dan ombaknya terutama di pesisir selatan. Tetapi itu bisa diubah menjadi berkah, dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif, Ocean Thermal Energy Convertion (OTEC). Demikian p**a pantainya yang berpasir putih layak untuk dikembangkan menjadi obyek wisata bahari. Hal ini ditunjang dengan keberadaan 446 p**au dimana tiga p**au diantaranya terletak di pesisir selatan dan termasuk p**au terdepan. Pesisir selatan Jawa Timur umumnya berpantai terjal dan berhadapan langsung dengan Samudra Indonesia. Dengan luas laut 142.560 kilometer persegi termasuk ZEEI (Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia), menyimpan sumber daya alam laut yang melimpah. Potensi perikanan tangkap mencapai 590 ribu ton per tahun. Dengan jumlah nelayan 53.057 orang, kontribusi pantai selatan pada produksi perikanan Jawa Timur baru mencapai 12,12%. Berbagai jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomi seperti tuna, tuna kecil, cakalang, layur dan kakap serta tengiri menjadi penghasil utama nelayan pantai selatan. Selain perikanan tangkap, pesisir selatan Jawa Timur mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan budidaya laut dan payau. Kualitas airnya masih relatip baik karena jauh dari pencemaran limbah industri maupun domestik. Hal ini sangat memungkinkan dan subur untuk dijadikan sentra budidaya udang, rumput laut, kerapu, kakap dan kekerangan maupun kepiting bakau. Di pesisir selatan sedikitnya terdapat 39 lokasi wisata bahari yang umumnya berpasir putih, pantainya jernih dan indah. Pengembangannya antara lain, menjadi zona wisata laut untuk aktivitas memancing dan surfing, zona kawasan pantai untuk aktivitas berjemur (sunbathing), bermain (playground) dan melihat pemandangan, serta zona kawasan lindung (hutan, hutan mangrove, perbukitan, kebun kelapa) untuk aktivitas penjelajahan dan minat khusus. Serta zona pemukiman untuk pengembangan atraksi wisata, hotel dan pasar wisata. Potensi Penduduk :
Jawa Timur memiliki potensi penduduk (berdasar asumsi Data Agregat Kependudukan per-Kecamatan, DAK-2 pada tahun 2012) sebanyak 41.437.769 jiwa. Atau bertambah (tak terduga-duga) sekitar 8,5% dari asumsi semula yang ditaksir masih sebanyak 37,687,622 jiwa (Jawa Timur Dalam Angka, 2012). Jumlah penduduk yang besar ini (kedua setelah Jawa Barat), merupakan potensi perekonomian yang cukup menjanjikan, bagai pasar besar. Namun potensi jumlah penduduk belum didukung pendapatan perkapita yang memadai. Dengan memperhitungan PDRB yang sebesar Rp 1.001,72 trilyun, maka pendapatan per-kapita rata-rata hanya sebesar Rp 24.174.081,- per-tahun, atau Rp 2,014 juta per-bulan. Ini tergolong kecil, karena pendapatan per-kapita per-bulan di Jawa Tengah sudah diatas Rp 4 juta. Dan potensi-potensi lainnya yang tidak dapat disebutkan satu-persatu
B. MASALAH :
Disamping berbagai macam potensi-potensi sebagaimana tersebut, Jawa Timur sampai saat ini masih memiliki berbagai persoalan-persoalan yang memerlukan perhatian serius untuk segera diselesaikan. Hal demkian mengindikaskan bahwa pengeloaan berbagai potensi yang dimiliki belum dilakukan secara maksimal. Indikasi indikasi berbagai persoalan menonjol di Jawa Timur adalah antara lain :
a. Propinsi Jawa Timur memiliki jumlah penduduk miskin yang paling tinggi di Indonesia yaitu sebesar 4,960,500 orang (Empat Juta Sembilan Ratus Enam Puluh Ribu Lima Ratus) atau sekitar 13.08 % ; berada di perkotaan sebanyak 1,606,000 orang (Satu Juta Enam Ratus Enam Ribu) dan di pedesaan sebanyak 3,354,500 orang (Tiga Juta Tiga Ratus Lima Puluh Empat Ribu Lima Ratus) - (BPS Nasional , September 2012)
b. Angka pengangguran terbuka di Jawa Timur yang tercatat sebesar 819,563 jiwa (Delapan Ratus Sembilan Belas Ribu Lima Ratus Enam Puluh Tiga Jiwa) - (BPS, Survey Angkatan Kerja Nasional Agustus 2012 diolah Pusdatinaker)
c. Angka Indeks Pembangunan Manusia sebesar 71,62 pada tahun 2010 dan 72, 18 pada tahun 2011. dimana angka ini masih termasuk rendah dibandingkan dengan Propinsi DKI Jakarta (77,97), Jawa Barat (72,73) , Jawa Tengah (72,94), DI Yogyakarta (76,32) maupun Propinsi Bali (72,84) - (BPS Nasional)
d. Angka Buta Huruf untuk Usia 15 Tahun Keatas pada tahujn 2010 sebesar 11.66 % dan pada tahun 2011 masih berkisar sebesar 11.48 % (BPS-Nasional). Hal demikian berarti bahwa angka buta huruf di Jawa Timur masih relatif tinggi
e. Gagal dan tidak lancarnya berbagai proyek-proyek besar yang telah menghabiskan alokasi dana yang besar p**a, yaitu Program Jalur Lintas Selatan (JLS) yang terbengkalai, gagalnya proyek Pasar Induk Agrobisnis di Sidoarjo
f. Amburadulnya sistem administrasi dan manajemen pelaksanaan Jamkesda dan Jamkesmas , sehingga banyak berita masih adanya pasien yang ditolak Rumah sakit
g. Pertumbuhan sektor pertanian yang semakin menurun yaitu 3.143 pada tahun 2007 dan sebesar 2.53 pada tahun 2011. Demikian juga sumbangan sektor pertanian pada PDRB Jawa Timur cenderung mengalami penurunan, dimana tahun 2007 sebesar 16,69 dan pada tahun 2011 menjadi sebesar 15,39 . Hal demikian sangat bertentangan dengan RPJP Jawa Timur dan merupakan indikasi ancaman kemiskinan yang semakin parah pada masyarakat perdesaan dimana sebagian besar mata pencaharian masyarakat perdesaan bergantung pada sektor pertanian. Hal demikian juga merupakan ancaman kemiskinan bagi sebagian besar masyarakat Jawa Tumur dimana sebagian besar masyarakat juga bermata pencaharian dari sektor pertanian ini. Indeks Disparitas Wilayah yang cukup tinggi antara wilayah Jawa Timur bagian utara dan wilayah Jawa Timur bagian selatan yang mencerminkan adanya ketimpangan kesejahteraan sosial dan pembangunan di Jawa Timur. Hal ini setidaknya tercermin pada penerapan UMK. Sepuluh kabupaten/kota dengan UMK paling rendah (dibawah nilai tengah UMK di Jawa Timur sebesar Rp 1.139.730,-) adalah kawasan selatan. Hal itu sudah pasti bahwa tingkat KHL (Kebutuhan Hidup Layak) di kawasan selatan masih timpang dibanding kawasan utara. Dan berbagai persoalan lainnya yang tidak dapat disebutkan dalam tulisan ini, antaralain masalah gagal panen, pencemaran lingkungan hidup (terutama sungai) serta tanggap darurat kebencanaan. JAWA TIMUR KE DEPAN
Sesuai dengan amanat cita-cita proklamasi sebagaimana tersirat dalam Pembukaan UUD 1945, maka Jawa Timur ke depan adalah Jawa Timur yang mampu melindungi segenap lapisan masyarakat. Jawa Timur ke depan adalah Jawa Timur yang mampu mensejahterakan dan mencerdaskan seluruh masyarakat. Jawa Timur ke depan adalah Jawa Timur yang aman dan demokratis dan memberikan kontribusi bagi lingkungan regional, nasional dan bahkan dunia internasional. Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Propinsi Jawa Timur 2010 -2025, maka orientasi pembangunan di Jawa Timur diarahkan dalam rangka pencapaian Jawa Timur sebagai pusat agribisnis terkemuka. Oleh karena itu dalam rangka pencapaian tujuan dan koridor tersebut diatas, Jawa Timur harus dikelola dengan visi dan misi yang dikonstruksikan sebagai instrumen yang tepat dalam pencapaian tujuan pembangunan sebagaimana disebutkan diatas.. VISI DAN MISI
Berangkat dari arah Jawa Timur ke depan dan dengan memperhatikan potensi dan persoalan yang dimiliki oleh propinsi Jawa Timur , maka Visi dan Misi pasangan BAMBANG - SAID dirumuskan dalam kerangka untuk menuju kesejahteraan masyarakat yang memiliki kecukupan pangan, sandang, papan, kesehatan , pendidikan , berkehidupan yang demokratis, rukun , aman dan damai. Visi yang diletakkan bagi Jawa Timur adalah :
MENUJU JAWA TIMUR "JEMPOL"
Visi diatas mengandung pengertian :
1. Bahwa Jawa Timur harus dinahkodai dengan kepemimpinan yang "JEMPOL" yaitu Jujur, Eling dan Waspada, Mituhu (Taat), Prigel (Tangkas dan Mampu), Obert (Murah hati, Tidak Sombong) , Legowo (Ikhlas)
J = Jujur
Pemimpin harus memiliki sifat jujur, kepada siapapun termasuk kepada anak buahnya akan keterbatasan terhadap sebuah kemampuan, jujur juga terhadap diri sendiri, tidak boleh pura-pura bisa padahal sebenarnya tidak bisa. E = Eling lan Waspodo (Selalu Ingat dan Awaspada)
Artinya dalam tingkah laku seorang pemimpin itu selalu ingat bahwa ada yang mengawasi kalau bukan atasannya dia juga ingat bahwa Allah SWT, juga melihat tingkah polahnya. M = Mituhu (Taat)
Pemimpin juga harus taat akan aturan yang dibuat dan disepakati, sehingga nggak ada tuh yang namanya pemimpin bebas melanggar aturan yang dibuatnya. P = Prigel (tangkas / mampu )
Seorang pemimpin juga harus punya skill untuk memimpin dan pengetahuan luas, agar tidak lagi tergantung pada kemampuan anak buah, artinya kalau anak buahnya nggak masuk pemimpin juga bisa mengambil alih peran anak buahnya. O= Ober (Murah)
Dapat diartikan murah hati s**a menolong dan tidak sombong. L = Legowo (Ikhlas)
Seorang pemimpin harus mampu memberikan ketelandanan dan ikhlas dalam membantu dan mengembangkan anak buahnya untuk suatu saat menggantikan dia.
2. Jawa Timur "JEMPOL" dalam kaitan dengan pembangunan mengandung makna suatu keadaan yang serba baik, serba elok dan patut dicontoh dalam segala bidang, antara lain : pemberantasan kemiskinan, pengurangan pengangguran, pertumbuhan ekonomi, pelayanan kesehatan dan pendidikan, pertumbuhan bidang pertanian, perkembangan sektor industri, pertumbuhan UMKM, aparat birokrasi yang bersih, penerapan hukum , kerukunan antar masyarakat dan antar umat beragama serta berbagai pelayanan publik lainnya
3. Jawa Timur "JEMPOL" dalam kaitan tujuan pembangunan merupakan Jawa Tmur yang sejahtera. Sejahtera merupakan keadaan terpenuhinya kebutuhan spiritual dan meterial bagi masyarakat Jawa Timur, seperti : kebutuhan pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan dan kehidupan bergama serta kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan kepercayaan masing-masing, kebutuhan sosial lainnya masyarakat sesuai dengan kodratnya sebagai manusia. Misi Pembangunan Jawa Timur adalah :
Memenuhi hak-hak pendidikan masyarakat untuk mewujudkan SDM yang berkepribadian, berkualitas dan kompeten
Mewujudkan pelayanan kesehatan yang adil dan profesional
Mempercepat pemberantasan kemiskinan dan pengangguran
Mewujudkan infrastruktur pembangunan untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan rakyat dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan
Mempercepat pembentukan birokrasi pemerintahan yang bersih dan Efektif
Mewujudkan Jawa Timur yang berakhlak mulia, berkepribadian , demokratis, dan nyaman
PROGRAM PRIORITAS
Berdasarkan Visi dan Misi tersebut, program prioritas yang dilaksanakan sebagai berikut :
Misi Pertama:
Memenuhi hak-hak pendidikan masyarakat untuk mewujudkan SDM yang berkepribadian, berkualitas dan kompeten
Kebijakan prioritas mencakup agenda :
- Mengoptimalkan wajib belajar 12 tahun bagi masyarakat secara gratis
- Beasiswa bagi siswa kurang mampu (KARTU PENDIDIKAN JEMPOL)
- Program bea siswa bagi siswa yang kurang mampu untuk meneruskan ke jenjang pendidikan tinggi (Program MAHASISWA JEMPOL) atau SERASA = Seribu Penerima Beasiswa)
- Fasilitasi dan perbaikan infra-struktur pendidikan Dasar, Menengah dan Atas, Madarasah ibtidaiyah, Tsanawiyah , Aliyah, dan sejenisnya serta Pondok Pesantren
- Pengembangan sekolah kejuruan khususnya yang berbasis agribisnis sesuai dengan kebutuhan lokal masyarakat/daerah berikut infra struktur nya.
- Peningkatan peran dan revitalisasi Balai Latihan Kerja dalam pelayanan pelatihan-pelatihan yang berbasis kompetensi
- Optimalisasi program pemberdayaan masyarakat sebagai ciri utama operasionalisasi pelaksanaan program-program pembangunan dalam segala bidang
Misi Kedua:
Mewujudkan PELAYANAN KESEHATAN YANG ADIL DAN PROFESIONAL
Kebijakan prioritas mencakup agenda :
- Pendirian atau peningkatan status Rumah Sakit milik pemerintah Propinsi di wilayah Jawa Timur Selatan, Timur, Barat Laut dan Madura untuk mengurangi over-load pasien di rumah sakit daerah
- Pelaksanaan administrasi dan manajemen Jamkesda bagi masyarakat miskin yang lebih optimal dengan jaminan tidak ada Rumah sakit milik pemerintah propinsi yang menolak pasien miskin (KARTU KESEHATAN JEMPOL)
- Mendorong dan memfasilitasi pelaksanaan administrasi dan manajemen Jamkesmas di kabupaten/Kota lebih optimal
- Mendorong dan memfasilitasi peningkatan status pelayanan PUSKESMAS yang mampu memberikan pelayanan Rawat Inap
- Peningkatan bantuan infra struktur pelayanan Puskesmas dan rumah sakit daerah di kabupaten/kota
Misi Ketiga:
MEMPERCEPAT PEMBERANTASAN KEMISKINAN DAN PENGANGGURAN
Kebijakan prioritas mencakup :
• Politik anggaran yang berpihak pada rakyat (anggaran pembangunan lebih besar dari anggaran rutin)
• Memperbanyak alokasi dana pedesaan dalam rangka pengembangan sektor agribisnis dan pembangunan pedesaan (Program DESA JEMPOL/SEMAR - Sedesa Setengah Milyar)
• Pengembangan ekonomi pedesaan berbasis agribisnis komoditas strategis, mencakup sub kegiatan :
- Penguatan instrumen agribisnis pedesaan (teknologi tepat-guna, investasi, kewirausahaan, pembinaan mutu, pengembangan pasar dan informasi, pupuk serta infrastruktur pendukung agribisnis lainnya. Termasuk pengembangan blue oceanomic (ekonomi biru).
- Penguatan kerjasama dan pemasaran dalam mendorong agribisnis perdesaan, baik antar daerah maupun dengan luar negeri.
- Penguatan dan pengembangan sektor industri agribisnis yang mampu menopang pertumbuhan sektor agribisnis di pedesaaan. Termasuk pengembangan blue oceanomic (ekonomi biru).
- Menjamin pengembangan dan ketersediaan sarana dan prasarana produksi pertanian (Jalan, Irigasi, pom solar dan kapal untuk nelayan , dan sejenisnya)
- Program PETANI JEMPOL (Membeli hasil hasil pertanian dengan harga yang layak) dan NELAYAN JEMPOL (Subsidi BBM untuk nelayan)
• Penguatan peran dan produktivitas UKMK dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan berbasis agroindustri-agribisnis strategis melalui penguatan modal, pasar, teknologi dan sumberdaya manusia, termasuk didalamnya perlindungan terhadap pasar tradisionil
• Memperbanyak program-program pembangunan yang bersifat padat karya di pedesaan
• Memperkuat pertumbuhan industri manufaktur, perdagangan dan jasa, melalui sub kegiatan :
- Penciptaan iklim yang kondusif bagi berkembangnya investasi dibidang Industri manufaktur , Perdagangan dan Jasa (Perijinan yang mudah dan cepat, Keamanan , Tidak ada pungutan-pungutan liar)
- Mensinergikan pertumbuhan Industri Manufaktur, Perdagangan dan Jasa dengan pertumbuhan Industri dibidang Agribisnis
- Mensinergikan pertumbuhan Industri Manufaktur, Perdagangan dan Jasa dengan potensi-potensi lokal Kabupaten/Kota
- Fasilitasi dan pengembangan jaringan pemasaran bagi industri manufaktur, Perdagangan dan Jasa,
- Penyediaan dan Fasilitasi infrastruktur Industri Manufaktur , Perdagangan dan Jasa khususnya fasilitas jalan yang menghubungkan Jawa Timur sebelah selatan dengan Surabaya sebagai pusat perdagangan dan jasa
• Opimalisasi peran Balai Latihan Kerja sebagai pendukung peningkatan kemampuan dan ketrampilan angkatan kerja yang belum bekerja dan penyalurannya
• Mendekatkan akses angkatan kerja yang belum bekerja dengan informasi pasar kerja melalui Bursa Tenaga Kerja sampai ditingkat perdesaan
• Penerapan kebijakan Upah Regional yang berpihak pada buruh
• Program-program perlindungan bagi terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat miskin , mencakup sub kegiatan:
- Optimalisasi program-program pembangunan dan rehabilitasi rumah sehat sederhana bagi masyarakat Miskin (Program RUMAH JEMPOL / SERUNI = Sejuta Rumah Layak Huni)
- Optimalisasi program yang menjamin ketersediaan dan kecukupan pangan, bagi seluruh masyarakat, khususnya bagi penduduk miskin (Raskin dan sejenisnya)
Misi Keempat:
MEWUJUDKAN INFRASTRUKTUR PEMBANGUNAN UNTUK MEMPERCEPAT PENINGKATAN KESEJAHTERAAN RAKYAT DENGAN MEMPERHATIKAN KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN
Kebijakan prioritas dilakukan melalui agenda kegiatan :
- Peningkatan kualitas dan lebar jalan propinsi yang menghubungkan Jawa Timur bagian barat , timur , selatan, utara dan Madura
- Fasilitasi dam pembangunan jaringan irigasi strategis untuk kepentingan proses produksi pertanian
- Mempercepat terwujudnya Jalur Lintas Selatan (JLS)
- Fasilitasi mempercepat realisasi pembangunan Jalan TOL di wilayah Jawa Timur, khususnya yang menghubungkan wilayah Jawa Timur bagian barat dan Timur (Ngawi - Banyuwangi) dan antara wilayah Selatan dan Utara (Malang - Surabaya)
- Optimalisasi pembangunan infrasruktur pendidikan dan sarana ibadah dan infratruktur strategis lainnya
Misi Kelima:
MEMPERCEPAT PEMBENTUKAN BIROKRASI PEMERINTAHAN YANG BERSIH DAN EFEKTIF
Kebijakan prioritas dilaksanakan melalui agenda kegiatan :
- Penyelenggaraan fungsi-fungsi, manajemen dan administrasi lembaga pelayanan Publik, menuju budaya pelayanan prima (cepat, tepat, murah dan berkualitas) berlandaskan prinsip-prinsip Good Governance
- Fasilitasi penyelenggaraan fungsi-fungsi, manajemen dan penyelenggaraan administrasi lembaga pelayanan publik di lingkungan pemerintah kabupaten/kota menuju budaya pelayanan prima (cepat, tepat, murah dan berkualitas) berlandaskan prinsip-prinsip Good Governance
- Program penempatan pemangku jabatan struktural secara terbuka , adil dan kompetitif ( Kompetisi Jabatan)
- Penataan mekanisme hubungan antara pemerintah kabupaten/kota dengan pemerintah propinsi berkaitan dengan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan untuk menjamin terselenggaranya pembangunan yang terintegratif, efektif dan efisien
- Penataan tata pemerintahan yang menjamin terwujudnya harmonisasi antara pemerintah propinsi dengan pemerintah kabupaten/kota dan antara pemerintah kabupaten/kota dengan pemerintah kabupaten/kota lainnya. Misi Keenam :
Mewujudkan Jawa Timur yang beraklak mulia, berkepribadian , demokratis, dan nyaman
Kebijakan prioritas dilaksanakan melalui agenda kegiatan :
- Fasilitasi pembudayaan nilai-nilai Pancasila dan moral keagamaan masyarakat yang menjunjung tinggi semangat keberagaman dan gotongroyong
- Fasilitasi pengembangan kebudayaan Jawa Timur dan kebudayaan lokal daerah , kearifan lokal yang menjadi bagian penting untuk mendorong pariwisata Jawa Timur
- Fasilitasi Pengembangan sektor Pariwisata
- Mendorong dan pelembagaan perilaku kecintaan terhadap budaya dan hasil-hasil produksi lokal Jawa Timur dan nasional
- Mendorong dan fasilitasi Organisasi Sosial Politik , Ormas dan Lembaga Swadaya Masyarakat kearah peningkatan partisipasi masyarakat dalam politik dan pembangunan
- Pelaksanaan program-program pelestarian lingkungan secara konsisten yang mendorong keseimbangan ekosistem lingkungan hidup khususnya di wilayah Jawa Timur
KESIMPULAN
Jika visi dan misi tersebut terealisasi maka akan terwujud kesejahteraan di Jawa Timur yang "JEMPOL", yaitu :
• Pertanian Jempol
• Kesehatan Jempol
• Pendidikan Jempol
• Ketenagakerjaan Jempol
• Kerukunan hidup Jempol
• Pariwisata Jempol
• Industri Perdagangan Jempol
• Perekonomian Jempol
PENUTUP
Pada dasarnya visi dan misi sebagaimana digambarkan tersebut diatas merupakan intisari dari kemana dan bagaimana pelaksanaan pembangunan di Jawa Timur kedepan dilaksanakan. Kami yakin dengan semangat partisipasi dan gotong royong yang dimiliki masyarakat Jawa Timur , Visi dan Misi yang telah dirumuskan ini akan membawa Jawa Timur yang sejahtera dengan tata penyelenggaraan pemerintahan yang profesional dan berorientasi untuk kepentingan rakyat. Marilah kita wujudkan bersama-sama Jawa Timur "JEMPOL" bagi sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat.