PAC GP ANSOR Benjeng

PAC GP ANSOR Benjeng Organisasi Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik

04/12/2021
Mari meng_*ABDI*PAC GP Ansor memiliki program ABDI (Ansor Benjeng peDuli). Yakni kegiatan santunan kepada anak yatim-pia...
20/09/2019

Mari meng_*ABDI*

PAC GP Ansor memiliki program ABDI (Ansor Benjeng peDuli). Yakni kegiatan santunan kepada anak yatim-piatu atau warga yg kurang mampu dengan sedikit menyisihkan 1koin seribu perhari kedalam kaleng ABDI , kita bisa beramal buat mereka yg membutuhkan.

Kegiatan meng_*ABDI* ini bukan hanya untuk kalangan Ansor atau Banser saja, tapi bisa buat semua orang diluar Ansor yg ingin berdonasi dg sukarela secara Istiqomah.

Semua dana keuangan ABDI insyaallah akan tersalur tepat sasaran kepada yg membutuhkan. ABDI akan kerjasama dg program Ansor yg lain ketika kegiatan tersebut terlaksana di Dusun atau Desa setempat. Sehingga dalam penyaluran donasi ABDI insyaallah lebih menyeluruh.

Untuk memudahkan bagi yg merasa belum bisa atau terkadang lupa untuk memasukkan 1coin seribu perhari kedalam kaleng ABDI, bisa juga beramal secara PAKET sesuai dg yg tercantum dalam gambar tersebut.

MDS RIJALUL ANSORPAC GP ANSOR BENJENGDi Dsn. Nyanyat Desa Bulurejo Kec. Benjeng
19/09/2019

MDS RIJALUL ANSOR
PAC GP ANSOR BENJENG
Di Dsn. Nyanyat Desa Bulurejo Kec. Benjeng

29/07/2019

Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU

Di balik citra dan kewibawaan lambang NU karya KH Ridlwan Abdullah (1884-1962) yang dapat kita lihat sekarang, ternyata sejarah pembuatannya menyimpan p**a kisah dan makna yang sangat dalam dan menarik untuk kita ketahui. Tidak seperti proses kreatif lahirnya karya seni pada umumnya yang kebanyakan sekedar mengandalkan daya imajinasi dan kecerdasan kognitif belaka, namun tidak hanya atas dasar dua daya itu lambang NU berhasil diciptakan. Di samping mengerahkan daya imajinasinya, KH Ridlwan Abdullah juga menggerakkan kekuatan spiritualnya. Bahkan aspek yang terakhir ini yang memegang peranan terpenting di balik terciptanya lambang NU.

Bermula dari persiapan penyelenggaraan Muktamar ke-2 NU di Surabaya, Kiai Ridlwan Abdullah ditugasi oleh KH Wahab Chasbullah selaku ketua panitia waktu itu untuk membuat lambang NU. Penunjukan Kiai Ridlwan dalam pembuatan lambang NU ini mengingat Kiai Ridlwan memang sudah dikenal pandai menggambar dan melukis. Namun terhitung sejak penugasan itu hingga satu setengah bulan Kiai Ridlwan mencoba membuat sketsa lambang NU bahkan sampai berkali-kali belum berhasil juga, padahal muktamar sudah diambang pintu sehingga sampai sempat mendapat "teguran" KH Wahab Chasbullah.

Akhirnya, pada suatu malam dengan harapan muncul inspirasi atau ilham pada saat-saat orang lelap tidur, Kiai Ridlwan mengambil air wudzu kemudian melaksanakan shalat istikharah. Setelah itu beliau tidur sejenak. Dalam nyenyaknya tidur Kiai Ridlwan Abdullah bermimpi melihat sebuah gambar di langit yang biru dan jernih. Nampak seperti bola dunia dikelilingi bintang dan tali penyambung dan pengait.

Atas mimpinya itu, KH Ridlwan Abdullah tersentak bangun dari tidurnya dan spontan langsung mengambil kertas dan pena untuk membuat sketsa gambar sesuai dengan apa yang tertayang dalam mimpinya tersebut. Saat itu jam dindingnya menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Karena kecakapannya dalam melukis, pada keesokan harinya gambar tersebut bisa diselesaikan lengkap dengan tulisan NU memakai huruf arab dan tahunnya.

Adapun secara singkat deskriptif makna dari gambar atau lambang NU dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Tambang melambangkan agama (Berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah dan jangan bercerai berai).
2. Posisi tambang melingkari bumi melambangkan persaudaraan kaum muslimin seluruh dunia.
3. Untaian tambang berjumlah 99 buah melambangkan asma'ul husna.
4. Bintang sembilan melambangkan jumlah Wali Songo.
5. Bintang besar yang berada di tengah bagian atas melambangkan Nabi Muhammad SAW.
6. Empat bintang kecil di samping kiri dan kanan melambangkan khulafaur rasyidin, dan empat bintang kecil dibagian bawah melambangkan madzhab empat.

Setelah hasil lambang tersebut dihadapkan kepda KH Hasyim Asy'ari, beliau merasa puas dengan gambar, makna dan riwayat terciptanya lambang NU karaya Kiai Ridlawn itu. Beliau kemudian mengangkat kedua tangannya berdoa cukup panjang. Kemudian beliau berbicara penuh harap: "Mudah-mudahan Allah mengabulkan harapan yang dimaksud di dalam simbol Nahdlatul Ulama.”
(M Haromain)

WARGA NU HARUS TAUKenalilah Badan Otonom, Lembaga dan Badan Khusus Nahdlatul Ulama. Lembaga NU sudah lengkap. Sudah sewa...
25/07/2019

WARGA NU HARUS TAU

Kenalilah Badan Otonom, Lembaga dan Badan Khusus Nahdlatul Ulama. Lembaga NU sudah lengkap. Sudah sewajarnya warga NU tidak masuk/bergabung ke lembaga ormas lain selain lembaga Banom NU

1. Jatman (Jam’iyah Ahli Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah), banom NU yang mengurusi tarikat-tarikat yang mu’tabar.
Rais Aam: Habib M Lufti bin Ali bin Yahya
Mudir Aam: KH Wahfiyuddin Sakam, SE, MBA

2. JQH NU (Jam’iyatul Qurra’ wal Huffadz), banom NU yang mengurusi para qori’ dan hafidz.
Rais Majelis Ilmi: KH Ahsin Sakho Muhammad
Ketum: KH Saifullah Ma’shum

3. Muslimat NU, banom NU yang mengurusi ibu-ibu.
Ketum: Dra Hj Khofifah Indar Parawansa, M.Si

4. Fatayat NU, banom NU yang mengurusi para pemudi.
Ketum: Anggia Ermarini, MKM

5. GP Ansor NU, banom NU yang mengurusi para pemuda.
Ketum: KH Yaqut Cholil Qoumas

6. Rijalul Ansor, badan semi otonom GP Ansor yang mengurusi majlis dzikir dan shalawat serta penjaga ajaran, amaliah dan tradisi NU.
Ketum: KH Sholahul Am Notobuwono

7. Banser NU (Barisan Ansor Serbaguna), badan semi otonom GP Ansor yang berperan sebagai “angkatan perang” NU.
Satkornas: KH Drs Alfa Isnaini, M.Si

_Satuan Khusus Banser:_
- Densus 99 Asmaul Husna (pengawal Aswaja NU)
- Bagana (Banser Tanggap Bencana)
- Balakar (Banser Relawan Kebakaran)
- Balantas (Banser Relawan Lalulintas)
- Basada (Banser Husada/Kesehatan)
- Baritim (Banser Maritim)
- Bakoler (Banser Protokoler)

8. PAGARNUSA (Persatuan dan Pergerakan Silat dan Kanuragan NU dan Bangsa), banom NU yang mengurusi beladiri, ilmu hikmah dan kanuragan.
Ketum: Muchamad Nabil Haroen, M.Hum

9. ISNU (Ikatan Sarjana NU), banom NU yang mengurusi para sarjana, magister, doktor, profesor, akademisi, cendekiawan, profesional.
Ketum: Dr Ali Maskur Musa, MSi, M.Hum

10. PDNU (Perhimpunan Dokter NU), banom NU (usulan) yang mengurusi profesional dokter.
Ketum: dr Muhammad S Niam,FINACS,MKes,SpB-KBD

11. ASDANU (Asosiasi Dosen Aswaja Nusantara), banom NU (usulan) yang mengurusi profesional dosen.
Ketum: Prof Dr KH Wafiyul Ahdi

12. PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), banom NU yang mengurusi segmen mahasiswa.
Ketum: Agus M Herlambang, MSi

_Organisasi mahasiswa NU lainnya:_
- GMNU (Gerakan Mahasiswa NU)
- KMNU (Keluarga Mahasiswa NU)
- IMANU (Ikatan Mahasiswa NU)
- PKPT IPNU (Pengurus Komisariat Perguruan Tinggi IPNU)
- MATAN (Mahasiswa Ahli Thariqat An-Nahdliyah)
- GEMASABA (Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa)
- Dll

13. KOPRI (Korp PMII Putri), banom semi otonom PMII yang mengurusi mahasiswi.
Ketum: Septi Rahmawati, MSi

14. IPNU (Ikatan Pelajar NU), banom NU yang mengurusi para pelajar putra.
Ketum: Aswandi

15. IPPNU (Ikatan Pelajar Putri NU), banom NU yang mengurusi segmen pelajar putri.
Ketum: Nurul Hidayatul Ummah

16. PERGUNU (Persatuan Guru NU), banom NU yang mengurusi para guru.
Ketum: Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA

17. ISHARI NU (Ikatan Seni Hadrah Indonesia NU), banom NU yang mengurusi seni hadrah dan sejenisnya.
Ketum: Ir H Yusuf Arif

18. SARBUMUSI (Serikat Buruh Muslimin Indonesia), banom NU yang mengurusi para buruh dan pekerja lainnya.
Ketum: Drs HM Saiful Bahri Anshori, MP

19. RMI NU (Rabithah Ma’ahidil Islamiyah NU), banom NU yang mengurusi ma’had/pindok pesantren.
Ketum: KH Abdul Ghaffar Razi

20. LESBUMI (Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia), lembaga NU yang mengurusi perihal seni dan budaya.
Ketum: Dr KH Agus Sunyoto

21. LDNU (Lembaga Dakwah NU), lembaga NU yang mengurusi dakwah.
Ketum KH Agus Salim

22. LP Ma’arif NU (Lembaga Pendidikan Ma’arif NU), lembaga NU yang mengurusi pendidikan dan pengajaran formal, atau sekolah SD sampai SLTA atau sederajat.
Ketum: Drs KH Z Arifin Junaidi, MM

23. LPTNU (Lembaga Perguruan Tinggi NU), lembaga NU yang mengurusi perguruan tinggi.
Ketum: Prof H Muhammad Natsir, Ak, Ph.D

24. LPNU (Lembaga Perekonomian NU), lembaga NU yang mengurusi ekonomi.
Ketua: Dr H Abidin

25. LPPNU (Lembaga Pengembangan Pertanian NU), lembaga NU yang mengurusi pertanian.
Ketua: Dr H Marwan Ja’far

26. LBMNU (Lembaga Bahtsul Masail NU), lembaga NU yang mengurusi hukum dan pembahasan permasalahan kehidupan.
Ketua: KH Najib Hasan

27. LKNU (Lembaga Kesehatan NU), lembaga NU yang mengurusi kesehatan.
Ketum: Drs H Hisyam Said Budairi, MSc
- ARSINU : Asosiasi Rumah Sakit NU
Ketum : Dr dr H Zulfikar As'ad MMR
- APTIKESNU : Asosiasi Perguruan Tinggi Kesehatan NU
Ketum : dr HRM Hardadi Airlangga SpPD

28. LKKNU (Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU), lembaga NU yang mengurusi keluarga, rumah tangga.
Ketua: Dra Hj Ida Fauziyah

29. LAKPESDAM NU (Lembaga Kajian dan Pengembangan SDM NU), lembaga NU yang mengurusi sumberdaya manusia.
Ketum: Dr H Rumadi Ahmad

30. LPBHNU (Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum NU), lembaga NU yang mengurusi bidang hukum.
Ketua: H Royandi, SH, MH

31. LAZISNU (Lembaga Zakat Infaq Sadeqah NU), lembaga NU yang mengurusi zakat, infaq dan sadekah.
Ketum: H Amad Sudrajat, Lc, MA

32. LWPNU (Lembaga Wakaf dan Pertanahan NU), lembaga NU yang mengurusi terkait wajaf dan pertanahan.
Ketua: Dr H Mardani

33. LPBINU (Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim NU), lembaga NU yang menangani penanggulangan bencana dan perubahan iklim.
Ketua: Dr HM Ali Yusuf

34. LTMNU (Lembaga Takmir Masjid NU), lembaga NU yang mengurusi takmir dan masjid.
Ketum: KH Mansyur Saerozi

35. LFNU (Lembaga Falakiyah NU), lembaga NU yang mengurusi falak/astronomi.
Ketua: KH Ghozali Masrurie

36. LTNNU (Lembaga Ta’lif wan Nasyr), lembaga Infokom dan Publikasi NU, yang mengurusi bidang penulisan, penerbitan, penerjemahan, kepustakaan, riset, media dan publikasi.
Ketum: Dr H Hari Usmayadi

37. HPNU (Himpunan Pengusaha NU), banom NU yang mengurusi para profesional pengusaha.
Ketum: Dr Abdul Khalik

38. HIPSI (Himpunan Pengusaha Santri Indonesia), badan semi otonomdibawah RMINU yang mengurusi pengusaha santri.
Ketum: Dr Muchamad Ghozali

39. Aswaja NU Center (Ahlussunnah wal Jamaah NU Center), badan khusus NU yang bergerak di bidang benteng Aswaja dari aliran sesat. Konsen pada Aswaja, dalil-dalil amaliah, firqah Islam, kebangsaan.
Ketum: KH Ma’ruf Khozin

40. Densus 26 NU (Detasemen Satuan Khusus 26 NU), badan khusus NU yang bergerak sebagai benteng NU.
Panglima Besar: KH Marzuki Mustamar MA.

41. SAKO Maarif NU (Satuan Komunitas Pramuka Maarif NU), yakni satuan khusus kepramukaan siswa-siswi LP maarif NU.
Ketua : Drs H Muchsin Ibnu Juhan

Al Hamdulillah...PAC GP ANSOR BENJENGbisa mengikuti Akriditasi Organisasi tahun ini.Yang diselenggarakan oleh PW GP ANSO...
05/07/2019

Al Hamdulillah...
PAC GP ANSOR BENJENG
bisa mengikuti Akriditasi Organisasi tahun ini.
Yang diselenggarakan oleh PW GP ANSOR Jawa Timur. Semoga mendapatkan Hasil yang Memuaskan dan membanggakan.

Monggo.......Ramaikan..
01/07/2019

Monggo.......
Ramaikan..

Rapatkan BarisanUntuk Realisasi PROGAM....
30/06/2019

Rapatkan Barisan
Untuk Realisasi PROGAM....

Terus Belajar, Bergerak dan BerjuangDibawah Kibaran Bendera NU.
23/06/2019

Terus Belajar, Bergerak dan Berjuang
Dibawah Kibaran Bendera NU.

Selamat Buat Sahabat MasykurSemoga Sakinah Mawaddah Warohmah
21/06/2019

Selamat Buat Sahabat Masykur
Semoga Sakinah Mawaddah Warohmah

Address

Jl. Gayungan VI No. 14, Menanggal, Gayungan
Surabaya
60235

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PAC GP ANSOR Benjeng posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to PAC GP ANSOR Benjeng:

Share