YAPELHIndonesia

YAPELHIndonesia Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from YAPELHIndonesia, Jalan kisaiman I, Tangerang.

    Alhamdulillah rangakaian kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2020 selesai dilaksanakan. Perlu diketahui, tep...
21/02/2020




Alhamdulillah rangakaian kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2020 selesai dilaksanakan.

Perlu diketahui, tepat 15 tahun yang lalu, pada tanggal 21 Februari 2005 telah terjadi tragedi longsor sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah. Tragedi yang diakibatkan karena ledakan gas metan hasil dari gunungan sampah tersebut, menelan korban sebanyak 157 jiwa. Tidak hanya itu, Kampung Cilimus dan Kampung Pojok juga menghilang dari peta karena tertimbun longsoran sampah tersebut.

Peristiwa tersebut seolah menampar muka para pemangku kebijakan tentang betapa terbengkalainya pengelolaan sampah di republik ini hingga mengakibatkan bencana kemanusiaan yang merenggut korban jiwa.

Meski lamban, selang 3 tahun kemudian lahirlah Undang-undang No. 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Tapi lagi-lagi aturan perundangan hanya tinggal kumpulan kata yang tercetak di atas kertas. Praktek di lapangannya tetap saja panggang jauh dari apinya.

Masalah sampah alih-alih teratasi, Indonesia malah jadi negara penyumbang sampah plastik ke lautan terbesar kedua di dunia. Berdasarkan data yang diperoleh dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton/ tahun dimana sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut.

Kesungguhan pemerintah untuk secara serius menangani masalah sampah nampaknya masih harus dibuktikan. Tentu bukan hanya sekadar dengan proyek-proyek pencitraan semacam Pembangkit Listrik Tenaga Sampah yang lagi-lagi cuma berakhir jadi ladang korupsi segelintir orang yang duduk di kekuasaan.

nurbayabakar


iskandar_story







    15 tahun silam tepatnya pada tanggal 21 Februari 2005, telah terjadi longsoran sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TP...
20/02/2020




15 tahun silam tepatnya pada tanggal 21 Februari 2005, telah terjadi longsoran sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah yang menelan korban 157 jiwa akibat ledakan gas metan hasil dari gunungan sampah, tidak hanya menelan korban ratusan jiwa pada saat musibah itu terjadi. Namun, kampung Cilimus dan Kampung Pojok menghilang dari peta lantaran tertimbun longsoran sampah tersebut. Dari musibah yang terjadi akhirnya pemerintah menetapkan bahwa bencana tersebut menjadi bencana Nasional dan mentepkan tanggal 21 Februari dijadikan sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).

Lok : TPA Cipeucang








    Alhamdulillah wa syukurillah....!!! Uyus Setia Bhakti Direktur Executive Yayasan Peduli Lingkungan Hidup (Yapelh) In...
27/12/2019




Alhamdulillah wa syukurillah....!!! Uyus Setia Bhakti Direktur Executive Yayasan Peduli Lingkungan Hidup (Yapelh) Indonesia, pada Jumat 27 Desember 2019 menerima penyerahan fasilitas yang diberikan kepada Bank Sampah Sungai Cisadane oleh melalui program Bantuan Bina Lingkungan Sinergi 9 untuk program "Giving Back To Nature"

Kami haturkan terimakasih kepada;








@ @ Saung Banksa Suci Karawaci Tangerang

 Yayasan Peduli Lingkungan Hidup (Yapelh) Indonesia, bergerak dalam bidang Pendidikan, Riset, Advokasi dan Rehabilitasi ...
25/12/2019



Yayasan Peduli Lingkungan Hidup (Yapelh) Indonesia, bergerak dalam bidang Pendidikan, Riset, Advokasi dan Rehabilitasi Lingkungan Hidup

   Warga Minta Dewan PKS Usut Tuntas Pencemar Sungai CirarabBantenNet.com,KABUPATEN TANGERANG - Misbah, warga Desa Gintu...
25/12/2019



Warga Minta Dewan PKS Usut Tuntas Pencemar Sungai Cirarab

BantenNet.com,KABUPATEN TANGERANG - Misbah, warga Desa Gintung, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, menyampaikan semua keluhannya atas kasus pencemaran Sungai Cirarab yang merugikan warga Kabupaten Tangerang, khususnya mereka yang dilintasi aliran Sungai Cirarab. Misbah meminta Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Mulyanto, DPRD I Provinsi Banten Asnin Syafiudin, dan DPRD II Kabupaten Tangerang Ahmad Syahril dapat mengusut tuntas kasus pencemaran Sungai Cirarab.

“Belum ada solusi yang bagus terkait pencemaran Cirarab. Mempertanyakan kewenangan pengelolaan sungai Cirarab ada pada pihak mana? Berharap kunjungan dari Dewan Kabupaten, Provinsi, dan Pusat bisa mengusut kasus pencemaran Cirarab” kata Misbah saat temu wicara antara warga korban pencemaran Sungai Cirarab dengan Legislator PKS DPR RI Mulyanto, DPRD Provinsi Banten Asnin Syafiudin dan DPRD Kabupaten Tangerang Ahmad Syahril di Balai Desa Gintung, Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Selasa (24/12/2019).

Hal Senada dengan Aman petani Desa Gintung juga mengeluhkan hasil panen sawahnya tidak lagi bagus sejak Sungai Cirarab tercemar. Karena sejak tahun 1990-an Sungai Cirarab menjadi irigasi untuk mengairi sawahnya dan petani desa gintung lainnya.

"Setelah air tercemar, hasil panen sawahnya tidak lagi bagus. Hasil penennya jelek dan sering kena penyakit” kata Aman.

Menurut Aman rendemen padi di sawahnya setelah kena limbah dapat sedikit, padi setelah digiling, dari satu kuintal padi hanya dapat 60 kg, paling bagus 70 kg. Selain itu, kualitas berasnya juga tidak bening, warnanya keruh.

Masih menurut Aman, selain pengaruh ke tanaman dan hasil panen, kondisi lahan yang dialiri sungai Cirarab yang sudah tercemar adalah tanah jadi lembek seperti comberan. Sawah yang teraliri air sungai ini juga lebih dalam berlumpur, dibandingkan sawah yang tidak menggunakan air sungai Cirarab.




iskandar_story

    Sore tadi !!! Uyus Setia Bhakti Direktur eksekutif Yayasan Peduli Lingkungan Hidup (Yapelh) Indonesia bersama ibu  d...
23/12/2019




Sore tadi !!! Uyus Setia Bhakti Direktur eksekutif Yayasan Peduli Lingkungan Hidup (Yapelh) Indonesia bersama ibu dari meninjau lokasi Amphitheater yang dibangun melalui program CSR di depan Kelurahan Kecamatan Kota Tangerang

  Coming soon...!!!- Resolusi 2020 -Mohon Do'a dan Support, Insya Alloh Tahun 2020 Segera Terbit Sebuah Buku Karya Perda...
22/12/2019




Coming soon...!!!

- Resolusi 2020 -
Mohon Do'a dan Support, Insya Alloh Tahun 2020 Segera Terbit Sebuah Buku Karya Perdana Bocah Bantaran Sungai Cisadane, yang kami beri Judul : "Menjaga Mata Air Dengan Air Mata"












❤️

    Kegiatan Karyabhakti Koramil Jatiuwung  dalam rangka Persiapan Gerebek Cisadane untuk Indonesia Maju di saung .     ...
22/12/2019




Kegiatan Karyabhakti Koramil Jatiuwung dalam rangka Persiapan Gerebek Cisadane untuk Indonesia Maju di saung .







@ @ Saung Banksa Suci Karawaci Tangerang

Gunungan sampah TPA Cipeucang terlihat berbatasan langsung dengan bibir sungai Cisadane, Rabu 20 Februari 2019. DOK Yaya...
21/12/2019

Gunungan sampah TPA Cipeucang terlihat berbatasan langsung dengan bibir sungai Cisadane, Rabu 20 Februari 2019. DOK Yayasan Peduli Lingkungan Hidup (Yapelh) Indonesia.




TEMPO.CO, Tangerang - Pemerintah Kabupaten Tangerang melakukan pengerukan timbunan sampah di bantaran Sungai Cisadane di Kecamatan Teluknaga, berbatasan langsung dengan DKI Jakarta. Timbunan sampah tersebut sudah tampak seperti daratan atau pulau.

"Kami segera antisipasi karena sudah musim hujan, khawatir banjir menerjang permukiman maka perlu dibuang," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik di Tangerang, Rabu, 18 Desember 2019.

Tumpukan sampah itu berada di bantaran Sungai Cisadane di Kampung Kebon Miring Desa Pangkalan, Kecamatan Teluk Naga.

Taufik mengatakan timbunan sampah itu diduga berasal dari sampah yang dibuang oleh petugas pengelola bandara, pusat perbelanjaan dan kawasan perumahan mewah di Jakarta.

Bila tidak dikeruk, kata Taufik, timbunan sampah itu dapat menyebabkan alur air sungai menjadi tersendat dan meluber ke perkampungan penduduk sekitarnya. Upaya pembersihan bantaran kali juga melibatkan warga setempat, anggota TNI, organisasi kepemudaan, pihak kecamatan dan desa.

Menurut Taufik, pengerukan sampah itu diperkirakan lebih dari satu pekan karena terdapat hamparan sampah di sungai. Bahkan sampah berupa plastik dan bahan material tidak terpakai itu hanyut dari hulu sungai di Kabupaten Bogor lalu mengalir ke Kota Tangerang Selatan dan tertahan di muara di Teluknaga.

Dalam pengerukan sampah itu, Dinas Lingkungan Hidup mengerahkan alat berat dan sejumlah truk untuk mengangkut sampah sampai bisa dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Jatiwaringin, Kecamatan Mauk.

https://metro.tempo.co/read/1285427/daratan-sampah-di-bantaran-sungai-cisadane-dikeruk







Address

Jalan Kisaiman I
Tangerang
65432

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when YAPELHIndonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share