Saung Seni Awi Hideung resmi didirikan pada Hari Sabtu Pahing tanggal 24 Juni 2006, bertepatan dengan 27 Jumadil Awal 1427 H di Warunglegok Kedusunan Ciriri Desa Cijulang Kecamatan Cineam Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Berikut adalah nama tokoh yang ikut memprakarsai berdirinya Saung Seni Awi Hideung, diantaranya Nur Achmad Rus, Maman Sugiaman, Aa Tria Sunjaya, dan Yanyan Gusmana, yang didukun
g oleh belasan orang pemuda pemudi setempat. Selanjutnya keberadaan komunitas ini didukung oleh para praktisi dan tokoh seni budaya serta pemerintah daerah, baik lokal maupun regional. Tujuan didirikan Saung Seni Awi Hideung adalah untuk ikut serta dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya Sunda. Saung Seni Awi Hideung sangat menyadari bahwa unsur kebudayaan kita yang cukup strategis untuk dilestarikan dan dikembangkan adalah kesenian. Tapi meskipun demikian, masih diperlukan adanya pemilihan dan pemilahan jenis kesenian serta budaya seperti apa yang cocok dan relevan untuk dilestarikan dan dikembangkan. Dari hal tersebut p**a muncul idealisme kekaryaan Saung Seni Awi Hideung, yaitu Sunda, dengan semboyan sebagai berikut, “Nangtung doyong jeung ngagolerna milu memeres kahirupan manusa geusan ngahontal rido Allah Nu Maha Kawasa.”
Secara umum Saung Seni Awi Hideung mempunyai dua bidang pekerjaan, yaitu sebagai pelaku atau praktisi seni dan budaya yang anggotanya secara perorangan atau organisasi melakukan suatu aktivitas atau garapan seni dan budaya. Kedua adalah sebagi penggiat gerakan kebudayaan khususnya budaya Sunda, dimana organisasi ini ikut serta atau menyelenggarakan kegiatan seni dan budaya dalam dan atau untuk masyarakat. Jadi dengan demikian Saung Seni Awi Hideung Tasikmalaya bukan sekedar organisasi atau kelompok seni semata, tapi merupakan komunitas masyarakat yang berkeinginan dan ikut serta dalam memperjuangkan tegaknya kesenian dan kebudayaan Indonesia, khususnya seni dan budaya Sunda.