Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa

Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa Sejak Akhir 2024, Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa, KLHK Bertransformasi menjadi Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa, KLH/BPLH

 , perubahan iklim tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memengaruhi sektor pertanian, ketahanan pangan, hi...
08/08/2026

, perubahan iklim tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memengaruhi sektor pertanian, ketahanan pangan, hingga kesejahteraan masyarakat. Karena itu, penguatan Program Kampung Iklim (Proklim) memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan, termasuk lembaga legislatif.

Sebagai upaya memperkuat kolaborasi tersebut, Komisi II DPRD Kabupaten Banyumas melakukan kunjungan konsultasi ke Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa terkait Program Kampung Iklim pada Jumat, 7 Agustus 2026. Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Banyumas, Mugiarti, disambut Kepala Pusdal LH Jawa, Eduward Hutapea, didampingi Kepala Bidang Wilayah II beserta staf teknis.

Pertemuan berlangsung hangat melalui diskusi dan bertukar informasi mengenai perkembangan Proklim, strategi meningkatkan jumlah Kampung Iklim, serta peran DPRD dalam mendorong implementasi Proklim di setiap daerah pemilihan.

Eduward menegaskan bahwa keberhasilan Proklim memerlukan kolaborasi lintas sektor.
"Fungsi legislatif sangat penting dalam mengawal implementasi regulasi. Ke depan, penguatan Proklim dan pengelolaan persampahan harus menjadi agenda bersama melalui kolaborasi DPRD, pemerintah daerah, dan Forkopimda agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat," ujarnya.

Mugiarti menambahkan bahwa perubahan iklim telah berdampak pada sektor pertanian yang menjadi andalan Banyumas.
"Melalui pertemuan ini diharapkan jumlah Kampung Iklim terus bertambah sehingga mampu mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.

Melalui sinergi yang semakin kuat, Proklim diharapkan menjadi gerakan bersama untuk membangun masyarakat yang tangguh menghadapi perubahan iklim sekaligus mewujudkan lingkungan yang lestari.

 , Musim kemarau bukan cuma soal cuaca yang makin terik, tapi juga meningkatnya risiko Kebakaran Hutan, Lahan, hingga Ke...
08/08/2026

, Musim kemarau bukan cuma soal cuaca yang makin terik, tapi juga meningkatnya risiko Kebakaran Hutan, Lahan, hingga Kebakaran TPA di Pulau Jawa! 🍂🔥

Tahukah kamu? Lebih dari 90% kejadian kebakaran lahan disebabkan oleh kelalaian manusia. Kebiasaan membakar sampah di dekat semak kering, buang puntung rokok sembarangan, hingga tumpukan sampah TPA yang tak dikelola dengan baik menghasilkan dapat memicu kobaran api besar!

Geser sampai slide terakhir untuk tahu detailnya, dan bagikan postingan ini agar makin banyak yang peduli! 🌿✨

 , tahukah kamu bahwa sebagian besar sampah yang dihasilkan hotel, restoran, dan kafe sebenarnya dapat dikurangi sejak d...
31/07/2026

, tahukah kamu bahwa sebagian besar sampah yang dihasilkan hotel, restoran, dan kafe sebenarnya dapat dikurangi sejak dari sumbernya? Jika tidak dikelola dengan baik, timbulan sampah akan terus meningkat, membebani tempat pemrosesan akhir (TPA), serta memperbesar risiko pencemaran lingkungan.

Melalui Permen LHK Nomor P.75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen, pemerintah mendorong pelaku usaha untuk bertanggung jawab mengurangi sampah yang dihasilkannya. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut, Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Jawa bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang melaksanakan rapat koordinasi dengan lima hotel di Kota Semarang pada 27 Juli 2026, yang dilanjutkan bimbingan teknis penyusunan Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen pada 28–30 Juli 2026.

Melalui pendampingan ini, pelaku usaha diperkuat pemahamannya terhadap regulasi sekaligus dibimbing menyiapkan data dan menyusun peta jalan pengurangan sampah sesuai ketentuan.

Pengurangan sampah akan lebih efektif jika dimulai dari sumbernya melalui kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha secara berkelanjutan.

Melalui upaya ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha yang menerapkan pengelolaan sampah secara bertanggung jawab sehingga mampu mengurangi timbulan sampah, menjaga kualitas lingkungan, dan mendukung target pengurangan sampah oleh produsen sebesar 30% pada tahun 2029.

Yuk, mulai kurangi sampah dari lingkungan sekitar kita. Jangan lupa like, bagikan informasi ini, dan ajak lebih banyak orang menjadi bagian dari solusi.

 , kualitas air tidak hanya ditentukan oleh besarnya industri, tetapi juga oleh bagaimana air limbah dikelola. Banyak pe...
28/07/2026

, kualitas air tidak hanya ditentukan oleh besarnya industri, tetapi juga oleh bagaimana air limbah dikelola. Banyak pelaku usaha telah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), namun tantangan sesungguhnya adalah memastikan fasilitas tersebut dioperasikan secara efektif dan berkelanjutan. Tanpa pengelolaan yang tepat, air limbah dari proses produksi tetap berpotensi mencemari, menurunkan kualitas lingkungan, serta berdampak pada kesehatan masyarakat.

Karena itu, upaya perlindungan kualitas air tidak berhenti pada penyediaan sarana, tetapi harus diikuti dengan peningkatan kapasitas pelaku usaha agar mampu mengoperasikan IPAL secara optimal, memenuhi ketentuan lingkungan, dan menerapkan prinsip produksi bersih.

Sebagai bagian dari rangkaian pembinaan badan usaha yang dilakukan secara bertahap, Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Jawa bersama Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melaksanakan asistensi teknis operasionalisasi IPAL bagi IKM Batik di Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah, pada 28 Juli 2026. Kegiatan diawali dengan pembahasan mengenai efisiensi operasional IPAL, pembinaan Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL), serta penerapan produksi bersih, kemudian dilanjutkan dengan verifikasi lapangan pada IPAL IKM Batik sebagai dasar penyusunan langkah perbaikan yang lebih tepat sasaran.

Mewakili Kepala Pusdal LH Jawa, Kepala Bidang Wilayah II menyampaikan bahwa pembinaan dilakukan secara bertahap agar pelaku usaha tidak hanya memiliki IPAL, tetapi juga mampu mengoperasikan dan mengelola secara optimal sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan dalam menjaga kualitas air dan mendukung keberlanjutan usaha.

Kolaborasi dengan pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha menjadi kunci untuk mewujudkan industri batik yang produktif sekaligus ramah lingkungan. Yuk, ikut berperan menjaga kualitas air dari lingkungan sekitar. Dukung pengelolaan air limbah yang bertanggung jawab, lalu like, share, dan sebarkan semangat menjaga lingkungan untuk masa depan yang lebih lestari!

 , tahu enggak sih bahwa pengelolaan sampah yang baik selalu diawali dari data yang akurat? Tanpa data yang sesuai denga...
27/07/2026

, tahu enggak sih bahwa pengelolaan sampah yang baik selalu diawali dari data yang akurat? Tanpa data yang sesuai dengan kondisi di lapangan, berbagai kebijakan pengelolaan sampah berisiko tidak tepat sasaran.

Selama ini, data pencatatan sampah sering berbeda jauh dengan kondisi riil di lapangan. Ketimpangan ini disebabkan pencatatan ganda dan penggunaan koefisien sampah per kapita yang tidak akurat. Tanpa data yang valid dan transparan, pemerintah daerah akan kesulitan memetakan kebutuhan fasilitas, menghentikan bahaya penimbunan terbuka (open dumping), hingga mengalokasikan anggaran secara efektif.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Jawa bersama Direktorat Penanganan Sampah memperkuat tata kelola data melalui Bimbingan Teknis Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) dan Indeks Kinerja Pengelolaan Sampah (IKPS) pada 23–24 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelaporan data persampahan di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kepala Pusdal LH Jawa, Eduward Hutapea, menegaskan bahwa data yang akurat menjadi fondasi dalam penyusunan kebijakan pengelolaan sampah yang efektif, terukur, dan berkelanjutan.

Melalui pengembangan Sistem Informasi Kinerja Pengelolaan Sampah Nasional (SIKPSN) berbasis Android, pencatatan transaksi sampah di setiap fasilitas dilakukan secara real time, lebih transparan, serta meminimalkan penghitungan ganda. Pusdal LH Jawa bersama Direktorat Penanganan Sampah kini mengawal upaya integrasi sistem dan pendampingan daerah melalui Bimbingan Teknis Tata Kelola SIPSN dan IKPS. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari pada Kamis-Jumat, (23-24/7) dan diikuti oleh Operator SIPSN dari Provinsi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta. Kepala Pusdal LH Jawa, Eduward Hutapea, menegaskan: "Data yang baik menjadi landasan mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan. Kualitas data mencerminkan kualitas tata kelola pemerintahan itu sendiri."

Yuk, ambil bagian dari era baru ini! Mulai pilah sampahmu dari rumah dan dukung pencatatan bank sampah di lingkunganmu. Mari sebarkan semangat positif ini ke sekeliling kita!

 , berbagai persoalan lingkungan seperti timbulan sampah yang terus meningkat, pemanfaatan ruang yang belum selaras deng...
24/07/2026

, berbagai persoalan lingkungan seperti timbulan sampah yang terus meningkat, pemanfaatan ruang yang belum selaras dengan daya dukung lingkungan, hingga potensi pencemaran tidak dapat diselesaikan hanya melalui penanganan di lapangan. Semua harus diawali dengan perencanaan yang matang agar setiap kebijakan dan program saling mendukung menuju pembangunan yang berkelanjutan.

Untuk memperkuat upaya tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati melaksanakan kunjungan kerja ke Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa pada Kamis (23/7). Pertemuan yang dipimpin Sekretaris Dinas bersama jajaran ini membahas tiga instrumen penting, yaitu Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH), Rencana Induk Sistem Pengelolaan Sampah (RISPS), dan Persetujuan Lingkungan.

Melalui diskusi dan berbagi pengalaman diperoleh penyelarasan pemahaman mengenai penyusunan dokumen perencanaan lingkungan yang komprehensif dan terintegrasi dengan kebijakan nasional. Langkah ini diharapkan mampu mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat, meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui lingkungan yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan.

Mewakili Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa, Setyo Winarso, menyampaikan bahwa perencanaan yang berkualitas menjadi fondasi penting agar setiap kebijakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dapat berjalan efektif, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi semua pihak.

Yuk, ikut berkontribusi menjaga lingkungan mulai dari hal sederhana di sekitar kita. Like, bagikan informasi ini, dan ajak lebih banyak orang peduli terhadap pentingnya perencanaan lingkungan demi masa depan yang lebih lestari.

 , tahu tidak kalau Kualitas Air Bengawan Solo sangat bergantung pada apa yang terjadi di Sukoharjo?Sebagai wilayah lint...
24/07/2026

, tahu tidak kalau Kualitas Air Bengawan Solo sangat bergantung pada apa yang terjadi di Sukoharjo?

Sebagai wilayah lintasan hulu, Sukoharjo memegang peran kunci. Sayangnya, sungai ini terus menanggung beban berat akibat limbah Industri Kecil Menengah (IKM) batik hingga industri olahan minuman. Jika air baku di hulu rusak, kesehatan dan kesejahteraan jutaan masyarakat yang bergantung pada aliran Bengawan Solo jelas dipertaruhkan.

Setelah rangkaian penguatan perencanaan di wilayah sebelumnya, Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa melanjutkan Asistensi Penajaman Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air (RPPMA) bersama Pemerintah Kabupaten Sukoharjo pada Rabu (22/7).

Melalui asistensi ini, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis menyelaraskan program, kegiatan, target, dan peran masing-masing agar sejalan dengan Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyusunan dan penetapan RPPMA dan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Nomor 2416 Tahun 2026 tentang Rencana Perlindungan dan Pengeloaan Mutu Air (RPPMA) DAS Bengawan Solo.

Melalui langkah nyata ini, kualitas air Bengawan Solo diharapkan membaik, sehingga masyarakat mendapatkan pasokan air baku yang aman dan lingkungan hulu tetap lestari.

Yuk, ikut ambil bagian! Mulai dari diri sendiri dengan tidak membuang sampah atau limbah sembarangan ke saluran air dan sungai.

SATUKAN LANGKAH, BERSAMA JAGA KUALITAS AIR , menjaga kualitas air sungai bukan hanya tentang mengendalikan pencemaran sa...
22/07/2026

SATUKAN LANGKAH, BERSAMA JAGA KUALITAS AIR

, menjaga kualitas air sungai bukan hanya tentang mengendalikan pencemaran saat masalah terjadi. Upaya tersebut harus dimulai dari perencanaan yang baik agar setiap program dan kegiatan pemerintah saling mendukung dalam melindungi sumber daya air.

Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo memiliki peran penting sebagai sumber air bagi masyarakat, pertanian, dan berbagai aktivitas ekonomi. Namun, pengelolaan mutu air tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Diperlukan sinergi lintas perangkat daerah agar setiap kebijakan dan program berjalan selaras menuju tujuan yang sama.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa bersama Pemerintah Kabupaten Wonogiri melaksanakan Asistensi Penajaman Substansi Matriks Rencana Aksi Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air DAS Bengawan Solo pada Selasa (21/7). Melalui pembahasan ini, program, kegiatan, indikator, target, penanggung jawab, dan lokasi pelaksanaan diselaraskan dengan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor 2416 Tahun 2026 tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air DAS Bengawan Solo. Hasil kesepakatan tersebut akan menjadi dasar penyusunan dokumen Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air Kabupaten Wonogiri sebelum ditetapkan menjadi Keputusan Bupati.

Perencanaan yang terintegrasi menjadi landasan pelaksanaan program perlindungan dan pengelolaan mutu air secara terpadu oleh perangkat daerah sesuai kewenangannya.

Yuk, mulai dari diri sendiri dengan tidak membuang sampah maupun limbah ke sungai. Like, bagikan informasi ini, dan ajak lebih banyak orang ikut menjaga kualitas air demi lingkungan yang lebih lestari.

Halo  ,Dalam upaya mewujudkan industri batik yang berdaya saing dan ramah lingkungan, Pusat Pengendalian Lingkungan Hidu...
17/07/2026

Halo ,

Dalam upaya mewujudkan industri batik yang berdaya saing dan ramah lingkungan, Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Jawa menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) "Penerapan Teknologi IPAL Ramah Lingkungan pada Usaha/Kegiatan Industri Batik" di Kalurahan Gulurejo, Lendah, Kulon Progo pada Rabu (15/7).

Kegiatan ini diikuti oleh 50 pengrajin Industri Kecil-Menengah (IKM) batik setempat yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal. Mengapa ini penting? Karena proses produksi batik yang menggunakan bahan pewarna dan air dalam jumlah besar yang berpotensi mencemari lingkungan jika limbahnya tidak dikelola dengan tepat.

Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha ini bertujuan untuk memperkuat komitmen pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, meningkatkan kapasitas produksi bersih, serta memberikan solusi IPAL yang efektif sesuai karakteristik limbah industri batik demi mendorong ketaatan terhadap regulasi lingkungan.

Narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup, Disperindagkop UKM Kulon Progo, serta pakar dari Institut Teknologi Yogyakarta (ITY) menekankan bahwa pengelolaan limbah bukan hanya kewajiban regulasi, melainkan juga langkah krusial agar industri batik kita tetap lestari, tidak mencemari sumber air warga, dan mampu menembus pasar global yang semakin peduli pada produk ramah lingkungan (eco-batik).

Mari kita dukung industri batik Kulon Progo yang produktif, maju, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan!

Pusdal LH Jawa menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pemetaan Fasilitas Pengelolaan Sampah dan Penyusunan Skema Pengelolaan ...
16/07/2026

Pusdal LH Jawa menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pemetaan Fasilitas Pengelolaan Sampah dan Penyusunan Skema Pengelolaan Sampah yang bertempat di Aula DLH Kota Pekalongan, pada Rabu (15/7). 15 Kabupaten/Kota Binaan Pusdal LH Jawa hadir secara langsung maupun daring untuk belajar "sulap". Bukan sulap sembarangan, tapi menyulap data menjadi peta solusi menggunakan teknologi GIS.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan, Joko Purnomo, membuka kegiatan ini dengan menekankan bahwa, "Output kegiatan ini tidak boleh berhenti di ruang pelatihan saja. Daerah harus mampu menghasilkan perencanaan yang jelas, transparan, dan terukur".

Dalam sesi Bimtek, para pengolah data dari 15 daerah tersebut langsung 'tancap gas'. Mereka diajak melakukan praktik intensif: mengubah data tabular yang kompleks menjadi data spasial sebaran fasilitas pengelolaan sampah menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG). Lebih jauh lagi, mereka ditantang untuk menyusun skema pengelolaan sampah yang detail hingga ke level kelurahan dan desa.

Dengan memetakan fasilitas sampah hingga ke level desa, kebijakan yang dihasilkan dapat lebih tepat sasaran.

Pada akhirnya, secanggih apa pun teknologi GIS yang digunakan, muara dari semua angka dan koordinat ini adalah terciptanya lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat. Kini, tantangan sebenarnya dimulai saat para peserta kembali ke daerah masing-masing: mampukah mereka mengubah "peta di layar" menjadi "aksi di lapangan"? Mari kita nantikan, karena setiap titik koordinat yang terpetakan hari ini adalah harapan baru bagi masa depan pengelolaan sampah yang lebih baik di Jawa.

Address

Jalan Siliwangi (Ringroad Barat) Nomor 100
Yogyakarta City

Opening Hours

Monday 08:00 - 16:00
Tuesday 08:00 - 16:00
Wednesday 08:00 - 16:00
Thursday 08:00 - 16:00
Friday 08:00 - 16:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share