Organisasi ini telah mengalami beberapa kali perubahan nama:
* Tahun 1927-1935 bernama: Jam’iyyah Khairiyah Li al-Thalabah al-Azhariyah al-Jawiyyah (Organisasi Sosial Mahasiswa Al-Azhar Asal Jawa).
* Tahun 1935-1945 bernama PERPINDOM (Persatuan Pelajar Indonesia-Malaya).
* Pada awal kemerdekaan diubah menjadi HPPI (Himpunan Pemuda Pelajar Indonesia ).
* Pada tahun 1966 bernama PPI (Persatuan Pela
jar Indonesia ).
* Pada tahun 1966-1995 bernama HPMI (Himpunan Pelajar Dan Mahasiswa Indonesia ).
* Sejak 1995-sekarang bernama PPMI (Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia Mesir). Jika kita telisik sejarah dinamika Masisir sejak tahun 1913, bahwa tahun pertama kali dideklarasikannya organisasi pelajar mahasiswa jawi dengan nama “Jam`iyah Setia Pelajar” dengan jumlah anggota 12 orang. Dinamika ini dapat dirasakan kontribusinya, karena mampu menerbitkan majalah yang diberi nama “Al-ittihad”. Majalah ini ternyata bukan hanya beredar di Kairo sebagai pusat aktivitas dewan redaksinya, tapi juga disebarluaskan di Makkah, Malaya dan Hindia Belanda. Kemudian pada tahun 1923, seiring munculnya kembali organisasi pelajar di Mesir dengan nama: “al-Jam`iyah al-Chairiyah lit Thalabah al-Jawiyah”, kembali diterbitkan jurnal “Seruan Azhar”, sebagai upaya memajukan Islam dan mencapai kesatuan kaum Muslimin. Lalu setelah mengalami beberapa pergantian nama organisasi, tidak terdengar lagi adanya media jurnalitik yang menyuarakan aktivitas mahasiswa; baik yang berkenaan dengan pergerakan maupun pemikiran, sampai muncul HPPI (Himpunan Pemuda Pelajar Indonesia) pada tahun 1966 di bawah kepemimpinan Djazuli Nur dan Gusdur sebagai Sekjendnya. Saat itu, terbitlah HIMMAH sebagai media jurnalistik mahasiswa sampai tahun 80-an. Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) yang berdiri sejak tahun 1995 dan mulai tahun 2003 menggunakan Student Government System (SGS) atau Sistem Pemerintahan Mahasiswa. Dalam SGS ini PPMI seolah-olah sebuah negara kecil yang mempunyai sistem pemerintahan seperti di Indonesia . PPMI dipimpin oleh seorang Presiden yang bersama kabinetnya menjadi badan eksekutif mahasiswa. PPMI juga mempunyai Majelis Permusyaaratan Anggota (MPA) sebagai lembaga tertinggi organisasi dan Badan Perwakilan Anggota (BPA) sebagai lembaga legislatif sekaligus yudikatif organisasi PPMI. PPMI disebut induk organisasi pelajar dan mahasiswa Indonesia karena dalam lingkungan PPMI banyak terdapat organisasi-organisasi dengan berbagai corak dan kepentingan. Dalam lingkungan PPMI ada beberapa organisasi kekeluargaan yang dibentuk berdasarkan kedaerahan dan ditetapkan sebagai badan otonom PPMI. Terdapat 17 organisasi kekeluargaan yang menaungi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia . Di antara organisasi tersebut adalah Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA), Kesepakatan Mahasiswa Minang (KMM), Keluarga Paguyuban Masyarakat Jawa Barat (KPMJB), Kelompok Studi Walisongo (KSW) untuk pelajar dari Jawa Tengah, Keluarga Masyarakat Jawa Timur (GAMAJATIM), Forum Study Keluarga Madura (FOSGAMA), Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS), dan lainnya. Selain organisasi yang bercorak kedaerahan, berbagai organisasi latar belakang dan kepentingan yang beragam juga banyak bermunculan menyemarakkan dinamika mahasiswa Indonesia di Mesir. Ormas-ormas besar di Indonesia seperti NU, Muhammadiyah, Persis, dan Al-Washliyah mempunyai cabang resmi di Kairo.