26/08/2026
Hasil panen bisa berubah ketika cara bertaninya ikut berkembang. ๐ฑ
Hal itu terlihat dari kebun Pak Halek Tasalisa, petani dampingan YBTS di Desa Hatawano, melalui budidaya buncis Maxipro di lahan demplot reguler.
Perjalanannya dimulai dari panen pertama sebanyak 37 kg dengan harga Rp11.000/kg. Pada panen kedua, hasil meningkat menjadi 77 kg dengan harga Rp13.000/kg. Memasuki panen ketiga, produksinya kembali naik hingga 103 kg dengan harga Rp14.000/kg.
Di balik angka tersebut, ada proses pendampingan yang dilakukan YBTS melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP), dari persiapan lahan hingga pengendalian hama dan penyakit.
Tiga periode panen memperlihatkan satu hal: ketika pengetahuan diterapkan dan proses terus dijalankan, kebun punya ruang untuk berkembang. Panen berikutnya masih menanti.
---
Dari daerah Maluku?
Yuk gabung sekarang ke grub YBTS khusus area Bina Tani - Maluku (Ambon, Tual, Buru, dan Sekitarnya)