15/08/2014
Rahasia Membangun
Piramida Firaun
Muhammad Nuh – Selasa, 15
Syawwal 1435 H / 12 Agustus 2014
12:34 WIB
Sejak lama para ilmuwan bingung
bagaimana cara sebuah piramida
dibangun. Hal ini karena teknologi
mengangkat batu-batu besar yang
bisa mencapai ribuan kilogram ke
puncak-puncak bangunan belum
ditemukan di zamannya. Apa rahasia
di balik pembangunan piramida ini?
Dalam edisi tanggal 1 Desember
2006, Koran Amerika Times
menerbitkan berita ilmiah yang
mengkonfirmasi bahwa Firaun
menggunakan tanah liat untuk
membangun piramida! Menurut
penelitian tersebut disebutkan bahwa
batu yang digunakan untuk membuat
piramida adalah tanah liat yang
dipanaskan hingga membentuk batu
keras yang sulit dibedakan dengan
batu aslinya.
Para ilmuwan mengatakan bahwa
Firaun mahir dalam ilmu kimia dalam
mengelola tanah liat hingga menjadi
batu. Dan teknik tersebut menjadi hal
yang sangat rahasia jika dilihat dari
kodifikasi nomor di batu yang mereka
tinggalkan.
Profesor Gilles Hug, dan Michel
Profesor Barsoum menegaskan
bahwa Piramida yang paling besar di
Giza, terbuat dari dua jenis batu:
batu alam dan batu-batu yang dibuat
secara manual alias olahan tanah
liat.
Dan dalam penelitian yang
dipublikasikan oleh majalah “Journal
of American Ceramic Society”
menegaskan bahwa Firaun
menggunakan jenis tanah slurry
untuk membangun monumen yang
tinggi, termasuk piramida. Karena
tidak mungkin bagi seseorang untuk
mengangkat batu berat ribuan
kilogram. Sementara untuk
dasarnya, Firaun menggunakan batu
alam.
Piramida, dan lumpur yang sudah
diolah menurut ukuran yang
diinginkan dibakar untuk diletakkan
di tempat yang paling tinggi.
Lumpur tersebut merupakan
campuran lumpur kapur di tungku
perapian yang dipanaskan dengan
uap air garam dan berhasil membuat
uap air sehingga membentuk
campuran tanah liat. Kemudian
olahan itu dituangkan dalam tempat
yang disediakan di dinding piramida.
Profesor Davidovits telah mengambil
batu piramida yang terbesar untuk
dilakukan analisis dengan
menggunakan mikroskop elektron
terhadap batu tersebut dan
menemukan jejak reaksi cepat yang
menegaskan bahwa batu terbuat dari
lumpur. Selama ini, tanpa
penggunaan mikroskop elektron, ahli
geologi belum mampu membedakan
antara batu alam dan batu buatan.
Dengan metode pembuatan batu
besar melalui cara ini, sang profesor
membutuhkan waktu sepuluh hari
hingga mirip dengan batu aslinya.
Sebelumnya, seorang ilmuwan
Belgia, Guy Demortier, telah
bertahun-tahun mencari jawaban
dari rahasia di balik pembuatan batu
besar di puncak-puncak piramida. Ia
pun berkata, “Setelah bertahun-tahun
melakukan riset dan studi, sekarang
saya baru yakin bahwa piramida
yang terletak di Mesir dibuat dengan
menggunakan tanah liat.”
Selama ini, ilmuwan hanya
mempunyai jawaban yang fiktif soal
cara membangun piramida Firaun.
Bagaimana mengangkat batu-batu
besar yang jumlahnya mencapai 2,8
juta batu. Waktu itu, mereka
menyatakan secara fiktif bahwa
orang Mesir kuno memiliki
kemampuan mengangkat jutaan batu
yang beratnya sekitar lima atau
enam ribu kilogram!
Penemuan oleh Profesor Prancis
Joseph Davidovits soal batu-batu
piramida yang ternyata terbuat dari
olahan lumpur ini memakan waktu
sekitar dua puluh tahun.
Sebuah penelitian yang luas tentang
piramida Bosnia, “Piramida
Matahari” dan menjelaskan bahwa
batu-batunya terbuat dari tanah liat!
Ini menegaskan bahwa metode ini
tersebar luas di masa lalu. (Gambar
dari batu piramida).
Sebuah gambar yang digunakan
dalam casting batu-batu kuno
piramida matahari mengalir di
Bosnia, dan kebenaran ilmiah
mengatakan bahwa sangat jelas
bahwa metode tertentu pada
pengecoran batu berasal dari tanah
liat telah dikenal sejak ribuan tahun
yang lalu dalam peradaban yang
berbeda baik Rumania atau Firaun!
Alquran Ternyata Lebih Dulu Punya
Jawaban
Jika dipahami lebih dalam, ternyata
Alquran telah mengungkapkan hal ini
dari beberapa ayat-ayat yang Allah
firmankan. Antara lain:
ﻭَﻗَﺎﻝَ ﻓِﺮْﻋَﻮْﻥُ ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟْﻤَﻠَﺄُ ﻣَﺎ ﻋَﻠِﻤْﺖُ ﻟَﻜُﻢْ ﻣِﻦْ ﺇِﻟَﻪٍ ﻏَﻴْﺮِﻱ
ﻓَﺄَﻭْﻗِﺪْ ﻟِﻲ ﻳَﺎ ﻫَﺎﻣَﺎﻥُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻄِّﻴﻦِ ﻓَﺎﺟْﻌَﻞْ ﻟِﻲ ﺻَﺮْﺣًﺎ ﻟَﻌَﻠِّﻲ
ﺃَﻃَّﻠِﻊُ ﺇِﻟَﻰ ﺇِﻟَﻪِ ﻣُﻮﺳَﻰ ﻭَﺇِﻧِّﻲ ﻟَﺄَﻇُﻨُّﻪُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻜَﺎﺫِﺑِﻴﻦَ
“Dan berkata Fir’aun: ‘Hai pembesar
kaumku, aku tidak mengetahui Tuhan
bagimu selain aku. Maka bakarlah
Hai Haman untukku tanah liat
kemudian buatkanlah untukku
bangunan yang Tinggi supaya aku
dapat naik melihat Tuhan Musa, dan
Sesungguhnya aku benar-benar
yakin bahwa Dia Termasuk orang-
orang pendusta.” (Al-Qashash:38)
Ayat ini menunjukkan rahasia dari
teknologi konstruksi yang digunakan
untuk bangunan tinggi sebuah
monumen seperti disebutkan
“buatkanlah untukku bangunan yang
Tinggi”. Teknik ini didasarkan pada
lumpur dan panas seperti dalam
ayat: “Maka bakarlah Hai Haman
untukku tanah liat!”
Subhanallah! Ada bukti yang
menunjukkan bahwa patung-patung
raksasa dan tiang-tiang yang
ditemukan dalam peradaban Rumania
dan yang lainnya juga dibangun dari
tanah liat! Dapat dikatakan: bahwa
keajaiban Al Qur’an menunjukkan
cara untuk membangun bangunan-
bangunan dari tanah liat dan ini yang
tidak diketahui pada waktu turunnya
Alquran hingga zaman modern saat
ini.
Siapa yang memberitahukan kepada
Nabi saw tentang berita ini?
Al-Quran adalah kitab pertama yang
mengungkapkan rahasia bangunan
piramida, bukan para Ilmuwan
Amerika dan Perancis.
Pertanyaannya adalah:
Kita tahu bahwa Nabi saw tidak pergi
ke Mesir dan tidak pernah melihat
piramida, bahkan mungkin tidak
pernah mendengar tentangnya. Kisah
Firaun, terjadi sebelum masa Nabi
saw ribuan tahun yang lalu, dan tidak
ada satupun di muka bumi ini pada
waktu itu yang mengetahui tentang
rahasia piramida. Sebelum ini, para
ilmuwan tidak yakin bahwa Firaun
menggunakan tanah liat dan panas
untuk membangun monumen tinggi
kecuali beberapa tahun belakangan
ini.
Bagaimana Nabi saw sebelum 1400
tahun yang lalu memberitahukan
bahwa Firaun menggunakan tanah
liat dan panas untuk membangun
monumen …
Ayat ini sangat jelas dan kuat
membuktikan bahwa nabi Muhammad
saw tidaklah membawa apapun dari
padanya tetapi Allah yang
menciptakan Firaun dan
menenggelamkannya, dan Dia p**a
yang menyelamatkan nabi Musa …
Dan Dia p**a yang memberitahukan
kepada Nabi-Nya akan hakikat
ilmiah ini, dan ayat ini menjadi saksi
kebenaran kenabiannya pada zaman
modern ini!!
Subhanallah! Ambillah pelajaran,
wahai orang-orang yang mempunyai
akal. mnh/kaheel