Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Ambon

Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Ambon Kementerian Pertanian
Direktorat Jenderal Perkebunan
Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Per

28/07/2026
Jum'at 24-07-2026 Penguatan dan Revitalisasi Koperasi Balai Sejahtera BBPPTP AmbonDalam rangka mendorong revitalisasi da...
28/07/2026

Jum'at 24-07-2026 Penguatan dan Revitalisasi Koperasi Balai Sejahtera BBPPTP Ambon
Dalam rangka mendorong revitalisasi dan penguatan kelembagaan Koperasi Balai Sejahtera BBPPTP Ambon, dilaksanakan pertemuan bersama Dinas Koperasi Provinsi Maluku dan Kepala Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan Ambon.
Pertemuan ini membahas langkah strategis dalam membangun koperasi yang lebih kuat, transparan, profesional, dan berkelanjutan, melalui penyusunan AD/ART, penyatuan visi dan misi, penguatan struktur dan sistem kerja, peningkatan komunikasi, serta pengembangan kolaborasi.

Selain itu, legalitas koperasi menjadi salah satu perhatian utama agar kelembagaan koperasi semakin terbuka dan mampu mengembangkan berbagai program, termasuk membuka akses permodalan, pengembangan unit usaha, pemenuhan kewajiban perpajakan, serta meningkatkan pengakuan dan kepercayaan terhadap koperasi.



Perkuat Kapabilitas, Kawal Benih dan Pengembangan Kawasan Perkebunan kopi dan tebuKamis 23-07-2026 BBPPTP Ambon terus me...
27/07/2026

Perkuat Kapabilitas, Kawal Benih dan Pengembangan Kawasan Perkebunan kopi dan tebu

Kamis 23-07-2026 BBPPTP Ambon terus memperkuat kapasitas dan sinergi seluruh petugas dalam mendukung pengawalan produksi benih serta pengembangan kawasan hilirisasi perkebunan tahun 2026.
Melalui rapat internal, dilakukan pembahasan mendalam terkait pengawalan komoditas tebu dan kopi, mulai dari kesiapan CPCL, standar mutu benih, sertifikasi, penyaluran bantuan, pemantauan lapangan, hingga penguatan koordinasi antara PJ Perbenihan dan PJ Kawasan.

Kepala Balai menekankan pentingnya pemahaman teknis yang terpadu bagi seluruh jajaran, termasuk unsur administrasi dan keuangan. Setiap kegiatan lapangan juga harus memiliki indikator yang terukur dan memberikan dampak nyata, bukan sekadar kunjungan administratif.
Dengan koordinasi yang semakin solid, pengawalan yang lebih terukur, dan kolaborasi lintas tim, BBPPTP Ambon berkomitmen memastikan program pengembangan perkebunan berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Bersama Mengawal Benih, Mengembangkan Kawasan, dan Mendorong Hilirisasi Perkebunan Indonesia.



BBPPTP Ambon terus berkomitmen memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah demi mengoptimalkan penyaluran bantuan kepad...
24/07/2026

BBPPTP Ambon terus berkomitmen memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah demi mengoptimalkan penyaluran bantuan kepada para pekebun. Melalui kegiatan Sosialisasi Aplikasi e-Banper dan Biaya Operasional Pekebun (HOK), kami berkolaborasi dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah (DINAS PERKEBUNAN DAN PETERNAKAN) untuk mengakselerasi pengembangan kawasan perkebunan, khususnya komoditas kakao.

​Melalui pemanfaatan aplikasi e-Banper, digitalisasi tata kelola bantuan kini menjadi lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Didukung dengan pemahaman mekanisme HOK (Hari Orang Kerja) yang jelas, diharapkan para pekebun dapat merasakan manfaat bantuan secara lebih efektif dan tepat waktu.

​Terima kasih atas kepemimpinan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Prov. Sulteng, Bapak Ir. Muh. Neng, ST., MM., serta jajaran Dinas Perkebunan dari Kabupaten Banggai, Donggala, Morowali Utara, Parigi Moutong, Poso, Sigi, dan Tolitoli yang telah berpartisipasi aktif.

​Mari bersama kita dorong produktivitas dan tingkatkan kesejahteraan pekebun kakao di Sulawesi Tengah! 💪🍫




   Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai kualitas pembibitan yang dikembangkan di Desa Lamomea, Kecamat...
23/07/2026

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai kualitas pembibitan yang dikembangkan di Desa Lamomea, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara sangat baik dan layak menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

"Ini contoh bibit kelapa yang bagus, ini harus dicontoh seluruh Indonesia," kata Mentan Amran saat meninjau lokasi pembibitan.

Menurut Mentan Amran, jutaan bibit kelapa dan kakao yang disiapkan di Sulawesi Tenggara merupakan bagian dari program pengembangan perkebunan nasional yang diarahkan untuk mendukung hilirisasi komoditas strategis. Saat ini, pemerintah tengah mengembangkan sekitar 870 ribu hektare tanaman perkebunan, mulai dari kakao, kelapa, tebu, pala, hingga mete.

"Sekarang ini arahan Bapak Presiden Prabowo kita kembangkan kurang lebih 870 ribu hektare tanaman kakao, kelapa, tebu, pala, dan mete seluruh Indonesia. Kita kembangkan dan itu dihibahkan untuk petani kita. Ini luar biasa. Ini persiapan untuk bahan baku, di saat bersamaan kita lakukan hilirisasi kelapa, kakao, mete, dan seterusnya," terangnya.

Menurutnya, pengembangan perkebunan berbasis bibit unggul menjadi fondasi penting untuk memperkuat hilirisasi dan meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri. Oleh karena itu, ia menegaskan bantuan yang berasal dari uang rakyat tersebut harus benar-benar sampai kepada petani.

Untuk itu, pemerintah menyiapkan sekitar 280 juta batang bibit kakao dan kelapa secara nasional, termasuk sekitar 38 juta benih untuk Sulawesi Tenggara. Seluruh bantuan tersebut diberikan secara gratis kepada petani, mulai dari bibit unggul, pengolahan lahan, hingga penanaman.

23/07/2026

KeluargaBesar BBPPTP Ambon mengucapkan selamat dan sukses atas dilantiknya Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., MBA sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.
Semoga senantiasa diberikan kelancaran, kekuatan, dan amanah dalam mengemban tugas serta tanggung jawab untuk mendukung terwujudnya program pembangunan nasional di bidang gizi.
Semoga dapat membawa Badan Gizi Nasional semakin maju dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat Indonesia.
Selamat mengemban amanah dan menjalankan tugas.
🇮🇩 Sukses dan lancar selalu!



  Direktorat Jenderal Perkebunan Target Swasembada Gula Dua Tahun, Presiden Prabowo ke Mentan Amran: “Jangan Masuk Rumah...
22/07/2026

Direktorat Jenderal Perkebunan Target Swasembada Gula Dua Tahun, Presiden Prabowo ke Mentan Amran: “Jangan Masuk Rumah Sakit, Negara dan Bangsa Masih Butuh Kau”

Malang – Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mampu mencapai swasembada gula dalam dua tahun. Target tersebut lebih cepat dari proyeksi awal empat tahun dan menjadi bagian dari percepatan agenda pemerintah dalam memperkuat kemandirian pangan nasional.

Target itu disampaikan Presiden saat menghadiri Panen Raya dalam Rangka TNI Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengungkapkan bahwa Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebelumnya melaporkan program peremajaan tebu seluas 100 ribu hektare per tahun yang diproyeksikan mampu mewujudkan swasembada gula dalam empat tahun. Namun setelah berdiskusi, Mentan Amran menyatakan target tersebut dapat dipercepat menjadi dua tahun.

Mendengar komitmen itu, Presiden menyampaikan apresiasi kepada Mentan Amran di hadapan ribuan peserta yang hadir.

“Tadi Menteri Pertanian melaporkan kepada saya program kita sekarang adalah 100 ribu hektare per tahun. Dengan demikian akan dicapai dalam empat tahun. Tapi setelah saya tanya lagi ke beliau, dengan gagah dan berani beliau mengatakan, ‘Pak, kita bisa dalam dua tahun’,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden kemudian menyampaikan pesan khusus kepada Mentan Amran yang langsung disambut tepuk tangan para peserta.

“Saya bilang bagus, tapi jangan masuk rumah sakit Menteri Pertanian. Janji, dua tahun tapi you tidak masuk rumah sakit. Negara dan bangsa masih butuh kau,” kata Presiden.

Presiden menegaskan, percepatan swasembada gula merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat kemandirian bangsa. Setelah berhasil mencapai target swasembada pangan, pemerintah kini terus bergerak menuju swasembada energi dan memperkuat ketahanan air.

“Target kita swasembada pangan sudah kita capai. Sekarang swasembada energi kita sedang menuju. Swasembada air sedang kita rintis, sehingga semua rakyat kita punya akses kepada air bersih dan air untuk tanaman,” ujarnya.




   Direktorat Jenderal Perkebunan Bombana Disiapkan Jadi Sentra Tebu Baru, Kementan Dongkrak Produksi, Pacu Pengembangan...
20/07/2026

Direktorat Jenderal Perkebunan Bombana Disiapkan Jadi Sentra Tebu Baru, Kementan Dongkrak Produksi, Pacu Pengembangan Kawasan hingga 1.000 Hektare

Bombana – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperluas sentra-sentra produksi tebu baru sebagai langkah strategis memperkuat swasembada gula nasional. Salah satu upaya tersebut dilakukan di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, yang kini disiapkan menjadi kawasan pengembangan tebu baru dengan target mencapai 1.000 hektare.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan, Heru Tri Widarto, mengatakan pengembangan kawasan tebu di Bombana merupakan bagian dari strategi Kementerian Pertanian dalam memperluas pusat-pusat produksi tebu nasional, khususnya di kawasan timur Indonesia.

"Bombana memiliki potensi sumber daya lahan yang sangat baik untuk dikembangkan sebagai sentra tebu baru. Dengan pengembangan kawasan yang dilakukan secara bertahap, kami optimistis daerah ini akan menjadi salah satu penopang produksi tebu nasional sekaligus memperkuat upaya pemerintah mewujudkan swasembada gula," ujar Heru.

Menurut Heru, pengembangan kawasan tebu tidak hanya berorientasi pada penambahan luas tanam, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, mendorong investasi di sektor perkebunan, serta membuka peluang peningkatan pendapatan petani.

"Kementerian Pertanian terus mengawal setiap tahapan pelaksanaan program, mulai dari penetapan CPCL, pendampingan budidaya, hingga penyediaan sarana produksi. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani menjadi kunci agar kawasan tebu Bombana dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," katanya.

Heru berharap, melalui pengembangan kawasan hingga 1.000 hektare tersebut, Bombana dapat tumbuh sebagai sentra tebu baru yang berdaya saing, mampu memasok kebutuhan bahan baku industri gula, serta berkontribusi nyata terhadap peningkatan produksi gula nasional dan terwujudnya swasembada gula.



Dukung Modernisasi Pertanian, BBPPTP Ambon Hadiri Rapat Koordinasi Percepatan PM-AAS dan LTT Provinsi MalukuAmbon, 16 Ju...
20/07/2026

Dukung Modernisasi Pertanian, BBPPTP Ambon Hadiri Rapat Koordinasi Percepatan PM-AAS dan LTT Provinsi Maluku
Ambon, 16 Juli 2026 – Tim BBPPTP Ambon menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) dan Luas Tambah Tanam (LTT) di BRMP Maluku untuk mengakselerasi modernisasi pertanian. Rapat dibuka oleh Plt. Kepala BRMP Gunawan serta dihadiri berbagai instansi terkait.
Forum ini membahas strategi perluasan areal tanam PM-AAS dengan target 4.114 hektare di Maluku. Metode yang digunakan adalah tanam benih langsung (Tabela) populasi rapat, yang membutuhkan benih unggul 70–80 kg/hektare dan pemupukan berimbang untuk melipatgandakan produktivitas.
Guna mengantisipasi proyeksi curah hujan rendah periode Juni–November 2026, manajemen air presisi dioptimalkan pada Luas Baku Sawah (LBS) Maluku seluas 19.960 hektare. Program ini diperkuat melalui penandatanganan Pakta Integritas bersama penyuluh dari Kabupaten SBB, SBT, Buru, dan Maluku Tengah.


-AAS

Address

Jalan Pertanian Passo Ambon
Ambon
97232

Opening Hours

Monday 07:30 - 16:00
Tuesday 07:30 - 16:00
Wednesday 07:30 - 16:00
Thursday 07:30 - 16:00
Friday 07:30 - 16:30

Telephone

+62911361203

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Ambon posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Ambon:

Shortcuts

Share