28/07/2026
Kinerja APBN Semester I 2026 terus menunjukkan hasil yang kuat.
Pendapatan negara tumbuh 21,4% menjadi Rp1.459,4 triliun, sementara belanja negara terealisasi Rp1.656,0 triliun atau meningkat 17,8%. Dengan kinerja tersebut, APBN terus berperan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung pelaksanaan agenda pembangunan nasional.
Di sisi lain, kesehatan fiskal tetap terjaga. Defisit APBN berada pada level 0,76% terhadap PDB dan disertai surplus keseimbangan primer, mencerminkan pengelolaan fiskal yang tetap ekspansif namun dilakukan secara prudent dan terukur.
Kinerja ini menjadi modal penting bagi pemerintah untuk terus menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat kepercayaan, serta memastikan APBN tetap efektif mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang berkelanjutan.