31/08/2026
LAUNCHING ARISE
Indonesia merupakan negara dengan tingkat risiko bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, serta keragaman wilayah menyebabkan berbagai daerah di Indonesia menghadapi beragam ancaman bencana, mulai dari gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, banjir, tanah longsor, kekeringan, hingga cuaca ekstrem.
Dampak bencana tidak berhenti pada kerusakan fisik dan kerugian ekonomi. Bencana juga dapat memberikan tekanan terhadap keuangan daerah, melalui penurunan pendapatan di tengah meningkatnya kebutuhan belanja untuk penanganan dan pemulihan. Kondisi tersebut dapat mempersempit ruang fiskal (fiscal space) dan berpotensi menghambat keberlanjutan pembangunan serta pencapaian prioritas nasional dan daerah.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Adaptive Regional Integrated System for Fiscal Resilience (ARISE) Dashboard dikembangkan sebagai sebuah sistem yang mengintegrasikan pemodelan risiko bencana dengan estimasi dampaknya terhadap perekonomian dan fiskal daerah. ARISE membantu pemerintah daerah tidak hanya mengetahui risiko bencana yang dihadapi, tetapi juga memahami konsekuensinya terhadap pembangunan dan kapasitas fiskal daerah, melalui pemetaan:
a. Risiko bencana yang dihadapi;
b. Tingkat kerentanan masyarakat dan aset;
c. Potensi kerugian ekonomi dan fiskal;
d. Kapasitas fiskal daerah dalam menghadapi guncangan akibat bencana; serta
e. Pilihan mitigasi, kesiapan pembiayaan, dan transfer risiko.
Dengan pendekatan tersebut, ARISE mendorong perubahan paradigma dari penganggaran reaktif menjadi proaktif, dari pengelolaan pascabencana menuju kesiapsiagaan prabencana, serta dari sekadar membiayai kerugian menjadi mengelola risiko.
Pada akhirnya, ARISE diharapkan dapat membantu pemerintah daerah membangun ketahanan fiskal dalam menghadapi bencana, sehingga daerah tidak hanya mampu mengantisipasi dan memulihkan dampak bencana, tetapi juga menjaga keberlanjutan pembangunan dan melindungi masyarakat, terutama kelompok yang paling rentan.