Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan DJPK adalah unit eselon I di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Halo  Pernah mendengar Tanah Rencong. Tanah Rencong adalah sebutan lain untuk Provinsi Aceh.Ada cerita, budaya, dan wari...
04/09/2026

Halo
Pernah mendengar Tanah Rencong. Tanah Rencong adalah sebutan lain untuk Provinsi Aceh.

Ada cerita, budaya, dan warisan yang membuat Tanah Rencong begitu istimewa. ✨
Kita kenali Aceh lebih dekat yuk! 👀

Beda dana, beda guna. ✅  hadir mendukung pembangunan daerah melalui Transfer ke Daerah (TKD).Dari alokasi ini, ada berba...
04/09/2026

Beda dana, beda guna. ✅

hadir mendukung pembangunan daerah melalui Transfer ke Daerah (TKD).

Dari alokasi ini, ada berbagai jenis dana dengan fungsi dan peruntukan masing-masing.

Apa saja dan bagaimana perannya?

Yuk, simak sampai tuntas! 👀

Hari ini, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Badan Urusan Legislasi Da...
02/09/2026

Hari ini, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) DPD RI dalam rangka membahas harmonisasi peraturan terkait penyelenggaraan pendidikan.

Pembahasan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kebijakan dan regulasi pendidikan dapat berjalan selaras antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Sinergi regulasi, kewenangan, dan dukungan pendanaan menjadi kunci untuk menghadirkan penyelenggaraan pendidikan yang semakin merata, berkualitas, dan berkelanjutan.

Dalam pengelolaan fiskal daerah, semangat untuk terus bergerak dan berbenah menjadi semakin penting. Kebutuhan masyaraka...
01/09/2026

Dalam pengelolaan fiskal daerah, semangat untuk terus bergerak dan berbenah menjadi semakin penting. Kebutuhan masyarakat yang terus berkembang, karakteristik daerah yang beragam, serta perubahan kebijakan menuntut pengelolaan fiskal yang semakin adaptif. Karena itu, hubungan keuangan pusat dan daerah (HKPD) perlu terus diperkuat agar kewenangan, pendanaan, dan pembangunan dapat berjalan dalam arah yang selaras.

Majalah Media Defis edisi ini mengangkat tema “Harmonisasi dan Inovasi HKPD untuk Pengelolaan Fiskal Daerah yang Adaptif dan Berdampak” sebagai refleksi atas berbagai upaya tersebut.

Bagi   yang ingin mengunduh atau membaca dapat melalui tautan berikut ya s.kemenkeu.go.id/MediaDefisXLIV

Tautan juga dapat diakses di bio.

 juga bisa mengisi kuesioner untuk umpan balik terhadap Majalah Media Defis melalui tautan s.kemenkeu.go.id/SurveiMediaDefisEdisiXLIV

Bagi 3 orang dengan masukan paling menarik akan mendapatkan souvenir dari kami 🥳

31/08/2026

LAUNCHING ARISE

Indonesia merupakan negara dengan tingkat risiko bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, serta keragaman wilayah menyebabkan berbagai daerah di Indonesia menghadapi beragam ancaman bencana, mulai dari gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, banjir, tanah longsor, kekeringan, hingga cuaca ekstrem.

Dampak bencana tidak berhenti pada kerusakan fisik dan kerugian ekonomi. Bencana juga dapat memberikan tekanan terhadap keuangan daerah, melalui penurunan pendapatan di tengah meningkatnya kebutuhan belanja untuk penanganan dan pemulihan. Kondisi tersebut dapat mempersempit ruang fiskal (fiscal space) dan berpotensi menghambat keberlanjutan pembangunan serta pencapaian prioritas nasional dan daerah.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Adaptive Regional Integrated System for Fiscal Resilience (ARISE) Dashboard dikembangkan sebagai sebuah sistem yang mengintegrasikan pemodelan risiko bencana dengan estimasi dampaknya terhadap perekonomian dan fiskal daerah. ARISE membantu pemerintah daerah tidak hanya mengetahui risiko bencana yang dihadapi, tetapi juga memahami konsekuensinya terhadap pembangunan dan kapasitas fiskal daerah, melalui pemetaan:

a. Risiko bencana yang dihadapi;
b. Tingkat kerentanan masyarakat dan aset;
c. Potensi kerugian ekonomi dan fiskal;
d. Kapasitas fiskal daerah dalam menghadapi guncangan akibat bencana; serta
e. Pilihan mitigasi, kesiapan pembiayaan, dan transfer risiko.

Dengan pendekatan tersebut, ARISE mendorong perubahan paradigma dari penganggaran reaktif menjadi proaktif, dari pengelolaan pascabencana menuju kesiapsiagaan prabencana, serta dari sekadar membiayai kerugian menjadi mengelola risiko.

Pada akhirnya, ARISE diharapkan dapat membantu pemerintah daerah membangun ketahanan fiskal dalam menghadapi bencana, sehingga daerah tidak hanya mampu mengantisipasi dan memulihkan dampak bencana, tetapi juga menjaga keberlanjutan pembangunan dan melindungi masyarakat, terutama kelompok yang paling rentan.

  pernah membaca tentang pemakaman unik di Tana Toraja? Atau bahkan pernah mengunjunginya?Kali ini   mau cerita tentang ...
28/08/2026

pernah membaca tentang pemakaman unik di Tana Toraja? Atau bahkan pernah mengunjunginya?
Kali ini mau cerita tentang tradisi pemakaman di Tana Toraja. Simbol status sosial, Tau-Tau, dan keahlian memahat makam di tebing batu menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya ini.
Yuk kita simak!

RAPBN 2027, untuk Indonesia Tumbuh 🇮🇩Dengan pendapatan negara sebesar Rp3.426,0 triliun, belanja negara Rp4.097,2 triliu...
27/08/2026

RAPBN 2027, untuk Indonesia Tumbuh 🇮🇩

Dengan pendapatan negara sebesar Rp3.426,0 triliun, belanja negara Rp4.097,2 triliun, RAPBN 2027 diarahkan untuk mendukung 8 Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN):
1. Kedaulatan pangan
2. Kemandirian energi dan air
3. Pendidikan
4. Kesehatan
5. Hilirisasi dan industrialisasi
6. Infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana
7. Ekonomi kerakyatan dan desa
8. Penurunan kemiskinan

Yuk, terus ikuti dan kawal ! 🇮🇩

Sebelumnya   pernah membahas tentang macam-macam Hibah ke Daerah.Kali ini kita simak yuk tentang mekanisme pengelolaan H...
26/08/2026

Sebelumnya pernah membahas tentang macam-macam Hibah ke Daerah.
Kali ini kita simak yuk tentang mekanisme pengelolaan Hibah ke Daerah!

Mari kita jadikan momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai ajang introspeksi diri dan peningkatan ketakwaan,...
24/08/2026

Mari kita jadikan momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai ajang introspeksi diri dan peningkatan ketakwaan, serta meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam menjalankan tugas dan pelayanan.

Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Semoga berkah dan rahmat senantiasa tercurah untuk kita semua.

⏳ Dana Otsus Tahap II, sudah sampai mana?Penyaluran Dana Otonomi Khusus Tahap II dapat dilakukan setelah persyaratan pen...
24/08/2026

⏳ Dana Otsus Tahap II, sudah sampai mana?

Penyaluran Dana Otonomi Khusus Tahap II dapat dilakukan setelah persyaratan penyaluran dipenuhi secara lengkap dan benar.

Masih ada daerah yang perlu segera memenuhi persyaratan penyaluran Tahap II. Yuk, cek kembali status daerah Anda dan segera tindak lanjuti dokumen yang masih diperlukan.

Semakin cepat persyaratan terpenuhi, semakin cepat proses penyaluran dapat ditindaklanjuti dan manfaat Dana Otsus dirasakan masyarakat.

Swipe untuk cek progres selengkapnya!

Address

Anekaelok

Opening Hours

Monday 08:00 - 16:00
Tuesday 08:00 - 16:00
Wednesday 08:00 - 16:00
Thursday 08:00 - 16:00
Friday 08:00 - 16:00

Telephone

+6221 150420

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan:

Shortcuts

Share