SD Negeri 5/6 Balige

SD Negeri 5/6 Balige SD NEGERI 6 BALIGE, JALAN PELABUHAN BALIGE, BERDEKATAN DENGAN SD NEGERI 5 BALIGE

https://youtu.be/R9q0rECD8zo
09/11/2016

https://youtu.be/R9q0rECD8zo

Buah Ajaib (Miracle Fruit) Tanaman ini ditemukan di Ghana-Afrika barat, masih sekerabat dengan sawo manila (keluarga Sapotaceae). Merupakan buah yang paling ...

28/10/2016

SMALL LETTER OF GOD 💌

To. : YOU
Date. : TODAY
From. : God
Subject. : YOURSELF

This is me, GOD
I will handle all your problems ..

And remember,
When the world is presenting a problem that you can not handle alone,
Do not try to resolve the problem.
But, give it your problem with me.
I will resolve the problem in accordance SCHEDULE I set yourself.

I'M SURE all your problems will be resolved, but fits my schedule, not your schedule!.

After all your problems you handed over to Me, Do not think and worry about.
Instead, focus to all things GOOD thing is happening to you right now. 🙏

If you're stuck in traffic on the road, Do not get angry,
Because there are many people in this world who never rode a car in his life. 🙏

When you are dealing with problems in the workplace,
Think that there are still many people who are unemployed for many years without a job. 🙏

When you're sad because a family relationship, think about the people
who have never felt love and be loved. 🙏

If you are bored with the end of the week, think about the people who need overtime day and night without holidays For support his family and his children. 🙏

If your vehicle breaking down and require you walk,
Do not be angry,
Think of those disabled people who really want to experience walking on their own feet. 🙏

When you look in the mirror hair graying,
Do not be sad,
because the hair has only a dream for the people who are in chemotherapy treatment. 🙏

When you contemplate the meaning of life in this world and contemplate what your life's purpose? 🙏

Be grateful ... because a lot of people who do not have a chance of living long enough to reflect on their lives. 🙏

If you decide to forward this letter to other people, I see you have a sense of grateful love. 🙏

You have touched their lives in so many ways that you have never imagined.

SURAT KECIL DARI TUHAN 💌

Kepada : KAMU
Tanggal : HARI INI
Dari : TUHAN
Perihal : DIRIMU

Ini AKU,
AKU yang akan menangani semua masalahmu..

Dan ingat,
Bila dunia ini menyodorkan masalah yang tidak dapat kau tangani sendiri,
Jangan berusaha menyelesaikan masalah itu.
Tetapi, serahkanlah masalahmu itu kepadaKu.
AKU akan menyelesaikan masalahmu sesuai JADWAL yang AKU tentukan sendiri.

Semua masalahmu PASTI akan AKU selesaikan, tetapi sesuai jadwalKu, bukan jadwalmu !.

Setelah semua masalahmu kamu serahkan kepadaKu, Janganlah kamu pikirkan dan khawatirkan.
Sebaliknya, fokuslah kepada semua hal hal BAIK yang sedang terjadi padamu sekarang. 🙏

Bila kamu terjebak kemacetan di jalan, Janganlah marah,
Sebab masih banyak orang di dunia ini yang tidak pernah naik mobil seumur hidupnya. 🙏

Bila kamu berhadapan dengan masalah di tempat kerja,
Berpikirlah bahwa masih banyak orang yang menganggur ber tahun tahun tanpa pekerjaan. 🙏

Bila kamu sedih karena hubungan keluarga , pikirkanlah orang orang
yang belum pernah merasakan mencintai dan dicintai. 🙏

Bila kamu merasa bosan dengan akhir minggu , pikirkanlah orang orang yang harus lembur siang malam tanpa libur utk menghidupi keluarga dan anak anaknya. 🙏

Bila kendaraanmu mogok dan mengharuskan kamu berjalan kaki,
Janganlah marah,
Pikirkanlah orang orang cacat yang sangat ingin merasakan berjalan di atas kaki sendiri. 🙏

Bila kamu melihat di cermin rambutmu mulai beruban,
Janganlah bersedih,
sebab mempunyai rambut hanyalah merupakan impian bagi orang orang yang dalam perawatan Kemoterapi. 🙏

Bila kamu merenungi makna hidupmu di dunia ini & merenungi apa tujuan hidup mu ini ? 🙏

Bersyukurlah... karena banyak orang yang tidak punya kesempatan hidup yang cukup lama untuk merenungi hidup mereka. 🙏

Bila kamu memutuskan untuk meneruskan surat ini ke orang lain, AKU melihat kamu punya rasa berterima Kasih. 🙏

Kamu telah menyentuh kehidupan mereka dalam banyak hal yang tidak pernah kamu bayangkan.

https://youtu.be/QCI4CZeGkj0
17/08/2016

https://youtu.be/QCI4CZeGkj0

Bendera Gagal Naik di HUT RI di Siantar Bukan Salah Anggota Paskibra Rabu, 17 Agustus 2016 16:38 Bendera Gagal Naik di HUT RI di Siantar Bukan Salah Anggota ...

06/07/2016
Dimana Pendidikan Moral Pancasila? 07 Agustus 2012 09:13:23 Diperbarui: 25 Juni 2015 02:08:25 Dibaca : 1,282 Komentar : ...
20/05/2016

Dimana Pendidikan Moral Pancasila? 07 Agustus 2012 09:13:23 Diperbarui: 25 Juni 2015 02:08:25 Dibaca : 1,282 Komentar : 1 Nilai : 0 Kilas Balik ke zaman saya SD dulu, zamannya masih pakai baju putih celana merah dan sepatu warrior yang kini tinggal kenangan. Saya yakin, zaman saya SD dulu, pengrajin sepatu warrior pasti sedang di masa keemasannya. Kenapa.???? Karena semua sekolah di Indonesia mewajibkan untuk memakai sepatu warrior sebagai sepatu sekolah, ga boleh sepatu lain. Makanya zaman dulu, ga ada sepatu lambang contreng ke atas, atau lambang balok tangga tiga malang melintang di sekolah... Paling asyik kalau hari jum'at sama sabtu, jumat pagi pasti olah raga SKJ dulu, sebelum masuk belajar. Terus cuma 3 pelajaran, abis itu p**ang deh jam 11 buat persiapin sholat jumat bagi yang agamanya islam. Kalau sabtu, ini hari paling enak, pakai baju pramuka, terus kadang-kadang ada kerja bakti semua siswa bersihin lingkungan sekolah. Saya paling s**a nih, zamannya kerja bakti, karena jadi ga belajar sampai jam 12 siang... hehehe Satu lagi, cerita zaman SD saya yang paling membekas sampai sekarang. Belajar buat ujian PMP alias Pendidikan Moral Pancasila, dan bahan pelajarannya cuma tentang apa itu tanggung jawab, terus apa yang dimaksud tenggang rasa, bagaimana menerapkan tata krama bahkan sampai yang paling simpel, yaitu belajar tentang keramah tamahan. Penting ga sih PMP itu di pelajari.???? Kalau SD dulu sih saya mikirnya ini mata pelajaran buang-buang waktu tanpa hasil. Makanya pas tahun 1994 PMP dirubah namanya menjadi PPKn, saya tidak ada masalah. Bahkan sampai saya lulus SD, SMP dan SMA pelajaran PMP atau PPKn belum ada hasil nyata yang didapatkan. Tidak seperti Matematika yang membuat saya bisa berhitung (wlo kadang2 s**a blang otaknya), IPA dengan pengetahuan alamnya atau geografi yang buat saya tahu kalau Indonesia terletak di 6º LU – 11º LS dan 95º BT – 141º BT dan di Daerah Aceh Penghasil G***a terBaik... hehehe tapi PMP dapat apa.???? Tapi sekarang kalau lihat fenomena sosial masyarakat indonesia, saya baru sadar ternyata PMP itu adalah mata pelajaran penting selain matematika dan teman-temannya. Saat ini, Indonesia kehilangan karakter masyarakatnya. Dulu orang asing mengenal kita karena keramah tamahannya. Dulu warga kita selalu bahu membahu menolong untuk sesama. Singkat kata, Indonesia kini semakin jauh dari ungkapan Masyarakat Yang Madani. Bhinneka Tunggal Ika... PMP bukanlah mata pelajaran berbasis keilmuan. Sesuai dengan namanya, PMP adalah pelajaran tentang moral. Jadi yang dibangun adalah moral kita. Dari sinilah awal pembentukan karakter masyarakat indonesia. Patut di garis bawahi, pendidikan PMP ini ditanamkan sejak usia dini yakni SD. Dari sinilah nantinya cikal bakal masyarakat yang paham tenggang rasa, bertanggung jawab, dan memiliki tata krama sesuai dengan karakter masyarakat Indonesia. Seperti kita menanam pohon, jangan hanya memberikan pupuk saja untuk mendapatkan hasil yang bagus, tapi berikan p**a pestisida guna menghindari dari hama yang dapat merusak sebagian pohon. PMP ini sebagai “pestisida” untuk melindungi karakter bangsa kita agar tidak mudah digoyahkan oleh pihak luar. Dari situlah kita akan mendapatkan generasi berkualitas dengan memiliki karakter yang kuat.!!!! Amiennn... Kini PMP semakin terlupakan, generasi sekarang tidak banyak yang tahu tentang PMP ini. Sekarang yang mereka kenal adalah Pendidikan KewargaNegaraan atau PKn dan Mata Pelajaran Facebook.com. Bila merujuk pada mata pelajaran pengganti PMP yaitu PPKn, PPKn dulu masih ada kata Pancasila sebagai salah satu bahan pelajaran. Sekarang.???? Kemana kata “Pancasila” nya.???? Apakah Kewarganegaraan lebih penting dari pada pelajaran pengamalan nilai-nilai Pacasila.???? Makanya sekarang jangan kaget kalau anak-anak SD banyak yang tidak hapal pancasila, kalaupun hapal, mereka hanya hapal sila karena sering di bacakan di Upacara bendera hari senin, tapi tidak paham maknanya. Efeknya Pancasila hanya sebagai simbol tanpa tahu makna dan pengamalannya. Bahkan jangan heran bila sekarang anak-anak sejak SD sudah akrab dengan sepatu bermerek dan membuat semakin lebar jurang status sosial di antara mereka. Mereka tidak lagi di ajarkan arti tenggang rasa dan persamaan status sosial seperti SD zaman dulu melalui kewajiban sepatu warrior. Sekarang ibu-ibu berlomba-lomba memberikan anaknya sepatu bermerek agar dipandang tinggi status sosial anak mereka. Walaupun untuk membeli sepatu itu, dibela-belain untuk berhutang. “Yang penting kesohor walaupun tekor”. Ah jadi kangen masa-masa kebersamaan dan belajar SD zaman dulu. Belajar tentang tenggang rasa, tanggung jawab, tata krama, ramah tamah dan saling hormat menghormati melalui pelajaran PMP. Semoga PMP bisa cepat kembali kelingkungan belajar anak SD sekarang dan bukan hanya Harapan saya saja. Amiennn.!!!!

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ahonkchemonk/dimana-pendidikan-moral-pancasila_5512ed05a333114369ba7d7a

TURN BACK CRIME Lawan Kejahatan...yuk order sebagai dukungan melawan kejahatan
29/04/2016

TURN BACK CRIME Lawan Kejahatan...yuk order sebagai dukungan melawan kejahatan

TURN BACK CRIME ayo LAWAN  KEJAHATANAll product hanya 100rb blm trmsuk ongkir luar kota, kain lembut bahan polo lacosteP...
28/04/2016

TURN BACK CRIME ayo LAWAN KEJAHATAN

All product hanya 100rb blm trmsuk ongkir luar kota, kain lembut bahan polo lacoste

Polo shirt TURN BACK CRIME/ TBC.
Bahan polo shirt, full bordir mesin, bordir tebal depan belakang.
Dr . Celebrity Fashion

Order now
WA / LINE
O81263351444
Pin BB 5CF4D801

Krishna Mukti : Polda Metro Jaya Sebanding dengan Polisi New York, Tokyo, tapi tidak dengan Singapura dan Kuala Lumpur

Indoheadlinenews.com -Sosok Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti belakangan populer. Namanya mencorong lantaran berhasil mengungkap sejumlah kasus yang menyita perhatian publik. Sejak 13 Mei 2015, ia resmi menjabat Ditreskrimum menggantikan Komisaris Besar Heru Pranoto.

Krishna mengisahkan saat berusia muda tidak terpikirkan untuk menjadi anggota Polri yang melekat dengan seragam serba cokelat itu. "Rata-rata tidak tahu polisi maunya jadi reserse. Akan tetapi, kalau anak polisi, ingin menjadi lalu lintas, kalau saya kan tidak tahu polisi karena tidak mengerti," kata Krishna.

Setelah malang melintang menjadi bagian dari Polri, pria kelahiran 15 Januari 1970 itu ingin membawa perubahan positif terhadap wibawa, karakter, dan image anggota Polri. Krishna Murti menyatakan salah satu kebijakan perubahan itu ialah gaya polisi harus seperti dalam tayangan film.

Agar polisi bisa menjadi idola masyarakat, Krishna berpandangan anggota polisi harus berpakaian menarik. Misalnya, celana bermodel, karena polisi satu-satunya institusi yang setiap hari masuk media televisi. Krishna membandingkan Polri dengan instansi lain, seperti TNI atau pejabat pemerintah daerah (pemda), yang masuk pemberitaan media massa saat menggelar event saja.

Menurut perwira menengah kepolisian itu, saat ini, baik kamera televisi maupun media massa lain, merupakan branding bagi penampilan anggota Polri dalam mengamankan, mengungkap kasus, dan tugas mengatur lalu lintas.

Krishna menekankan juga aparat kepolisian tidak hanya mengandalkan penampilan, tapi juga harus ditunjang dengan kemampuan dalam mengungkap kasus. "Kalau pengungkapan bagus, penampilan tidak bagus, akan percuma. Jadi keduanya harus bagus," tutur lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 itu.

Pentingnya Pendidikan Karakter Anak agar Tak Seperti Sonya DepariBy Aditya Eka Prawira on 07 Apr 2016 at 20:15 WIBLiputa...
08/04/2016

Pentingnya Pendidikan Karakter Anak agar Tak Seperti Sonya Depari
By Aditya Eka Prawira on 07 Apr 2016 at 20:15 WIB

Liputan6.com, Jakarta Founder Spirit of Life (SOUL), Bunda Arsaningsih, mengatakan, seorang anak perlu mendapat pendidikan karakter sejak dini agar tidak terjerumus ke tindakan negatif seperti yang dilakukan Sonya Ekarina Sembiring atau Sonya Depari.

"Ajarkan juga budi pekerti sejak dini sehingga mereka belajar menjaga diri sendiri untuk kebaikan-kebaikan yang mereka tanam sendiri," ujar Bunda Arsaningsih kepada Health-Liputan6.com pada Kamis (7/4/2016)

Menurut Bunda Arsaningsih, tindakan arogan Sonya Depari yang mengaku sebagai anak Irjen Arman Depari saat ditilang polisi di Medan pada Rabu, 6 Maret 2016, bisa terjadi pada anak muda yang tidak mendapat pengarahan harus melakukan hal positif apa setiap kali dirudung masalah.

Baca Juga

Sonya Depari yang Mengaku Anak Polisi Mungkin Biasa Hidup Mewah

"Mencatut nama orang sebagai pembenaran atas dirinya sendiri itu kan tidak boleh dilakukan. Orangtua perlu mengajarkan itu. Dan orangtua juga tidak boleh melakukan hal serupa jika tak ingin perbuatan itu dicontoh anak," kata Bunda Arsaningsih.

Bagaimana juga seorang anak berani melakukan itu karena ia telah melihat tindakan yang sama dilakukan orang terdekat. "Belajar dari mana anak itu kalau orang-orang di sekelilingnya tidak melakukan hal serupa. Ketika dia melihat, dia akan memendam dan merekamnya. Begitu kejadian sama menimpa dia, cara-cara seperti itu ia pergunakan," kata Bunda Arsaningsih.

Sonya Depari ditilang pihak kepolisian karena dianggap tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Ia dengan sengaja memasukkan penumpang ke dalam mobil sedan ia yang digunakan lebih dari kapasitas seharusnya.

Ketika ditilang, Sonya yang mengaku anak Irjen Arman Depari mengancam sang polwan bila berani menilangnya. Arman Depari sendiri adalah mantan Kapolda Riau yang kini bertugas sebagai Deputi Bidang Pemberantasan di Badan Narkotika Nasional.

Yang mengejutkan, Arman Depari membantah Sonya adalah anaknya. Ia mengaku tak memiliki anak perempuan. Ia hanya memiliki tiga orang anak yang semuanya berada di Jakarta, bukan di Medan.

Ahok Robek Tradisi, Tantang Megawati, Skak DPR Senayan, dan Bakar Spirit Teman Ahok 11 Maret 2016 09:13:51 Diperbarui : ...
11/03/2016

Ahok Robek Tradisi,
Tantang Megawati,
Skak DPR Senayan, dan
Bakar Spirit Teman Ahok
11 Maret 2016 09:13:51
Diperbarui : 11 Maret 2016 09:48:40 Dibaca: 7,876
Komentar: 53
Nilai: 28 Basuki Tjahja Purnama
(Foto: Kompas.com/Alif)

Di tangan Ahok semua tradisi dirobek-robek. Jika selama ini seorang gubernur menyembah para DPRD, gubernur Ahok membanting DPRD ke dasar jurang. DPRD yang memang sudah menjadi sarang maling, berteriak lantang menyemprit Ahok. Tetapi Ahok lebih galak, ia meneriaki mereka lebih lantang, hingga semuanya menekuk ekor tak berkutik, bagai kucing ketakutan di pojok ruangan. Di era Ahok, DPRD bak barang pajangan, sibuk mengkritik dan hanya makan gaji buta, sementara hasil kerja mereka nol besar. Jika seorang pejabat selama ini harus menjadi contoh bagi publik bagaimana berperilaku santun, berkata lembut, sopan, bertutur kata ajaib, bermanis-manis dengan para koruptor dan penjarah tanah negara, uang negara dan hak orang lain, Ahok malah sebaliknya. Ia berkata kasar, menghantam, memaki para koruptor dan menghina mereka bagai manusia tak beradab. Seolah Ahok tidak peduli dijuluki manusia kasar, sombong dan pongah. Ia tetap menunjukkan karakternya sebagai seorang perobek tradisi. Ketika gubernur sebelumnya berdamai dengan preman, mafia, ormas sangar dan para pejabat rakus terkait dengan lahan negara, Ahok sebaliknya. Ia merobek tradisi itu. Ia melawan para para ‘tikus-tikus’ itu dengan semangat heroik luar biasa. Jika para preman ingin membunuhnya dengan anak panah di Kalijodo, Ahok malah lebih galak mengancam. Ia menyerang preman dengan tank berteknologi laser. Hasilnya, para preman itu lari tunggang langgang sambil terkencing-kencing ketakutan. Menjelang Pilkada, biasanya seorang incumbent bermanis-manis kepada rakyat dan kepada para bawahannya, tetapi Ahok malah sebaliknya. Ia semakin galak memaki, menggusur, mengomel dan memecat bawahannya. Ahok tetap seperti aslinya, original dan apa adanya. Ia tidak meniru para calon gubernur lainnya yang tiba-tiba pergi ke pasar pakai baju micky mouse, hadir di tengah kampung pelacuran, makan nasi akik dan makan di warteg. Jika selama ini partai sok berkuasa, sombong, minta ini-itu dari calon kepala daerah, Ahok malah membuang mereka bagai sampah. Partai tak berguna, menjadi beban negara, terlalu lamban bergerak, berlindung di balik jargon demokrasi. Jika partai mencoba mencekram Ahok, sebaliknya Ahok mencekik leher mereka tanpa ampun hingga berteriak histeris mengumbar deparpolisasi, delegitimasi partai. Ahok dengan gagah berani maju sendirian lewat jalur maut penuh resiko tinggi, jalur independen. Berhadapan dengan ketua partai sekelas Megawati, para calon kepala daerah mengumbar rayuan maut, datang menyembah dan bersujud kepada si Mbok yang sudah bergerak lamban dan terlihat bosan merengkuh kekuasaan. Tetapi Ahok lain. Ia datang dengan kepala tegak, ia menatap dengan tajam mata Megawati lalu memberinya ancaman: Restui Djarot atau kita pisah dan saya berjuang sendiri. Anda punya waktu satu minggu. Lalu ia pergi diiringi lototan keraguan Megawati yang terbentur dengan mekanisme dan tata krama partainya. Ketika datang di hadapan Mega, Ahok terlihat merobek tradisi: “jangan pernah manyakiti Mega, ia tidak pernah memaafkan anda”. Tetapi Ahok tidak peduli kepada Megawati dengan dendam kesumatnya. Ahok tidak belajar kepada mantan Presiden SBY yang menjadi korban dendam Megawati. Sejak 2004 lalu saat keduanya berseteru, Megawati tidak pernah mau bicara langsung kepada SBY. Ia masih dendam karena SBY melengserkan dirinya sebagai presiden. Padahal SBY adalah hanya menteri yang diangkatnya. Sakitnya tuh di sini. Ahok juga tidak belajar ketika Jokowi yang sudah menjadi Presiden sekalipun, Mega harus tetap disembah. Ketika Jokowi tidak melakukannya, Mega membanting Jokowi dengan menyebutnya hanya petugas partai. Ia lalu menjegal Jokowi untuk tidak mengucapkan sebuah pidato di kongres PDIP beberapa waktu lalu. Belakangan diketahui, itulah konsep sebuah pidato seorang Presiden RI yang tidak pernah diucapkan. Sadisnya. Tetapi Ahok tidak takut, ia menantang Megawati. Gue adalah seorang pejuang, bukan seorang penjilat. Jika para kepala daerah selama ini takut dipanggil oleh komisi III DPR Senayan dan tidak berani beragumentasi melawan mereka di depan publik, Ahok sebaliknya. Ketika Ahok tahu bahwa para anggota DPR Senayan mulai bermain politik dan mencari-cari alasan untuk memanggilnya terkait Kalijodo, prostitusi di Hotel Alexis dan seterusnya, Ahok malah lebih galak dari mereka. Jika mereka bagai ‘anjing yang menggonggong’ Ahok bertindak bagai ‘singa yang mengaum’. Ahok skak dan memanggil mereka sebagai anggota DPR baru yang ‘belagu’ tak tahu prosedur dan mekanisme kerja mereka. Jadilah anggota DPR Senayan ribut luar biasa karena tersinggung. Lalu merekapun tidak fokus bekerja dan tidak menghasilkan apapun di DPR sana. Jika seorang politisi datang menyembah Karni Ilyas di ILC TV One agar tidak menyudutkannya, malah Ahok sebaliknya, ia tidak menghadirinya. Ahok seolah membiarkan Karny Ilyas berimprovisasi dengan bebas mengundang nara sumber yang itu-itu saja seperti Ratna Sarumpaet, dan seterus ngomong bebas tanpa ada yang membantah. Ahok seolah mengajari publik silahkan tonton lelucon di TV One sebebasnya sambil menyaksikan kemenangan semu mereka . Ahok seolah membiarkan orang-orang di sana memaki dirinya dan temannya agar semua terbuka kepada publik siapa orang-orang pengecut yang hanya ngomong doang dan pintar mengkritik tanpa kerja sama sekali. Biarkan mereka puas menghadirkan pengadilan TV One yang memang beda, punya cirri khas kedunguannya sendiri. Ketika Ahok merobek-robek semua tradisi yang sudah ada, semua menjadi ribut, semua kebakaran jenggot. Benar, robekan tradisi yang dilakukan Ahok, tiba-tiba menimbulkan efek dahsyat luar biasa. Para politisi ribut tersinggung, para pemilik partai merasa dicampakkan, para pejabat seolah-olah disemprot dengan air panas, para pengamat merasa disepelekan. Lalu mereka satu suara, bagaikan koor bersuara bass, tenor, alto, baritone, sopran, lengserkan Ahok, lawan Ahok dengan cara apapun. Akan tetapi Ahok adalah pejuang anak bangsa yang hanya sedikit di republik ini. Ia adalah termasuk manusia langka yang hidup di zamannya. Ia tidak takut resiko, ia maju terus sampai akhir hayatnya. Ia siap menang, siap kalah. Ia siap dicampakkan oleh bangsanya sendiri. Namun tidak menyerah. Ia terus mati-matian berada pada rel kebenaran, kejujuran dan intgritas tinggi. Ia maju ke depan menentang bangsanya yang bermental korup, bermental penjajah bagi rakyat, bermental hedonis, konsumeris dan materialis. Lewat karakter petarungnya, Ahok membakar semangat teman-temannya yang peduli dengan perjuangannya, idealismenya dan mimpinya menjadikan negeri ini maju setara dengan bangsa lain. Ia terus memantik api roh teman Ahok agar dengan gigih berjuang tanpa bayaran, tanpa imbalan untuk merevolusi bangsa ini. Selamat berjuang Ahok dan teman Ahok, anda didukung oleh anak-anak muda pecinta kebenaran dan keadilan di negeri ini. Salam Kompasiana, Asaaro

Address

Jalan PELABUHAN, BALIGE, TOBA SAMOSIR
Balige
22315

Telephone

+6281263351444

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SD Negeri 5/6 Balige posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to SD Negeri 5/6 Balige:

Share