Balikpapanku

Balikpapanku Kota kami tercinta "kubangun kujaga kubela"..............

05/01/2017
22/10/2016

Assalamualaikum..Tolong bantu...saya menemukan ktp atas nama ibu NADIAH ANGGRAINI..pekerjaan PNS..alamat jl.mt haryono blok II-B no.11..temen yang mengenal ibu tersebut di atas ...tolong di kabari ktp ada sama saya...ktp tercecer di sekitar bankaltim syariah balikpapan...terimakasih...081350106228

14/10/2016

Service printer balikpapan
-Service
-Isi ulang tinta
-Pasang infus printer

call 081257750546

mau makan dan minuman gratis dapat ilmu gratis dan voucher kartu gratis 10 bulan yukkkk datang yah..
02/06/2016

mau makan dan minuman gratis dapat ilmu gratis dan voucher kartu gratis 10 bulan yukkkk datang yah..

Anda masih grogi saat presentasi ?Merasa kurang PD saat berbicara di depan Umum ?Ingin bisa menyampaikan materi dengan l...
05/02/2016

Anda masih grogi saat presentasi ?
Merasa kurang PD saat berbicara di depan Umum ?
Ingin bisa menyampaikan materi dengan lancar ?
Ingin memiliki kata-kata yang berpengaruh ?
Ingin membuat audience anda tetap fokus ?
Temukan Rahasianya dalam
TRANNING SEHARI PUBLIC SPEAKING (metode CEPAT dan MUDAH belajar Public Speaking)

LANGSUNG PRAKTEK
DIBAWAKAN OLEH MENTOR YANG FENOMENAL “ Faried Manaf”

Dalam pelatihan ini anda akan belajar:
1. TEKNIK AMPUH MENGATASI GROGI
2. CARA MELIPATGANDAKAN RASA PERCAYA DIRI
3. TEKNIK DAHSYAT MENARIK PERHATIAN AUDIENCE DALAM WAKTU 3 MENIT ATAU KURANG
4. TEKNIK PRESENTASI MEMUKAU
5. TEKNIK MEMPENGARUHI ALAM BAWAH SADAR AUDIENCE
6. TEKNIK AMPUH MENGENDALIKAN AUDIENCE
7. CARA MUDAH MENYUSUN DAN MENGEMBANGKAN MATERI
8. RAHASIA AUDIENCE TETAP FOKUS
9. TEKNIK PERNAFASAN,BODI LANGUAGE, DAN VOKAL
10. DLL.

Pelaksanaan:
Sabtu, 6 februari 2016
Pukul: 13.00 WITA
Tempat: Lounge Sepinggan Pratama

HTM:
- Member: Rp.50.000
- Umum : Rp.100.000
- Sponsor+Logo di banner
Rp.200.000

Transfer ke rek BNI:
415493813 an. Arfan ivan makkulau

Hub:
- Arvan Ivan M 081347706019
- Darmawan 081257750546
- Gilang 081334652848
- Pak Wp 081341269462

Acara ini di selenggarakan oleh TDA Balikpapan

Semoga mereka yang menajdi korban mendapat tempat yang layak di sisinya,dan yang ditinggal tetap tabah amin...
30/11/2015

Semoga mereka yang menajdi korban mendapat tempat yang layak di sisinya,dan yang ditinggal tetap tabah amin...

kebakaran di mufakat 1 memakan korban 2orang dan 1 anak kecil luka bakar, akibat lompor pada pabrik pembuatan kripik singkong ,pemilik pak suparno mufakat 1 ...

24/06/2015

📓KOIN PENYOK 📒

Seorang lelaki berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Saat menyusuri jalanan sepi, kakinya terantuk sesuatu.

Ia membungkuk & menggerutu kecewa. "Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok."

Meskipun begitu ia membawa koin itu ke bank. "Sebaiknya koin ini dibawa ke kolektor uang kuno", kata teller itu memberi saran. Lelaki itu membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, koinnya dihargai 30 dirham

Lelaki itu begitu senang. Saat lewat toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu obral. Dia pun membeli kayu seharga 30 dirham untuk membuat rak buat istrinya. Dia memanggul kayu tersebut dan beranjak p**ang.

Di tengah perjalanan dia melewati bengkel pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu bermutu yang dipanggul lelaki itu. Dia menawarkan lemari 100 dirham untuk menukar kayu itu. Setelah setuju, dia meminjam gerobak untuk membawa p**ang lemari itu.

Dalam perjalanan dia melewati perumahan. Seorang wanita melihat lemari yang indah itu & menawarnya 200 dirham Lelaki itu ragu-ragu. Si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dirham. Lelaki itupun setuju.

Saat sampai di pintu desa, dia ingin memastikan uangnya. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dirham.

Tiba-tiba seorang perampok datang, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.

Istrinya kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya dan bertanya,

"Apa yang terjadi?

Engkau baik-baik saja kan?

Apa yang diambil perampok tadi?"

Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, "Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi".

Bila kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?

Sebaliknya, sepatutnya kita bersyukur atas segala yang telah kita miliki, karena ketika datang & pergi kita tidak membawa apa-apa.

Menderita karena melekat. Bahagia karena melepas.

Karena demikianlah hakikat sejatinya kehidupan, apa yang sebenarnya yang kita punya dalam hidup ini?

Tidak ada, karena bahkan napas kita saja bukan kepunyaan kita dan tidak bisa kita genggam selamanya.

Hidup itu perubahan dan pasti akan berubah.

Saat kehilangan sesuatu kembalilah ingat bahwa sesungguhnya kita tidak punya apa-apa jadi "kehilangan" itu tidaklah nyata dan tidak akan pernah menyakitkan Kehilangan hanya sebuah tipuan pikiran yang penuh dengan ke"aku"an. Ke"aku"an lah yang membuat kita menderita.

Rumahku, hartaku, istriku, anakku. Lahir tidak membawa apa-apa, meninggal pun sendiri, tidak ajak apa-apa dan siapa-siapa.

Pada waktunya "let it go", siapapun yang bisa melepas, tidak melekat, tidak menggenggam erat maka dia akan bahagia .
Semoga bermanfaat...

Mendaratnya Tentara Australia di BalikpapanSuatu hari yang cerah, 21.000 prajurit dari divisi ke-7 Australia yang bersia...
27/09/2014

Mendaratnya Tentara Australia di Balikpapan

Suatu hari yang cerah, 21.000 prajurit dari divisi ke-7 Australia yang bersiap menuju Balikpapan, terlihat berdesakan diatas kapal angkut prajurit. Kapal itu bersiaga sekitar 15 KM dilepas pantai Balikpapan. Pukul 08.00 kapal-kapal sekutu dari berbagai jenis bergerak mendekati Balikpapan dengan membentuk formasi kipas. Mereka dalam posisi siap tembak dan hanya menunggu perintah dari radio untuk menembak. Ketika aba-aba yang ditunggu tiba, maka secara serentak tembakan sekutu dari laut mulai menghantam kota Balikpapan. Pagi itu, ledakan menggelegar terjadi dipesisir pantai Balikpapan. Asap pekat lalu menutupi pemandangan kota Balikpapan dari laut. Tentu saja kabut asap itu menutupi pandangan kapal-kapal sekutu tadi oleh tembakan peluru mereka sebelumnya.

Setelah kabut-kabut asap itu reda, maka giliran pesawat-pesawat dari kapal induk sekutu melakukan pemboman terhadap Balikpapan—tidak lupa mencari dan menggempur pos pertahanan Jepang. Pesawat F6F Hellcat melakukanan pemboman terhadap Lapangan Terbang Sepinggan lalu ke Parramatta Ridge (Pasir Ridge sekarang. Semetara itu, pesawat pembok penukik SB2C Haldiver menghancurkan baterai Meriam milik Jepang disekuitar Gunung Dubbs. Sementara itu, pesawat pembom torpedo TBM Gruman Avanger terbang mengitari teluk Balikpapan yang dangkal dan muara sungai untuk menghancurkan kapal Jepang yang bersembunyi. Tetap saja perang udara terjadi, bebrapa pesawat Jepang sempat terbang dan memberi perlawanan, namun berhasil dirontokan oleh pesawat Hellcat. Sementara itu pesawat Haldiver juga mendapat perlawanan dari baterai meriam anti serangan udara. Di tempat lain, pesawat pembom torpedo berhasil melakukan tugasnya dengan baik. Di Muara Jawa, sebuah kapal penjelajah kuno milik Jepang berhasil di tenggelamkan. Di Muara Pegah, dua kapal Jepang juga dihancurkan. Begitun di Muara Pantuan. Satu persatu kapal Jepang itu ditenggelamkan sebelum melakukan perlawanan. Setalah pesawat-pesawat tadi beraksi, maka pesawat sekutu yang lain datang dari Morortai. Rombongan pesawat ini terdiri atas P-38 Lighning; B-24 Liberator; B-25 Fortress; pembom Corsair; pembom Duntless (Amerika); pesawat pemburu Beaufighter . pesawat-pesawat itu menyerang secara serempak. Tentu saja kota Balikpapan yang menjadi pertahanan Jepang menajdi porak-poranda. Selama 20 hari Balikpapan menjadi sasaran bom sekutu dari udara dan laut.
Tentu saja Balikpapan harus menanggung kehancuran dari peluru-peluru sekutu. Tidak hanya berupa bangunan tetapiu juga tumbahan pantai yang membuat pantai-pantai Balikpapan botak. Kota Balikpapan, terutama diantara daerah Kilang Minyak dan Klandasan benar-benar habis tinggal puing. Porak porandanya Balikpapan bukan berarti tamatnya pasukan Jepang—yang kebanyakan bertahan diatas gua-gua seperti di Manggar yang nyaris tidak tersentuh bom sekutu. Pemboman hanya membuat prajurit Jepang itu masuksemakin dalam kedalam gua. Setiap ada kesempatan pasukan Jepang itu berusaha memasang meriam dimulut gua untuk menembaki sekutu yang mulai mendarat.
Perwira sekutu nampak puas meilihat Balikpapan hancur walaupun belum yakin kekuatan pasukan Jepang di kota itu benar-benar habis. Posisi meriam Jepang di gua Manggar yang mengarah laut di perbukitan tidak mampu dihancurkan dari kapal-kapal sekutu di Teluk Balikpapan. Perwira teringgi komando sekutu lalau sepakat untuk menjatuhkan bom Na**lm pada pertahanan Jepang yang berada di pesisir pantai. Untuk pewmboman ini akan dilakukan oleh puluhan pesawat B-29 Super Fortress yang berpangkalan di Lapangan Easley Mariana. Bisa dibayangkan betapa hancurnya Balikpapan bila tiap bom yang dijatuhkan memiliki daya hancur besar. Hampir 90% kota Balikpapan saat itu menjadi tempat kremasi bagi prajurit Jepang oleh bom-bom bakar sekutu dari udara, karena bom-bom bakar itu p**a Balikpapan menjadi lautan api lalu menjadi puing-puing dan kota mati.
Tentara sekutu, Australia, mendarat pada 1 Juli 1945 di Balikpapan. Usaha pendaratan sekutu ke Balikpapan dimulai dari serangan laut sejak 26 Juni dan selesai pada 15 Juli 1945, dengan didudukinya Balikpapan oleh sekutu maka, Balikpapan terbebas dari tangan Jepang. Kondisi kota Balikpapan setelah pendaratan sekutu bisa dibilang hancur karena serangan meriam sekutu dari laut. Minyak menjadi berkah sekaligus petaka bagi Balikpapan—karenanya Balikpapan ikut terseret dalam kejamnya arus Perang Dunia, dimana Balikpapan dipaksa menjadi bagian sejarah perebutan atas hegemoni blok fasis melawan kapitalis dan komunis dunia.
Pasukan Jepang yang terdesak di Balikpapan berusaha melarikan diri ke Samarinda—seperti yang dilakukan oleh pasukan Kamada. Mereka berlari menghundari bayaqngan kekalahan yang ada didepan mata mereka. Kendaraan mereka akhirnya berhenti setelah 48 km berjalan karena kendaraan mereka aus dan bensin yang habis. Akhirnya pasukan Jepang berjalan kaki bersama penduduk sipil yang mengunmgsi karena Balikpapan yang menjadi lautan api karena hujan bom bakar sekutu dari udara. Mereka melewati jalan setapak untuk menghiundari buruan pesawat sekutu. Mereka berjalan melewati daerah sekitar Loa Janan, perbatasan Kutai dan Samarinda sekarang. Pasukan Jepang itu melewati hutan rimba dengan melawan penyakit dan lapar. Beberapa prajurit Jepang harus menemui ajal dalam perjalan menuju Samarinda itu. Karena diserang malaria, beri-beri dan kelaparan. Tercatat sekitar 4.000 prajurit tewas selama pelarian.
Setelah pemboman selama 20 hari itu, akhirnya 21.000 prajurit Australia dari Divisi 7 mendarat juga setelah menunggu lama diatas kapal pendarat pasukan. Mereka, dengan memakai topi rimba mendarati pantai Balikpapan. Pasukan mendarat tanpa pewrlawanan berarti dari tentara Jepang yang sebagian tewas dan sebagian lagi mundur ke Samarinda. Prajurit Australia itu hanya mendapati tentara-tentara jepang yang tewas dianatara puing-puing akibat hujanan bom bakar dari sekutu. Tentara Jepang yang tewas itu tewas terkubur di lubang perlindungan, terkurung di terowongan, terapung di sungai atau parit perlindungan. Hanya 10 orang serdadu Jepang yang berhasil ditawan hidup-hidup. Beberapa prajurit Jepang yang tidak mau menyerah juga melakukan harakiri ala ksatria Jepang kuno. Mereka ditemukan berbaring penuh luka dan ketakutan setelah pemboman selesai dan prajurit Australia mendarat.
Setelah pasukan Australia mendarat di pantai Balikpapan, Jenderal Dauglas MacArthur bersikeras untuk ikut mendarat ke Balikpapan. Awalnya, Barley, seorang juru sinyal memberi isyarat agr menunda dulu rencana pendaratan sang Jenderal karena mortir Jepang masih melawan. Tetap saja sang Jnederal bersikeras untuk mendarat—dengan terpaksa sebuah sekoci dipersiapkan. Bersama perwira staf dan wartawan perang, sang jenderal kemudian mendarat di pantai. Tanpa rasa takut, sang Jenderal ikut menaiki bukit Balikpapan setinggi 200 yard, dekat dengan garis pertahanan Jepang. Diatas, sang Jenderal meminjam peta dari seorang Brigadir Jenderal Australia untuk mempejari posisi musuh ditengah hujanan peluru Jepang yang nyaris mengenai kepala MacArthur. Tiba-tiba seorang Mayor Australia datang memberi tahu diatas bukit ada senapan mesin Jepang yang masih aktif. Belum selesai mayor itu melapor, peluru senapan mesin itu merentetkan pelurunya kerah rombongan Jenderal itu. Semua anggota rombongan, kecuali MacArthur tiarap. MacArthur tetap mengamati peta tanpa peduli dengan tembakan senapan mesin Jepang itu. Selesai dengan peta itu, MacArthur langsung mengembalikannya pada Brigadir Jenderal Australia itu. Kepada Brigjen tadi MacArthur berkata:”Ayo kita pergi kesana dan melihat apa yang sedang terjadi. Tapi ngomong-ngomong Brigadir, saya kira merupakan satu ide yang baik jika serdadu patroli mengambil terlebih dahulu senapan mesin itu sebelum ia menghajar kita.”
Setelah Balikpapan dikuasai sekutu pada 1 Juli 1945, tercatat 5.700 serdadu Jepang tewas terpanggang oleh bom bakar sekutu dari pesawat pembom B-29. ditambah lagi 4.000 tentara Jepang yang tewas dalam pelarian ke Samarinda. Penyerbuan sekutu ke Balikpapan tidak memberi manfaat karena segala fasilitas telah hancur oleh bom sekutu. Kilang minyak yang mereka temui juga tinggal puing saja. Instalasi minyak itu sebelum dibom sekutu juga telah dibumihanguskan Jepang. Pasukan sekutu boleh tidak mendapat minyak, namun mereka bisa menghabisi kekuatan Jepang yang tidak kenal ampun dan menyerah ketika mereka sedang diambang kekalahan sekalipun. Kali ini minyak bisa diacuhkan, yang terpenting adalah merebut Balikpapan yang menjadi kunci untuk mengalahkan kekuatan Jepang di Indonesia—terutama pasukan Jepang yang ada di p**au Jawa

Kekalahan Jepang di Tarakan dan Balikpapan menjadi awal kekalahan Jepang di Indonesia sebelum sekutu menjatuhkan bom atom di Nagasaki dan Hirosima—yang membuat Jepang menyerah tanpa syarat di kapal USS Missouri pada 14 Agustus 1945. pembebasan Balikpapan adalah juga salah satu pembebasan Indonesia dari cengkraman fasisme Jepang di Asia. (source)

Sejarah Tentara Sekutu July 1945 di BalikpapanPertempuran Balikpapan yang terjadi pada tanggal 1 Juli 1945. Divisi VII A...
26/09/2014

Sejarah Tentara Sekutu July 1945 di Balikpapan

Pertempuran Balikpapan yang terjadi pada tanggal 1 Juli 1945. Divisi VII Australia, terdiri atas Brigade Infantri XVIII, XXI, dan XXV, dengan pasukan cadangan yang mengadakan pendaratan dari darat dan laut, nama sandi Operasi Obo Dua, beberapa mil di utara Balikpapan, di p**au Borneo. Pendaratan itu didahului dengan pengeboman dan penembakan besar-besaran oleh AL dan AU Australia dan AS. Jumlah persenjataan Jepang sama sekali lebih banyak, namun seperti pertempuran lain dalam Perang Pasifik, banyak yang tewas dalam pertempuran.

Operasi besar-besaran telah berhenti dari tanggal 21 Juli. Ini adalah pertempuran terakhir yang terjadi dalam Perang Dunia II, terjadi beberapa minggu sebelum pengeboman Hiroshima dan Nagasaki yang secara efektif mengakhiri perang. Jepang menyerah saat Australia menyisir hutan untuk mencari yang kesasar.

Menyusul penyerahan itu, 3 brigade itu dilimpahi tugas pendudukan hingga sekitar Februari 1946. Brigade XXI ditugaskan di Makassar di Pulau Sulawesi untuk menerima penyerahan angkatan Jepang, membebaskan tawanan perang dan memelihara tatanan masyarakat.

Sumur minyak pertama BalikpapanApa jadinya bila Perusahaan minyak dan gas Mathilda tidak menemukan sumur minyak pertama ...
26/09/2014

Sumur minyak pertama Balikpapan

Apa jadinya bila Perusahaan minyak dan gas Mathilda tidak menemukan sumur minyak pertama di Balikpapan Kalimantan Timur pada 10 Februari 1897 silam. Bisa jadi, kota Balikpapan tidak akan se terkenal seperti sekarang ini. Sebagai kota nomor satu di Pulau Kalimantan – sudah sepantasnya menyandang sebutan pintu gerbang Pulau Borneo.

Semua bermula saat perusahaan migas Matilda, J.H Menten, Mr Adam dari Firma Samuel & Co menemukan sumur minyak untuk kali pertama di Balikpapan. Lokasi tepatnya terletak di dekat pintu gerbang Jalan Minyak kilang Pertamina dimana saat ini sudah dibangun monumen sederhana sebagai pertanda keberadaanya.

Semua pihak setuju bahwa penemuan sumur minyak ini yang kemudian menjadi cikal bakal kota Balikpapan. Tidak terlalu berlebihan bila kemudian Pemerintah Kota Balikpapan mematenkan tanggal 10 Februari sebagai hari jadi kota Balikpapan yang sudah memasuki 115 tahun.

Sebagai kota di daerah pesisir Kalimantan, Balikpapan sudah menyimpan catatan sejarah yang sama yaitu pusat yakni pusat kegiatan ekonomi selalu berada di pesisir pantai. Semua terekam kuat dalam perjalan sejarah kota di masa sebelum kemerdekaan hingga sekarang ini.

Zaman penjajahan kolonial Belanda sudah menempatkan Balikpapan sebagai daerah strategis untuk kawasan nusantara wilayah timur. Tidak mengherankan di kala sudah tidak mampu menahan gempuran Jepang – penjajah ngabur sembari menerapkan taktik bumi hangus. Korbannya tentu saja kilang kilang minyak di Balikpapan yang hangus dibakar tentara Belanda sebelum meninggalkan bumi nusantara.

Saking dasyatnya kala itu, kobaran api menyala selama 15 hari dan membuat langit Balikpapan yang kala itu bernama Karisidenan Kutai gelap gulita.

“Selama setengah bulan kita tidak melihat matahari karena tertutup oleh gumpalan asap tebal. Api mati dengan sendirinya,” kata salah seorang saksi sejarah, Hj Siti Aisyah yang lahir di Nenang Penajam Paser Utara, 87 tahun silam.

Balikpapan mulai berkembang saat itu, apalagi sejak komplek kilang pengolahan minyak kilang terbesar di Indonesia terbangun. Ini merupakan cikal bakal berkembangnya daerah Balikpapan yang dulunya masuk dalam wilayah Kesultanan Kutai.

Tak heran pesisir pantai dijadikan area pintu masuk bagi hilir mudiknya pendatang yang menetap, termasuk jadi keberadaan awal masyarakat Balikpapan.

Pusat kegiatan ekonomi dan perdagangan Balikpapan mulanya berawal di kawasan kebun sayur yang dulu merupakan satu-satunya pusat kegiatan masyarakat. Nama kebun sayur diambil karena daerah itu dulunya tahun 1950 banyak berdiri kawasan pertanian dengan sayur mayurnya termasuk tumbuh suburnya pohon pandan dan hutan bakau.

“Dulunya kegiatan ekonomi dan masyarakat berpusat disitu, masyarakat menanam sayur kemudian di jual didaerah itu sehingga dikenal namanya kebun sayur,”ujar nenek beranak 10 ini.

Selain pasar, juga sudah ada lapangan Poni yang kerap digunakan masyarkat sekitar. Di daerah itu dulunya berdiri toko-toko kecil milik masyarakat keturunan Tinghoa, juga terdapat bangsal-bangsal atau barak bekas yang ditempati tentara perjuangan rakyat atau sekarang dikenal TNI. Lokasi bangsal itu dulunya milik tentara Belanda dan Jepang yang ditinggalkan.

“Satu barak itu berisi sekira 15 kamar, di kawasan sekarang Hotel Blue Sky itu banyak tumbuh pohon –pohon pandan makanya kawasan itu dinamakan jalan pandan yakni Pandan Sari, Pandan Wangi,” cerita Istri Veteran ini.

Ada lagi trem kereta api yang dimanfaatkan sebagai sarana transportasi pengangkutan batu bata/batako bagi kepentingan perluasan pembangunan kompleks kilang Pertamina. Batu itu ambil dari tempat pembuatannya di sekitar lokasi kawasan Rapak Dalam dengan rute Karang Anyar hingga Rapak.

“Kala itu, hanya ada satu atau beberapa kendaraan angkutan bermotor berbadan kayu,” tambah Aisyah yang telah menempati kawasan Pasar baru sejak 1950 an yang kini menjadi Balikpapan Center.

Kawasan Kebun Sayur dulunya memang kawasan stretegis yang menjadi salah satu kawasan idola bagi pendatang, baik dari seberang (Paser) maupun pendatang dari arah Hulu dan pendatang keturunan Tiongha. Letak inilah yang menjadikan kawasan Kebun Sayur – Karang Anyar menjadi kawasan utama bagi masyarakat dari dalam ataupun luar pada zamanya saat itu.

Menginjak tahun 1951 juga mulai bermunculan saksi sejarah kota Balikpapan seperti Pasar Baru – sebagai salah satu kegiatan ekonomi di Klandasan. Pedagang berbagai suku bangsa kala itu sudah terbiasa bertransaksi menggunakan perahu perahu kecil melintasi Sungai Klandasan yang dahulunya masih dalam.

“Disitu banyak perahu-perahu yang bisa masuk lewat sungai Klandasan, tapi tidak seramai di Kebun sayur,” kata Aisyah.

Dari sekian kejadi masa lalu, nenek ini juga masih mengenang saat proklamator negeri ini yaitu Soekarno – Muhammad Hatta mengunjungi kota Balikpapan. Di tahun 1950, dua pemimpin bangsa ini tiba di Balikpapan sehubungan konfrontasi dengan negara tetangga Malaysia yang kala itu dikuasai Inggris. Keduanya menginap di hotel satu satunya di Balikpapan yaitu Hotel Kutai yang kini beralih nama jadi Hotel Novotel.(*)

Suasana balikpapan pada tahun 1974 diambil dari depan hotel Menara Bahtera depan BTC (Balikpapan Trade Center), gambar y...
26/09/2014

Suasana balikpapan pada tahun 1974 diambil dari depan hotel Menara Bahtera depan BTC (Balikpapan Trade Center), gambar yang ditandai merah rumah nenek moyangku....akhirnya ketemu juga foto ini...

Address

Balikpapan
76114

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Balikpapanku posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share