07/08/2026
Bea Cukai Balikpapan Perkuat Ekosistem Ekspor UMKM melalui Dukungan Program Desa Devisa di Karang Joang Balikpapan
Balikpapan β Bea Cukai Balikpapan terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong UMKM agar mampu menembus pasar internasional melalui dukungan terhadap pengembangan Program Desa Devisa. Komitmen tersebut diwujudkan dengan keikutsertaan dalam kegiatan Meet to Match (M2M) Batch 4 yang diisi dengan presentasi dari Kelompok Tani Daun Sop Ceria serta peninjauan lokasi rencana Program Desa Devisa di Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, pada Kamis (30 Juli 2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan yang memiliki visi bersama dalam mengembangkan potensi ekspor daerah, yaitu Bea Cukai Balikpapan, Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Balikpapan, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Perindustrian Kota Balikpapan, Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Balikpapan, Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Kalimantan Timur, Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Kelompok Tani Daun Sop Ceria, serta PT Bumi Karya Mentari selaku pengembang Mentari Village. Dalam kegiatan tersebut, Bea Cukai Balikpapan menyampaikan dukungannya terhadap program asistensi pengembangan Desa Devisa. Program ini diharapkan mampu menjadi pusat pengumpulan, pengolahan, dan pemasaran produk pertanian bernilai tambah yang siap dipasarkan hingga ke mancanegara. Beberapa produk yang berpotensi dikembangkan antara lain merica dalam kemasan, cake salak, cabai dalam kemasan, serta berbagai produk olahan pertanian lainnya yang memiliki daya saing ekspor. Saat ini, peluang pasar ekspor telah terbuka dengan skema distribusi melalui Balikpapan menuju Makassar untuk selanjutnya dipasarkan ke kawasan Eropa dan Amerika, serta melalui Balikpapan menuju Surabaya dengan tujuan pasar China. Hal ini menunjukkan bahwa produk-produk UMKM Balikpapan memiliki prospek yang besar untuk bersaing di pasar global apabila didukung dengan kualitas produk, kapasitas produksi, serta tata kelola ekspor yang baik. Meski demikian, dalam diskusi juga teridentifikasi beberapa tantangan yang masih perlu mendapat perhatian, salah satunya adalah keterbatasan kapasitas gudang di Mentari Village sebagai pusat pengumpulan produk. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan dukungan dari pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan agar infrastruktur pendukung dapat berkembang seiring meningkatnya potensi ekspor UMKM. Pada kesempatan tersebut, Bea Cukai Balikpapan diwakili oleh Herdhimawan Kusumantoro, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai V dan M.Iqbal Anindita pelaksana pemeriksa KPPBC TMP B Balikpapan, yang memberikan pemaparan mengenai prosedur ekspor, pemanfaatan fasilitas Klinik Ekspor, serta berbagai layanan asistensi yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk mempersiapkan ekspor secara benar, mudah, dan sesuai ketentuan.
Dalam kesempatan ini Tirta selaku Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi sekaligus pengampu Klinik Ekspor Bea Cukai Balikpapan mengatakan melalui kolaborasi lintas instansi ini, Bea Cukai Balikpapan berharap Program Desa Devisa dapat menjadi motor penggerak lahirnya eksportir baru dari Kota Balikpapan sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal. Sinergi yang kuat antara pemerintah, lembaga pendukung, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat daya saing UMKM sehingga semakin banyak produk unggulan daerah yang berhasil menembus pasar internasional.